My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Kenapa Jadi Seperti Ini?


__ADS_3

Hari menjelang malam. Anna bersiap untuk pulang ke mansion orangtuanya. Dia merias wajahnya dengan make up tipis. Dia juga menyamarkan lingkaran hitam di matanya dan memasang senyum lebar di bibirnya.


"Perfect. Kau memang selalu cantik Ai. Pasti Vano akan menyesal karena memilih wanita lain." ucapnya memuji diri sendiri. Dia mengambil tas branded nya dan bergegas keluar dari kamar.


Dia harus segera ke mansion orangtuanya karena Ibunya sudah menerornya dengan menelponnya terus menerus agar segera datang.


Padahal ibunya mengatakan jika acaranya nanti malam. Tapi dia sudah di suruh untuk datang.


Anna menghela nafas panjang, "Kembali ke kehidupan lama." dia masuk ke mobil dan mengendarai mobilnya sendiri.


Sebelumnya selalu ada Vano yang siap mengantarnya kemanapun dia ingin pergi. Sekarang, dia harus melakukannya sendiri.


"Astaga Ai, bukankah dulu sebelum Vano datang kau juga melakukannya sendiri?" gumamnya bermonolog. Sepertinya Vano sangat melekat di kehidupan Anna. Walaupun pertemuan mereka sangat singkat, tapi dia sudah mulai bergantung pada pria itu.


Anna mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tidak sadar jika di belakangnya ada sebuah mobil yang mengikutinya. Dia adalah anak buah Geo yang di perintahkan untuk mengikuti kemanapun Anna pergi.


Dan tidak membutuhkan waktu lama, Anna sampai di mansion orang tuanya. Dia turun dari mobil dan bergegas masuk.


Mobil yang mengikuti Anna berhenti tidak jauh dari mansion tersebut. Dia memotret mansion tersebut dan mengirimkannya pada Geo.


"Nona Anna pergi ke mansion ini. Apa yang harus saya lakukan tuan?"


Tidak menunggu lama, Geo langsung membalas pesan tersebut. "Itu mansion keluarganya. Tapi walaupun begitu, tetap awasi Anna."


"Baik tuan."


Sementara itu, Anna yang sudah masuk ke mansion tersebut terlihat bingung karena semua masih terlihat sama. Tidak ada persiapan apapun untuk acara yang ibunya katakan di telepon.


"Akhirnya kau datang juga, Ai." sapa Aretha

__ADS_1


"Mommy membohongiku?"


"Apa maksudmu?"


"Mommy bilang ada acara nanti malam. Tapi kenapa..." Anna melihat kesana kemari dan memang tidak ada persiapan apapun.


"Oh.. Memang nanti malam akan ada acara. Tapi tidak disini." seru Aretha


"Apa maksud mommy?" tanya Anna bingung


Aretha menuntun Anna untuk duduk. "Memang nanti malam akan ada acara, tapi tidak disini. Melainkan di Restoran. Nanti malam kita akan makan malam di restoran dengan sahabat mommy. Jadi kau harus ikut. Jangan lupa dandan yang cantik."


Anna mengerutkan keningnya bingung. Kenapa dia harus berdandan jika itu hanya makan malam?


"Jangan terlalu di pikirkan. Pokoknya nanti malam kau harus terlihat cantik. Dan mommy sudah menyiapkan gaun untuk mu." seru Aretha


Anna hanya mengangguk pelan. Dia segera pergi ke kamarnya untuk bersiap. Mungkin mereka akan makan malam sambil membahas pekerjaan perusahaan.


"Mom!!!" panggil Anna yang masih berdiri ditengah-tengah anak tangga.


"Ada apa lagi, Ai? Cepat kau bersiap. Waktu kita tidak banyak." seru Aretha


Anna kembali turun dan duduk di samping Aretha. "Jika kita akan makan malam dengan sahabat mommy, mereka akan tahu jika aku anak mommy, bukan?"


"Ya memang itu tujuan mommy."


"Apa maksud mommy?" tanya Anna


"Ai, Mommy ingin memperkenalkan mu dengan anak sahabat mommy. Tenang saja, dia sangat tampan dan mapan."

__ADS_1


"WHAT? ARE YOU KIDDING ME?" teriak Anna


"Ish.. kenapa kau berteriak di depan mommy, hah?" Aretha mengusap telinga nya yang sakit mendengar suara lengkingan sang artis.


"Mom, apa maksud mommy akan menjodohkan ku dengan pria itu?" tanya Anna memastikan


"Tepat sekali."


"Mom!!!"


"Apa? Kau menolak? Ai, sekarang kau sudah berusia berapa tahun? berapa kali kau gagal menjalin percintaan dengan pria? Kau selalu gagal menjalin hubungan dengan pilihanmu sendiri. Untuk itu, mommy sendiri yang akan memilihkan calon suamimu. Mommy yakin pilihan mommy tidak akan salah." seru Aretha


"Mom!! kau tidak bisa mengambil keputusan besar seperti itu sendirian. Ini hidupku, mom. Aku berhak menentukan sendiri jalan hidupku."


"Dengan menjadi bahan gosip? Apa kau senang menjadi pembicaraan banyak orang, hah?" sela Aretha. Dia merasa gagal menjadi seorang ibu saat melihat berita mengenai putrinya.


Semua orang dengan seenaknya membicarakan dan menghakimi Putrinya. Sedangkan dia sebagai ibu tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia tahu apa yang Anna rasakan. Senyum di wajahnya itu palsu. Bahkan saat pertama kali melihat Anna datang, dia tahu kalau putrinya itu baru saja menangis.


Tapi putrinya selalu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia selalu menyembunyikan kesedihannya sendirian. Untuk itu dia mengambil keputusan besar ini demi putrinya.


"Tapi mom, aku....


"Mommy tidak menerima penolakan, Ai. Nanti kalian bisa saling mengenal setelah menikah." potong Anna


"Apa? menikah?" pekik Anna. "Mom!! Apa itu tidak terlalu cepat?"


"Lebih cepat lebih baik. Mommy dan Daddy sudah sepakat mengenai hal ini. Jadi sekarang lebih baik kau bersiap." Aretha beranjak meninggalkan Anna sendiri.

__ADS_1


"Kenapa jadi seperti ini? Aku tidak mau di jodohkan."


__ADS_2