
Perih nya luka di tubuh akibat pukulan dari Kak Rita sontak membuat ku meringis kesakitan.
Dengan air mata menetes terus menerus membasuh secara perlahan seluruh tubuh memar ku dengan air hangat,begitupun yang di lakukan oleh Kak Lara dan kak Dina yang ada di sebelah ku.
***
Aku tersenyum sembari saling menguat kan satu sama lain.
***Kak Dinda ingin bertanya tentang sesuatu hal kepada kak Lara dan kak Dina,ucap ku sambil tersenyum dengan masih membasuh luka ku sedikit demi sedikit.
***Tanya apa Din,kak lara dan kak dina menjawab ku dengan bersamaan.
***Hmmm..Aku menghela nafas panjang sebelum mulai melanjutkan kalimat ku.
_Kakak percaya nggak dengan Dejavu,ucap ku sambil memandang kakak kakak ku ini dengan tatapan serius.
***Aku sih percaya nggak percaya ya din ucap kak dina.
***Aku juga deh sambut kak lara lagi,Aku ga percaya karna emang ga pernah ngalamin hahaha kak lara tertawa cekikikan diikuti dengan kak dina yang ikutan tertawa juga.
***Aku kok kaya ngalamin yah kak ucap ku.
***E e e kebanyakan ngehayal sih kamu bocah kata kak Dina seraya mencubit pipi ku,aku meringis kesakitan sambil memasang muka cemberut.
***Ih sakit tau,balas ku sambil memainkan bibir ku yang agal sedikit aku manyun manyun kan seperti anak kecil yang sedang merajuk minta di belikan es cream.
***emang dejavu kamu soal apa din,ucap kak lara sambil memulai pembicaraan yang lebih serius.
***Ya begini tentang penyiksaan,malah lebih parah dari sekarang ini,jawab ku.
***Maksud kamu sebelum nya kamu juga pernah Din disiksa orang? jawab kak dina dengan muka yang semakin serius penasaran ingin mendengar cerita ku.
***Yapp jawab ku singkat.
***Emang siapa yang nyiksa kamu din,tanya kak Lara.
***Hmm di bandingkan aku Hidup kakak kakak jauh lebih baik dan menyenangkan,jawab ku dengan tertunduk,seketika terlintas bayangan mama papa ku yang meninggal kan ku sendirian sementara mereka sibuk membangun keluarga bahagia dengan pasangan mereka masing masing.
__ADS_1
***Cerita dong Din jangan di pendam sendiri,ucap kak dina sambil memeluk ku diikuti dengan kak lara.
***Kamu bisa percaya sama kami Din,kami nggak akan membuka mulut kepada siapapun Kak Lara berusaha meyakinkan ku untuk menceritakan Kisah hidup ku sendiri kepada mereka berdua.
***Baiklah ucap ku kembali menghela nafas panjang...
_Dulu nya,aku seorang anak yang di kelilingi dengan kasih sayang,sampai ketika suatu hari orang tua ku bercerai lalu meninggal kan ku,tapi bukan itu masalah nya,aku masih mempunyai kakek dan nenek yang begitu mencintai ku,jawab ku dengan sedikit suara lirih karna mata ku mulai berkaca kaca ingin menumpahkan air nya.
***Hmmm ucap kak Lara dan kak dinda menghela nafas panjang..
***Lalu bagaimana Din kak Dina mendesakku untuk bercerita lebih dalam lagi mengenai diriku.
***hmm,,terus seiring berjalan nya waktu ucap ku memulai lagi cerita tentang hidup ku yang tadi kepada kak Lara dan kak Dina.
Hidup ku masih seperti gadis remaja pada umum nya,sehingga pada suatu hari kakek dan nenek ku meninggal karna kecelakaan maut di salah satu Kota di pulau jawa ketika hendak membeli perlengkapan jualan di toko.
setelah mereka meninggal kan ku aku tidak sendirian aku di asuh oleh om Yanto Dan tante ku,tapi mereka sangat membenci ku entah apa yang telah ku perbuat sehingga mereka benar benar sangat membenciku,ucap ku sembari mengusap air mata ku yang sudah tidak bisa ku tampung lagi.
Aku melanjutkan cerita ku...
***Kak lara dan kak Dina memeluk ku semakin erat,ku pandang wajah mereka yang sudah ikut basah dengan air mata.. mereka berbisik ke telinga ku.
***Dinda kamu gadis yang kuat,aku benar benar kalah jauh di bandingkan dengan mu,kamu benar benar gadis yang tegar dinda ucap kakak kakak ku dengan masih memeluk ku erat.
***Lalu ku lanjutkan lagi cerita ku,Kak aku diperkosa oleh om yanto,,suami tante ku sendiri..dia memperkosa dan merebut kegadisan ku dengan brutal saat usia ku masih 14 tahun,sejak saat itu perasaan ku hancur,aku sudah tidak berharap lagi akan mendapat kan masa depan yang lebih baik sampai pada akhirnya tante memaksa ku menikah dengan om fadli,awal nya aku bersikeras tidak ingin menikah,tetapi apalah daya ku kak aku hanya seorang babu yang menurut tante ku tidak pantas untuk bahagia.
Aku sesenggukan menangis terisak isak,kata kata ku sudah tidak bisa lagi aku terus kan bibir ku gemetaran seperti seseorang yang sedang kedinginan,tangis ku pecah seketika tanpa sadar aku menggigit bibir ku hingga berdarah rasa asin nya pun terasa ketika tidak sengaja mengenai lidah ku..
Kak lara dan kak Dina memeluk ku dengan sangat erat berusaha menenangkan ku dan memberikan sepercik perasaan keluarga Hangat untuk ku.
***Terimakasih kak ucap ku..ini adalah beban yang tidak pernah Dinda ceritakan pada siapapun,aku mengusap air mata ku dengan tersenyum.
perasaan lega membaur menyelimuti hati ku aku benar benar lega seperti seekor burung yang baru saja di lepaskan bebas terbang menjelajahi langit biru..
__ADS_1
Jam menujukkan pukul 12.00 malam aku dan kak bergegas untuk pergi beristirahat, kak lara kembali ke kamar nya begitupun dengan kak dina.
Suara memekik keras tiba tiba mengagetkan ku.
***Dindaaa....
****Dindaaa...
jalang kamu dimana sih..
teriak seseorang yang baru ku sadar itu adalah suara kak Maya.
***Iya kak sebentar..teriak ku sambil bergegas menuju pintu utama.
***Kak maya ambruk di atas tubuh ku seketika saat aku membuka pintu..
***Bruuuukkkkkk...Ahh lama banget sih kamu jalang ucap kak maya dengan nada ngelantur,bau alkohol langsung memenuhi seluruh ruangan yang ada di ruang tamu itu.
***Astagfirullah..kakak kenapa mabuk ucap ku sambil mengangkat tubuh kak maya yang lumayan berat dari atas tubuh ku..
***Kak laraa..tolong kakk
***Kak Dina..tolong kakk..
ucap ku memanggil kak lara dan kak dina aku tidak berani memanggil yang lain nya karna aku takut akan menimbulkan masalah nantinya.
kak lara dan kak dinda bergegas keluar dan membantu ku membopong tubuh kak maya masuk kedalam kamar nya,dengan masih bergumam hal yang tidak jelas kak maya masih saja memaki maki ku.
***istirahat dulu kak,kakak mabuk berat ucap ku seraya mengambilkan segelas air yang ada di atas meja,minum dulu kak ucap ku memberikan gelas berisi air putih kepada kak maya..Dan..
***praangggg suara gelas itu pecah seketika karna kak maya melempar nya tepat mengenai kaki ku,pecahan nya berhamburan kemana mana,kaki ku terluka kak Lara dan kak dina membantu membersihkan pecahan yang berserakan di lantai sementara aku pergi membersihkan kaki ku.
***Dasar tidak tahu di untung masih baik aku tolongin kamu nenek sihir,ingin sekali aku gores muka nya yang menyeram kan dengan pecahan kaca ini ucap kak lara dan kak dina memaki kak maya yang sudah sepenuh nya tidak sadar karna mabuk berat.
***sudahlah kak ucap ku,kebencian jika dibalas kebencian maka tidak akan pernah berujung aku membalas ucapan mereka dengan tersenyum...
episode selanjutnya 3hari lagi❤.
__ADS_1