
Hari Ini Dean tidak Masuk kerja Karena dirinya Ingin Mengurus Hak Asuh Anak nya Agar Jatuh kepada Dirinya Akan mengurus pengalihan hak Asuh Anaknya Agar Jatuh ke tangan Dean
" Tuan " Panggil Mika dengan Tergesa-gesa
Dean Memberikan Wajah Angkuh nya kepada Mika " Bisa kita Bicara Tuan " Pinta Mika " Saya Mohon " Kata Mika Sambil menggesekkan Kedua tangannya Di Dada
" Aku Beri Waktu Lima Menit " Ucap Dean
" Terimakasih Tuan " Ucap Mika
Dean Dan Mika Berjalan Ke Arah Tanah Mereka duduk di Kursi Kayu " Cepat katakan Apa yang Ingin Kamu sampaikan, Waktu Mu hanya Lima Menit " Kata Dean Ketus
" Tuan. Saya Mohon Biarkan Ken di Asuh Dengan Saya, Saya Janji Akan Mengijinkan Anda Untuk Membantu Mengurus Ken Tapi Saya Mohon Cukup hanya Mengurus Dan menjadi Ayah tidak Lebih Karena Saya Tidak Ingin Menikah dengan Anda " kata Mika Yang langsung Pada intinya
Dean Memalingkan Wajahnya Ke arah Lain " Saya Mohon Tuan. Saya tidak Akan pernah Melarang anda Jika Anda Ingin Membawa Ken Namun Biarkan Hak asuh Biar Jatuh Kepada Saya. Saya Hanya Memiliki Ken hiks.. " Mika mengusap Air mata nya " Yang di Butuhkan Ken Adalah Ayah dan Ibu nya, Dan kita Bisa jelaskan Sama-sama kepada Ken Jika Ia sudah besar Nanti Dan Saya Yakin Jika Ken Akan Menerima semua nya Asalkan Kita Benar-benar Memberikan Kasih sayang yang Utuh Untuk Ken "
Dean Berfikiran Sejenak " Jangan Naif Saya Juga Tau kenapa Kamu tidak ingin Menikah dengan Saya, Karena Kamu masih mengincar Arsen Tapi Usulmu Juga Ada Bagus nya Juga. Kalo begitu Kamu besok Datang ke Kantor dan kita Buat surat Perjanjian " Kata Dean Yang Langsung Pergi
Dean Hanya ingin Bertanggung Jawab Atas Ken, ia juga Tidak Memiliki Perasaan Apa-apa Kepada Mika Waktu itu hanya Khilaf tidak lebih.
~DI RUMAH ANSEL
Catline Sedang bersiap Dengan Penampilan nya Ia Akan Pergi ke Salah Satu Mol pusat Kota Yang di Mana Akan di Adakan Peluncuran Buku Baru Milik Catline
" Mbak, Bagai mana penampilan ku? " Tanya Catline
" Nyonya Cantik " Jawab Nya
" Pegang Deh Mbak, Tanganku Dingin banget Kan? " Tanya Catline Ia tidak segan Untuk Memegang Tangan Milik Pelan itu
Si Pelayan Yang Tangan nya Di pegang Malah Memegang Ini Baru pertama Kali Dirinya Di pegang Oleh Majikan " I...ya Dingin " Ucap Nya Gugup
" Loh Ko Jadi Mbak Yang Gugup sih " Keluh Catline
" Ah tidak Nyonya " Elak Si Pelayan " Giman Kalo Saya Ambilkan Minum Non, Biar Non Tidak Nervous Lagi " Kata si Pelayan Yang Langsung Mengambil Air putih Untuk Catline
__ADS_1
" Sayang.. " Panggil Ansel dari Luar. Karena Tadi Ansel Pergi Ke kantor Terlebih Dahulu
" Aku Di sini!!! " Teriak Catline Sofa Ruang tengah
Ansel langsung Melebarkan Kedua Mata Nya " Waw!!!! Kamu cantik sekali Sayang " Puji Ansel Yang berjalan Ke Arah Catline
" Aku lagi Nervous, Malah di Becandain " Keluh Catline
" Tapi Kamu memang Cantik Sayang "
" Pegang Nih, Tanganku Dingin Banget Kan. " Kata Catline
Ansel Meraih Tangan Catline Lalu menarik Catline Agar duduk di Pangkuannya " Ini Akan biasa Sayang, Apa Lagi Nanti Jika kamu sudah Menjadi Nyonya Ansel, Kamu akan sering Bertemu dengan Banyak Orang Bahkan Jajaran Petinggi sekalipun. Anggap Saja Ini Adalah Awal Dari segalanya, Aku Yakin Kamu Bisa sayang " Ansel memeluk Catline
" Nyonya Ini Minum Nya... " Si pelayan Langsung Berhenti Ia tadi Tidak Melihat Ada Ansel Makanya Main Nyelonong Aja.
Catline Melirik ke arah Pelayan " Bawa Sini Mbak " pinta Catline
Catline Mengambil Air minum yang di berikan Oleh Pelayan Lalu ia Minum Hingga Kandas " Sayang apa Kamu haus? " Tanya Ansel yang heran
Ansel Mengerutkan Keningnya " Lalu bagai Mana sekarang setelah Meminum Air putih? " Tanya Ansel
" Luamyan " Catline Menarik Napas Lalu membuang nya dengan Pelan
" Tuan, Nyonya. Mobilnya Sudah siap " Ucap Supir
" Ayo sayang " Ajak Ansel yang Di balas Anggukan Oleh Catline
Catline Berjalan Mengikuti Ansel yang Masuk kedalam Mobil yang sudah Di buka Oleh Supir
Di Jalan Ansel terus memegangi Tangan Catline Agar Catline Tidak Nervous Lagi " Kamu tau, di hutan Ini Aku Menaruh Macan Tutul Dan juga Singa " Ucap Ansel Tiba-tiba
" Hah!! "
__ADS_1
Ansel menganggukkan kepalanya " Iyah. Hanya Untuk Jaga-jaga Saja " Kata Ansel. Ansel Mencoba Mengalihkan Pikiran Catline Agar Catline tidak Nervous Dan Gugup Lagi
" Tapi kan Itu Bahaya "
" Maka Dari Itu, Aku Memelihara Mereka Karena Aku yakin Tidak akan Ada Yang berani Masuk ke sini Jika Ada Mereka " Jawab Ansel
" Lalu dimana Mereka, Ko Aku gak pernah Melihat nya? " tanya Catline
" Mungkin Mereka Sedang Berjalan-jalan, Biasanya Mereka Akan Hadir Jika Di Panggil "
" Benarkah? "
" Setelah pulang dari Sini Aku Akan Mengajak Mu Untuk Bermain dengan Mereka " kata Ansel
" Jangan Gila Kamu, Mana mungkin Aku Mau bermain Dengan Mereka Hewan Buas yang sewaktu-waktu Bisa Memangsa Kita "
" Hahhaah Mereka Itu sudah Jinak Bahkan Dulu Aku sering Sekali bermain dengan nya, Tapi Semenjak ada Kamu, Aku jadi jarang Bermain Dengan Mereka " kaya Ansel Jujur
Jiak Dulu Ansel selalu Meluangkan Waktu Untuk Bermain dengan Hewan Peliharaan Nya Namun Kini Ia malah di Sibukkan Dengan Catline wanita Pujaan Hatinya.
" Aku tidak Menyangka Jika kamu Suka hewan Buas "
" Aku sangat Menyukainya Bahkan Mereka itu Adalah Hewan Yang paling setia Dari pada Manusia "
" Iya setia Jika mereka tidak kelaperan Tapi Kalo dah Kelaperan Tetap aja kita yang Di mangsa Oleh nya " Kata Catline
" kamu tenang Saja. Mereka Itu Aman dan Aku pun Selalu Memberikan Makan yang Cukup Untuk Mereka jadi Kamu tidak Khawatir "
"Bahkan Pria yang Menggangu dan yang Membuat Mu Trauma saja Sudah Di mangsa Oleh Mereka " Batin Ansel Tidak Mungkin Ansel Bercerita Seperti Itu Karena Ia tidak Ingin Membuat Wanitanya Takut kepada Dirinya
Tak terasa Mobil Sudah Samapi di Salah Satu Parkiran Mobil di Mol. Lagi-lagi Catline Membuang Napasnya Agar Tidak Nervous " Kamu siap Sayang " Kata Ansel
" Iyah Yank " Jawab Catline
Tidak Hanya Ada Ansel, Davi dan Dean pun Akan Turut Hadir
__ADS_1
Awalnya Mereka Berdua Kaget Karena Baru Kali Ini Ansel Akan Hadir di Peluncuran Buku karena Biasanya Ansel Paling Anti Dengan Yang beginian Dan Mereka Juga Baru Tau Jika Catline Adalah seorang Penulis Pantesan Mereka tidak Pernah Tau Dimana Catline Bekerja.
David sangat Bangga Kepada Catline Ia tidak Menyangka Jika Catline Merintis Semuanya Dari Nol Bahkan David juga Tau Jika Catline Hanya lulusan Sekolah Dasar Tapi Karir Catline Lebih dari yang Berpendidikan.