
Ansel datang ke kantor dengan hati sedang dan yang bawah pun ikut senang karena sudah melepaskan muntahan nya " Halo Sel " sapa Dean
" Heum.. " jawab Ansel sambil tersenyum
Dean yang melihat Ansel berseri-seri langsung menyunggingkan senyumnya " apa kau sudah berhasil dengan Catline? " tanya Dean tiba-tiba
Ansel langsung melongo ia kaget kenapa Dean bisa tau tentang dirinya dengan Catline " Gak usah Heran gue tau dari mana, Gue ini orang jenius bahkan lebih jenius dari pada Lo " kata Dean merasa bangga karena sudah membuat seorang Ansel terkejut
" Lo tau dari mana? " hanya Ansel masih penasaran
Dean menunjukan handphone miliknya Ternyata Dean sudah membobol Aplikasi Chating milik Ansel makanya ia tau Ansel sedang dekat dengan siapa
" sialan Lo, Lo berani sekali membobol aplikasi Chatting milik gue " kesal Ansel
" Hahaha.. Lo pikir gue bisa di bego-begoin sama Lo hah, Jangan samakan gue dengan David yang main percaya saja dengan ucapan lo " kata Dean
" Gila Lo " kesalnya Yang langsung mendorong Dean pelan
" Sudah sejauh mana Lo sama Catline? jangan bilang Lo sudah membobolnya " Tuduh Dean
" Lo pikir gue itu Lo, yang main bobol anak orang hah!! "
Ansel sudah duduk di kursi Keberadaan nya dan Dean sudah duduk di kursi depan Ansel " Karena Lo sudah tau semuanya gue minta Lo tutup dulu rahasia ini karena Catline tidak ingin ada orang yang tau tentang hubungan kita "
" loh kenapa? "
" Katanya akan ada waktunya ia akan jujur "
" Bukan karena ia punya yang lain kan "
__ADS_1
Bugh..
Ansel melemparkan berkas ke arah Dean " sial Lo, Lo mau nyumpahin gue hah! " kesal Ansel " Bukan itu alasannya, lagian gua sudah setuju dengan apa yang di minta Catline " kata Ansel
" Hahahah.. Lo kalo lagi jatuh Cinta Bucin ya "
" diam Lo " Hardik Ansel " Gue punya tugas untuk Lo "
" Tugas apa? " tanya Dean menghentikan tawanya karena ia liat Ansel seperti sedang serius
" Gue mau Lo, selidiki keluarga Catline Lalu Lo buat mereka sengsara seperti apa yang Catline rasakan saat itu dan satu lagi " kata Ansel " Ada seorang pria yang ingin melecehkan Catline saat itu, gue mau orang-orang itu menderita dan Merasakan bagai mana makan makanan bekas orang dan hidup luntang Lantung di jalan tapi Jangan Samapi mereka mendekati Catline karena gue gak mau mereka meminta belas kasih kepada Catline yang nanti ujungnya Catline akan memaafkan mereka "
Dean mengangguk mengerti ia tau betul bagai mana sipat Ansel, ia tidak akan memberikan bekas kasih kepada orang yang sudah menyakiti dirinya atau orang-orang terdekatnya " Siap gue ngerti maksud Lo " kaya Dean " Kalo gitu gue pergi dulu "
" heum " jawab Ansel
Ansel sananya percaya kepada Dean ia selalu mengerjakan pekerjaan dengan baik bahkan Bisa di bilang Dean adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawa mereka karena telah mengusik orang-orang terdekatnya ya walaupun Dean baru kenal dengan Catline namun Dean bisa lihat Jika Catline wanita baik dan murah hati namun Nasibnya saja yang kurang beruntung.
" Halo cantik " ucap si pria itu
Deg...
Catline hampir saja terjatuh karena kakinya yang terasa lemas " Ka.. kamu mau apa ke sini " Lirih Catline terkejut
Pria itu tersenyum " Ya untuk menemui mua cantik, Sudah lama aku mencari mu Namun tidak ku sangka sekarang hidup mu lebih beruntung " katanya mendekat ke arah Catline
Catline segera mengambil handphone miliknya lalu menekan no telpon Ansel namun Tidak ada jawaban " Mau kemana kamu cantik? Aku Sedari tadi Menunggumu Bangun Tadi nya aku ingin menikmati tubuhmu di kala kamu sedang tidur tapi rasanya tidak seru Jika bermain dengan orang tidur " katanya semakin mendekat kearah Catlin
" Aku mohon keluar dari kamar ku " ucap Catline gemetaran ia benar-benar merasa tidak Ada tenaga untuk melawan pria ini
__ADS_1
Pria yang selama ini Catline hindari karena Catline Takut jika pria ini akan melakukan hal yang sama seperti dulu lagi " Kenapa kamu takut dengan ku Hem.. bukanya Kita dulu satu rumah "
prang...
Catline melemparkan Pot bunga ke arah pria itu namun pria itu berhasil mengeles membuat Pot bunga Itu tidak mengenai dirinya
" Pergi hiks.. Kak Ansel hiks... " Catline menangis ia benar-benar takut
" kenapa kamu menangis hah, kamu tau Untuk aku Samapi di sini itu butuh perjuangan bahan aku harus melumpuhkan Orang-orang yang ada di depan kamar mu itu, Hahahah sekarang kamu sangat hebat di jaga dengan ketat bahkan hidup mu seperti Cinderella karena bisa mendekati pria-pria kaya itu " Kata nya " Jadi apa salah nya kalo aku juga ingin mencicipi mu lagian Kau juga pasti sudah di cicipi oleh mereka kan " tuduh nya
Catline Menggelengkan kepalanya " Aku mohon pergi hiks.. "
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi cantik Catline " Gara-gara kau, ibu ku meninggal Dan gara-gara kau punya ku tidak bisa hidup lalu sekarang kau meminta aku untuk melepaskan mu hahaha jangan harap "
" Aku mohon Lepaskan aku Hiks.. "
Pria itu menarik tangan Catline lalu mengikat tangan Catlin Di besi tangga Tidak lupa Kaki Catline juga ikut di ikat oleh si pria itu " Kau pikir kau akan mudah lari dari ku hah!! Kau hanya tulus got yang di pungut oleh ibuku tapi kau tidak tau berterimakasih " katanya dengan tatapan tajam
Plak.. plak...
Si pria menampar pipi Catlin hingga berdarah bahakan Terlihat jelas di pipi Catlin memar merah bekas tamparan
" Rasa sakit ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang aku terima, kau memecahkan telor ku dan membuatnya mati untuk selama-lamanya dan kini kau harus merasakan bagai mana rasa nya kehilangan apa yang kau dambakan " Pria itu sudah membawa pisau untuk menyayat pipi cantik Catline
Catline benar-benar tidak bisa berkutik ia benar-benar tidak memiliki tenaga saat ini, Catline sudah membayangkan bagai mana nasibnya nanti " Aku mohon jangan hiks... "
" Apa kau takut Hah!!! " Tanya si pria itu seakan ingin menggoreskan luka di pipi Catline " hahhaha.. Semakin kau memohon semakin aku bersemangat untuk melukai mu "
__ADS_1
Pria ini sudah mengincar Catlin dari beberapa hari yang lalu setelah ia menari keberadaan Catline dan ingin membalaskan dendam kepada Catline namun ia tidak bisa gegabah karena saat ini Catlin di jag ketat oleh Anak Buah Ansel, berbagai mana ia lakukan Untuk melumpuhkan para penjaga itu yang pada akhirnya ia membeli obat bius dan meraciknya dengan sedemikian rupa.
Brak...