My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Talk Show


__ADS_3

Anna Lee melakukan syuting di temani manager nya, Anthony. Dia menjadi pemeran utama dalam film baru garapan sutradara terkenal.


"Kamera, rolling and action!!!" teriak sang sutradara


Anna memperlihatkan skill nya dalam berakting. Dan semua kru merasa kagum dengan akting Anna. Bahkan dia terlihat profesional dan tidak mencampur adukkan masalah pribadi ke dalam pekerjaannya.


"Cut!!" teriak sutradara. "Kita break dulu." ucapnya lagi


Anna menghampiri Anthony yang sedang menerima telepon. Dia duduk di kursi malas dan memejamkan matanya sejak.


"Baiklah akan saya sampaikan pada Anna. Akan saya kabari lagi nanti." Anthony menyimpan kembali ponselnya setelah sambungan telepon terputus.


"Ada apa?" tanya Anna yang masih setia memejamkan matanya


"Kau di undang di acara talk show di stasiun televisi X." ucap Anthony


"Acara talk show?"


"Iya, Acara itu paling kontroversial. Mereka mengorek kehidupan si artis bahkan sampai ke hal sensitif sekalipun. Tidak sedikit Artis yang menuntut Acara itu tapi justru Rating acara itu semakin naik."


Anna membuka matanya dan tersenyum tipis. "Menarik." ucapnya singkat


"Kau akan datang?" tanya Anthony


"Kenapa tidak? Beritahu pada produser acara itu, aku akan datang." Anna berdiri dan kembali melakukan syutingnya. Sesekali dia dan pemain lainnya mendengarkan arahan dari sutradara.


"Baiklah!!" Anthony menghubungi produser acara tersebut dan mengabarkan jika Anna bersedia datang menjadi bintang tamu acara tersebut.


Mendengar hal itu, sang produser tentu saja senang. Dia segera menyiapkan semua yang di perlukan untuk acara yang akan di adakan nanti malam.


Dia juga menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan di ajukan pada Anna nantinya oleh pembawa acara talk show tersebut.


"Bagaimana? Apa dia mau datang?" seorang wanita mendatangi produser tersebut. Dia duduk dengan anggun di sofa dan menyesap minuman yang di sediakan staff untuknya


"Ya, dia akan datang. Dia bersedia menjadi bintang tamu untuk acara nanti malam." seru sang produser


"Good. Aku ingin kau memberinya pertanyaan yang membuatnya tersudut. Kau bisa menggunakan berita tentang diriku dan Jayden karena hal itu masih ada sangkut pautnya dengan Anna. Dan kau harus membuatnya terpojok dan publik akan berpikir ulang mengenai dirinya."


"Kau sangat licik Youra."


"Hampir semua orang melakukan trik licik untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tuan. Begitu juga dengan diriku. Aku tidak suka, dia semakin berjaya di saat aku terjatuh." Terlihat kebencian di kedua mata Youra. Dia menyesap minumannya dan kembali berkata, "Lagipula Aku sudah membayar mu. Jadi aku harap kau melakukan tugasmu dengan benar. Aku yakin kau bisa melakukannya, tuan." lanjutnya


"Tenang saja. Itu adalah keahlian ku. Tapi lebih baik kau siapkan konferensi pers untuk kasus yang terjadi pada kalian. Jika kalian diam saja, maka publik akan semakin menghujat kalian."


"Terimakasih sarannya, Tuan. Kami memang berencana untuk segera mengakhiri berita miring itu." Youra berdiri dan mengulurkan tangannya. "Terimakasih atas kerjasamanya."


"Sama-sama Youra." sang produser menjabat tangan Youra sebelum akhirnya wanita itu pergi dari ruangan nya.

__ADS_1


Youra berjalan melewati tempat dimana acara itu akan diadakan. Dia berhenti sejenak dan tersenyum sinis. Akhirnya rencananya berhasil. Sebentar lagi, di tempat ini, karir Anna akan hancur.


Talk show ini di kenal kontroversial karena acara ini bisa mengorek informasi dari bintang tamu bahkan sampai ke hal yang sensitif sekalipun. Yang menyebabkan mereka mengakui aib mereka sendiri. Untuk itu banyak dari mereka yang pernah menjadi bintang tamu di acara itu, menuntut si pembawa acara dan meminta acara itu untuk diberhentikan.


Tapi hal itu justru membuat rating acara tersebut semakin meningkat.


"Anna Lee!!! Kita lihat seberapa hebat dirimu." batin Youra


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya, Anthony mengantar Anna ke studio 5 di mana acara talk show Artist whispers akan di gelar.


Sebenarnya Anthony tidak setuju, Anna menjadi bintang tamu acara tersebut. Selain karir Anna di pertaruhkan, dia takut Anna akan mengalami depresi mengingat dia baru saja mendapat pengkhianatan dari kekasihnya di tambah dia akan disudutkan dengan pertanyaan yang akan di ajukan nantinya.


"Ingat Ai!! Jangan sampai kau terpancing emosi." ucap Anthony memperingatkan


"Iya, aku tahu apa yang harus aku lakukan."


Tak berapa lama, mereka sampai di stasiun televisi x. Anthony membukakan pintu mobil untuk Anna yang langsung di hujani Blitz kamera.


Ya, tidak hanya penonton, para wartawan sudah menyambut Anna di luar gedung. Tapi Anna tidak ada waktu untuk meladeni mereka karena sebentar lagi acara akan di mulai.


Mereka segera masuk dan di arahkan ke ruang tunggu oleh staff untuk bersiap.


"Akhirnya kau datang juga Anna Lee." seorang pria tampan berpakaian rapi terlihat masuk keruangan Anna. Dia adalah Ale si pembawa acara. "Bagaimana kabarmu?" lanjutnya


"Aku tidak menyangka jika kau menerima undangan dari produser kami. Kau tahu kan acara apa ini? Aku harap kau tidak tersinggung dengan pertanyaan yang akan aku ajukan nantinya dan jangan membenciku jika nantinya akan mempengaruhi karirmu."


Ana hanya membalas dengan senyuman. Dia enggan untuk menjawab karena itu akan membuang-buang tenaga. Pasti Ale menganggap jika dirinya lemah. Untuk itu dia akan membuktikan jika penilaian Ale tentang dirinya itu salah.


"Acara sebentar lagi di mulai. Kalian bersiaplah di posisi masing-masing." Salah satu staf datang dan memberitahu mereka.


Ale menuju ketempat di mana acara itu berlangsung. Dia berdiri di depan kamera dan mendengar arahan dari Floor Director. Sedangkan Anna akan muncul saat si pembawa acara memanggil namanya.


"Selamat malam pemirsa. Jumpa lagi dengan saya Ale di acara Talk show gengsi Artist whispers yang akan mengorek kehidupan artis dan hari ini kita kedatangan tamu spesial. Mari kita sambut ANNA LEE."


Terdengar riuh tepuk tangan penonton saat Anna masuk ke segmen tersebut. Dia menjabat tangan Ale dan berbincang santai sebelum masuk ke pertanyaan inti.


"Selamat malam Anna. Terimakasih sudah hadir di acara ini. Bagaimana kabarmu?" tanya Ale


"Aku rasa kau tadi sudah menanyakan kabarku di belakang, Al." jawaban Anna mendapatkan tepuk tangan dari penonton.


"Oke, kau benar. Tapi mungkin penonton juga ingin tahu bagaimana kabarmu. Apalagi kau baru saja mendapatkan pengkhianatan perselingkuhan yang dilakukan oleh kekasihmu." seru Ale


"Tolong di ralat Al, bukan Kekasih. Tapi mantan kekasih."


"Huuu...." Sekali lagi penonton begitu heboh dan bertepuk tangan.

__ADS_1


"Oke baiklah. Terserah kau saja Anna. Tapi aku yakin penonton juga penasaran. Tentang perasaanmu. Apa yang kau rasakan saat melihat video syur itu?"


"Apa kau punya kekasih?" bukannya menjawab, Anna justru memberi pertanyaan pada Ale.


"Apa?" tanya Ale bingung


Anna tersenyum dan bertanya pada penonton. "Apa kalian ada yang punya kekasih? Apa ada di antara kalian yang pernah di khianati kekasih kalian? Lalu apa yang kalian rasakan? Mungkin seperti itu lah yang aku rasakan saat aku mengetahui perselingkuhan mereka." Anna menatap Ale dan kembali berkata, "Sorry Al, perasaan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Apalagi rasa sakit yang kita rasakan. Kau akan tahu saat kau berada di posisiku. Baru setelah itu kau bisa berkomentar dengan apa yang aku rasakan saat ini." para penonton bertepuk tangan mendengar jawaban Anna. Jawaban menohok untuk mereka yang tidak tahu rasanya berada di posisi Anna.


"Baiklah pertanyaan selanjutnya. Aku harap kau memberiku jawaban yang pasti, Ann." Ucapan Ale mendapatkan seruan dari para penonton.


"Aku mendapat kabar jika Tuan JN dan YI akan segera menggelar konferensi pers mengenai video syur mereka. Bagaimana tanggapan mu mengenai hal itu?" tanya Ale


"Ya itu bagus. Bagus jika mereka mau menjelaskan pada publik mengenai hubungan mereka."


"Bagaimana jika semua itu hanya hasil rekayasa? Apa kau tidak takut menyesal telah mengakhiri hubungan mu dengan Tuan JN?"


Penonton terdiam menunggu jawaban Anna Lee. Memang benar jika kebenaran video tersebut masih simpang siur. Dan hal itu juga membuat mereka penasaran dengan keaslian video tersebut.


"Ann!!!" panggil Ale karena Anna tak kunjung menjawab.


"Tadi pagi, aku bertemu dengan Tuan JN. Dia juga mengatakan padaku jika video itu rekayasa. Untuk itu aku mengajak tuan JN untuk membawa video tersebut ke pakar telematika agar kita semua tahu mengenai keaslian video tersebut."


"Jadi kita lihat saja nanti hasilnya bagaimana. Dan mengenai aku akan menyesal atau tidak, aku tidak akan menyesali apa yang sudah aku lakukan." lanjutnya.


"Apa semua itu karena pria yang kau ajak ke hotel Ann?"


Anna menatap tajam Ale. Pertanyaan pria itu membuat Anna merasa tidak nyaman. Mengajak? Siapa mengajak siapa?


"Tidak terlihat jelas siapa pria itu. Tapi sepertinya kau sangat nyaman berada di gendongannya sampai-sampai kau tertidur." lanjut Ale


Oke. Sepertinya suasana semakin memanas. Kini Anna tahu kenapa kebanyakan artis yang menjadi bintang tamu di sini menuntut acara ini dan ada juga yang depresi. Ternyata mereka memberi pertanyaan yang menyudutkan bintang tamu yang bisa menyebabkan kesalahpahaman publik.


"Maaf membuatmu kecewa Al. Tapi aku tidak mengenal pria itu. Bukankah aku sudah mengatakannya di konferensi pers waktu itu? Oh.. Atau kau tidak menyaksikannya? Sayang sekali kau ketinggalan berita." Anna tersenyum sinis melihat Ale yang terdiam.


"Akan aku katakan sekali lagi, untuk kalian semua yang masih penasaran dengan pria itu, silahkan cari tahu sendiri karena aku berkata jujur. Aku tidak mengenalnya. Saat itu aku mabuk berat karena aku sedang bersama temanku untuk merayakan keberhasilan ku mendapatkan penghargaan. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu." lanjut Anna


"Bukankah itu sangat aneh? Kau tidak mengenal pria itu tapi dia membawamu ke hotel. Dan kenapa kau merayakan keberhasilan mu dengan temanmu dan buka dengan Tuan JN? Apa bagimu tuan JN tidak penting?"


Anna mengepalkan kedua tangannya. Dia menghela nafas panjang agar tidak terpancing emosi. Dia tersenyum dan menatap Ale, "Apa kau benar-benar ingin tahu kenapa aku tidak merayakan nya dengan tuan JN?" tanya Anna


"Karena jika aku merayakan nya dengan Tuan JN maka dia tidak akan bisa bersenang-senang dengan nona YI. Dan mengenai pria itu, kau bisa mencari tahu sendiri siapa dia. Aku akan sangat berterimakasih padamu jika bisa menemuinya nya. Aku juga ingin bertanya padanya kenapa dia membawaku ke hotel."


Penonton bertepuk tangan untuk Anna. Jawaban Anna selalu membuat Ale kehabisan kata-kata. Ini pertama kalinya mereka merasa tegang menyaksikan acara ini. Biasanya bintang tamu merasa tersinggung dan langsung meninggalkan acara saat iklan berlangsung. Dan hal itu membuat penonton kecewa. Tapi tidak dengan Anna. Dia menyelesaikan nya dengan sangat baik sampai acara berakhir.


Semua itu di saksikan di langsung oleh Youra. Dia merasa geram karena rencananya gagal. "Sial!! Aku tidak menyangka jika dia bisa menjawab semua pertanyaan dari Ale. Padahal aku berharap dia akan meninggalkan acara itu."


"Sepertinya aku harus memikirkan cara lain." Youra mengambil ponselnya dan mulai menghubungi seseorang. "Halo...

__ADS_1


__ADS_2