
Pagi ini Catline bangun dari tidur nya Ia merasa Ada yang berat di bagian Perut, Catline terkejut Karen Ada tangan yang melingkar
Deg...
" Tangan Ini.. " Catline langsung memutar Badannya Agar bisa melihat Pemilik tangan Yang melingkar di Bagian perut " Yank " Lirih Catline yang langsung memeluk Ansel Bahkan Catline men_m Bi_r Ansel Ia benar-benar Merindukan Sang suami
" Jika ini Mimpi Aku mohon Jangan bangunkan Aku dulu, Biarkan Aku tetap memeluknya walaupun Hanya sekedar Mimpi Hiks.. " Catline benar-benar Merindukan Sang suami.
Ansel Membuka kedua matanya Ia tersenyum karena Mendengar ucapan Catatan yang menganggap semau ini Hanya mimpi
Ansel Mel_t Bi_r Catline Lalu ia memperdalam Lum_n dan menggigit Bi_r Bawah Catline
" Auh.. sakit. " keluh Catline
" Apa ini Masih terasa Mimpi " Ucap Ansel Sambil tersenyum
" Yank. ini beneran, Ini tidak Mimpi? Hiks.. " Ucap Catline
" Aku akan Membuktikan nya Bahwa ini tidaklah Mimpi " Kata Ansel Yang langsung membuka Pakaian milinya Lalu merobek pakaian Milik Catline
Srek..
Ansel Meraup Apa yang sudah ia rindukan selama Ini, Dua Tahun Ia Koma Dan dua tahun Juga dirinya Tidak bisa memanjakan sang Istri membuta Ansel Tidak sabaran
" Eum... " lengguhan Catline yang Mulai terdengar Karena Ansel Melahap Habis sumber yang membuat dirinya Ketagihan
Acara saling membelit Terus berlangsung Apa lagi keduanya Sudah lama tidak merasakan Apa yang pernah ia Rasakan, Berbagai Macam Gaya meraka Lakukan seolah merak Adalah Pengantin Baru Yang Baru saja menikah.
" Aaaahhhhhhh..... " Keduanya Saling Menge_g Dan Mencapai puncak bersama
#Maaf ya di skip. Kalian bisa bayangin saja sendiri bagai mana Mereka saling mencurahkan Rasa rindu mereka ðŸ¤
" Yank. Kita harus selamatkan Bara " ucap Ucap Catline
Ansel tersenyum dan ingin menggoda Sang istri ". Siap Bara? Apa dia selingkuhan mu? " Goda Ansel
Bugh..
Catline Melempar Bantal kearah Sang suami " Bara itu Anakmu, Dia yang sudah menggantikan dirimu selama kamu tidak Ada Dan dia juga yang sudah membuat Aku kuat Samapi titik ini " jawab Ketus Catline
Membuat Ansel gemas " Hehheeh "
" Jangan ketawa, Ayo kita selamatkan Bara. Aku tidak ingin Kak David menyakiti Putra Kita " Ucap Catline Yang hendak berdiri namun Langsung di tarik oleh Ansel
" Apa kamu tidak merindukan hmm.. "
__ADS_1
" Aku merindukan mu tapi Nyawa Anakku sedang tidak baik-baik saja " Jawab Catline
Ansel Tersenyum " Terimakasih karena kamu sudah Mejadi Ibu dan ayah yang baik untuk Putra kita, Dan terimakasih Karena sudah tegar Menghadapi semua Cobaan yang menimpa dirimu Dan Maaf gara-gara Aku, Kamu Harus melakukannya sendiri " ucap Ansel Memeluk Catline " Dan satu lagi, Terimakasih Karena kamu masih setia menungguku "
Catline mengelus Pipi sang suami " Aku Akan terus menunggumu Walaupun aku tau Jika itu Mustahil Apa lagi yang Aku tau jika kamu sudah tiada Namun Aku akan tetap Menjaga Hatimu untukmu suamiku " jawab Catline " Tidak Akan ada Satu orangpun Yang Mampu menggoyahkan Perasaan ku Untukmu Karena Hanya Kamu Pria yang pantas berada di dalam Hatiku, Aku Kuat dan aku Tabah Karena Aku memiliki Bara Putra Kita, Andai saja Jika Bara tidak Ada Mungkin Aku akan mengakhiri Hidupku di waktu itu " Ucap Catline
Ansel langsung memeluk Catline kemabli Ia benar-benar Merasa Bahagia memiliki Seorang Istri yang sungguh mencintai dirinya Dengan Keadaan Apapun " Terimakasih Sayang " Ucap Ansel
" Mommy, Daddy "
Dor.. dor.. dor..
Catline Langsung Menatap sang suami " Apa itu Putra Kita? "
Ansel Langsung menhmggukak kepalanya " Benarkah? " Catline Langsung turun dari tempat tidur lalu Ia Membuka Pintu Kamar
" Bara "
" Mommy "
Bara Langsung memeluk Sang Mommy Dengan lekat, Catline Menangis Haru Karena Putranya kemabli dengan selamat " Maafkan Mommy Karen Mommy tidak menjemput mu Nak "
" It's Oke Mom " Kata Bara mengelus pipi Sang Mommy
Ansel langsung berjongkok Lalu memeluk Bara " Halo Boy, Jagoan Daddy " Ucap Ansel
" Kalian sudah saling bertemu? " Tanya Catline Heran karena Catline melihat Jika sang putra tidak merasa Asing dengan Daddy nya.
" Tentu " Jawab Bara
" Daddy Olong Bala Semalem " Jawab Bara jujur
Catline Membulatkan kedua mata " Serius? " Ansel hanya tersenyum lalu membawa Putra nya ke Atas tempat tidur
FLASHBACK ON
Ansel Sudah sembuh Bahkan Ansel sudah Siap Untuk membalas Perlakuan David kepada dirinya, Sudah waktunya Ansel untuk muncul dan Bertemu dengan Istri dan anaknya
" Lo sudah siap? " Tanya Dean
" Gue selalu siap " Jawab Ansel Dengan Tatapan Tajamnya
" Oke kalo begitu, Ayo kita Pergi sekarang Karena Istri Dan Anak Lo sudah menunggu " Kata Dean yang langsung Di balas anggukan oleh Ansel
Niat Hati ingin memberikan Kejutan kepada Anak istri namun Malah Ansel lah yang mendapatkan kejutan dari Merak, Ansel mendapatkan Kabar Jika Anaknya di Culik oleh David dan istrinya Di paksa harus menikah dengan David
__ADS_1
" Sialan Si David, Gue habisi Dia " Kata Ansel Yang sudah Tidak tahan lagi Ingin Menghabisi David
" Sabar, kita Harus menyusun Rencana dulu agar Dia Mudah Kita tangkap " ucap Dean
" Gue Harus sabar bagai mana lagi!!! Istri dan anak Gue dalam bahaya " ucap Ansel
" Lo Tenang dulu " ucap Dean
Ansel terdiam " Nanti Malam kita beraksi, Gue sudah menggunakan anak Buah kita untuk membantu kita " Ucap Dean
Ansel memalingkan wajahnya Ia Benar-benar Tidak Habsi Pikir Orang yang Ia anggap sudah seperti Keluarga Sendiri Malah menusuknya dari Belakang Bahkan Dia Rela Membunuh Dua nyawa sekaligus.
Bruk...
" Sialan!! Siapa kau? " Ucap David Yang terkejut karena Pintu Kamarnya Di Dobrak begitu Saja
" Ini Gue, Apa kau Masih ingat? "
David Membulatkan kedua matanya " Tidak, Ini Tidak mungkin " Ucap David " Aku Pasti luap meminum Obat " David langsung mencari Obat yang Biasa ia minum Namun..
" Cih, ternyata Benar bahwa kau memang sudah gila "
" Diam kau " ucap David yang langsung meminum Obat Itu dengan terburu-buru Bahkan Samapi berjatuhan ke atas lantai Lalu meminumnya
" Gue Akan membalas Apa yang sudah Lo Lakukan kepada Gue "
" Hahaha Itu tidak Mungkin Karena Sebentar Lagi Gue Lah pemenangnya Hahahahha "
Dor...
Dor...
Dor....
" Kau sudah membuat Istriku menanggung semuanya sendiri Bahkan Kau Sudah Rela kehilangan Kedua Sahabatmu hanya Demi Obsesi mu Dan Kini Gue akhiri semuanya Karena Gue Gak mau Liat wajah Brengsek Lo lagi " Ucap Ansel setelah ia Menembak David tiga Kali " Nyawa di balas nyawa "
" Hahaha " David tertawa di akhir-akhir Ajalnya Lalu ia Menghembuskan Napas yang untuk yang terakhir Kalinya.
Ansel terduduk lemas Ia Benar-benar Merasa bersalah kepada David Karena dirinya telah menembak Mati David " Maafin Gue Dav, Ini yang terbaik untuk Lo, Dan Sorry karena Gue Lo melakukan hal yang Di luar kendali " ucap Ansel Memandang David yang sudah tidak bernyawa
Ansel Akan memakamkan David dengan secara Layak Mau bagai manapun David adalah Teman terbaik Untuk Ansel Ia Akan memberikan kehormatan yang layak Untuk David.
Jam Dua pagi Ansel Pulang ke rumah miliknya setelah Ia Memakamkan David di salah Satu pemakaman Yang Ada di kota Ini. Ansel berjalan Ia melihat sang Istri Yang meringkuk Di atas tempat Tidur " Maafkan aku sayang, Karena Aku Baru Menemui Mu " Kata Ansel mengelus kepala sang istri dengan Lembut lalu mengecup Kening Catline dan Ikut Membaringkan tubuhnya di Belakang Catline sambil memeluk Catline.
FLASHBACK OFF
__ADS_1