
Dean Memandang Ansel dan Juga Tuan Jefry Ia menyilangkan Kaki Lalu Tersenyum sinis kearah Ansel yang terlihat sedang Cemburu.
" Begini Tuan Jefry. Saya Adalah Asisten Tuan Ansel, Beliau ini Adalah Suami Dari Nyonya Catline " Kata Dean
" Yang saya ingin temui Itu Nyonya Catline pemilik Perusahaan Ini " Kata Tuan Jefry Yang tidak ingin Kalah
" Tapi pemilik Sesungguhnya Itu Saya, Suaminya " Jawan Ansel Dengan Nada dingin
" Mau Anda Suaminya Atau Bukan Saya tidak peduli Karena Urusan Saya dengan Nyonya Catline Bukan dengan Anda. Soal Kerja kan Di Urus oleh Nyonya Catline Jadi sudah sewajarnya Jika Nyonya Catline lah yang harus menyelesaikannya Samapi Tuntas "
" Tapi itu dulu, Sekarang Apapun Urusan kantor Harus melalui Saya. Karena Saya Adalah Suami sekaligus CEO di perusahaan Ini "
Dean Menggaruk kepala Yang tidak Gatal Ia Pikir Tuan Jefry tidak Sama Seperti Ansel yang egonya Tinggi " Sudah-sudah kenapa kalian Jadi ribut sih, sebenarnya Tuan Jefry ini Sedang Ngomongin Kerja sama Atau Anda sedang Menaksir Istri dari Tuan Saya? " Keluh Dean Langsung Ia tidak ingin berlama-lama Berada di situasi yang seperti Ini Apa lagi Dua-duanya sama-sama keras kepala.
" Diam!! " Bentak ke Duanya
Dean Langsung Membulatkan Kedua matanya Karena mendapatkan bentakan dari Ansel dan Juga Jefry
" Selamat Siang semaunya, Maaf Saya telah " Ucap Catline yang Tiba-tiba saja Datang
" Sayang, Kenapa kamu ke sini? " Tanya Ansel yang langsung berdiri lalu Merangkul Pinggang Catline
Tuan Jefry yang melihat Itu Langsung Membuang Muka kearah Lain Ia merasa Cemburu karena wanita Incarannya Telah Memiliki sering suami.
Catline tersenyum lalu ia duduk di samping Ansel " Aku kesini Karena ada yang Harus Aku selesaikan " Jawab Catline tersenyum Lalu melihat ke Arah Tuan Jefry
" Tuan Jefry, sebelumya Saya Mau Minta Maaf Jika Saya Tidak profesional Soal kerjaan, Dari Awalkan saya sudah pernah Bilang Jika Ada Pekerjaan Atau urusan soal Kantor Anda bisa langsung Hubungi Asisten Saya Dan Biar Asisten Saya yang akan mengurus semuanya " Kata Catline
Tuan Jefry Terdiam tentu saja ia ingat Ucapan Catline tempo Hari itu Namun Niat Awal Jefry ke Perusahaan Bukan untuk ngomongin soal Kerjaan Melainkan Ia ingin meminta Maaf kepada Catline.
" Anda dengar sendirikan Apa yang di Ucapkan oleh Istri saya " Kata Ansel Tegas
" Karena Suami saya sudah kembali Maka Perusahaan Saya serahkan kembali kepada suami saya, Karana selama ini Saya hanya menggantikan Suami Saya " Kata Catline " Jika Ada Apa-apa Anda Boleh Menghubungi Asisten Suami saya, Karena Saya sudah tidak ada urusan lagi di perusahaan Ini " lanjut Catline
" Terimakasih Sayang, Karena Kamu sudah Menggantikan Aku untuk sementara Waktu di sini, Namun Kamu tetap menjadi CEO Di hati Aku " Ucap Ansel yang mengecup Pipi Catline
Kini Bukan Hanya Tuan Jefry Yang membuang Muka Tapi Dean Juga Ikut-ikutan Buang Muka karena ia merasa mual mendengar Ucapan Ansel yang Sangat Lebay itu.
__ADS_1
" Mari Tuan Jefry, Jika Anda Ingin Membicarakan Soal Kerjaan Anda bisa ikut ke Ruangan Saya, Karena Jika Kita masih di sini Sangat Tidak bagus untuk Kesehatan Hati dan pikiran Kita " kata Dean ramah
Tuan Jefry langsung melangkah begitu saja, Ia benar-benar Kesal kepada Ansel Yang Menunjukan Kemesraannya di depak Dirinya.
Setelah Kepaegain Dean Dan Tuan Jefry. Ansel menarik Catline untuk duduk di pangkuannya " Yank ih " Lirih Catline yang takut Akan ada orang masuk
Ansel tersenyum lalu ia memeluk Catline " Aku Menyayangi mu Sayang " Ucap Ansel
" Hm.. Aku lebih menyayangi mu bahkan Lebih dari apa yang kamu Rasakan " Jawab Catline
" Terimakasih Karena kamu sudah mau menunggu Aku "
" Aku selalu menunggumu Bahkan Jika Kamu tidak kembali pun Aku Tidak akan Menggantikan Kamu dengan orang lain "
" Serius? "
" Apa kamu tidak percaya? " Tanya Catline penuh selidik " Tuan Jefry yang kaya raya di tambah Ganteng saja Aku Tolak Apa lagi pria lain " Keluh Catline
Wajah Ansel berubah menjadi Masam mendengar Ucapan Catline " Jadi kamu tau Jika Pria itu menyukai mu? " Tanya Ansel
Catline menganggukkan kepalanya " Tentu, bagaimana Mungkin Aku tidak tau Jika Taun Jefry Menyukaiku Orang dia selalu mengajakku Makan malam, malam siang, bahkan Kalo Aku sedang Bersama Bara pun ia suka mengajak Kami jalan bareng " Jawab Catline sengaja menceritakan semuanya Karena ia rindu, Rindu melihat Ansel yang cemburu
" Namun, Aku selalu menolaknya Karena Aku tidak Ingin Memberikan Harapan Palsu kepada Tuan Jefry, Apa lagi hatiku masih terpaut oleh Mu "
Jawaban Catline mampu Meredam Amarah Ansel, Kini Ansel berubah menjadi Ceria bahkan Ia Terlihat Sangat Bahagia " kalo Begitu Bagai Mana Jika Kita Kasih Adik untuk Bara, Bara pasti Senang " Ucap Ansel Sambil tersenyum Menggoda
" Pikiranmu ************ Mulu Yank " keluh Catline namun Walaupun begitu Catline Malah Menggoda Sang suami dengan menggesek-gesekan Apem kepada sosis Milik Sang suami
" Kita kunci dulu, takut Dean Tiba-tiba datang " bisik Ansel yang langsung mengunci Pintu Ruangannya Lalu menghidupkan Kedap suara agar Suara Des_n Mereka Tidak Terdengar Keluar.
" Aaahhhhhh.. Yank... " Lirih Catline Yang merasakan sosis memenuhi Apem
" Bergerak sayang "
Catline menggerakkan Apem nya pelan-pelan Karena Sosis Milik Ansel Merasa penuh di Bawah Sana
" Yank, sepertinya Sosis Milikmu Semakin Besar " Lirih Catline Dengan wajah yang Merem melek Karena keenakan
__ADS_1
" Bukan sosisnya yang besar yank, tapi Lobang Apem nya yang berubah menjadi sempit " Ucap Ansel
Ansel Merubah gaya Ia Ingin Menikmati sensasi baru Dan Benar saja Ansel Membawa Catline Ke Meja kerja nya Lalu " Aaaahhhhh.... "
" Ya.. Sayang.. "
" Cepet Yank "
" Aaaaaaaaaaahhhhhhhhh...... "
Keduanya Terus saling bersautan Bahkan Mereka tidak hanya satu kali bahan Samapi Tiga kali Membuat Dean Menepuk Jidatnya karena Ia harus mendengar des_n keduanya.
Tadi Ansel Bukanya menghidupkan Kedap suara ia Malah mematikan Kedap suara makanya Dean bisa mendengar Olahraga Raga Mereka
" Gila ya, Bisa-bisanya Mereka Main Kuda-kudaan di siang Bolong Gini, Mana kedap suaranya tidak di Aktifkan lagi " keluh Dean Yang tidak bisa konsentrasi Dalam kerjaannya
Tok..tok...tok..
" Masuk " Kata Dean
" Tuan "
" Ada apa? " Tanya Dean ketus
" Itu, Nyonya Tuan "
Dean Mengerutkan keningnya " Ada apa dengan Nyonya? "
" Sepertinya Nyonya sedang di siksa Tuan " Jawab Nova Dengan Polosnya
Dean semakin tepuk jidat, bisa-bisanya Nova bilang Jika Catline Sedang di siksa. lagain Kenapa Nova Bertanya seperti Itu Bukanya dulu juga pas dia bersama David sering melakukannya
" Eh, Lo itu polos atau Pura-pura Polos sih, Bukannya Dulu kuah kamu suka Melakukannya bersama David? " Keluh Dean karena pernyataan Nova semakin Menyebalkan
Nova Langsung Mengerutkan keningnya " Maksud Tuan "
" Sudah deh, sana pergi Gue Sedang Banyak kerjaan Jadi Jangan ganggu Gue dulu, sana pergi! " Usir Dean
__ADS_1
Bagai mana tidak sebal, Adik kecilnya yang sudah memenuhi Celana milinya membuat Dean semakin Tidak bisa konsentrasi Apa lagi Ansel Yang Membuat dirinya Sebal malah Main Kuda-kudaan di siang Bolong begini
" Awas kau Ansel, Akan aku balas Kalian berdua " Keluh Dean yang langsung pergi ke kamar mandi untuk menuntaskannya.