
Makanan Telah datang, Catline langsung membangunkan Bara Karena Bara juga belum Makan malam " Sayang, Bangun Yuk " Elus Catline
Tidak ada Pergerakan Dari Bara, Ia masih terlelap dari Tidurnya Mungkin Karena sangat lelah Makanya Bara susah di bangunkan " Bara, Nak "
" Hm.. Baiklah, Biarkan saja Bara tidur dulu Nanti juga kalo dh lapar Pasti Bara bangun " Kata Catline Yang langsung turun dari Tempat tidur lalu membuka Laptop untuk mengerjakan pekerjaan yang tertinggal Tadi.
Benar saja Di tengah Malam Bara Bangun Dari tidurnya Ia merasakan Laper di Perut kecilnya itu " Mom " Bara menggoyangkan lengan Sang Mommy Agar Ia bangun dari tidurnya
" Eum.. iya sayang " Jawab Catline yang langsung membuka kedua mata nya
" Yut lapel " Kata Bara sambil memegangi Perut kecilnya
" Baiklah, Mom hangatkan dulu ya Makannya " Kata Catline yang langsung menghangatkan Makana mengunakan Microwave.
Setelah menunggu sepuluh menit Makanan pun sudah jadi Dan siap di santap. Untung saja Tadi Catline memesan Makanan yang bisa di hangatkan untuk Bara
" Ayo sini Nak, Makanannya sudah siap " Kata Catline kepada Bara
Bara langsung turun dari tempat tidur lalu berlari kecil kearah Sang Mommy " Mam Mom "
" Iyah Nak " Jawab Catline sambil tersenyum " Di tiup dulu Nak, Masih Panas " Kata Catline kepada sang Putra
" Yes, Mom " Bara meniup Makana yang ia Suapan kan kedalam Mulutnya
Catline mengelus kepala sang putra Lalu ia juga ikut Makan bersama Bara, Ya walaupun Makan malam Catline dan Bara Agak telat yang penting terisi.
~ PAGI HARI
Ting... nong....
Suara Bel Kamar Hotel Milik Catline berbunyi, Catline yang baru beres memandikan Bara langsung Membuka Pintu Kamarnya
Ceklek...
" Iyah, Ada apa ya? " Tanya Catline Kepada Seorang wanita
" Maafkan saya yang telah mengganggu Nyonya, Saya ke sini Hanya ingin Memberikan ini dari seseorang " kata Pelayan Hotel yang memberikan Selembar kertas ke Catline
Catline Mengerutkan keningnya lalu ia membuka surat itu Dan.. " Datanglah ke Hotel xx Lantai 17, No 117 Bersama Bara. Jangan bawa membawa handphone Karena Handphone milikmu Ada penyadapnya. " Hanya itu Yang tertulis di dalam surat
Entah dari mana Surat itu berasal Namun Catline penasaran siapa yang Mengirimkan surah tersebut " Siapa orang ini, dan mengapa Dia tau Kalo aku ada di sini dengan Bara " Gumam Catline heran
Tidak ada yang tau Kemana Catline pergi termasuk David karena Setiap Catline Ingin pergi ke Negara I, David pasti akan Melarangnya dengan berbagai Macam Alasan.
" Aku sepertinya harus datang, agar Aku tau siapa yang menulis surat ini " Gumam Catline Yang langsung Membawa Bara ke Hotel yang Akan di tuju nya.
Hanya butuh Dua puluh Menit Untuk Catline Bisa Samapi di Hotel yang ada di surat Ia memandangi Hotel yang cukup Tinggi Namun Bangunannya Cukup Klasik
" Mom "
" Iyah Nak, Kita Ketemu Sama Temen Mom dulu ya, setelah itu Kita pergi " ucap Catline Yang langsung di anggukan Oleh Bara
Catline Langsung menaiki Lift Dan menekan no Yang akan Di Tuju. walaupun hatinya resah Namun Jiwa penasaran Catline lebih besar
Catline mencari No Kamar yang tertulis di Kertas lalu menekan Bel
Ting... nong.....
Catline Memegangi Tangan sang Putra dengan Kuat Ia benar-benar Takut
Ceklek....
" Silahkan Masuk Nyonya " kata Seorang Pria Yang bertubuh Besar itu
Catline masuk dengan Menggenggam Tangan Bara
Bruk...
Tas yang di pegang oleh Catline terjatuh Bahkan Ia melepaskan Genggaman tangan Bara " Hiks.. Ini " Catline melihat Sang suami Yang sedang terbaring Di atas tempat tidur dengan Berbagai selang Yang menempel di tubuhnya.
" Iya Nyonya, Beliau Adalah Suami Anda " Kata Bodyguard itu
Catline masih tidak percaya melihat Pria yang ia rindukan selama ini Ternyata Masih hidup " Ansel " Lirih Catline yang berjalan ke arah Tempat tidur
" Cat, Apa kabar? " Ucap Dean di belakang Catline
Kemarin Sore Dean Baru mengetahui Jika Catline telah datang ke Ke Negara I, Dean langsung mencair siasat Untuk Membawa Catline Dan Bara tanpa sepengetahuan Anak Buah David.
__ADS_1
Catline mengenali Sura itu ia langsung Menoleh kearah suara " Kak Dean " Ucap Catline Tidak percaya
" Mom " Ucap Bara pelan
" Apa ini adalah Ponakanku? " Tanya Dean Yang langsung di Balas dengan Anggukan oleh Catline
" Bara, Itu Uncle Dean. Salim sayang " kata Catline
Bara melirik kearah Sang Mommy lalu Catline menganggukkan kepalanya
Dean langsung berjongkok Lalu memeluk Tubuh Mungil Bara " Hai Boy, Perkenalkan Nama Uncle, uncle Dean " Kata Dean mengucek Rambut Milik Bara
" alo Unle " Jawab Bara
" Wah, Kamu ramah sekali ya, dan Tampan " ucap Dean
" Kak " Dean Langsung berdiri Ia Meminta Bodyguard Untuk menjaga Bara
" Duduklah dulu " Kata Dean Dean Paham, Pasti Banyak pertanyaan di Benak Catline.
" Jelaskan Kak " lirih Catline
Dean membuang napas kecilnya " Sebenarnya, Aku dan Ansel di jebak oleh... "
" Oleh siapa? " Tanya Catline
" David "
Deg..
Catline Terkejut mendengar kata David Di sebut Oleh Dean " Tidak mungkin Kak " Elak Catline" Selama Ini Kak David sangat baik Kepadaku bahkan Kepada Bara juga "
Dean tersenyum Kecil " Siapa yang sangka Cat, Gue juga awalnya gak percaya dengan Kebenaran Ini Apa lagi Kita tumbuh Bersama Namun Inilah kenyataannya. Gue tidak bisa membawa Ansel pulang karena Keadaan Ansel yang Koma Dan gue juga ingin Menyelidiki dulu siapa Dalang di balik ini semua "
Catline menggeleng kepalanya, Pria yang selama ini ia Anggap Sebagai Seorang kakak ternyata Orang yang ingin melenyapkan Nyawa Suaminya sendiri
" Kakak Bohongkan? " Catline Masih tidak percaya dengan apa Yang ia dengar
" Buat Apa gue Bohong, Apa lagi Lo liat sndiri Bagai Mana Keadaan Ansel saat ini. Gue sengaja menyebar Berita Jika Gue dan Ansel Telah meninggal dunia karena kecelakaan Pesawat dengan begitu Gue bisa menyelidiki semuanya "
" Apa motif Kak David ingin Melenyapkan Kak Ansel? " Tanya Catline
Catline menyempitkan kedua matanya " Aku? "
Dean Menganggukkan Kepalanya " Iya Kamu " Jawab Dean " Ternyata Selama ini David menyukai Lo Namun Lo malah memilih Ansel "
Deg...
Hancur sudah Air mata ini, Catline Pikir kebaikan David kepada dirinya Tulus Tapi ternyata " Dia tidak Terima Jika Lo Menikah dengan Ansel Bahkan ternyata Selama Ini David sering datang Ke Salah satu Dokter Yang berada di RSJ "
" Hah!! " Catline Benar-benar Di Buat Shock dengan Kebenaran ini " Tapi kak David "
" Iya. dia terlihat Biasa saja Karena dia bisa mengontrol Dirinya " Dean memberikan Map yang berisi informasi Tentang David kepada Catline
Catline langsung membaca semua yang tertera di dalam Map, Satu tangan Catline sudah menutup Kulit nya Karena ia benar-benar terkejut dengan apa Yang ia Baca " Jadi Kak David Adalah salah Satu Pasien di RSJ ini? "
Dean mengangguk " Dia sudah Mejadi pasien Dari usia dia Lima belas tahun, Dan bodohnya gue dan Ansel yang tidak mengetahui semua ini " Kata Dean
" Sorry, kalo gue Baru Ngabarin Lo, Karena Waktunya nya yang tidak Pas membuat Gue memilih Untuk diam Daripada Memberitahu lo " Kata Dean sambil menunduk " Apa lagi ketika Gue tau Jika Lo sedang Hamil, rasanya tidak mungkin Gue harus berkata jujur kepada Lo " lanjut Dean
Catline Melihat Ansel yang terbaring Di atas tempat Tidur " Lalu Bagai mana dengan Keadaan Suamiku? " Tanya Catline
" Ansel mengalami kerusakan salah satu di bagian otaknya Akibat Benturan yang cukup keras di bagian kepala " Jawab Dean " Gue selalu berusaha untuk Menyembuhkan Ansel bahkan Dokter Terhebat Pun sudah Gue Cari Namun hasilnya masih begini " Lanjut Dean
Catline menutupkan kedua mata nya Ia Benar-benar Tidak percaya dengan semua ini Namun Catline Juga bersyukur Karena Ansel masih Hidup " Apa aku boleh ke sana? " Tanya Catline
" Tentu " jawab Dean
Catline Berjalan ke arah Ansel Yang menggunakan berbagai macam Peralatan medis " Yank, aku Datang " Lirih Catline yang menahan air matanya agar tidak Menetes " Maafkan Aku, Karan Aku Baru sempat menemui mu Yank " Catline mengusap Tangan Ansel dengan lembut, Pria yang ia rindukan selama ini ternyata Masih hidup.
Catline terus saja Berceloteh di dekat Ansel Ia menceritakan Bagai mana keadaannya selama dua tahun ini Bahkan Catline juga menceritakan Bagai Mana Bara yang sangat Aktif.
" Mom " Ucap Bara yang mendekat kearah Catline
Catline menoleh lalu Tersenyum " Sini Nak " kata Catline
Bara belakan kearah Sang Mommy Lalu Ia duduk di pangkuan Catline " Nak, Ini Adalah Daddy. Daddy-nya Bara " Kata Catline
__ADS_1
" Ded, Mom? " Tanya Bocah kecil Itu
" Iyan sayang, Daddy sekarang Sedang tidur. Agar Daddy cepat Bangun Kita harus sering Mengajak Daddy berbicara, Kamu mau? "
" Yes Mom. Bala Kan Mong Ma Dad " Kata Bawa Dengan Suara Khas Anak kecil
" Sapa Daddy-nya Nak "
" Helo Dad, Bala Datang Baleng Mom. Dad Get up I want to play with Daddy " Kata Bara
Catline meneteskan Air matanya, Ia tidak mengetahui Jika Sang Putra merindukan Daddy nya
Dean Ikut terharu Dengan Apa yang di liat di depan Mata nya, Dean berharap dengan ke Datangan Catline dan Juga Bara bisa membuat Ansel bangun Dari Komanya.
Dean mendekat Kearah Catline dan Juga Bara " Cat, Ini sudah hampir sore, Kamu dan Bara belum Makan siang, Kita Makan siang dulu yuk " Ajak Dean
" Kakak bisa ajak Bara makan, Aku Masih ingin di sini " Kata Catline
" Jangan egois Cat, Kamu harus mengisi perut mu Agar kamu bisa mengurus Ansel " Kata Dean
Catline berdiam sejenak " Baiklah " jawab Catline Pasrah
" Lagian, gue Juga sudah pesan makanan untuk Kalian " ucap Dean
Catline, Bara Dan Dean Mereka makan di Sana Kamar Hotel karena Dean takut Jika Mengajak Catline dan Bara makan di Luar terus Tiba-tiba Ada Anak Buah David
" Cat, Habis makan Gue ingin Bicara sama Lo " Kata Dean
" Heum, Baik kak " Jawab Catline
" Ponakan Gue sudah besar ya Cat, Gue jadi rindu Putra gue " Ucap Dean sambil tersenyum kecil " Namun Sayang, Dia lebih Memilih Kabur dari gue "
" Maafkan Aku kak, Waktu itu Aku tidak punya pilihan Lain sekalian Memberikan sejumlah Uang kepada Mika, Karena Mika mengancam Akan Menyebarkan Gosip Bahwa Anak Mika adalah Anak suamiku " Kata Catline Jujur
Dean Tersenyum sinis " Wanita itu benar-benar Berkepala Ular, Nanti setelah Urusan Ansel Beres Gue Akan ambil Hak asuh Anak gue dari nya, Gue gak Mau Anak gue nanti di Urus oleh Wnaita berkepala ular itu "
" Emang Kakak tau, dimana keberadaan Mika? " Tanya Catline
" Apa yang gue gak tau Cat, Semuanya gue Tau Bahkan Gue juga Tau jika Lo sering Nangis di pinggir pantai " Jawab Dean sambil terkekeh
Catline Membulatkan kedua matanya " Kakak Ih " Keluh Catline yang tidak habis pikir Bisa-bisanya Dean Mengetahui jika dirinya sedang menangis di Pinggir Pantai
" Lihatlah Boy, Mommy mu kalo sedang Marah Menakutkan Hihihi " Ledek Dean kepada Bara
" No! Mom Antik alo lagi Malah " Ucap Bara Yang membela Mommy nya
Senyum Catline langsung merekah mendapatkan Pujian dari sang Putra " Ah.. mommy semakin Cinta kepada Mu Boy " Kata Catline
Sedangkan Dean ia hanya bisa berdengus sebal Karena Ia gagal Meledek Catline " Anak Lo sama seperti Bapak nya, Gak bisa di ajak becanda " keluh Dean
" Hahahah.. nama Nya juga Ansel Junior " Jawab Catline yang tertawa
Dean Sudah Lama tidak mendengar Suara tawa Catline yang renyah, selama ini dirinya mengawasi Catline lewat CCTV Namun kali Ini Dean Melihat dan mendengar nya langsung
" Gue bangga kepada Lo Cat " ucap Dean Tulus kepada Catline " Lo bisa mengurus Anak seorang diri Dan Lo juga Menjadi Wanita yang super tegar Yang pernah gue kenal "
Catline Menghentikan Tawanya lalu melirik Dean " Ini berkat Bara Kak, Andai saja Waktu itu Tidak ada Bara Mungkin Saat ini Aku tidak akan berada di depan Kakak, Hanya Bara Penyemangat aku " jawab Catline Sambil tersenyum
" Dan gue juga yakin, Jika Ansel Bisa kembali ke kita karena Adanya kalian " Kata Dean
" Amin " jawab Catline
Makan Siang telah Usai Bara pun sudah tepar di samping Ansel " Ada apa kak? " tanya Catline
" Gue ingin, Lo rahasiakan semaunya dari David, Bersikaplah Biasa kepada nya Agar dia tidak Curiga jika Gue dan Ansel Masih hidup " kata Dean
Catline Mengepalkan Tangannya di bawah Meja Ia benar-benar Benci kepada David, selama ini Catline Pikir David adalah sosok kakak yang Baik Karena David selalu ada di saat dirinya terpuruk Namun Ternyata Musuh sesungguhnya Adalah Orang yang kita Anggap sebagai seorang Kakak.
" Gue janji, Gue akan Membawa Ansel ke Negara kita tanpa Sepengetahuan David " Kata Dean
" Tapi bagai mana bisa aku menyembunyikan Kebenaran ini? " Tanya Catline
" Ini demi kebaikan kita semua Cat,. Lo pasti Mau kan Suami Lo sembuh kembali " Kata Dean
Catline memalingkan Wajahnya kearah Lain " Kenapa dia sangat Jahat sekali, Padahal selama ini Dia terlihat Baik Bahkan sangat Baik "
" Justru yang terlihat Baiklah Yang selalu mengigit kita " Jawab Dean. Dean bisa Merakan bagai mana Kecewanya Catline Kepada David Apa Lagi selama ini David lah yang selalu menemani Catline.
__ADS_1
" Demi suamiku, Aku akan bersikap Biasa saja ketika sedang bersama nya " Jawab Catline
Dan tersenyum " Bagus kalo begitu " Kata Dean ,