
Setelah acara makan malam selesai, mereka memutuskan untuk pulang ke mansion masing-masing. Begitu juga dengan Anna. Dia juga memilih pulang ke mansion nya dan di antar olah Geovano.
Walaupun mereka sudah resmi bertunangan, nyatanya mereka masih diam seribu bahasa. Tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali. Meraka masih tidak percaya jika mereka bertunangan ditambah mereka tidak tahu harus memulainya dari mana.
Mobil Geo berhenti tepat didepan gerbang mansion Anna. Tapi baik Geo maupun Anna masih saja diam. Sampai Anna mengucapkan terimakasih dan hendak keluar dari mobil. Tiba-tiba Geo menarik tangan Anna dan mencium bibir wanita itu.
Tidak ada penolakan dari Anna. Tapi dia juga tidak membalas ciuman Geo. "Kenapa tidak membalas? Apa kau masih marah padaku?" tanya Geo
"A_aku tidak tahu." Anna memalingkan wajahnya. Bukan dia marah. Tapi ciuman itu terlalu mendadak. Dia terkejut sampai-sampai bingung harus melakukan apa.
Geo terdiam. Tapi sedetik kemudian dia terlihat menyeringai. Entah sejak kapan, pintu gerbang itu sudah terbuka. Geo membawa masuk mobilnya dan berhenti di garasi Anna.
"Ke_kenapa kau bisa masuk? Siapa yang membuka gerbang?" tanya Anna bingung.
Tapi Geo tidak menggubrisnya. Dia turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Anna.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, Van." ucap Anna
"Kita bahas ini nanti." Geo menggendong Anna ala bridal dan membawanya masuk ke mansion.
"Van!! Turunkan aku!! Aku bisa jalan sendiri." Seru Anna. Tapi Geo seolah menulikan telinganya. Dia menaiki anak tangga dan menuju kamar Anna.
"Van!! Turunkan aku!! Kyaa.." Anna memekik keras saat Geo melempar tubuhnya di atas tempat tidur dan menindihnya. "Va_van!! A_apa yang kau lakukan?" tanyanya terbata
Geovano menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Anna dan berkata, "Kenapa, hm? Apa kau takut? Bukankah kita sudah bertunangan?" suara Geo terdengar begitu berat. Nafasnya membuat Anna meremang saat menyentuh langsung kulit lehernya
__ADS_1
"Ja_jangan seperti ini Van!!" pinta Anna
"Tapi aku ingin kita seperti ini sebentar saja Ann." pinta Geo
Anna mengalah dan membiarkan Geo tidur di atas tubuhnya. Sampai pria itu kembali membuka suara, "Aku sangat senang karena bertunangan denganmu." dia mengangkat kepalanya menatap Anna dan kembali berkata, "Apa kau tahu, aku sempat berfikir untuk kabur. Tapi mommy mengancam ku. Itu sebabnya aku tidak punya pilihan."
"Tapi aku sangat senang karena wanita yang dijodohkan denganku adalah kau, Anna." lanjut Geo
"Aku juga." ingin rasanya Anna berkata seperti itu. Tapi ucapannya tertahan di hatinya.
"Aku tahu kau masih marah padaku. Tapi kali ini aku tidak akan melepaskan mu. Kau hanya milikku, Anna." Geo kembali menempelkan bibirnya di bibir Anna.
Dia meraup brutal bibir Anna, sampai-sampai wanita itu kesusahan dalam mengimbangi setiap pagutannya.
"Hmmph Ah...." Anna mengerang disela-sela ciuman mereka karena ulah tangan nakal Geo yang berani menjelajah di atas tubuh Anna.
"Jangan seperti ini, Van!!" pinta Anna
"Kenapa, hm? Apa kau takut?" tanya Geo. Dia mendekatkan bibirnya ditelinga Anna dan kembali berkata, "Aku berjanji tidak akan melakukan lebih dari ini."
Anna ingin protes, tapi bibirnya sudah lebih dulu dibungkam oleh Geo. Tidak hanya itu, kedua tangan Geo juga melakukan tugasnya dengan sangat lihai.
Dia mencari titik sensitif Anna dan memainkannya sejenak. Hal itu membuat Anna tidak bisa menahan erangannya. Dia merasa ada getaran aneh saat Geo menyentuh miliknya.
"Van!!" panggilnya dengan suara yang parau
__ADS_1
"Yes baby, apa kau menyukainya?"
"Rasanya sangat aneh."
Geo tersenyum. Dia semakin berani dengan membuka gaun yang dipakai Anna. "Van!!" pekik Anna
"Tenang sayang, janji tidak lebih dari ini." seru Geo
"Ta_tapi....
"Sstt!!" Geo kembali membungkam bibir Anna dengan lembut.
"Ugh...
Anna melenguh panjang setiap Geo memberikan sentuhan manis di tubuhnya. Tubuhnya merespon dengan cepat yang membuat Anna mengerang nikmat.
Malam itu menjadi malam yang spesial untuk Anna karena Geo memperlakukannya dengan sangat lembut.
"Kau menyukainya? Apa ini sangat nikmat?" tanya Geo yang melihat wajah Anna yang terlihat seksi.
Anna merasakan sesuatu yang aneh. Ada rasa nikmat dan geli saat jari Geo bermain dibawah sana. Sampai dia melenguh panjang serasa sesuatu keluar dari bawah sana.
Nafas Anna memburu. Dia menatap Geo dan berkata, "Rasanya sangat nikmat Van."
"Akan lebih nikmat jika aku memasukkannya. Tapi aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah." seru Geo
__ADS_1
Anna tersenyum dan memeluk Geo. "Terimakasih." ucapnya
"Sama-sama sayang."