My life

My life
HAK ASUH ANAK


__ADS_3

Satu Bulan kemudian.


Hari ini Dean Telah berhasil mengambil Alih Hak Asuh Ken dari Mika, Bahkan Dengan Bukti-bukti Yang di Berikan oleh Dean Memudahkan Dean Mengambil Ken dengan Mudah.


Mika Tidak di berikan Hak Asuh bahkan Mika Juga tidak Di perbolehkan Untuk menjenguk Ken kecuali Dean Atau Ken Sendiri yang Ingin bertemu dengan Mika " ini tidak Adil, Pokonya Aku akan mengajukan Banding Agar Aku bisa mengambil Ken kemabli " Kata Mika Dengan Lantang


Dean Tersenyum sinis " Apa kau tuli? Apa yang di Ucapkan Oleh Hakim itu benar-benar Sudah Akurat Bahkan Bukti-bukti pun sudah Benar, Apa lagi yang ingin kamu Ajukan hah!! Apa kamu ingin Membuat Anakku semakin Tidak ingin bertemu dengan mu? " Kata Dean dengan Tatapan Tajamnya


" Dari pada Kamu Berusaha Untuk mengambil Ken dari ku, Lebih Baik kau perbaiki dirimu Dan berubah lah Agar suatu saat Nanti Ken tidak malu memiliki Ibu seperti dirimu " Ucap Dean yang langsung meninggalkan Mika Di depan ruang persidangan


Mika Mengepalkan Tangannya ia tidak terima Dengan Kekalahan " Mati kamu! " Mika mengambil Pot Bunga Yang ada di samping Lalu melemparkannya ke Arah Dean


Brak...


Darah Bercucuran di belakang kepala, Dean Langsung Berbalik Dan menatap Kearah Mika


Mika Melebarkan Kedua Matanya lalu melangkah ke belakang " Kau!!! " Tunjuk Dean


" Kau pantas mendapatkannya " Ucap Mika Dengan Nada takut


Dean Melangkah dan Ingin Memberikan pelajaran kepada Mika namun Keburu Sekuriti menghampiri Mereka Dan mengamankan Mika " Bawa dia ke pihak berwajib Karena Saya Akan Menjebloskan Wanita ular ini ke penjara " kata Tegas Dean " Bahkan Saya tidak Akan membiarkan Dia lolos begitu saja "


Mika uang sudah semakin ke Takutkan ia Langsung Bersimpuh di kaki Dean " Maafkan saya Tuan, Saya mohon Maafkan saya " Mohon Mika Dengan air mata yang berlinang


" Cih.. Aku tidak akan pernah memaafkan Wanita seperti mu. Pertama Kau sudah membuat Anakku tersiksa oleh mu Dan sekarang Kau Mau mencelakai ku " Kata Dean " Bawa dia Pak " Ucap Dean menepis Tangan Mika dari kakinya


" Tuan " Ucap Anak Buah Dean yang baru saja Datang


" Dari mana saja kalian " keluh Dean Yang mulai merasa pusing di bagian Kepalanya


" Apa yang terjadi, Ayo Tuan. Kita ke Rumah sakit sekarang " Kata Anak Buah Dean Yang langsung membawa Dean ke Rumah sakit


Di Rumah Sakit Dean Langsung di tangani oleh Dokter Bahkan Dean mendapatkan beberapa Jahitan di kepalanya Karena Adanya robekan.


" Bagai Mana dengan Keadaan Tuan saya Dokter? "


" Pasien Sudah kami Tangani Dan kini Pasien sedang beristirahat " Jawab dokter


" Lalu Kapan Kami bisa Menjenguk Tuan kami? " Tanya Nya lagi


" Sekarang Juga bisa tapi Jangan berisik ya, Karena Pasien harus banyak istirahat " kata Dokter " Kalo begitu, Saya Permisi "


" Terimakasih Dokter " Jawab Anak Buah Dean


" Kita Harus bagai mana sekarang, Telpon Tuan Ansel Jangan? " Tanya nya Bingung


" Entahlah Gue juga bingung " Jawab nya


" Telpon Saja kali ya, Takutnya Tuan Ansel Khawatir "


" Terserah Lo saja "


Akhirnya Anak Buah Dean Langsung menghubungi Ansel Jika Dean Saat ini sedang di Rawat di Rumah sakit, Kaget sudah pasti karena Tadi Dean sempat mengirim pesan bahwa persidangannya Lancar.


" Sayang, Aku harus ke rumah sakit sekarang " Kata Ansel


Catline Mengerutkan keningnya " Ada apa, Dan siapa yang sakit? " Tanya Catline heran


" Dean masuk rumah sakit, Mika Melempar Pot Bunga ke Kepalannya Makanya sekarang Dean Ada di rumah sakit. Aku ahrus ke sana, Kamu jaga Anak-anak ya sayang " kata Dean


" Iyah yank, Hati-hati di jalannya " Kata Catline Yang Ikut Khawatir dengan keadaan Dean


" Semoga saja, Kak Dean Baik-baik saja " Gumam Catline


Setelah Kepaegain Ansel. Catline Melanjutkan Aktivitasnya ia Sudah memulai Menulis lagi, Catline Ingin Membuat Buku My Life Yang ke Dua " Mudah-mudahan Para pembaca Buku Aku Masih setia Dan Masih Ingin Membaca Buku yang Aku buat " Gumam Catline Sambil tersenyum


Di rumah Sakit Ansel langsung masuk ke ruangan Dean Ia ingin tau Bagai mana kabar Dean Saat ini " Bagai mana keadaannya? " Tanya Ansel kepada Ank buahnya


" Kabarnya Sudah membaik Tuan, Tuan Dean sedang Beristirahat " Jawab Anak Buah Dean


Ansel melihat Dean yang sedang terbaring di atas Brankar Dengan kepala yang di lilit oleh Kasa " Cih, Macan seperti mu saja Bisa sakit dan terbaring di atas Brankar itu " Ledek Ansel Sambil tersenyum kecil

__ADS_1


" Gue dengar ucapan Lo " lirih Dean yang sudah Bangun dari tidur nya


" Baguslah kalo Lo dengan " Jawab Ansel " Jadi Langkah Apa yang akan Lo ambil buat selanjutnya? " Tanya Ansel


" Gue Mau, dia membusuk di Penjara Dan Gue Akan Memasukkan Anak buah gue buat menghabisi Wnaita itu " Ucap Dean Dengan tatapan tajamnya


Ansel tersenyum Sinis " Gue dukung rencana Lo, Tapi sekarang Lo Sembuhkan dulu kepala Lo " Kata Ansel


" Oh iya, Gue mungkin Akan di sini beberapa hari, Gue mau Minta Tolong kepada Lo Untuk menjaga Ken Dan jangan Kasih tau dia kalo gue Masuk Rumah sakit " Ucap Dean


" Lo tenang saja, Soal Ken Lo gak perlu pikirkan Lagian Ken Anteng bermain dengan Bara " jawab Ansel " Gue gak bisa lama-lama Soalnya Istri Gue sudah menunggu Gue Di rumah " Canda Ansel


" Gila Lo " Ucap Dean yang menutup Mata nya " Pergilah, Ada Lo di sini juga bikin gue Pusing " Keluh Dean sedikit mengusir Ansel


" Hahaha.. Jaga dirimu baik-baik Jangan Asal Makan Ingat Musuh kita ada di Mana-mana Hahahah " Ucap Ansel sambil tertawa


Ucapan Ansel berhasil Membuat Dean Kesal " Awas Lo Ansel " Teriak Dean Kesal


Sedangkan Ansel sudah keluar dari Ruangan Dean dengan Wajah yang senang karena berhasil Membuat Dean Marah.


Di jalan Ansel Menghentikan Kendaraannya Ia melihat Ada Toko bunga " Aku sudah lama tidak memberikan Bunga untuk istriku " Gumam Ansel Yang langsung turun dari Mobil dan membeli Bunga Yang cantik Untuk sang istri


Ansel Pulang dengan Membawa Buket bunga Mawar Merah yang ia Beli tadi Di jalan, Dengan senyum yang mengambang Ia berjalan ke Tempat Bermain Anak-anak " Sayang, Aku pulang " Teriak Ansel


Catline yang mendengar Panggilan Dari Sang suami Ia langsung berdiri dan Benar saja Sang Suami sudah ada di belakangnya


" Sudah pulang yank, Bagai Mana Kabar Kak Dean? " Tanya Catline


" Dean Baik-baik Saja, ya Walaupun dia butuh di rawat beberapa Hari di rumah sakit " Jawan Ansel membenarkan Anak Rambut milik Catline


Catline menganggukkan kepalanya lalu melirik Ke bekang Ansel " Apa itu yank? " Tanya Catline heran


" Tebak Apa coba? "


Catline ingin melihat ke arah belakang Ansel namun.. " Ini Bunga Untukmu Sayang " Ucap Ansel Yang memberikan Buket Bunga Mawar Merah kepada sang Istri


" Wah Cantiknya " Puji Catline yang langsung Menghirup Bunga Mawar di tangannya



" Sama-sama Sayang " jawab Ansel yang mencium Bi_r Catline sekilas


" Daddy " Panggil Bara


Ansel langsung Melihat kearah Sang Putra " Ia Boy, Ada apa? " tanya Ansel Yang langsung berjongkok


" Ayo Main " Ajak Bara


" Siap Boy " Ansel langsung Pergi bermain dengan Bara Dan Juga Ken.


Catline Tersenyum Melihat Ansel yang di tarik Oleh Bara Untuk bermain bersama, Sedangkan Catline Ia langsung Mencari Pot untuk di jadikan Pot Bunga Yang di Bawa Oleh Ansel Tadi.


Bunga yang Cantik Apa Lagi Yang memberikan Adalah suami sendiri " Sepertinya Di simpan di sini Bagus " Kata Catline Menaruh Pot Bunga di Dalam Kamarnya


Usai Menata Bunga Catline Pergi ke Dapur membuatkan Cemilan Untuk suami Dan juga Putranya " Mbak, Tolong Ambilkan Mangkuk yang Cocok untuk cemilan Ini " Kata Catline kepada Mbak nya


" Siap Nyah " Jawab Si mbak


Catline membuat Cemilan yang biasa di gemari oleh Bara, Dan untungnya Selera Bara Sama dengan Ansel.


Stub Roti. Catline sudah mengganti Susu sapi dengan Susu kedelai Karena Ansel Dan Bara Alergi Susu Sapi.



Bara dan Ansel Sangat menyukai Makanan sederhana ini " Daddy, Bara, Ken. Sini Lihat Nih Mommy Bawakan Apa untuk Kalian " kata Catline Kepada Ke tiga Pria itu


" Wah, Tub Oti " Seru Bara Yang langsung Menghampiri Catline


" Mau Mom "


Catline Memberikan Satu Mangkuk satu " Mom Buat Aku mana? " Tanya Ansel yang berjalan kearah Catline

__ADS_1


" Ada dong " Jawab Catline


Catline melihat Bara dan Ken Yang sudah menikmati Makanan nya " Ini buat Daddy, Spesial " Bisik Catline di telinga Ansel


Sontak Saja Kedua Mata Ansel langsung Berbinar " Mau Mom " Ucap Ansel


Catline Menyuapi Ansel " Bagaimana Enak? "


" Sangat Enak Mom " Puji Ansel


" Apa Bara Juga sama Sepertiku? " Tanya Ansel Yang di jawab anggukan Oleh Catline


" Bara Adalah Duplikat kamu Yank, Apa yang kamu tidak suka pasih melekat di Bara, Bahkan Bukan Hanya Itu sikapnya Pun Sama, Sama-sama Dingin jika ketemu sama orang Baru " Kata Catline


" Calon pemimpin Harus begitu Mom, Biar Orang Segan Kepada Kita " Jawab Ansel yang tidak ingin di salahkan


" Hm.. tapi itu juga kurang Bagus, Takutnya Bara tidak punya banyak Teman karena Idenya Yang Angkuh dan Dingin " Balas Catline


" Lebih Baik sedikit teman Dari pada Banyak teman Tapi Malah bikin Rusuh " Ucap Ansel " Aku malah sudah merencanakan Untuk menyekolahkan Ken Dan Bara Bersamaan, Biarkan Mereka tumbuh Bersama Seperti Aku dan Dean " Kata Ansel yang sudah mempunyai rencana sendiri Untuk Masa depan Bara Dan juga Ken.


" Tapi bagai mana dengan Kak Dean? " Tanya Catline " Apa Akan setuju? "


" Tentu, Dean Pasti setuju Karena Dia Juga sepemikiran Denganku,. Dean juga menginginkan Putranya Agar selalu bersama Bara Dengan begitu Hubungan Kita tidak Akan pernah Putus "


" Hm.. Jika itu Sudah menjadi Keputusan Kalian Aku sebagi Seorang Ibu Hanya bisa Mendukung dan Mendoakan Apa yang kesuksesan Anak-anak nya " Kata Catline " Yang penting mereka Masih di jalan yang benar dan tidak melenceng Dari Ajaran kita " lanjut Catline


" Iyah sayang, Aku akan Pastikan Jika Mereka Akan Terus bersama Dan Masih Di jalan yang Benar "


Mana Mungkin Ansel Akan membiarkan Anak-anak nya tumbuh Tanpa pengawasan dirinya, Apa lagi Di Negara Ini Pergaulan cukup bebas bahkan Sangat Bebas. Ansel Tidak ingin Jika Anak-anaknya Nanti menjadi Pria yang tidak berguna Mereka harus Menjadi Pria yang berguna Untuk keluarga Dan Untuk dirinya mereka masing-masing.


Hari sudah semakin Sore Kini Anak-anak Sudah masuk ke kamar mereka masing-masing Termasuk Ansel dan Catline Yang sudah berada di dalam Kamar Mereka " Sini sayang " Kata Ansel


Catline Berjalan lalu membaringkan Tubuhnya di Samping sang suami " Aku sangat merindukan pelukanmu " Bisik Ansel


" Aku juga sangat Merindukan kamu Yank " Jawab Catline


Entahlah selama Satu bulan Ini Mereka seperti Pengantin baru, Kata-kata Manis selalu mereka Lontarkan sebelum mereka Tidur Bahkan Bangun tidurpun Mereka Masih selalu mengucapkan Kata Manis


" Love you Sayang "


" Love you to.. Aaaaahhhhh..... "


Catline mend_h Ketika Ansel Memasukan Sosis Miliknya Ke kue Apem yang sudah Membasah


" Ini Sangat Nikmat Sayang "


" aaahhhhh.... "


" Yesss Aahhhh.... "


Racauan Mereka Benar-benar Membuat Orang yang mendengarkan nya Akan Ikut panas Apa lagi Di sela-sela Mereka Berc_a Mereka selalu menyelipkan Kata Cinta Seolah mereka tidak bersama Bosan menyebutkan nya.


~ PAGI HARI


Di rumah sakit Dean Pergi Jalan-jalan Pagi sambil Mencari Sarapan yang ia Mau, Walaupun Kepala Dean Makan di perban tapi Dean enggan Jika terus menerus berbaring Di ranjang Rumah sakit.


" Mbak, Saya pesan Burger satu Dan Kentang Goreng nya Satu " kata Dean " Jangan Lupa Air meneral satu " Dean langsung Duduk di Kursi Yang sudah di sediakan di sana


" Kabar Ken bagai Mana ya " Gumam Dean yang hendak Menelepon Ansel namun ia Ingat Jika Pagi-pagi Gini Ansel pasti sedang bercocok Tanam " Ah Sial Hampir saja Lupa Jika si Ansel kan Suka bercocok Tanam Jika Pagi-pagi Gini. Biar Nanti sehat Agar Siangan Gue Telpon Catline Dan menanyakan Kabar Ken " gumam Dean yang menaruh kembali Handphone Miliknya.


Pesanan Dean Pun telah sampai Ia menikmati Sarapan Yang ia pesan Tadi


" Tuan " Panggil Nova


Dean membuang muka ke arah lain. bukan Dean membenci Nova Namun Dean jadi enggan untuk Bersikap Baik kepada Wanita karena pengalaman dirinya Yang membuat Dean Dingin terhadap Wanita


Dean langsung menoleh ke arah suara " Ada apa? " tanya Dean sambil menikmati Sarapannya


Nova berjalan ke arah Dean " Ini, Tadi saya di suruh Nyonya Untuk membawakan Pakaian Ganti Untuk Anda " Kata Nova


" Yaudah kamu bisa berikan kepada Anak Buah ku, lalu kamu pergi lanjut pekerjaan Mu di Perusahaan Karena Untuk beberapa Hari Ini Aku tidak Bisa masuk ke perusahaan " Kata Dean Langsung tanpa Basa Basi

__ADS_1


Nova menunduk lalu " Baik Tuan " jawab Nova Yang langsung pergi meninggalkan Dean di Kantin


Nova Tidak Mengerti Kenapa Dean Bersikap dingin kepada dirinya Padahal Pas Awal-awal Dean lah yang paling akrab dengan dirinya Bahkan Dean Juga sangat Ramah Waktu itu, Namun Nova tidak ingin Berfikiran yang tidak-tidak ia Langsung kembali ke perusahaan setelah Mengantarkan Pakaian Ganti Untuk Dean.


__ADS_2