
Seorang wanita cantik pernah mengatakan pada gadis belia beberapa tahun yang lalu .
" Apapun yang terjadi dalam hidup kamu . Percayalah , semua itu sudah ada dalam takdir yang Tuhan gariskan . Kalau sekarang Nara sedih karena temen Nara mengambil sesuatu milik Nara yang berharga , pasti esok Tuhan akan mengganti dengan yang lebih baik lagi . Ikhlas ' kan ya , sayang . Nara harus memaafkan , hapus rasa benci itu . Karena benci itu penyakit hati . Naranya Mama gadis yang cerdas , baik dan kuat ! Sekarang tersenyum , ayo , senyum untuk Mama ! " 6100 Dibawah pohon rindang itu Nara sedang bermain ayunan dan menangis tersedu - sedu karena kotak musik hadiah dari sang Mama hancur , akibat keusilan teman kecilnya .
Padahal kotak musik itu hadiah ulang tahun Nara ke - 10 dari Mama Dinar yang khusus dibeli di Eropa .
" Ma .. Mama mau ke mana ? " Mama Dinar tersenyum manis . Sangat manis . Lalu mengecup kening Nara dengan lembut .
" Mama pergi dulu sayang . Ingat pesan Mama . Jangan pernah tanamkan kebencian di hati kamu . Mama sayang Ara ! ” Nara menatap Mama Dinar dengan tatapan kebingungan , tangisnya semakin kencang , kala melihat Mama Dinar dibawa pergi oleh dua manusia berbaju putih .
" Ma - Mama ... Jangan tinggalin Nara ! " jerit Nara dengan napas tersengal - sengal . Ghea menepuk pelan pipi Nara , ia begitu khawatir melihat dahi Nara dipenuhi oleh keringat .
" Ra ! Lo mimpi buruk ? ” Tanya Ghea yang sudah berhasil membangunkan Nara . Teman dari Naraya itu mengambil beberapa lembar tisu yang Jonathan sodorkan dari depan .
Dengan lembut Ghea mengusap peluh Nara yang bercucuran . " Minum dulu , Ra ! " Jonathan kembali mengulurkan botol mineral dari kursi depan . Sesekali matanya melirik kedepan takut menabrak kendaraan yang sedang berlalu lalang .
" Thank's ! " Nara segera meminum air dari dalam botol itu , dengan tangan gemetaran . Sudah lama ia tidak pernah memimpikan Mama Dinar . Tapi malam ini , mimpi itu terasa begitu nyata .
Mama Dinar seolah datang dan merasakan luka batinnya saat ini . ' Apa Nara harus lupain kejadian tadi Ma ? Apa Nara harus ikhlasin semua yang udah terjadi ? Nara udah banyak ngalahnya Mama ! Nara mulai lelah . ' Batin Nara sembari menyandarkan kepalanya pada kaca mobil .
" Bebeb lo gak papa ' kan ? " Tanya Ghea khawatir . Nara memutar kepalanya tanpa beranjak dari sandarannya di kaca mobil .
" Gue gak papa , tadi mimpi buruk . Mungkin karena gue gak baca doa tadi pas mau tidur , " jawab Nara membuat Ghea memukul pelan paha sahabatnya .
" Yee .. lo sih langsung main ngebo aja ! "
" Gue biasanya kalau tidur gak pernah baca doa . Mimpinya malah indah - indah tuh ! " Celetuk Jonathan membuat Ghea dan Nara berseru heboh .
" Ajaran sesat lo ! " cibir Nara . Jonathan hanya terkekeh - kekeh mendengar protes yang Nara lontarkan . Sementara Ghea , gadis itu sudah heboh mencubit - cubit lengan Jo dengan gemas .
" Untung sayang . Kalau enggak udah gue buang di jembatan layang tadi ! " selorohnya berhasil menciptakan aura masam dari wajah Jonathan .
" Sadis banget sama Ayank sendiri , memangnya beneran tega ? "
" Tega atuh ! Nanti gue nyari lagi yang made in luar negeri kalau lo sampai is - death By ! " ucap Ghea tepat di sebelah wajah Jonathan . Cowok itu melotot , dengan gemas mencubit pipi Ghea sampai maju ke depan .
" Sakit By ! Kdrt lo ! "
" Bilang maaf dulu ! " Ghea meringis sembari mengangguk - anggukkan kepalanya .
" Iya , maaf ! Lepasin dong , sakit tauk ! " Merasa tak tega , akhirnya Jonathan melepaskan cubitannya di pipi mulus Ghea .
" Gue berasa jadi capung goreng di belakang ! " Lirih Nara yang di respon pelukan manja oleh Ghea .
" Ra- Jo kdrt sama gue , Ra ! " Adu Ghea sembari mengusap - usap pipinya yang panas .
" Gue aduin ntar ke Tante Na ! Biar mampus si Jo ! " ucap Nara sembari tersenyum penuh arti . Ia masih ingat betul pesan Tante Helena pada Jo tadi sebelum berangkat .
Mendengar ancaman dari Nara , Jonathan buru - buru mengeluarkan jurus rayuannya . " Ya ampun Ra . Lo percaya gue cuma sama doi gue ? Tadi gemes doang ! Ya kali gue mau kdrt , belah duren aja belom . Masa mau gue aniaya sih ? Fyp lebih dari kasusnya Billiard si numpang tenar itu dong gue nanti ! " Tutur Jo .
" By , kapan hari lo kan minta make up yang lagi booming itu . Nanti gue beliin ya , ya , ya ! " rayu Jonathan kembali . Nara mencebik melihat Ghea sudah mode ceria kembali hanya gara - gara suapan yang diberikan si tengil Jonathan .
" Lo jadi cewek gampangan banget deh ! " Nara mengatupkan mulutnya rapat - rapat setelah melontarkan kalimat itu untuk Ghea .
Yang seharusnya mendapat julukan gampangan itu adalah dirinya . Ya , harusnya memang tertuju padanya . Kalau dia tidak gampangan , mungkin , tadi ia tidak akan ikut terbawa suasana kenikmatan yang Elang ciptakan .
Mengingat hal itu Nara jadi bergidik ngeri . Tidak .. tidak ! Tadi dia sudah berusaha untuk memberontak , tapi tenaga Elang terlalu kuat . Membuat Nara jadi kehabisan tenaga dan berakhir pasrah ! Jadi jika ada yang patut di persalahkan , orang itu hanyalah Elang Disini Elang yang brengsek bukan Nara yang gampangan .
Hm- semua kesalahan terletak pada Elang Bimantara ! Nara hanyalah - korban enak - enak ! Ya ampun .
__ADS_1
" Heh ! Lo kenapa sih ! " Ghea mencubit pelan lengan Nara , membuat gadis itu langsung terkesiap . Meringis- karena baru merasakan panas pada lengannya .
" Kayaknya yang suka kdrt itu lo deh ! Bukannya Jo , Ghe ! " kesal Nara berhasil menciptakan gelak tawa dari cowok tampan yang sedang fokus menyetir di depan sana .
" Lo baru sadar Ra ! "
" Gue gak lagi ngomong sama lo ! " ketus Nara . Jonathan memasang wajah kecut , tapi tetap tertawa karena mendengar kekasihnya saat ini sedang heboh tidak terima dengan ucapan Naraya .
" Lo kadang - kadang emang bisa banget jadi musuh dalam jerami ya , Beb ! Makasih loh ya ! Makasih ! " celoteh Ghea sambil melengos- bersedekap dada .
" Dih , ngambek ! "
" Bodo ! " ucap Ghea sebal . Merajuknya Ghea yang terlalu lama akhirnya berujung dengan dengkuran halus yang terdengar lirih dari bibir mungilnya . Gadis itu kebabalasan tertidur dengan posisi seperti semula . Hanya saja kepalanya yang tersungkur ke depan .
" Teler nih anak .. " Nara terkekeh pelan , kemudian membenarkan posisi tidur Ghea agar nyaman . Sekitar dua puluh menit setelah Ghea tertidur .
Mobil milik Jonathan akhirnya sampai juga pada lokasi tujuan . Dapat Nara lihat teman - teman Jo sudah datang terlebih dahulu . Ghea yang masih mengantuk , terpaksa harus berjalan sembari terseok - seok di rangkulan Nara . Gadis itu terus merengek meminta istirahat di dalam villa segera.
" Kalau ujung - ujungnya tidur , mending gak usah ikut My Baby ! " cibir Jo yang sedang berjalan di belakang dua gadis cantik itu sembari membawakan tas milik keduanya .
Di samping itu mobil Elang terlihat baru memasuki halaman luas villa milik Galuh . Nara mulai pucat pasi melihat cowok itu turun dari mobilnya . Tidak perlu ditanya bagaimana pandangan mata saat ini tengah menatap wajah tampan Elang yang warna - warni . Rata - rata semua mata melotot dengan mulut menganga . Seorang Elang Bimantara datang dengan wajah babak belur ! Jelas , membuat semua teman - temannya langsung menyerbunya dengan sederet pertanyaan penasaran .
" Lo habis tawuran sama siapa ? Anjing ! Bibir lo bonyok parah ! " seloroh David dengan tatapan intens .
" Sumpah ! Ini luka asli Lang ? " Tanya Jonathan penasaran . Cowok itu dengan kurang ajarnya menekan luka di tulang pipi Elang , membuat sang empu meringis kesakitan .
" Bangsat ! Lo bosen idup hah ! " bentaknya sontak membuat teman - temannya mundur serempak .
" Siapa yang udah berani bikin muka lo babak belur ? Bilang sama gue ! " Kali ini Galuh menepuk dadanya , seolah pasang badan . Akan membela Elang mati - matian .
Elang berdecih , kemudian mendorong kepala Kakak sepupunya itu dengan tatapan sinis .
"Maksud loh Om Alam ? "
" Emangnya bokap gue ada lagi? " sarkas Elang berhasil membuat semua teman - temannya tertawa akward .
" Btw- ada apa gerangan sampai Om Alam bikin muka anak kesayangannya babak belur begini ? " Tanya Galuh kembali . Jia mengangguk , ikut antusias dengan pertanyaan suaminya itu .
" Jangan - jangan lo habis duel otot sama Kakek ! Iya ' kan ? Ngaku lo ! " tambah Jia . Tatapannya begitu menyelidik . Elang terkekeh .
" Gak ada gunanya gue duel sama si tua Bangka ! " Jia mencebik , lalu karena dasar apa Om Alam sampai menghajar muka tampan Elang segitu parahnya coba ? Istri dari Galuh itu kian penasaran .
" Kesalahan lo pasti fatal nih ! Yakin gue ! " Galuh dan Jonathan mengangguk , membenarkan ucapan Jia .
Elang mengangkat kedua bahunya , kemudian melangkah santai menuju gazebo yang ada di sudut halaman villa . Mengetahui Nara sibuk dengan ponselnya dan memilih untuk berdiam diri di depan villa bersama Ghea , muncul ide usil di dalam otak Elang .
" Ra ! Nanti lo tidur sama siapa ? " Pertanyaan laknat itu akhirnya berhasil keluar dari bibir tengil Elang , sontak membuat seluruh makhluk hidup di halaman villa saat ini berseru heboh .
Tak terkecuali Ghea yang langsung melebarkan matanya dan berdiri dengan suara melengkingnya . Padahal gadis itu tadi sudah sayup - sayup kembali menutup matanya dengan bersandar di pundak Nara .
" OMG !! Gue gak salah denger kan ? Lo tadi bilang apa Elang ?! " heboh Ghea .
Nara menatap tajam Elang yang juga tengah menatapnya dengan tatapan tak berdosa . Nara benar - benar benci dengan cowok bejat bermuka lebam itu ! Rasanya Nara ingin menambah daftar warna di sekitar wajah tampan Elang . Kalau perlu sampai hancur lebur tak tersisa .
" Parah gila lo Maaann ! " Galuh menepuk pundak Elang dengan tatapan tak percaya .
" Jangan bilang wajah lo babak belur gara - gara dia ? " Bisiknya menyita perhatian Jia .
" Bukan urusan lo ! " jawab Elang malas .
__ADS_1
" Kampret Lo ! " Sungguh ! Lebam - lebam di wajah Elang mengingatkan Jia akan luka di wajah Galuh tempo dulu . Dimana saat itu Galuh tengah dihajar Papa Dirta habis - habisan gegara menghamili Jiana .
Koreksi , sebenarnya mereka melakukannya atas dasar pacaran yang kurang sehat ! Tetapi jelas saja setan itu berawal dari gombalan dan rayuan maut Galuh . Dan karena insiden itu akhirnya wajah Galuh berakhir dengan babak belur seperti yang Elang alami saat ini .
" Lo gak habis hamilin anak gadis orang kan Lang ? ” tanya Jia lirih . Elang sontak memutar kepalanya menghadap Jia , kemudian terkekeh pelan .
" Tunggu aja nanti ! Gue belum bisa pastiin ! " jawab Elang . Galuh meraup wajahnya kasar , berlanjut merangkul pundak Elang .
" Jangan bilang yang di ucapin bini gue bener adanya ! " bisik Galuh kali ini benar - benar penasaran .
" Maybe ! " Jia menepuk jidatnya berulang kali . Kacau ! Sementara Galuh , tatapannya langsung terarah pada Naraya yang sedang beradu mulut dengan Jonathan di ujung sana .
" Gila ! Lo bener - bener keren Lang ! Saudara gue banget lo emang anjing ! Gue akui lo kali ini emang sepupu gue ! " cerocos Galuh berdecak - decak .
" Kalian sama - sama sinting Gak waras ! " umpat Jia yang setelah itu melenggang pergi meninggalkan dua cowok stres di gazebo halaman . Elang dan Galuh saling pandang kemudian tertawa .
" Gue gak bisa bayangin kalau si tua Bangka gagal jodohin lo ! Anjing bisa serangan my heart itu nanti ginjalnya ! " Elang menatap aneh Galuh , sejak kapan ada serangan penyakit hati yang menyerang ginjal .
" Untung ponakan gue gak mirip tingkah gila lo ! " Galuh tertawa - tawa kemudian melirik Nara dengan smirk jahil .
" Hebat lo bisa naklukin cewek sebening Nara ! "
" Mau gue congkel mata lo ! " sinis Elang menatap Galuh dengan tajam .
" Belum - belum udah ngebucin anda Tuan muda Elang ? ” ledek Galuh .
Elang tak menjawab . Terserah Galuh mau berkata apa dan menilainya seperti apa ! Toh kenyataannya memang begitu ! Biar saja semua mengatakan bahwa Elang telah bucin dengan Nara ! Malah kalau bisa Elang akan mengumumkan keseluruh dunia Naraya itu adalah miliknya Milik seorang Elang Bimantara .
Malam kian larut . Galuh dan kawan - kawan mengadakan acara bakar - bakar sembari membuat api unggun di tengah - tengah villa .
" Ra ! " Naraya memejamkan matanya kala mendengar suara cowok yang sangat dia benci keberadaannya .
" Ghea bisa bantu gue ngambil beef di dalem ? Sekalian bahan - bahan buat saos BBQ - nya . " Ajak Jia . Ghea yang paham dengan maksud Jia langsung mengangguk .
" Okey ! "
" Gue ikut ! " timpal Nara .
" Nara sama gue ! " ucap Elang sembari mencekal pergelangan tangan Nara yang hampir meloloskan diri dari jangkauannya . Mendengar interupsi dari Elang .
Ghea dan Jia secepat kilat kabur dari tempat itu . Bergegas masuk ke dalam villa . Nara memutar badannya , menatap pergelangan tangannya yang di genggam erat oleh Elang dengan tatapan jijik . " Lepas ! " ketusnya sembari menghempaskan tangan Elang , kasar .
" Ra ! Kita perlu ngomong . Please ! " pinta Elang dengan angkuh . Namanya juga Elang . Cowok itu mana bisa meluluhkan hati gadis dengan cara yang benar . Nara membuang muka , muak sekali rasanya harus kembali berhadapan dengan cowok gila bernama Elang .
" Cepetan ! " ucap Nara memasang wajah galaknya . Elang mengangguk , menarik kembali lengan Nara . Kali ini mengajak gadis itu menuju belakang villa .
" Lo mau bawa gue ke mana Elang ! " jelas Nara terlihat panik . Ia takut jika Elang akan mengulangi perbuatan bejatnya lagi malam ini .
" Nanti lo juga bakalan tau ! Gak perlu takut , kali ini gue janji gak bakalan macem - macem . " Jelasnya serius .
" Gak ! Lo pasti bohong "
" Ck ! Kalau gue bohong , lo bisa bunuh gue ! "
" Gue gak bawa senjata tajam ! "
" Gue bawa Nara sayang ! " Naraya melotot , tengkuknya mendadak meremang mendengar ucapan Elang barusan . Bukan karena kalimat awalnya , namun , karena kalimat terkahir yang Elang lontarkan dengan penuh penekanan barusan . Yaitu Sayang .
" Sinting ! "
__ADS_1
" Gue sinting juga karena lo ! " Desis Elang kembali ke mode kanebo kering .