
Ansel Berjalan ke arah Kamar Milik Catline, Dean Melihat Catline yang sedang sibuk Mengobrol Di depan Laptop ia Akan menunggu di Atas tempat Tidur namun ia tidak Akan mengganggu Catline yang terlihat sedang Ngobrol serius.
Sambil Menunggu Ansel Berman Game yang biasa ia mainkan dengan Catline Namun tidak menggunakan suara karena Takut Mengganggu Catline.
" Pokonya Aku ingin Sampul Buku ku itu sesuai dengan Apa yang Aku mau, Kalian tidak Bisa Main menggantinya begitu saja Apa lagi Gambar nya Tidak terlalu Bagus menurut ku " Keluh Catline ke seberang Sana
" Ya. Kalo kalian menggantikan nya Maka Aku akan Tarik Naskahku Dan Aku akan Kirim ke plafon Lain "
.....
" Ya. Di tunggu kabar nya " kata Catline yang langsung Menutup Laptop
Ansel yang melihat Catline Cemberut Ia langsung Mendekat ke arah Catlin " Ada apa sayang? Kenapa Bibir mu ini Sampai maju begini heum.. " Tanya Ansel
Catlin Membuang Napas Pelan lalu menyandarkan Kepalanya di pundak sang kekasih " Aku lagi kesal sama pihak Editor, Aku Udah capek-capek Buat Cover eh malah mau Di ganti oleh Mereka " Keluh Catline
Ansel mengelus kepala Catline " Mana Coba Aku lihat Cover yang kamu bikin " tanya Ansel
Catline langsung menunjukan Cover yang Di bikin oleh dirinya " Bagus kan, bahkan Aku Membuatnya samapi Jungkir balik Biar terlihat Menarik " Kata Catline " Terus ketika Aku liat Cover yang mereka kirim malah Sangat jelek gak ada Warna nya "
Ansel terus melihat Cover yang di buat oleh Catline ". Apa aku Boleh Bantu? " Catline menganggukkan kepalanya " Biar Aku perbaiki Sedikit ya "
Catline Melihat gerakan tangan Ansel yang sangat Ahli dalam Menggambar bahkan Desain nya lebih Bagus dari Yang dia buat " Bagai mana? " tanya Ansel
" Wah.. ini sih Luar biasa, Bagus banget " Kata Catline Yang Takjub dengan hasil Gambar yang di buat Oleh Ansel
Dulu Ansel Bercita-cita Ingin menjadi Arsitek Namun Karena Dirinya Adalah Pewaris Tunggal membuat dirinya Harus meninggalkan Mimpinya lalu Melanjutkan Usah yang di Buat oleh Kedua orang tua nya.
" Kamu bisa gambar juga? " tanya Catline
Ansel tersenyum " Tentu bisa dong " Jawab Ansel
" Kalo Covernya seperti Ini pasti Editor Langsung menyetujui nya " kata Catline dengan wajah Sumringah ia langsung Mengirimkan Cover ke Editor " Terimakasih Sayang " Catline langsung memeluk Ansel dengan lekat ia Benar-benar Bersyukur karena Ansel bisa membantunya kalo tidak bisa-bisa Buku yang Seharusnya terbitan satu Minggu lagi Bisa-bisa terancam gagal.
" Lain kali kalo Perlu bantuan Bilang ya, kalo Aku bisa pasti Akan aku bantu " Kata Ansel
__ADS_1
" Tentu " jawab Catline Sambil tersenyum
Ansel tersenyum Ia seng karena bisa membantu Sang kekasih " Apa Aku tidak mendapatkan Hadiah? " tanya Ansel sambil menepuk pipi miliknya menggunakan satu jari
Namun Bukanya mendapat Kecupan di pipi Catline Malah Menarik tengkuk Milik Ansel lalu mel-t Bi-r milik Ansel ia Merubah posisi duduk nya menjadi di atas pangkuan Ansel
Ansel yang tiba-tiba Mendapatkan Serangan hanya bisa Pasrah jarang-jarang Catline yang memulai lebih dulu " Eum.. " Lengguhan Catline mulai terdengar
" A.. ku pengen pipis " Lirih Catline
Ansel melepaskan Panutannya Lalu ia Menurunkan Baju milik Catline ke bawah dan Bermain dengan Gunung Kembar.
" A.. ku pengen pipis " Lirih Catline
" Pipis lah sayang " Ucap Ansel
Jari-jari Lentik Catline Masuk ke dalam Sela-sela Rambut Milik Ansel Ketiak dirinya akan melakukan pelampiasan nya " Aaaahhh.... ssstttt.. "
Des-n Mereka semakin terdengar Ketika Ansel menggesek-gesek Adik nya di tangan-tangan Gunung
" Aaahhh.. sayang " Racau Ansel
Lagi-lagi Ansel harus menge_g Pasrah ketika Catline yang Mengh_p dan Meny_,t Adik nya
Di gerakan Pingg_l Agar Adiknya Masuk lebih dalan " Oohhh sayang..
His_n Catline sangat membantu membuat Adik Ansel Muntah Luamyan banyak " Aaaaaahhhhhhh..... " Ansel menutup Mata nya ketiak ia memerintahkan Adiknya
Catline Merasa Ada Cairan Putih dan Hangat Yang masuk kedalam Mul_t nya, ia langsung Menelan dan Mengec_p Adik Ansel
" Terimakasih Sayang " Ucap Ansel yang melu_t Bi_r Catline Dan Membersihkan Sisa Cairan yang ada di Bi_r Catline.
Ansel Membawa Catline Ke atas tempat Tidur lalu membaringkan Catline " Mau kemana? " tanya Catline " Apa tidak bisa Tidur di sini, bersama ku? " tanya Catline Lagi
" Baiklah, Aku akan tidur bersama mu di sini " ucap Ansel
__ADS_1
Ansel Membaringkan Tubuhnya Di samping Catline Lalu ia memeluk Catline dengan lekat " Good night Dear. Cup "
" Em.. " Jawab Catline yang sudah mengantuk
~ PAGI HARI
David dan Dean sudah siap Di meja makan Namun Ansel dan Catline Tidak kunjung Turun juga " Apa mereka Masih melakukannya? " tanya David
" Tidak mungkin, Karena Ansel Masih menjaga Mahkota Catline "
David melirik kearah Dean " Kenapa kamu tau? " Tanya David dengan penuh selidik
Dean menyunggingkan senyumnya " Kamu pikir Ansel Pria macam apa Yang hah!!! Kita itu berteman sedari kecil Dia itu kalo sudah Suka sama barang Pasti Ia akan menjaga nya dengan baik, Apa lagi Ini Catline sudah pasti Ansel akan menjaga Catline Dengan baik dan tidak akan membiarkan Catline Lecet sedikitpun "
" Kamu benar, dia itu paling Anti berbagi barang Apa lagi kalo Ampe barang itu rusak sudah pasti Ansel akan sangat Marah. Dan kamu ingat ketika Si Brianna selingkuh? "
" Iya gue tau, Bahan Gue yang Menemaninya samapi Luka dia benar-benar sembuh oleh Si wanita jala_g itu " Dean tidak Habis pikir dengan wanita itu Bisa-bisanya Dia menyakiti Ansel yang sangat Tulus mencintai dirinya bahkan Ansel Akan memberikan Apa saja Untuk orang yang ia sayang.
" Hanya wanita Bodoh yang Akan menyakiti Pria ku " kata Catline yang tiba-tiba saja berjalan Ke arah Meja Makan
David dan Dean Langsung terdiam membisu " Pagi Kak " Sapa Catline
" Eh ia pagi juga Cat " jawab David
Catline tersenyum " Maaf kami lama. habis Kak Ansel sudah sekali di bangunin nya " keluh Catline
" Iya dia memang Gebluk " Jawab Dean
" Iyah "
Catline Duduk di kursi yang Kosong " Ansel Mana? " tanya Dean
" Tadi sih masih mandi paling Sebentar Lagi turun " jawab Catline
David dan Dean jadi merasa bersalah karena sudah Membahas Brianna Di meja makan " Kenapa Pada diam, Ayo makan Kak " Kata Catline
__ADS_1
" nanti Nunggu Ansel saja " jawab David
" Baiklah " Catline Tidak ingin memaksa, Ia Tau jika saat Ini David dan Dean sedang merasa tidak enak kepada dirinya Karena sudah membahas masalalu nya Ansel..