
Suara adzan subuh di hari ini lantas membangunkan tidur ku,ku lihat jam dinding tepat menunjukkan pukul 04:35 pagi,aku bergegas turun dari ranjang lalu berjalan dengan masih terkantuk menuju kamar mandi aku membasuh muka seraya berniat untuk berwudhu,dingin nya air ini seperti merasuk ke dalam tulang tulang ku..
***
Aku memasang mukenah ku,sebelum memulai solat aku melihat kak lara mengeliat dan terbangun juga.
***Kak solat yuk,ajak ku kepada kak lara
***iya din tunggu aku ambil wudhu dulu jawab kak lara sambil turun dari ranjang dengan mata yang masih menahan kantuk nya.
Setelah selesai solat aku bergegas menuju dapur,saking terbiasa nya aku di rumah tante ku memang ini lah yang aku lakukan setiap pagi,beres beres rumah,memasak sarapan,mengepel itu memang sudah perkerjaan ku yang membuat ku menjadi terbiasa.
Sementara istri istri om fadli yang lain belum bangun aku mengerjakan seluruh perkerjaan rumah agar mereka bangun dengan senang dan berharap mereka semakin menyukai ku.
***Heeiii,,rajin banget sih sapa kak lara sembari menepuk pundak ku.
***Ehh kakak ngagetin aja. balas ku sambil mencubit pipi nya yang agak tembem.
kami berdua tertawa bersamaan,tiba tiba ada suara lagi yang mengaget kan kami
***Doorr..Kak Dina datang dengan tertawa terbahak bahak melihat aku dan kak lara Kaget karna dirinya.
***ih apaan sih ucap kak lara sambil cemberut namun terlihat sangat lucu.
Aku,Kak Lara dan kak Dina membagi tugas di pagi itu,Aku sebagai memasak,Kak Lara membersihkan rumah Dan kak dina menyapu halaman,karna kami masih sama sama istri baru dan penghuni baru yang kami bisa lakukan hanya menuruti perintah dari
istri istri yang lebih tua dari kami..
***
Satu persatu istri istri om fadli turun dari kamar nya masing masing di susul dengan
om fadli yang seperti nya sudah siap akan berangkat keluar kota untuk berkerja..
pagi itu tidak ada yang spesial setelah semua selesai sarapan om fadli berpamit untuk pergi ke luar kota selama 10 hari,sebelun pergi om fadli berpesan kepada ku,
***Dinda kamu baik baik di rumah bersama kakak kakak yang lain nya,ucap om fadli sembari tersenyum
***iya Om balas ku dengan tersenyum
***jangan panggil om aku ini suami mu,panggil aku mas,om fadli melotot aku terkejut dan merasa takut.
***Iya mas maaf kan aku ucap ku sambil tertunduk,seperti cerita kak lara om fadli ini orang yang tidak bisa di tebak,dia bisa saja sangat baik seperti malaikat dan bisa saja menyiksa kejam dan jahat seperti iblis.
__ADS_1
selang beberapa lama mobil om fadli sudah tidak terlihat lagi di pekarangan rumah satu persatu istri istri om fadli masuk ke dalam rumah.
***Din kita jalan jalan yuk mumpung kamu baru disini kamu kan blm membeli pakaian baru kamu hanya memakai baju yang itu itu terus,ucap kak Dinda lalu di sambut dengan Kak Lara yang meng iya kan.
***hmm gimana kak dinda nggak punya uang ucap ku tertunduk.
***tenang aja aku yang teraktir ucap kak Lara.
tiba tiba muncul kak Maya dan kak Rita dari balik pintu.
***Haha seneng kalian para babu mau jalan jalan keluar rumah !! ucap nya dengan melotot.
***sini kamu ucap kak maya menujuk ku.
***Iya kak saya,aku berjalan menghampiri kak maya.
***jangan kesana ucap kak lara menarik tangan ku..
***Plaaakkkkk tamparan keras mendarat di pipi kak lara.
***Berani nya kamu membantah perintah ku ucap kak maya sambil menjambak rambut kak lara.
***hohoho jadi kalian mau saling membela ucap kak rita ikut ingin menghakimi kami.
***kak jangan..ucap kak Dina juga memohon untuk kami.
***Rita seret mereka ke gudang ucap kak maya dengan wajah yang benar benar terlihat marah.
***Baik kak,balas kak rita dengan tersenyum.
***Sini kalian perempuan jalang..teriak kak rita tepat di telinga ku.
***kak jangan dinda mohon maaf dinda akan melakukan apapun yang kakak mau asal jangan sakiti kak lara dan kak dina ucap ku memohon sambil menangis.
***Oh oke,rita lepaskan lara dan dina,kak maya memerintah kak rita.
***Dinda jangan lakukan ini seandai nya kita harus di siksa biar kan kita disiksa bersamaan ucap kak Lara sambil memeluk tubuh ku.
__ADS_1
***Hahaha kalian para wanita jalang mau saling melindungi? Rita beri mereka pelajaran kak maya keluar dari gudang dengan tersenyum lega.
***Kak rita tertawa sambil mengeluarkan benda seperti sebuah kayu namun sedikit tipis..
***Aaaahhhh..pekikan keras terdengar dari kak dinda yang di pukuli oleh kak rita..
***jangan kak jangan teriak ku dan kak lara bersamaan.
***kalian masih sempat saling membela,hahaha aku akan menyiksa kalian semua dasar wanita jalang tidak tahu diri kak rita berteriak
***Aahhhh sakit kak sakit ucap kak lara kesakitan dengan memar memar yang mulai terlihat ditubuh nya.
***aku terisak ketika giliran ku tiba,Sayatan demi sayatan kayu itu terasa begitu menusuk sampai ke dalam tulang ku,tubuh ku memar memar terasa pedih sekali.
Setelah puas memukuli kami kak rita keluar dari gudang dengan tawa yang bahagia karna kebencian nya yang beberapa hari ini tertahan kan mungkin sudah terbalas kan..
aku memeluk kak dina dan kak lara sambil terisak menangis,kami berpelukan memandang satu sama lain tidak ku sangka semua yang ada di rumah ini begitu palsu,mereka baik baik saja ketika om fadli ada dirumah.
berarti selama ini ketika om fadli pergi berkerja kak dina dan kak lara selalu mengalami hal ini pikir ku dalam hati sambil masih memeluk mereka berdua.
Entah berapa lama kami di kurung di gudang aku tidak tau.
Aku,kak lara dan kak dina tertidur sejak tadi.
Dingin mulai masuk ke dalam tubuh kami karna kami di gudang yang benar benar kotor dan dingin,rasa lapar juga benar benar seakan akan menambah rasa lemas akibat pukulan yang tadi pagi dilakukan oleh kak Rita.
***Aku sangat lapar Ucap kak Lara..
***iya aku juga kak dina pun membalas dengan memegangi perut nya..
***Kita harus bagaimana,aku juga lapar ucap ku.
***sepertinya ini sudah malam ucap kak lara lagi sembari bangun dan mencoba mencari jalan keluar tetapi tidak berhasil
***Sudah lah kita duduk dan berdoa saja semoga kak maya cepat membuka kan pintu ucap kak dina,putus asa
***kami pun duduk,kak lara terlihat menyeka air mata nya mungkin sedang teringat sesuatu..
entah jam berapa ini aku tidak tau yang jelas disini sangat gelap dan dingin,,
aku kak lara dan kak dina terus saling menguat kan berharap kak maya akan segera membukakan pintu untuk kami.
__ADS_1
😞😞