My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Emosi Dua Ibu Negara


__ADS_3

"Pemirsa, Dunia hiburan kembali di hebohkan dengan berita Anna Lee. Belum lama ini diketahui bahwa pelaku penyebar video skandal JN Dan YI telah tertangkap dan mengakui perbuatannya. Tapi lagi-lagi pengakuan tersangka membuat Masyarakat tercengang. Pelaku mengatakan jika Anna Lee yang menyuruh nya untuk menyebarkan video itu untuk menjatuhkan YI. Berikut liputannya."


"Iya, Saya di suruh nona Anna untuk menyebarkan video itu. Dia mengancam saya dan keluarga saya. Karena takut keluarga saya kenapa-napa, saya terpaksa melakukan."


"Bukankah itu terlihat seperti bualan yang menjijikan?" Aretha yang saat itu bersantai tidak sengaja menyaksikan gosip tentang putrinya. Dia mengundang Suami dan kedua putranya untuk menyaksikan bersama.


Dan kali ini, mereka benar-benar geram. Menurutnya itu sudah sangat keterlaluan. Dan mereka tidak akan tinggal diam begitu saja.


"Haruskah kita merobohkan JN Entertainment sekarang juga? Aku tidak mengerti kenapa Ai mau bekerja di agensi kecil itu. Padahal jika dia mau, aku bisa membuat kan agensi yang besar untuk nya." sungut Jacob


"Daddy tahu sendiri alasan Ai, kan? Dia mau berusaha dengan kemampuannya sendiri tanpa bantuan Daddy." ucap Justin


"Dan kita tunggu kabar dari Ai dulu. Atau dia akan mengamuk jika kita ikut campur urusan nya." lanjutnya


"Jadi maksudmu kita akan diam saja, begitu? Setiap hari aku selalu melihat berita tidak sedap mengenai putri ku. Orang tua mana yang tahan melihat putrinya di fitnah seperti itu, hah?" teriak Aretha.


Baik Jacob, Justin maupun Javier tidak bisa berkutik jika ibu negara sudah bersabda. Mereka memilih untuk diam menunduk dan mendengarkan ocehan dari wanita yang paling berkuasa di keluarga Alexander itu.


"Astaga!! Harusnya aku tidak mengiyakan saat Ai meminta ijin untuk jadi artis. Aku pikir akan terlihat keren jika terus di sorot kamera. Tapi ternyata hanya membuat esmochi saja." gerutu Aretha


"E_emosi mom." ucap Javier membenarkan

__ADS_1


"Itu juga maksud mommy!!" sentak Aretha yang membuat ketiga pria itu terjingkat kaget.


"Apa Ai menghubungi kalian?" tanya Aretha yang di jawab gelengan oleh kedua putranya.


"Ai sedang pemotretan produk kecantikan di perusahaan Geo. Jadi dia tidak mungkin mengangkat telepon kami. Atau mungkin dia belum tahu berita ini." seru Javier


"Ck.. Bahkan pria itu tidak bisa di andalkan." gerutu Aretha


Saat mereka tengah berdebat, tiba-tiba ponsel Justin berbunyi. Mereka diam sejenak saat tahu jika Anna yang menghubungi Justin.


"Apa kau sudah melihatnya?" tanya Anna di seberang sana.


"Kau tidak perlu melakukan apapun. Aku bisa menanganinya. Tolong tenangkan Mommy dan Daddy." Justin menghela nafas panjang setelah Anna mematikan sambungan telepon mereka. Lagi-lagi adiknya bersikap sok kuat. Dia selalu berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang lain. Tapi Justin tahu jika adiknya itu tertekan.


Tapi dia akan mencoba percaya pada Anna sekali lagi. Jika Anna mengatakan bisa mengatasinya, itu artinya dia sudah mempunyai rencana sendiri.


"Mommy bisa menebak jika Ai tidak ingin kita ikut campur." Ucapan Aretha mendapat anggukan dari Justin yang membenarkan ucapannya.


"Hah... Mau sampai kapan dia seperti ini terus? Dunia hiburan benar-benar mengerikan. Mereka mengirim teror melalui wartawan yang akan menyebarkannya ke masyarakat. Akhirnya para artis di bully dan mempunyai banyak haters." keluh Aretha


"Itu sebabnya banyak mereka yang melakukan aksi bunuh diri karena depresi. Aku harap Ai tidak berfikir sempit seperti itu." lanjut Aretha.

__ADS_1


Sementara itu, di mansion keluarga Vincent juga tidak kalah heboh. Ellysa yang melihat berita mengenai Anna Lee langsung menghubungi putra nya dan memarahinya habis-habisan karena tidak bisa melindungi calon menantunya itu.


"Apa yang kau lakukan, hah? Anna di tuduh sebagai dalang penyebar video pria gila itu. Tapi kau hanya diam saja?" teriak Ellysa


"Mom!! Bisa kah kau tidak berteriak? Aku tahu kau marah tapi lama-lama gendang telingaku bisa rusak karena mendengar teriakkan mommy." gerutu Vano


Ellysa menghela nafas panjang. Dia memang mudah emosi jika berhubungan dengan orang-orang yang dia sayangi. "Sekarang katakan!! Apa rencana kalian? Jika kalian belum mempunyai rencana, Mommy akan meminta Daddy mu untuk menekan berita itu. Jika perlu rumah produksi tempat Anna bekerja akan mommy robohkan."


"Wow... Kau memang keren mom. Aku yakin tidak akan ada yang berani menghalangi mu. Tapi kami baru saja mendapatkan bukti untuk menyangkal semua tuduhan itu. Dan sekarang, lebih baik mommy duduk santai dan nyalakan televisi mommy. Karena tidak lama lagi berita baru akan muncul." terang Vano


"Benarkah? Berita apa itu?" tanya Ellysa


"Yang jelas berita itu adalah jawaban dari tuduhan pelaku untuk Anna Lee."


"Baiklah. Mommy akan menunggu. Jika masih sama saja, jangan salah kan mommy jika mommy bertindak tanpa persetujuan kalian. Mommy tidak mau calon menantu mommy sedih." Ellysa mematikan telepon secara sepihak yang membuat Vano menggelengkan kepalanya.


"Aku jadi ragu apa kau benar-benar ibu ku atau bukan?" gumamnya bermonolog. Dia mencari kontak seseorang dan melakukan panggilan.


"Persiapkan semuanya, kita akan mulai rencana kita." ucap Vano. Dia memutuskan sambungan telepon dan memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Kali ini aku tidak akan basa-basi lagi. Aku memberimu waktu untuk introspeksi diri tapi kau justru semakin menggila. Jadi jangan salahkan aku jika aku membalas mu lebih kejam." Seringai Vano

__ADS_1


__ADS_2