My life

My life
SATU BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Sudah satu Bulan Ini Catline Merahasiakan Tentang Sang Suami yang ternyata Masih Hidup dan sedang berjuang Untuk Bisa sembuh.


Hari-hari Catline Pun mulai Cerah Karena Mendengar Kabar Jika Ansel sudah berangsur Baik Namun Ia belum Bisa Kesana Untuk Menjenguk Sang Suami Karena Gerak Gerik Catline Yang terus di Awasi Keluh David, Jangankan Untuk pergi Jauh Catline Pergi Meeting pun David mengetahui semuanya. Seperti Saat Ini Catline Sedang Meeting di Salah salah Satu Kafe Dengan Tuan Jefry Dan itu semua Dalam pantauan David.


" Jadi Begitu Tuan Jefry " Kata Catline Yang menjelaskan dengan Rinci Permasalahan Di lapangan


" Berarti Kita harus pergi kelapangan Langsung Untuk meninjau Semuanya " Kata Tuan Jefry


" Boleh " Jawab Catline " Kalo soal Waktu, Anda bisa Bicarakan Langsung dengan Asisten saya " Lanjut Catline Yang langsung Di balas Anggukan oleh Asistennya.


Catline Baru mengetahui Jika Asisten yang selama ini selalu membantu dirinya Adalah Masih Anak Buah David, Pantas Saja David selalu tau Aktivitas Catline Karena Asistennya lah yang selalu Laporkan kepada David.


Tuan Jefry Melihat ke Arah Asisten Catline " Apa tidak bisa sekalian Kita bicarakan Saja di sini? " Tanya Tuan Jefry " Lagian sebentar Lagi Jam Makan siang " Lanjutnya


Catline tersenyum " Maaf Tuan Jefry, Saya tidak bisa karena sudah Ada janji dengan Putra saya " ucap Catline Menolak halus " Jika Tidak Ada Pembicaraan Lagi, Saya mohon Pamit Karena Putra saya sudah menunggu Saya. Permisi " ucap Catline Yang langsung meninggalkan Meja Tuan Jefry


Tuan Jefry Melihat Punggung Catline yang semakin Jauh Ia benar-benar Masih merasa tidak Enak siapa Catline " Apa Nona Catline Masih marah kepadaku, Makanya Ia selalu menolak Ajakan ku " Gumam Tuan Jefry dalam Hatinya


Rasa bersalah Tuan Jefry Masih membekas Bahkan Ia selalu bersiap Ramah kepada Catline Agar Catline Mau memaafkan dirinya Namun Apa Daya Jika saat ini Catline Semakin Dingin dan susah di Gapai.


" Nyonya, Besok Malam Ada Undangan Jamuan Makan Malam dengan Tuan Sebastian " Kata Asisten Catline


" Hm...Kamu catat saja, Dan ingatkan Nanti " Jawab Catline


Bukan hanya kepada Tuan Jefry saja Catline menjadi semakin Dingin Bahkan Kepada Asistennya Pun ia Bersikap dingin Apa lagi Asistennya itu Anak Buah David, Membuat Catline merasa Muak dengan Meraka yang so baik tapi Malah memisahkan dirinya dengan sang suami


Catline Turun dari Mobil Ia Langsung Menghampiri Bara yang sedang Bermain di tanah bermain Di temani Dengan Pelayan Di rumah


" Bara Sayang " Panggilan Catline yang langsung membungkuk Agar Bara Bisa memeluk Catline


" Hap "


Catline Menangkap Bara yang Berlari kecil kearah nya " Sudah Berapa kali Mom Memperingati Kamu Agar Kamu tidak Lari seperti ini hmm.. "


Balita kecil itu bukanya takut Ia malah Cengengesan Menunjukan Giginya " Bala Lindu Mom " Ucap Bara


Bara Juga semakin hari Ia semakin Pintar Bicara ya walaupun Masih Cadel dan susah di Pahami "Mom juga Rindu Bara " jawab Catline


Catline menggendong Bara Dan duduk di kursi Taman " Apa Hari Ini Bara senang? " tanya Catline yang langsung di balas anggukan Oleh Bara " Tadi Bara, Gak Nakal kan sama Mbak nya? "


" No Mom, Tata Mom Gak oleh Akal " Jawab Bara


" Pintar Anak Mom Hem.. " Catline tersenyum Lalu mencium pipi Bara


" Sebagai Hadiah Karena Bara sudah menjadi Anak Yang Baik, Bagai Mana jika Hari ini Kita Makan Ayam Goreng Krispy Kesukaan Bara, Mau? " Tanya Catline


" Mau Mom " Seru Bara Yang Antusias


" Oke kalo begitu, Kita Let's go " Ajak Catline


Catline membawa Bara serta Pelayan Yang menjaga Bara tadi di Taman Dan jangan Lupakan Asisten Catline yang sudah menjadi Perangko Yang selalu mengikuti kemanapun Catline Pergi.


Sesampainya Di Kedai Ayam Krispy Catline menekan Untuk mereka Makan di tempat tidak Lupa Catline juga memesan Untuk yang ada di rumah.


" Enak Sayang? "


" Nak Mom " Jawab Bara Yang memakan Ayam Bagian Paha Dengan Lahap


" Mbak, Ikut makan juga. Lagian Aku tau Mbak Pasti belum Makan kan " Kata Catline


" Tidak Nyonya, Terimakasih " Tolak Mbak itu


" Jangan Begitu, Jangka Membiarkan perut Kosong. Makanlah Jangan sungkan Denganku Karena Aku tidak suka dengan orang yang seperti itu " Kata Catline lagi

__ADS_1


Karena Tidak ingin Membuat Nyonyanya Marah Mbak itu Langsung memakan Nasi dan juga Ayam Goreng Krispy dengan Lahap Bahkan sangat terlihat Jika Mbak Itu sedang laper.


Catline Yang melihat Mbaknya Makan hanya tersenyum " Makan lagi Mbak " Kata Catline yang di balas Anggukan Oleh si Mbak " Apa perlu Aku juga menyuruh mu untuk ikut Makan? " Tanya Catline dingin kepada Asistennya


" Baik Nyonya " Jawab Asisten nya yang langsung memakan Makanan yang Ada di meja


Catline melirik Asistennya ia merasa heran kepada Asistennya mau bekerja dengan David padahal salama Ini dirinyalah yang memberikan Gajih Apa mungkin David juga Memberikan Gajih yang lebih besar dari pada dirinya Makanya Asistennya berpihak kepada David.


Setelah Makan siang, Catline langsung mengajak Bara untuk Pulang ke rumah " Boy, Kita langsung pulang ya " Kata Catline


" Oleh Mom " Jawab Bara " Api Anti mampil ke cumalket ya "


Catline tersenyum " Baik sayang " jawab Catline


" Asih Mom "


Sesuai rencana Pulang dari Makan siang Catline langsung pulang Namun mereka mampir dulu ke supermarket Karena Bara yang ingin Membeli Cemilan dan yang lainnya, sekalian Catline Juga membeli Lobster untuk ia Masak Nanti Malam.


Sampailah Mereka di Rumah Bara langsung di gantikan Pakaiannya oleh Mbak pelayan Sedangkan Catline Ia langsung pergi Mandi dan Membersihkan diri " Lelah sekali " Gumam Catline Namun ia Harus tetap Terlihat Baik-baik saja Karena ia Tidak ingin Melihat Bara yang Khawatir kepada dirinya


Catline mengambil Handphone yang biasa ia gunakan Untuk Komunikasi Dengan Dean


Catline " kak, Bagai Mana keadaan Suamiku, Apa Sudah semakin membaik?


" Ko akhir-akhir Ini Kak Dean Jarang sekali membalas pesan yang Aku kirim ya " Gunma Catline " Apa jangan-jangan.. Ah Cat, Kamu tidak boleh berfikiran Yang Aneh-aneh. Aku yakin Jika suamiku Akan kembali Sehat dan cepat berkumpul lagi bersama kita " Batin Catline. ia hanya bisa mendoakan Kesehatan Ansel dari kejauhan karena Tidak mungkin Catline Bisa pergi ke sana untuk menjenguk Ansel yang Ada malah memperkeruh keadaan.


Tok.. tok.. tok...


Catline melihat ke arah Pintu " Siapa?! " Teriak Catline Yang langsung menaruh Handphone miliknya ke bawah Bantal tidur


Ceklek...


" Kamu sedang Apa sih Cat? " Tanya David Yang tiba-tiba Masuk ke dalam kamar Catline


Catline membuang Napasnya pelan " Aku habis mandi kak " Jawab Catline dengan Nada biasa saja, Lalu ia duduk di depan kaca Rias


" Tidak perlu Kak, Aku bisa sendiri " Jawab Catline sambil tersenyum Paksa


" Gak Apa-apa, lagian Kakak sudah terbiasa Melakukannya. Istri Kakak itu paling suka kalo kakak keringkan rambutnya " Ucap David tersenyum sambil Mengambil pengering Rambut


Catline Hanya diam saja Ketika David mengambil Pengering Rambut dari tangannya " oh iya, Ngomong-ngomong Bagai mana Kabar Nova kak, Ko Aku sudah lama gak bertemu dengan Nova " tanya Catline


" Ah Nova. Entahlah, Sudah satu bulan Ini Nova Pergi Ninggalin Kakak " Jawab David dengan wajah sendu nya


Catline mengerutkan keningnya " Pergi, Kemana? Ko Aku tidak tau? " Tanya Catline yang langsung bangkit dari duduknya. jujur saja Jika Catline merasa tidak nyaman Jika Berdekatan dengan David


David Menaruh pengering Rambut lalu ia Berjalan mendekati Catline " Kakak juga Tidak tau Kemana perginya Nova, padahal Kakak kurang Apa, semua kakak Berikan untuk dia bahkan Apapun yang ia mau Kakak kasih tapi... " David mengusap wajahnya Agar Catline bersimpati kepada dirinya


Ingin sekali Catline meninju pria yang Ada di hadapannya ini, Bisa-bisanya dia membual soal Kepergian Nova Padahal Catline sudah tau Jika Nova di kurung oleh David.


" Yang sabar ya kak, semoga Kakak mendapatkan Wanita yang lebih Baik dari pada Nova " Kata Catline


David menatap Catline " Dan wanita baiknya itu Adalah Kamu Cat " Jawab David


Catline menikam sebelah alisnya " Aku? Hahahha yang benar saja kak " ucap Catline sambil tertawa


" Iyah Cat, Kamu Adalah Wanita Yang Terbaik Untuk kakak, Jadi Kamu Mau kan Menggantikan Nova di Hati Kakak? " Ucap David yang berharap Jika Catline bisa menerimanya


" Maaf Kak, Aku tidak berniat untuk menikah Lagi, Lagian Aku menganggap Kakak itu sebagai kakak ku bukan sebagai seorang Pria " Ucap Catline Yang melepaskan Tangan David


" Tapi Kakak Sangat sayang kepadamu Cat "


" Tapi Rasa sayangku kepada Kakak tidak lebih Sebagai rasa sayang dari adik ke kakak nya " Jawab Catline lantang, Catline mulai muak dengan siap David yang pemaksa

__ADS_1


" Tidak. kamu harus jadi Milik Kakak Cat, Aku ingin Mulai sekarang kamu Manggil Aku sayang dan Kita Akan Menikah besok Dan Jika Kamu Menolak Maka Taruhannya Adalah Bara " Ucap David sambil Tersenyum kearah Catline


Catline langsung Membulatkan kedua matanya " Kak, Jangan Bawa-bawa Anak Aku kak " Ucap Catline


" Terserah Semua keputusan Ada di tanggam mu, Menikah denganku Atau.. kamu akan kehilangan Putra tercintamu Hahhaha " Ucap David " Dan satu lagi, Buang Hatimu untuk si Ansel Karena sebenar Lagi Hatimu Akan di Isi oleh Ku " David langsung keluar dari kamar Catline lalu ia mengunci Kamar Catline


Bug... bug... bug...


" Kak, Buka Kuncinya Kakak!!!! " Teriak Catline di dalam kamar " Aku Mohon jangan Bawa Anakku Kak Hiks... " Catline terus menggedor-gedor Pintu Kamar Agar ia Bisa bebaskan Namun Nihil Tidak ada yang Membukakan pintu Kamar milinya


" Bagai mana ini, Aku takut Jika dia berbuat Jahat kepada Bara. Bara Maafkan Mommy Bara hiks.. " Catline menjambak Rambutnya sendiri ia benar-benar Takut Jika David akan melakukan Hal yang tidak di inginkan kepada Putranya


" Aku harus telpon Kak Dean " Ucap Catline beranjak Mencair Handphone Miliknya Ia langsung menelpon Dean namun No Dean Tidak bisa di hubungi


" Sial!! kemana kak Dean, Kenapa no nya tidak Aktif " Keluh Catline " Aku Harus minta Bantuan kepada siapa lagi, Yang Aku simpan hanya No Kak Dean saja "


Catline benar-benar Bingung di saat seperti Ini tidak ada yang bisa menolongnya Bahkan Orang yang Catline harapkan pun Tidak Aktif.


Sedangkan di luar sana David membawa Bara ke salah satu Apartemen Miliknya " Bara, Tadi Mom Bilang kepada Uncle untuk membawa Bara ke Apartemen " Kata David lembut


Bara Menyeliksik Wajah David " benel? " Tanya Bara


" Iyah Nak, Apa kamu tidak Percaya lagi Sama Uncle? "


Bara memang Sudah di beritahu Oleh Catline Jika dirinya Tidak boleh Gampang percaya kepada orang Lain Apa Lagi kepada David.


Bara terdiam yang harus ia lakukan saat ini tenang dan mencari Situasi yang Aman untuk dirinya kabur dari Uncle David, Bara tidak percaya begitu saja kepada David karena selama ini Mommy nya tidak pernah menyuruh Orang lain Untuk membawa diri.


David tersenyum ketika Melihat Bara yang terdiam dan Menurut dengan apa yang di katakan olehnya " Good Boy " Ucap David mengusap kepada Bara


Sesampainya Di Apartemen, Bara langsung di bawa ke Kamar Miliknya " Bara, Mulai sekarang Kamu tinggal di sini ya, Nanti Mommy Akan menyusul Bara kesini " Ucap David sambil tersenyum


Bara mengangguk mengerti " Kalo begitu Uncle Pergi Dulu, karena Uncle Harus menjemput Mommy Catline " ucap David


Hari sudah semakin Malam Bara sudah tertidur di atas Tempat tidur, David tersenyum Karena Rencana yang ia buat Akan berhasil " Besok, Aku Adalah Daddy mu, Dan Kita Akan hidup Bahagia bersama Hahahah " David Tertawa dengan Renyahnya karena ia Akan Menikahi Catline besok.


" Jaga Anak ini, Jangan samapi dia lecet sedikitpun Karena Aku Tidak ingin Calon Anakku kenapa-kenapa, Jika sampai Dia lecet Maka Taruhannya Adalah Nyawa kalian " Kata David dengan tatapan yang membunuh


" Baik Tuan " Jawab mereka Yang langsung menundukkan kepalanya


" Bagus " David pergi ke kamarnya Ia langsung membaringkan Tubuhnya di Atas tempat Tidur Rasanya Ia Sekarang sungguh Bahagia Karena Akan Mendapatkan apa yang ia mau


" Cat, Akhirnya Kamu Akan menjadi Milikku juga, Tidak sia-sia aku membunuh Kedua sahabatku Demi Dirimu " Ucap David memandang Langit-langit yang terlukis wajah Catline di sana Bahkan Bukan Hanya Lukisan Catline yang Ada di langit-langit, Bahkan Seprai batal dan Selimut Pun Di gambar Wajah Cantik Catline yang sedang tersenyum.


David benar-benar Sudah gila, Ia semakin Gila ketika Cintanya Malah bertepuk sebelah tangan " Ansel, Kau lihat Jika aku sebentar lagi Akan menjadi suami Catline hahaha.. "


Brug...


" Sialan!! Siapa kau? " Ucap David Yang terkejut karena Pintu Kamarnya Di Dobrak begitu Saja


" Ini Gue, Apa kau Masih ingat? "


David Membulatkan kedua matanya " Tidak, Ini Tidak mungkin " Ucap David " Aku Pasti lupa meminum Obat " David langsung mencari Obat yang Biasa ia minum Namun..


" Cih, ternyata Benar bahwa kau memang sudah gila "


" Diam kau " ucap David yang langsung meminum Obat Itu dengan terburu-buru Bahkan Samapi berjatuhan ke atas lantai Lalu meminumnya


" Gue Akan membalas Apa yang sudah Lo Lakukan kepada Gue "


" Hahaha Itu tidak Mungkin Karena Sebentar Lagi Gue Lah pemenangnya Hahahaha "


Dor...

__ADS_1


Dor...


Dor....


__ADS_2