
Sesampainya Ansel di Kantor ia masih Mengembangkan Senyumannya Hari Ini Ansel membuat para Karyawan dan Karyawati pada heran kepada dirinya Karena Biasanya Ansel Akan datang ke Kantor dengan Wajah dingin dan juga Arogan Namun kali ini Ansel malah membuat Mereka merasa ngeri.
" Sel " Panggil Dean yang baru datang
Ansel melirik kearah Dean " Lo baru sampe juga? " tanya Ansel
" Ia Sorry Bro. semalam Gue Ampe pagi jadi Kesiangan " Kata Dean Meminta Maaf
" Karena Hati Gue sedang Bahagia maka Gue Maafkan Tapi Lain kali jangan Harap Gue Maafin Lo " Kata Ansel
Dean Menyeliksik Wajah Ansel " Tumben Lo senyum-senyum, Habis dapat Undian Lo? " Tanya Dean
Ansel menyunggingkan senyumannya lalu ia masuk kedalam Lift dan menekan No lantai Yang Akan ia Tuju " Tatapan Lo berlebihan bro " Kata Ansel yang memasukan kedua tangannya ke dalam Saku celana
" Yaiyalah Gue Curiga Sama Lo, Lagian Ya Lo Itu gak biasanya seperti Ini " Kata Dean " Ah.. Gue baru Inget Lo kan punya perempuan sekarang, Apa kalian habis... "
Pletek..
" Buang jauh-jauh Pikiran Jelek Lo itu Gue gak Sama seperti Lo yang Akan mempermainkan Wanita " Keluh Ansel
" TeruS Lo kenapa Senyum-senyum kaya gitu, Kaya yang habis ganti Oli saja hahaha... " Tawa Dean menggelegar di dalam Lift bahkan ia sampai memegangi perutnya
Ansel menggelengkan kepalanya ia tidak habis Pikir dengan Sahabatnya Ini bisa-bisanya Dean berfikiran yang Tidak-tidak tentang dirinya dan juga Catline
" Makanya Punya Otak Itu di Cuci biar Tidak Ngeres Mulu " Kata Ansel yang langsung keluar dari dalam LIft dan berjalan ke ruangannya Meninggalkan Dean yang masih berada di dalam Lift.
" Sel. Tunggu " Teriak Dean Sambil berjalan cepat ke arah Ansel
" Lo buat Mood Gue Jelek "
" Hahaha Sorry Sorry.. " kata Dean
Ansel Duduk di Kursi kebesaran nya " Ini gue mau Bacain Jadwal Lo soalnya Sekertaris Lo gak Masuk " Kata Dean
" Ya Bacakan saja "
" Lain kali kalo Nyari Asisten itu jangan yang Bunting jadi tidak menghambat ke Orang lain " Keluh Dean
__ADS_1
" Mana Gue tau Dia Bunting, kan Itu pekerjaan Lo buat Cariin Sekertaris buat Gue dan Lo juga yang menyeleksi Dia " Jawab Ansel yang tidak terima di salah kan " Lagian Dulu kan dia gak Buntung. Apa jangan-jangan Lo yang Bungungin Karena Gue yakin Lo Embat dia juga " Kata Ansel
Ansel sangat Tau betul Bagai Mana Dean. Dia gak pernah Pilih-pilih Cewek jika untuk tidur yang penting Putih, Langsing dan Tunggi Pasti Dean suka.
" Gila Lo, mana mungkin Gue buntingin dia " Elak Dean Walaupun sebarnya dia juga Takut Jika itu Anak hasil Dari percintaan Satu Malam Apa lagi Waktu itu Dialah yang pertama Menerobos Benteng pertahanan Si Sekertaris
" Ya siapa tau saja kan, Gue gak tau. Jika sampai Itu Benar Anak Lo, maka Lo harus Nikahin Dia dan Beri dia Nafkah Yang layak " Kata Ansel
" Gue yakin jika itu Bukan Anak Gue lagain Kalo benar itu Anak Gue sudah Pasti Dia akan meminta Pertanggungjawaban dari Gue Tapi Ini Mana? Gak ada kan " Kata Dean
" Terserah Deh " Kata Ansel " Bacakan Jadwal Gue "
Dean Membuang napasnya Pelan Lalu ia membuka Jadwal Ansel Hari ini, Setelah Ia Membacakan Jadwal Dean Langsung Pergi ke Ruangannya.
Ucapan Ansel Tentang Sekertaris nya itu Benar-benar Mengganggu Pikiran Dean Apa lagi selama ini Dean Tau sendiri Kalo Sekertaris Ansel Tidak pernah Memiliki kekasih
" Ah bego, Kenapa Gue Masih mikirin Ucapan Si Ansel sih.. Bodo Amat lah Itu anak siapa Yang jelas bukan Anak Gue, kalo itu Anak gue Mana mungkin Dia gak Minta Pertanggung jawaban dari Gue " Kata Dean Menepis semau ucapan Ansel dan melanjutkan Aktivitas Nya.
Sedangkan di rumah Catline Baru saja bangun Dari tidurnya " Sudah siang " Gumam Catline Yang langsung turun dari Tempat tidur Dan Langsung Masuk kedalam Kamar mandi
Tak Butuh waktu Lama Untuk Catline Mandi Ia langsung keluar Untuk Mengisi Perut Miliknya yang Sudah Keroncongan " Mbak " Panggil Catline
" Aku pengen Makan dong.. Bisa tolong di Masakin? " Kata Catline sambil tersenyum
" Boleh Nyonya " Kata Si pelayan Itu
" Terimakasih Ya Mbak " Kata Catline
Tadi Catline keluar Kamar sambil Bawa Laptop Milinya, Sambil menunggu Makannya nya Mateng Catline Memilih Untuk Melanjutkan Bab Yang Belum usai Tadi Pagi
Catline Ingin segera Membereskan Novel miliknya Agar Bukunya Cepat Jadi " Tinggal Beberapa BAB lagi " Kata Catline Tersenyum Seneng karena Sudah pasti Sebentar Lagi Bukunya pun Akan Terbit.
Setelah menunggu Satu jam Makanan sudah Berjajar di Atas meja makan Bahkan saking Seriusnya Catline mengerjakan Novelnya Ia sampai Tidak sadar Jika makanan sudah di sediakan di Meja makan
" Nyonya Makanan nya sudah siap " kata Pelayan Itu
Catline Menutup Laptop Miliknya Lalu " Hah!!! Sebanyak Ini? kapan Kalian Menyiapkan nya? " Tanya Catline Heran
__ADS_1
" Maaf Nyonya, Apa makanan ini tidak sesuai Dengan Lidah Anda? " Tanya Pelayan Itu Gugup
" Bu..bukan begitu Maksud ku " Kata Catline " Aku tidak pilih-pilih Makanan cuman heran Saja Ko sebanyak Ini padahal Aku makan hanya sendiri Kan Mubajir kalo tidak habis " Lanjut Catline
Para Pelayan saling pandang " Sudahlah Kalo begitu, Aku makan dulu Perutku sudah Tidak tahan Ingin Di isi oleh Makanan ini " Kata Catline
Para Pelayan mengangguk patuh Lalu mereka Langsung Mundur namun tidak Meninggalkan Catline " Kalian sedang Apa di sini? " tanya Catline yang merasa canggung Jika makan harus di liat oleh Mereka
" Kami.. "
" Sudah tidak Apa-apa Kalian bisa ke belakang Nanti Jika Aku butuh kalian baru aku akan panggil Kalian " Kata Catline sopan
" Tapi Nyonya " Mereka Takut Jika harus meninggalkan Catline sendirian di meja makan Karen Ini memang sudah menjadi Tugas mereka.
Catline membuang Napasnya Pelan Lalu ia menyambungkan Telpon nya ke Ansel
Catline : Halo...
Ansel : Iya sayang ada Apa? Apa kamu merindukan ku?
Catline : Apa bisa Kamu suruh para Pelayan untuk pergi Meninggalkan Aku? Aku merasa risih jika harus makan di liat oleh Mereka
Ansel : Baik sayang, nanti Aku akan telpon Kepala Pelayan..
Catline : Terimakasih Sayang...
Tut....
" Kalian dengar itu kan, jadi Kalian jangan takut di Pecat, Aku tau Itu kerjaan kalian tapi aku merasa gak Nyaman Jika Makan harus di liatin oleh kalian kecuali jika kalian ikut makan denganku " Kata Catline
" Maaf Nyonya, Kalo begitu Kami Pamit " Ucap Para Pelayan
Setelah Kepaegain Para Pelayan Catline Melanjutkan Makan siang nya Dengan tenang
Sedangkan di Kantor Ansel menggelengkan kepalanya " Bisa-bisa Nya dia ngatur Aku " Gumam Ansel " Tapi Aku sayang menyayangi nya " Seulas senyum Kembali Terukir di Bibir Ansel
" lanjutkan " Kata Ansel
__ADS_1
Tadi pas Catline Menelpon Ansel sedang Meeting Dengan para Klien. Ansel Menghentikan orang yang sedang menjelaskan di depan hanya untuk Menerima Telpon dari Catline.
Dean menggelengkan kepalanya " Cinta memang membuat kamu gila Sel " Gumam Hati Dean