My life

My life
TUJUH BELAS TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Tidak terasa Kini pernikahan Catatan dan Juga Ansel Sudah Masuk ke Tahun Tujuh belas, Lika liku pernikahan Pasti Akan selalu Ada namun Mereka slalu Menghadapinya dengan Tenang, Sabar dan Saling percaya membuat Ruang tangga mereka Awet Samapi saat ini.


Bara Sudah berusia 16Tahun Dan Bara telah memiliki Adik perempuan Yang bernama Sheilla Putri Arsenio Sikap Sheilla sangat terbalik dengan sang Kakak yang Bar-bar, Sheilla Lebih senang mengurung diri di kamar dan Ia juga tidak terlalu suka dengan Keramaian, Sheilla yang pendiam dan tidak banyak Ngomong Membuat Bara Selalu usil kepada Sheilla.


Seperti Saat ini Bara Sedang usil kepada Sheilla karena Shella yang tidak ngin di Ajak Berbaur dengan yang lain Padahal Malam ini Adalah Hari ulang Tahun pernikahan Kedua orang tua Nya


" Stop Kak!! " Ucap tegas Shella


" kamu itu kalo jadi perempuan Harus banyak bergaul Biar kamu banyak teman " kata Bara


" Aku tidak butuh Teman " jawab Shella dingin


" CK.. kau saja saja seperti Daddy " Keluh Bara


" Apa kakak tidak sadar, kakak lebih Dingin Dari ku bahkan Kakak itu Sebelas Dua belas dengan Daddy " Kelun Shella


" Ada apa Ini, kenapa kalian Malah ribut " Tegur Ken Yang baru saja Datang " Apa kalian tidak malu di lihat oleh para Tamu " lanjut Ken


Ken Tubuh menjadi Pria yang Tegas, Tampan Dan Bahkan Rupawan bahkan ia Akan selalu melindungi Kedua Adiknya dari Mara Bahaya, Walaupun Ken Tau Jika Mereka bukanlah Adik kandung Ken Namun Ken Sudah menganggap Merek sebagai Adiknya sendiri


Sheilla Langsung Memegangi Lengan Ken " lihatlah Kak, Kak Bara terus saja Mengganggu ku " keluh Shella


" Bara, Apa benar yang di Ucapkan oleh Shella? " tanya Ken


Bara Membuang Napasnya Pelan " Aku hanya ingin Mengajaknya untuk Berkenalan dengan Yang lain " Jawab Bara


" Bara, Kita harus Menghargai Penolakan Shella. Lagian Kita sebagi Kakak nya seharusnya menjaga Shella Dari Pria-pria Itu Agar Shella Tidak di ganggu Oleh Mereka " kata Ken


" Iyah Kak maaf " kata Bara


" Minta Maaflah kepada Shella " kata Ken


" Shella, Kakak Minta Maaf " kata Bara Yang langsung memberikan Jadi kelingkingnya


" Ia Shella Maafkan, Tapi Kakak jangan kaya gitu lagi " keluh Shella.


" Iyah Kakak janji Gak akan mengulanginya lagi " Jawab Bara Memeluk Shella

__ADS_1


Di ujung sana Catline, Ansel dan Juga Dean melihat Kebersamaan Putra putri mereka " Aku senang Karena Ken Bisa menjadi Kakak yang baik untuk mereka " Kata Catline


" Iya Mom, Aku juga senang Karena Ken bisa Membawa pengaruh yang baik untuk Kedua Anak-anak kita " Lanjut Ansel yang memeluk Catline


Dean yang melihat Kebersamaan Catline dan Juga Ansel hanya bisa Membuang Napas. Dean Memutuskan Untuk tidak menikah Lagi Ia Memilih Mengurus Ken seorang Diri, Ya walaupun Ansel Dan Catline selalu meminta dirinya untuk menikah Namun Dean Selalu menolak dengan Alasan Ia Tidak butuh Wanita Karena ia Sudah memiliki Putra yang tampan Yang akan Selalu ada untuk Dirinya.


" Apa Kalian sengaja Mau memanas-manasi diriku " Keluh Dean


Ansel dan Catline saling pandang " Heheheh Memangnya, Buang Lapuk kaya kamu masih iri jika melihat Kita bermesraan Seperti ini " kata Ansel Malah sengaja Meledek Dean


" Sialan Lo, Mau kalian Jungkir balik di depan Gue, Gue gak Akan Terpengaruh dan Tidak Akan Tergoda Karena Hati Gue Sudah Karatan " Ucap Dean


" Hahaha... gue Gak Habis pikir saja Lo, Pria Casanova seperti Lo ko bisa sih memilih Untuk menjadi Bujang lapuk dan Tidak ingin menikah " Ansel menggelengkan kepalanya Ia bandar-bandar Tidak habis pikir kepada sahabatnya Ini Bisa-bisanya ia Memilih untuk melajang padahal Ken sudah berapa Kali merestui Dean agar Dean menikah.


" Terserah Gue, hidup hidup Gue kenapa jadi kalian Yang Repot " Keluh Dean Yang langsung meminum Minuman miliknya


Catline tersenyum " Jangan Marah Gitu kak, Lagian Mau kakak Menikah Atau Tidak Itu Urusan kakak Yang penting Kakak jangan Ambil Ken Dari kami Karena Bagi Aku Ken Adalah Putraku, Kakak Dari Bara dan juga Shella " Ucap Catline


Dean merasa terharu Dengan ucapan Catline " Terimakasih Ya Cat, Karena kamu Sudah Mau merawat Ken Dari kecil Sampai Saat ini " kata Dean


Catline Akan merasa sedih Jika dirinya teringat Ke Masa Itu, Kehilangan Ansel membuat dirinya Benar-benar Mati rasa Dan bahkan hilang Akal untung saja Ada Bara yang Mejadi sumber kekuatan Dirinya.


" Itu semua sudah berlalu Cat, Sekarang kalian berbahagialah. Masa-masa Sulit Kalian Sudah lewat Apa lagi Sekarang kalian sudah memiliki Putra dan Putri Yang tampan Dan juga Cantik " Kata Dean


Catline menganggukkan kepalanya " kakak Benar " Jawab Catline


Ansel menepuk bahu Dean " Gue Benar-benar Hutang nyawa Kepada Lo Bro " Kata Ansel


" Kalo kalian merasa Berhutang Budi kepada Gue, Gue minta Shella untuk menjadi Menantu Gue. Hahhahaha "


Ansel melirik Catline " Kak, Aku akan sangat senang jika Shella Akan menikah dengan Ken, lagian Ken pria yang baik bahkan selama ini Ken selalu menjaga Shella namun Semua itu kembali lagi kepada Mereka, Aku tidak ingin memaksakan " kata Catline


" Yang di Omongin Istri Gue Ada benar nya, Biarkan mereka sendiri yang mengurus Perasaannya. kita sebagai Orang Tua Jangan Memaksakan Kehendak Mereka " Lanjut Ansel


Dean menganggukkan kepalanya " Kalina Benar, Gue sangat Berharap Jika Di antara merak Memiliki hubungan Agar gue Tenang Melihat Putra Gue Menikah dengan gadis seperti Shella. Bukan hanya Cantik Namun Shella Selalu Bersikap Sopan Dan juga Ramah Padahal Kita tau Bagai Mana sipat Aslinya Sheilla yang sebelas dua belas dengan Lo. Hahhaha "


" Sialan Lo " keluh Ansel

__ADS_1


Namun Walaupun begitu Memang Benar Adanya Sheilla Memang Sebelas dua belas dengan dirinya, Ansel juga bingung kenapa Bisa Kedua Anaknya Slalu Bersiap dingin kepada Orang yang tidak merasa kenal.


" Gue kesana Dulu ya " kata Dean Yang langsung di balas Anggukan oleh Ansel


" Sayang "


" Iyah yank "


Ansel mendekap Catline dengan Erat " Terimakasih Karana Kamu sudah mau Mendampingiku sampai Saat ini, Aku berharap Jika Kita akan selalu bersama Sampai Akhir hayat yang memisahkan Kita " ucap Ansel


" Aku juga Terimakasih Karena Daddy, Sudah membuat Hari-hariku berwarna Dan Terimakasih Karena Daddy Sudah memberikan Dua Permata yang Cukup indah untukku " kata Catline


Ansel mengerutkan keningnya " Bara dan Juga Sheilla. Mereka Adalah Permata yang dikirim Oleh Tuhan Untukku, Aku benar-benar bahagia berada di samping kalian " kata Catline yang menitihkan Air matanya


Siapa yang sangka Catline yang tidak memiliki siapa-siapa Bahkan Untuk makan saja Harus minta-minta kepada Orang lain Bahkan Orang terdekatnya pun malah menganggap dirinya pembawa Sial. Tapi kini Hidupnya Sungguh Bahagia Jauh dari kata Kekurangan Bahkan Kini ia hidup bergelimang Harta Dan di kelilingi Orang-orang Baik.


Mempunyai suami dan putra Putri yang Tampan dan Cantik Sungguh Sebuh Anugrah Untuk Ansel Dan Catline Apa lagi mereka tumbuh Dengan Cantik dan Juga Tampan bahkan Mereka sangat pintar dan Juga Banyak di kagumi oleh Anak-anak seusianya.


" Mommy, Daddy " seru Sheilla yang berjalan kearah Sang Mommy dan juga Daddy


" Putri Mommy, Ada Apa nak " tanya Catline lembut


Sheilla Memeluk Catline " Selamat ya Mom, Dad. Maaf Kalo Sheilla belum bisa memberikan Apa-apa Untuk mommy dan juga Daddy. Habis Aku bingung Mau Memberikan Apa kepada Kalian Orang Mommy dan Daddy sudah memiliki semuanya " kata Sheilla Yang malah Bergelayut Manja di Lengan Sang Mommy


Catline dan Ansel mereka tersenyum lalu mereka mencium Pipi Sheilla " Putri Mommy dan Daddy ini sudah dewasa Ya, Mommy dan Daddy tidak menginginkan Apa-apa Dari mu, Cukup kamu menjadi Putri Kami yang baik dan selalu membahagiakan Mommy dan Daddy, Itu semau sudah cukup " kata Catline


" benar yang di bilang oleh Mommy mu, Cukup kamu menjadi Putri kami Yang Cantik dan Baik Hati. itu semua Sudah lebih Cukup " Ansel mencium Kening sang putri


" Sheilla janji, Akan selalu membahagiakan Mommy dan juga Daddy, bahkan Sheilla Akan selalu merawat Daddy dan juga Mommy " Sheilla Memeluk Catline dan juga Ayah nya


Sheilla Bercita-cita ingin menjadi seorang Dokter Profesional Karena Ia ingin selalu merawat sang Daddy dan juga Mommy nya, Cita-cita Sheilla di dukung oleh Catline dan Juga Ansel Mereka tidak ingin menghalang-halangi Cita-cita putra Putri mereka Karena Bagi Ansel dan Catline Kebahagiaan Mereka lebih penting.


Bara Juga sudah mulai terjun ke Bidang Bisnis Karena Itulah cita-cita Bara Sedari Kecil ia ingin Seperti Sang Daddy Menjadi pebisnis Muda yang sukses.


Tidak Jauh Beda dengan Ken, Ia juga sudah terjun ke Bidang bisnis Karena Sang Ayah yang sudah mengajarkan Ken Untuk Belajar bisnis dan Setia dengan Keluarga Ansel. Keluarga Ansel Sangatlah berjasa Di Hidup Dean.


................... TAMAT ....................

__ADS_1


__ADS_2