
Nova Menyelimuti David dengan selimut yang Ada di kamarnya " Maaf ya Tuan, Bukan lancang tapi Aku hanya kasian di sini dingin " Gumam Nova yang langsung Masuk kedalam kamar nya.
~ PAGI HARI
Nova Membuat Nasi goreng Pake telur ceplok Karena Hanya Ada itu yang bisa ia sajikan untuk sarapan, Nova Membuat dua Piring Mau di makan Atau tidak itu urusan Nanti.
David yang bangun dari Tidur nya ia langsung Mencium Aroma Wangi Masakan " Wangi apa ini " Gumam David ia juga melihat Ada selimut " Apa wanita itu yang menyelimutiku? " Batin David
David berjalan ke arah Dapur ia melihat Ada Nova yang sedang Membuat Telor ceplok " Sedang Apa kamu? " Tanya David
" Eh Tuan, Sudah Bangun " Ucap Nova Sambil tersenyum " Ini aku lagi Buat Nasi Goreng Pake Telor ceplok " Lanjut Nova
David mengerutkan Kening nya Ia " Terserahlah " Kaya David yang tidak ingin Memikirkan Apa yang sedang di buat Oleh Nova
" Eh Tuan Tunggu " Ucap Nova sedikit Berteriak
" Ada apa? " Tanya David
" Em.. itu "
David memutarkan bola mata nya " Ngomong yang jelas "
" Em.. Aku mau Ijin Untuk pergi ke rumah Nona Savitri, Aku ingin Mengambil Ijazah dan barang-barangku yang Masih ada di sana " Kata Nova Sambil menunduk
" Terserah kau saja, Tidak perlu Kamu Meminta Ijin kepadaku " Kata David
Nova tersenyum " Terimakasih Tuan, Sebagai Ucapan Terimakasih dari Aku, Ini Aku buatkan satu piring Nasi goreng Untuk Tuan " Ucap Nova Tulus
Bukannya Menjawab David malah melangkah Meninggalkan Nova yang sedang memegang Piring " is.. Apa Tuan David tidak menyukai Nasi goreng? " Batin Nova. Nova Tidak sedih karena makanan nya Tidak di makan oleh David Ia langsung bersiap untuk pergi ke rumah Mantan Majikannya untuk mengambil Barang-barang Yang masih ada di sana.
Setelah bersiap-siap Nova Langsung pergi tanpa Ijin Karena tadi David bilang tidak perlu ijin Namun Nova tetap Menaruh Note kecil di depan pintu Kulkas jika dirinya Telah pergi.
__ADS_1
Tiga puluh Menit Kemudian Nova telah sampai di Rumah besar yang bertingkat Tiga " Mudah-mudahan Nyonya Vitri ada di rumah " Batin Nova Dengan hati yang Was-was karena ia takut Jika Nyonya Vitri mengusirnya
." Pak " Teriak Nova kepada penjaga Rumah
" Nova, kemana saja Kamu " Ucap si penjaga yang membukakan Pintu gerbang untuk Nova
Nova tersenyum " Aku Ada saja Pak, Aku ke sini Ingin mengambil Barang-barang ku " Ucap Nova
Si penjaga Mengerutkan keningnya " Barang-barang, Memang nya Kamu mau pindah kemana Nova? " Tanya Nya
" Aku sudah mendapatkan perjalan Lain Pak " Jawab Nova Bohong, Tidak mungkin Nova Bilang Jika dirinya telah menikah Bisa-bisa geger.
" Oh, Syukur deh kalo begitu, Bapak ikut senang dengar nya. Tapi walaupun Sudah tidak bekerja di sini lagi Kamu harus tetap kabarin Bapak ya " Kata si Bapak
" Iyah pak, kalo begitu Nova masuk kedalam dulu ya, Mau sekalian Pamitan " Ucap Nova
" Iyah salahkan " Katanya
" Nova Kamu kemana saja? " tanya si Pelayan " Aku ada saja mbak "
" Ngomong-ngomong Kamu mau apa ke sini? "
" Oh.. Jadi ini Wanita mur_n yang sudah menggalakan Rencana Anak saya Hah!!! " Tiba-tiba Nyonya Vitri turun dari tangga Dan langsung menghampiri Nova dan pelayanan yang sedang bersama Nova
plak...
Satu tamparan Mendarat Di pipi kiri Nova " Itu Tidak Sebanding Dengan Apa yang telah Kau lakukan kepada Putriku "
Plak..
Lalu satu tamparan lagi Mendarat di pipi kanan Nova " Dan Yang ini Adalah Balasan karena Kau telah Mempermalukan Putriku " Kata Nyonya Vitri
__ADS_1
Nova Memegangi pipi yang di tampar oleh Nyonya Vitri, Nova Tidak Ingin Membalas karena Apa yang sudah di katakan Majikanya ini Memang Ada benar nya jika dirinya Telah menghalalkan Rencana Nona Savitri Bahkan Saat Ini Dirinya telah menikah dengan David, Pria yang di Gilai oleh Nona Savitri
" Maafkan Saya Nyonya " lirih Nova yang sudah bersimpuh di kaki Nyonya Vitri
" Maaf kata mu? " Ucap nyonya Vitri menatap Tajam Nova " Tidak Ada kata Maaf untukmu Samapi Aku matipun Aku tidak akan pernah memaafkan Mu " Kata Nyonya Vitri
Nyonya Vitri menepis tangan Nova di kaki nya " Dengar ya, Mulai sekarang Kamu saya Pecat!! Jadi Pergi Dari rumah ini Saya tidak ingin Ada wanita yang tidak Tau diri seperti mu " Kata Nyonya Vitri yang langsung meninggalkan Nova yang masih bersimpuh
Teman Nova Langsung Membantu Nova Untuk Bangun " Bangun Nova, kamu tidak boleh Bersedih " Kata Teman Nova
" Iyan Mbak " Jawab Nova yang memaksakan untuk tetap tersenyum " Kalo begitu, Aku ijin Untuk mengambil barang-barangku " Kata Nova
" Iyah silahkan, Tapi Jangan lama ya soalnya aku takut Jika Nona Savitri keburu pulang Ia pasti akan semakin menyiksamu " Kata Nya
Nova tersenyum lalu Menganggukkan kepalanya, Nova pergi ke dalam Kamar yang dulu ia tinggali, Nova Menatap ruangan yang selama ini Menemani dirinya Selama bekerja di sini " hm.. rasanya berat sekali aku meninggalkan kamar ini tapi Apa daya Jika Aku emang harus keluar dari sini " Gumam Nova sambil memasukkan Barang-barang nya
Setelah Barang-barangnya Beres Nova Langsung Ijin untuk Pulang, Nova tidak lama-lama Di ruang Nyonya Vitri karena ia juga takut Jika dirinya Ketemu dengan Nova Savitri pasti Hukuman yang akan di berikan Nona Savitri Akan lebih Kejam dari pada ibunya.
Nova sampai di Apartemen Namun Ia Lupa jika dirinya tidak tau berapa Vin Pintu Apartemen Milik David " Bodoh nya Aku, kenapa Aku tadi pagi tidak bertanya " Gumam Nova
Mau tidak Mau, Nova Harus menunggu Kepulangan David Di depan Pintu Apartemen milik David, Nova menekukkan Kakinya sambil merasakan perih di bagian pipi kiri dan Kanan " Duh perutku laper, Tapi Tuan David Belum juga pulang " Keluh Nova sambil memegangi Perut nya yang kosong " Mudah-mudahan Tuan David sebentar lagi Pulang " Gunma Nova
Jam terus berputar Kini Sudah jam Sepuluh Malam Namun David belum juga Samapi di Apartemen " Kepalaku pusing sekali Dan badanku ko panas "
Brug......
David sedang Ngobrol dengan Rekan Bisnis Harus di kejutkan Dangan Panggilan Dari sekuriti Apartemen " Sial, kenapa Gue lupa jika wanita itu tidak tau Kunci Apartemen Milik gue " keluh David
David Langsung Ijin kepada Rekan Bisnisnya Karena ia harus pergi ke Rumah sakit " Lo mau kemana? " Tanya Dean Yang harus aja datang
" Ke rumah Sakit " Jawab Ansel
__ADS_1
Dean Mengerutkan Keningnya " Rumah Sakit? Gue ikut " Ucap Dean yang langsung menyusul David Dan ikut ke rumah sakit.