My Perfect Hubby

My Perfect Hubby
4.lintang cafe


__ADS_3

" Pesenin gue ini .. ini .. sama ini , buruan ! " suruh Nara pada Jontahan sembari melempar buku menu yang sudah Nara lingkari dengan ngawurnya .


" Ya ampun Beb . Lo coret - coret di buku menunya ? " Tanya Ghea dengan tatapan tak percaya .


" Ya mau gimana lagi , orang nggak di sediain nota ! Bukan salah gue dong ! " jawabnya santai .


" Udah gak papa , lo pesenin sekarang Jo , " perintah Elang .


" Yaiyalah gak papa , orang ini kafe sepupu lo sendiri , " dumel Jonathan setelah itu menepuk kedua tangannya untuk memanggil barista yang berkerja di kafe milik Galuh .


" Ada yang bisa saya bantu , Kak . " Tanya pelayan kafe tersebut sopan .


" Gue pesen ini , cepatan gak pakek lama ! " titah Jonathan membuat pelayan yang sedang diam - diam mencuri pandangan pada Elang tersenyum tipis .


" Dih ! Gatel banget jadi cewek ! " cibir Nara yang tak sengaja melihat pelayan kafe itu menatap kegenitan ke arah Elang .


" Maaf , ba - baik Kak . Saya permisi dulu , " barista perempuan itu segera melangkah mundur dengan wajah merah padam , menahan malu .


Elang menahan senyum , melihat bibir mungil Nara komat - kamit seperti membaca mantra , mengomentari barista di kafe sepupunya itu dengan tatapan sengak .


" Lo kenapa sih Ra ? " Tanya Ghea aneh .


" Harusnya lo tanya sama tuh cewek tadi , kenapa matanya jelalatan ! " ujar Nara tanpa sadar membuat hati Elang melambung tinggi .


" Jelalatan ? Maksudnya gimana nih ? " Tanya Ghea yang semakin bingung .


" Itu tadi gue lihat sendiri . Pelayan kafenya genit banget lihat - lihat Elaa- ” Nara melotot . Buru - buru membungkam mulutnya saat tangannya hampir saja menunjuk cowok tengil yang sedang menahan tawa menatap ke arahnya .


" Gak jelas ikh ! Lihatin siapa ? " Tanya Ghea penasaran . Jonathan yang sudah tahu arah pembicaraan Nara sontak terbahak .


" Otak lo lemot banget sih By ? " Jonathan mencubit pipi Ghea dengan gemas . Sementara yang pipinya di cubit semakin terlihat linglung .


" Sumpah gue gak paham ! " Jonathan yang tidak tahan melihat kepolosan kekasihnya , akhirnya mendekatkan bibirnya ke sebelah telinga Ghea .


Benar saja , mata Ghea langsung melebar sempurna mendengar bisikan - bisikan ghoib dari Jonathan . " Oh jadi gitu , hehe .. ” Ghea menatap Nara dengan tampang cengengesan .


" Apaan ? Gak jelas ! " tidak mau terlihat salah tingkah di depan teman - temannya . Nara pun mengeluarkan jurus baling - baling bambu . Membuka ponsel pura - pura tak melihat sekitarnya .


"cie lo salting ya ra? " goda ghea dengan senyum menggodanya .


Nara menulikan telinganya . Malas mau mendengarkan ucapan Ghea . Biar saja gadis itu terus mengoceh sampai mulutnya berbuih . Nara tidak peduli .


" Guys ! Sorry macet banget , " seloroh Galuh yang baru datang .

__ADS_1


"Eh - lo Nara ya , ” Nara menatap sekilas Galuh , lalu kembali bermain ponselnya . Tanpa melempar senyum ataupun mengeluarkan suara emasnya .


Galuh garuk - garuk kepala lalu beralih menatap Elang seolah meminta jawaban .


" Iya dia Nara . " Balas Elang . Galuh mengangguk - anggukan kepala sembari menatap intens Nara yang khusyuk bermain ponselnya .


" Pantesan , cantik banget sih , " bisik Galuh pada Elang . Sontak saja mendengar Galuh memuji Nara , cowok itu langsung pasang wajah dingin dan datar . Jujur saja , Elang tidak suka


" Busyet ! Gue udah punya Kinan , santai . " Kinan yang di maksud Galuh adalah putri kecilnya dengan Jia .


Galuh memang sudah menikah 7 bulan yang lalu akibat kebabalasan main gelap - gelapan bersama Jia , kekasihnya . Walhasil cowok itu sekarang harus menjadi bapak - bapak termuda di antara semua sahabat - sahabatnya .


" Kenapa lo gak ajak keponakan gue ? "


" Gila lo ! Lo mau gue di cincang sama Nenek ? " Elang terkekeh , lalu mengangguk .


" Jia mana ? ” Tanya Elang .


" Masih di belakang , palingan juga baru keluar dari kampus , " ujar Galuh . Nara sebenarnya bingung dengan pembicaraan Elang dan temannya itu . Sudah punya Kinan tapi masih membicarakan Jia . Dasar buaya


" Gimana Minggu , jadi ' kan ? ” tanya Bayu dari kursi sebelah .


" Jadi dong ! Gue udah minta izin sama nyokap , " jawab Galuh .


" Gak lah , Kinan sama Mama , Jia nya aja yang ikut sama gue " balas Galuh tertawa setan .


" Waah gila lo ! Jangan bilang lo mau nyetak adeknya Kinan di sana ? " Heboh Jonathan yang di sambut riuh oleh teman - temannya .


" Masalah buat kalian , yang penting kan udah sah ! " songong Galuh membusungkan dada .


" Ck ! Lebay lo !" Nara menyunggingkan bibirnya tipis . Jadi , Kinan itu anak dari Galuh . Ia pikir Kinan selingkuhnya dan Jia itu pacarnya . Astaga ! Nara jadi geleng - geleng kepala sendiri karena salah sangka .


" Lo kenapa Ra , " tanya Elang . Nara gelagapan lalu menggeleng dengan cepat .


"Kenapa emangnya ? " tanya balik Nara . dengan wajah kusutnya .


" Gak- lupain . " Jawab Elang . Tak selang lama , Jia datang .


" Holaa guys ! " sapanya .


" Kenapa yang ? " Galuh mengusap lembut peluh di dahi Jia , membuat gadis itu merengek dengan manja .


" Masa tadi dosennya kurang ajar banget sih ! Bisa - bisanya gue di suruh ke ruangannya cuma buat data mahasiswa di kelas yank , padahal yang lain udah pada balik ! " keluh Jia . Galuh .

__ADS_1


"yang gue ceritain itu? . " tanya galuh.


" Iya ikh , Dosen yang kemarin " jawab jia dengan merengek.


" Bangsat ! Si Erik lagi ? " geram galuh.


"Hajar lah ! Yang begituan sekali - kali harus di kasih pelajaran . " Seru Bayu .


" Tapi lo gak di apa - apain ' kan ? " Tanya Elang .


" Enggak , cuma di pegang tangan sama rambutnya doang ! " jawab jia .


" Brengsek ! " umpat Galuh langsung bergegas meninggalkan kafe dengan wajah merah padam . tempat duduknya , di ikuti Jonathan dan semua antek - anteknya .


" Gass ! " Elang loncat dari atas meja mengejar galuh.


Nara memperhatikan perempuan cantik yang sedang melongo menatap kepergian Galuh . Setelah Nara teliti , ternyata perempuan itu cantik juga . Pantas Galuh terlihat begitu bucin pada Jia .


" Ya ampun mereka mau ngapain ? " cicit Ghea dengan tatapan bingung .


" Aish , pasti mereka mau tawuran lagi , " gumam Jia . Istri dari Galuh itu duduk dengan lemas di sebelah kursi Nara .


" Gue boleh kan duduk di sini ? " ghea mengangguk . Nara hanya tersenyum tipis .


" Kenalin gue Jia . Istri Galuh , " ucapnya sembari mengulurkan pada Nara .


" Nara , " Kening Jia berkerut tipis , menatap Nara dengan tatapan lekat .


" Nara temen satu kelas Elang bukan ? " Tanya Jia yang dijawab anggukan kepala dari Nara .


" Gila ! Lo ternyata terkenal juga ya Ra , " celetuk Ghea .


" Btw , kok lo tau kalau Nara temen satu kelas sama Elang . Dia sering cerita ya ? " Tanya Ghea .Jia tertawa lirih lalu mengangguk .


" Tiap hari malah , gak ada bosen - bosennya nyeritain si Nara di depan semua keluarga Bimantara , " jawab Jia membuat mata Ghea melotot .


" Sumpah ! " tanya Ghea antusias .


" Suwer ! " balas Jia sembari mengangkat kedua jari telunjuk dan tengahnya ke atas .


" Cowok sinting ! " gumam Nara yang kini membuang muka . Gila ! Malu sekali lah Nara . Bisa - bisanya cowok tengil itu membicarakan dirinya di depan semua keluarganya .


" Demi apa coba ? " Gumam Nara kembali , kali ini dengan mengipasi wajahnya yang terasa panas . itu kembali , Nara akan Awas saja nanti kalau keluarga cowok itu mencecarnya dengan deretan pertanyaan . Nara khawatir kalau Elang berbicara yang tidak - tidak pada keluarganya .

__ADS_1


__ADS_2