
Anna dan yang lainnya sampai di mansion. Mereka berkumpul di ruang tamu dan membahas sesuatu yang di sembunyikan Anthony dari Anna.
"Sekarang katakan padaku!! Ada apa sebenarnya? Apa yang telah terjadi?" tanya Anna dengan tidak sabar. Dia benar-benar penasaran. Kali ini berita apalagi yang mengkaitkan dirinya.
"Ini mengenai pelaku yang di tangkap polisi. Pelaku yang mengaku menjadi penyebar video Jayden dan Youra."
Anna tampak serius menyimak ucapan Anthony. Berbeda dengan Vano yang sudah tahu semuanya.
"Ada apa dengan pria itu?"
"Dia kembali berulah dengan mengaku jika kau yang membayarnya untuk menyebarkan video tersebut."
Deg
"Kau pernah datang ke kantor polisi untuk menemui pelaku, kan? Dari sana mereka mulai menyimpulkan jika kedatangan mu hanya untuk memastikan jika pelaku tidak mengatakan yang sebenarnya dan mengancamnya." lanjut Anthony
Anna sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa pelaku mengatakan pada wartawan jika dia yang menyuruhnya untuk menyebarkan video itu. Padahal saat bertemu dengan nya, jelas-jelas pelaku tidak mengenalnya.
Sial!! Sepertinya dia sudah kecolongan. Andai saat itu dia merekam pertemuannya dengan pelaku, itu bisa menjadi senjata ampuh untuk mengatasi masalah kali ini.
Tapi sekarang, bagaimana dia akan mengatasinya? Pasti saat ini semua wartawan menunggu penjelasan dari nya. Jika dia bersembunyi atau menunda konferensi pers, maka secara tidak langsung dia mengakui jika apa yang pelaku katakan adalah benar.
"Jangan terlalu dipikirkan, Ai!! kita akan mencari cara untuk menyelesaikan nya bersama-sama." Anthony membuka laptopnya dan kembali membaca berita tentang pelaku penyebar video Jayden.
Tapi saat dia melihat-lihat judul berita tersebut, tiba-tiba Rossa menghubungi nya. Anthony menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel di telinga nya. "Ada apa Ros?" tanya Anthony
__ADS_1
"Ada yang mengirimkan video tentang pelaku dan Anna padaku." ucap Rossa di seberang sana.
"Video apa lagi sekarang? Apa Video itu menyudutkan Ai lagi?"
"Tidak, bukan itu. Tapi video ini justru menjadi bukti jika semua yang di katakan pelaku adalah bohong. Bisa di bilang ini bisa membersihkan nama Anna." ucap Rossa
"Aku ingin mengunggah nya langsung. Tapi aku takut jika video ini tidak benar atau hanya editan. Dan bagaimana jika aku di tuduh menyebarkan isu saja. Makanya aku menghubungi mu. Aku ingin meminta ijin kalian terutama Anna." lanjutnya
Anthony menatap Anna dan Vano bergantian. Mereka mengangguk setuju dan memberi kode untuk melihat video tersebut.
"Baiklah!!! kau bisa mengirimkan video itu ke email ku. Biar Anna melihatnya. Nanti akan aku kabari kau bisa mengunggahnya atau tidak."
Rossi menjawab dengan deheman dan memutuskan sambungan teleponnya. Dia mulai mengirim Video tersebut ke email Anthony.
Sementara itu, Anna dan Anthony tidak mengalihkan pandangannya dari video yang di kirimkan oleh Rossa. Itu adalah Video percakapan Anna dan Pelaku saat Anna mengunjungi pelaku pertama kali. Dan Anna mengiyakan jika video itu asli.
"Iya, ini memang percakapan kami saat bertemu di kantor polisi. Tapi siapa yang mengirim video ini pada Rossa dan dari mana dia mendapatkannya?" Anna menatap Anthony dan Vano bingung. Dia kembali melihat Video lainnya.
"Dia..." Anna mencoba mengingat-ingat kembali karena merasa tidak asing dengan wanita itu. "Bukankah dia Bi Ina yang menggantikan Bi Tati saat ijin cuti?" ucap Anna. Dia kembali menatap Vano yang mengangguk membenarkan ucapan Anna.
Tapi kenapa Bi Ina mengaku sebagai istri pelaku? Dia juga mengaku jika suaminya di minta untuk mengaku sebagai penyebar video syur milik Jayden. Dan di ancam oleh seseorang tapi dia tidak berani menyebutkan namanya.
Ini benar-benar aneh. Apa semua ini perbuatan Justin dan Javier? Karena hanya mereka berdua yang bisa melakukan hal itu. Tapi Anna tidak yakin karena mereka tidak akan melakukannya tanpa persetujuan Anna.
"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Anthony
__ADS_1
"Minta Rossa untuk mengunggahnya. Menurut ku video itu asli. Entah siapa yang mengirimnya. Tapi itu bisa kita jadikan bukti jika bukan Anna yang menyuruh pelaku untuk memanipulasi semuanya." seru Vano
Anthony mengangguk setuju. Dan tanpa menunggu persetujuan Anna, dia mengirim pesan pada Rossa untuk mengunggahnya di sosial media. Dia yakin video itu akan menjadi perdebatan nantinya dan meragukan kesaksian pelaku.
Dan setelah ini mereka hanya tinggal menyiapkan konferensi pers untuk mengklarifikasi semua ini.
Anna mengambil ponselnya dan menghubungi Justin. Dia ingin menanyakan perihal video tersebut.
"Ada apa Ai?" tanya Justin
"Kalian sudah melihatnya?" bukannya menjawab, Anna justru memberikan pertanyaan pada Justin. Dia hanya ingin memastikan saja apakah semua ini perbuatan Justin atau bukan.
"Iya, Kami sudah melihatnya. Apa kau ingin kami bertindak? Kami bisa menutup berita itu dan membuat pelaku mengatakan semuanya."
"A_apa?" Anna terbata. Apa itu artinya orang yang yang mengirim video itu bukan Justin dan Javier? lalu siapa?
"Halo Ai!! Kau masih di sana?" tanya Justin
"I_iya. Kau tidak perlu melakukan apapun. Aku bisa mengatasinya. Tolong kau tenangkan Mommy dan Daddy." Anna mematikan sambungan telepon.
"Bagaimana?" tanya Anthony yang di jawab gelengan oleh Anna yang artinya bukan mereka yang mengirim video tersebut.
Anthony melirik ke arah Vano. Jika bukan Justin dan Javier, berarti Vano yang melakukannya. Di London, keluarga Alexander dan Vincent adalah keluarga yang paling di hormati. Jadi tidak menutup kemungkinan jika semua ini adalah perbuatan Vano.
Dan memang benar. Vano, orang yang meminta James mengirim video tersebut pada Rossa. Dia tahu jika Rossa adalah sahabat Anna. Dan setelah mengetahui berita miring mengenai Anna, Vano meminta James untuk meretas cctv di kantor polisi dan menyalinnya. Dia ingin James mengirimkan Video tersebut dan juga pengakuan bi Ina ke perusahaan Aliansi Jurnalis Artis milik Rossa. Dan berhasil.
__ADS_1
Dia yakin semua ini akan menjadi berita yang besar dan menjadi perdebatan.
Vano sengaja tidak mengungkap siapa orang yang mengancam bi Ina dan juga suaminya Karena dia ingin membalas pelaku dengan tangannya sendiri.