
Anna yang masih libur memilih menenangkan diri di mansion nya. Dia tidak mempunyai rencana untuk mencari hiburan di luar sana karena malas bertemu dengan wartawan.
Apalagi saat ini kedua kakaknya dan juga managernya sedang berada di mansion nya. Mereka tengah membahas berita Anna yang tersebar di sosial media. Banyak haters yang menghujat Anna hanya karena menjalin hubungan dengan bodyguard nya sendiri. Apalagi dengan tertangkapnya pelaku yang penyebar video mantan kekasih Anna. Penggemar meminta Anna untuk menjalin hubungan kembali dengan Jayden.
"Lihat !!! Kau menjadi trending topik di mana-mana." Anthony memperlihatkan layar laptopnya pada Anna.
Di sana terlihat banyak berita mengenai Anna dengan judul yang berbeda-beda.
"Anna Lee dengan tegas menolak kembali dengan JN"
"Youra menangis bahagia karena pelaku sudah tertangkap."
"Anna Lee lebih memilih batu karang dan meninggalkan berlian. Banyak netizen beranggapan jika suatu hari nanti Anna akan menyesal."
"Konyol." sungut Anna
"Daddy memintaku untuk meredam berita-berita miring tentangmu. Bagaimana menurut mu?" tanya Justin
"Tidak perlu. Aku akan menyelesaikan masalah ku sendiri." tolak Anna
"Anna benar. Tidak perlu terburu-buru Justin. Lihatlah!!" setelah mengotak-atik laptopnya kembali, Anthony menemukan berita yang tidak kalah heboh. Dan tentu saja semua itu masih berhubungan dengan Anna dan Vano.
"Dua wanita hebat, membela Anna dan kekasihnya."
Ada hubungan apa Anna Lee dengan Nyonya Vincent dan Nyonya Alexander?"
"Penggemar Anna meminta polisi menyelidiki kembali video JN dan YI setelah mendengar pembelaan dua wanita terpandang."
"Wow.. Mommy keren sekali." puji Javier
"Yeah.. Dan aku bersyukur tidak ada di sana." celetuk Justin yang di sambut tawa oleh semua orang yang ada di sana.
"Maaf." ucapan Vano yang tiba-tiba membuat semua menatap kearahnya termasuk Anna.
__ADS_1
"Maaf membuatmu dalam masalah." ucapnya lagi
"Kenapa kau minta maaf? Harusnya aku yang minta maaf karena sudah membawamu kedalam masalah ku. Kau jadi di hina oleh semua orang karena diriku." seru Anna
"Tidak Anna. Aku yang salah karena menyukaimu. Andai kita tidak....
"Cukup!!" sela Anna. "Aku tidak mau mendengarnya lagi." Anna pergi begitu saja. Dia merasa kesal karena Vano menyalahkan dirinya sendiri. Padahal sudah jelas jika semua ini adalah salahnya.
Dia yang mengklaim jika Vano adalah kekasihnya tanpa persetujuan Vano. Dan dia juga yang dengan lancang mencium Vano di depan Jayden. Makanya bisa muncul berita tentang dirinya yang berpacaran dengan preman.
Apalagi dia membenarkan jika dia berpacaran dengan bodyguard nya sendiri di depan publik. Dan semua itu tanpa persetujuan Vano. Sudah jelas kan jika dia yang bersalah. Tapi kenapa Vano yang meminta maaf padanya? Menyebalkan.
"Kau belum jujur padanya?" tanya Javier
"Belum. Aku takut dia membenciku."
"Harusnya kau jujur dari awal siapa kau sebenarnya. Aku menyetujui usulmu karena kau bilang ingin melindungi adikku. Tapi ternyata kau benar-benar menyukai nya." ucap Justin ikut menimpali
"Sekarang kau susul lah dia!! Aku yakin Ai kesal saat ini karena kau meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat."
Vano mendekati Anna perlahan dan duduk di tepi tempat tidur. "Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu marah."
Anna membalikkan badannya. Dia menarik tangan Vano yang membuat tubuh pria itu terhuyung dan jatuh menindih Anna.
"Apa yang kau....
Vano melebarkan kedua matanya karena Anna mencium bibirnya tiba-tiba.
Anna melepas ciumannya dengan raut wajah yang kesal. "Apa keahlian mu dalam berciuman sudah menurun? Bukankah waktu itu kau terlihat ahli dalam berciuman." gerutu Anna
"Hah? A_apa maksudmu?" Vano mendadak linglung. Dia seolah merasa jika semua itu hanyalah mimpi. Anna Lee menciuminya? Sulit di percaya.
"Waktu aku menciummu di depan Jayden, kau membalas ciuman ku dengan begitu ahli. Tapi kenapa sekarang kau diam saja?"
__ADS_1
Kedua sudut Vano terangkat. Dia mulai mendekatkan wajahnya dan mencium rakus bibir Anna. Bahkan dia membuat Anna Kewalahan membalas ciumannya.
Cukup lama lidah mereka saling membelit dan bertukar saliva. Hingga Anna kehabisan oksigen, dia memukul bahu Vano untuk mengakhiri ciuman mereka.
"Aku cukup ahli bukan?" seringai Vano
Anna tersenyum dengan nafas yang memburu. Dia mengusap wajah Vano perlahan dan berkata, "Aku tidak ingin kau berkata seperti itu lagi. Jangan meminta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahan mu. Disini aku yang salah. Jadi aku yang akan bertanggung jawab atas semua ini."
"Tidak Anna. Aku juga salah. Kita akan mempertanggung jawabkan semua bersama-sama." seru Vano
Anna tersenyum. Dia kembali mengecup mesra bibir Vano. "Jujur ini pertama kalinya untuk ku. Saat aku bersama dengan Jayden, aku tidak merasakan hal seperti sekarang ini."
"Setiap berada di dekatmu, jantungku berdetak kencang. Seluruh tubuhku bergetar hebat. Dan... Entahlah, aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata." lanjut Anna
"Apa itu artinya kau mulai jatuh cinta padaku?" tanya Vano.
"Entahlah. Aku tidak tahu. Aku pernah jatuh cinta. Dan cinta pertamaku adalah Jayden. Bersamanya aku merasa di lindungi. Tapi aku tidak merasakan getaran yang sama saat aku bersamamu. Mungkin waktu dengan Jayden, aku hanya kagum saja dan menyalah artikan jika aku mencintainya."
Vano mengusap pipi Anna Lee. Dia begitu bahagia karena perlahan Anna mulai terbuka padanya. Terutama tentang perasaan nya.
"Aku tidak akan memaksamu. Kau tidak perlu membohongi perasaanmu. Tapi jujur aku mencintaimu, Anna Lee."
Anna memeluk leher Vano dan kembali mengecup singkat bibir pria itu. "Aku tidak terpaksa. Dan aku juga mencintaimu, Vano."
Deg
"K_kau bilang apa? Katakan sekali lagi!!!" pinta Vano. Dia sangat senang tapi dia takut dia salah dengar. Dia seolah bermimpi Anna Lee membalas cintanya.
"Anna, please!! say one more time!!!" pinta Vano
Anna terkikik dan kembali berkata, "I Love You Vano."
Bibir Vano mengembang. Dia memeluk erat Anna yang berada di bawahnya. "Thanks Honey. Aku sangat mencintaimu."
__ADS_1
Anna membalas pelukan Vano dan mengangguk. "Sama-sama." mereka mengurai pelukan mereka dan kembali menyatukan bibir mereka untuk kesekian kalinya.