
Di sepanjang perjalanan menuju sekolah Ghea tidak henti - hentinya bernyanyi layaknya penyanyi papan atas yang sedang melakukan rekaman untuk lounching lagu terbarunya .
" Selamanya kan ku jaga dirimu .. "
" Seperti kapas putih di hatiku "
" Takkan ku buat noda .. "
" Jangan pergi jangan kau lari "
"Kagak ! Gue gak bakalan lari , ” komentar Nara dengan memutar bola matanya jengah .
Ghea memberengut kesal , padahal ia belum selesai menyanyikan lagu dari si cantik Syifa Hadju .
" Sensi amat sih lo - nya Mbak ! Gue belum selesai rekaman loh ini , " ucap Ghea membuat Nara mencebik .
" Mbaknya itu mendingan diem . Suara Mbaknya lebih merdu kalau pas diem . Beneran saya nggak bohong ! " balas Nara semakin membuat Ghea melotot .
Ucapan Nara begitu menohok sekali untuk Ghea yang mempunyai perasa selembut batu karang .
" Woy , lo yang bener aja Tsayyyy ! " bentaknya menggebu - gebu .Benar kan perasaan Ghea itu selembut batu karang yang karam di tengah lautan .
Si princess mermaid yang terlihat kalem itu bisa merubah dirinya kapan pun menjadi monster megalodon jika ada yang menyinggung hati mungil kenyil - kenyilnya .
" Biasa aja sih , gak usah ngeluarin gas pagi - pagi ! "
" Heran deh gue kenapa gue bisa betah temenan sama cewek se - preak lo , Ra ! " kesal Ghea sembari menoyor kepala Nara yang sedang fokus mengemudi .
" Ghea ! " bentak Nara tak kalah jengkel . Gadis itu paling tidak suka kalau kepalanya di aniaya .
" Habisnya lo gemesin , jadi pengen gue benturin pala lo ke kaca mobil , " ucap Ghea terkikik pelan .
" Awas aja lo nanti ! " Ancam Nara melirik sengit Ghea yang sudah fokus dengan ponsel di tangannya .
Kedua alis Ghea berkerut tipis saat melihat berita pagi ini yang muncul di akun emak - emak lambe . Artikel di sana tertera bahwa keluarga kolongmerat Bimantara akan melakukan perjodohan dalam waktu dekat ini .
" Ra ! Ebusyet , gue gak salah lihat kan ini ? " pekik Ghea heboh . Nara hanya melirik sekilas Ghea , lalu kembali fokus pada jalanan di depan .
" Apaan ? " tanyanya malas .
" Cucu Damar Bimantara , salah satu pengusaha tambang batu bara tersukses di Asia akan menjodohkan cucunya dalam waktu dekat ini ! " ucap Ghea mengklaim bacaan di akun lambe - lambe yang ada di ponselnya .
" Berarti yang mau di jodohin si Elang dong ! Secara Galuh kan udah nikah . OMG ! OMG !Pangeran lo bakalan sold out dong Ra ! Pasti ciwi - ciwi cabe bakalan heboh nih di sekolah , " cerocos Ghea membuat Nara memutar bola matanya malas .
" Terus kenapa ? Apa gue harus bilang W.O.W gitu ? " ucap Nara dengan wajah masa bodohnya , Ghea mencebik .
Temannya ini bagaimana sih ? Apa dia tidak sedih melihat pangeran tampan yang selalu mengejarnya akan di jodohkan . Hati Nara itu memang benar - benar sudah karatan ! Mungkin , kalau posisi ini terjadi pada Ghea , ia akan menangis tujuh hari tujuh malam .
Sayangnya , semua ini terjadi pada si galak Nara . Mana peduli gadis itu dengan situasi di sekitarnya . Mau Elang di jodohin kek , di sunat lagi kek ! Ya masa bodo , toh tidak ada hal yang merugikan ataupun menguntungkan untuk Naraya .
" Lo gak inget , nasib Elang sama gue gak jauh beda ! " cibir Nara membuat Ghea terdiam sesaat .
" Ya ampun ! Gue lupa . Sorry , sorry , gue terlalu terbawa suasana bebeb ! " timpal Ghea meringis kikuk .
" No problem , toh besok gue juga mau kabur ! Males gila gue mau di umpanin jadi tumbalnya Kakek . Gimana kalau yang mau di jodohin sama gue jongos , gembrot pakai kacamata kuda ! Hiya .. gak gak ! " Ini kali pertama Ghea melihat Nara berbicara sepanjang rel kereta api dan mengeluarkan semua unek - uneknya .
Ghea sampai terbengong melihat antusiasnya Nara membayangkan calon pangeran yang sudah disiapkan Kakek Malik .
" Ya kali Kakek lo mau milihin calon suami yang visualnya kayak badut Ancol , Ra ! " gemas Ghea yang di sambut gedikkan bahu dari Nara , lalu bergidik ngeri .
" Pokoknya gue gak mau ! Biar aja si tua bangka itu ngambil akses bebas gue ! Lagian apa bedanya sama dia mau jodohin gue ! Toh sama - sama gak bebasnya ! Ya ' kan ? Mending gue milih kabur , " Ghea mendelik lalu menggeplak bahu Nara dengan tatapan tak percaya .
" Lo terlalu nething sama Kakek Malik . Kakek itu sebenarnya sayang banget sama lo " ucap ghea .
__ADS_1
sesampainya di parkiran sekolah sudah banyak siswi siswi sedih dan sendu Tentu saja penyebab dari semua kegalauan mereka karena sang pemilik sekolah ini akan menjodohkan cucu kesayangannya entah dengan gadis mana yang telah beruntung .
Elang si bad boy yang tingkahnya kadang bikin hati cenat - cenut itu adalah kesayangan sejuta umat kaum hawa di sekolahnya . Bagaimana semua tak merasa patah hati , kalau sebentar lagi , cowok yang mereka anggap seperti dewa Apollo itu akan melepas masa lajangnya dan berganti menjadi tunangan seseorang .
" Sumpah lebay banget ! " komentar Nara dengan tatapan jijik .
" Ini mereka nangis - nangis beneran ? " Gumam Ghea tak percaya . Nara menggelengkan kepalanya pelan , lalu melangkah menuju kelasnya beriringan dengan si Ghea .
Belum juga ada lima langkah Nara dan Ghea berjalan , suara siswi - siswi kembali heboh karena kedatangan Elang yang pagi ini berangkat menggunakan motor sportnya .
Nara menoleh sekilas , gadis itu bisa melihat si tampan Elang tengah membuka helm teropongnya lalu mengacak rambutnya dengan kasar . Nyaris membuat mata Nara terpaku seperti siswi - siswi lain yang sudah menjerit histeris .
Elang manatap aneh kesekitar sekolah , dimana para kaum milenial sedang menatapnya dengan sendu lalu beralih menatap gadis cantik yang sedang berdiri di tengah - tengah halaman sekolah . Senyum tampan Elang yang tak pernah gagal dalam memikat seorang gadis itu sontak terbit , Elang benar - benar melempar senyum termanisnya untuk seorang Naraya Azkara yang saat ini sedang salah tingkah .
" Cie - di senyumin babang ganteng tuh ! " Ghea menyenggol bahu Nara dengan senyum penuh arti .
" Gak jelas lo ! Ayo , cepetan , " ajak Nara buru - buru menarik tangan Ghea untuk ke kelas .
" Ra ! " panggil Elang sembari berlari kecil . Nara memejamkan matanya , melangkah lebih cepat lagi . Menyusun rencana menuju kelas .
" Ra , pelan - pelan jalannya . Lo di panggil Elang tuh ! " Gerutu Ghea harus berlari - lari kecil karena langkah Nara yang begitu cepat .
Banyak siswi - siswi yang menyayangkan sikap cuek Nara kepada Elang . Mereka suka heran kenapa Nara begitu acuh dengan Elang . Padahal Elang itu paket komplit yang seharusnya Nara syukuri keberadaannya . Elang hanya menggeleng kecil melihat kelakuan Nara yang kembali seperti biasanya .
Elang kira , setelah kejadian kemarin , gadis itu akan mau sedikit berkomunikasi padanya . Ternyata , Nara tetaplah Nara . Gadis unik itu sangat sulit sekali ia gapai .
" Secepatnya lo harus jadi milik gue Ra ! Atau gue gak akan bisa miliki lo selamanya karena Kakek . " Gumam Elang seraya menatap punggung Nara yang sudah hilang dari balik kelasnya .
Suasana di dalam kelas masih saja riuh , banyak yang bertanya pada Elang tentang berita yang pagi ini menggemparkan dunia sosmed itu . Elang hanya menanggapinya cuek , ia tak begitu peduli dengan berita yang sedang terjadi pagi ini . Baginya ada yang lebih penting lagi untuk di pikirkan . Yaitu , bagaimana caranya untuk menghindari permintaan Kakeknya besok .
Tak selang lama , Jonathan datang bersama antek - anteknya . " Morning baby .. " sapa Jonathan pada Ghea , nyaris membuat Nara yang duduk di sebelah Ghea ingin muntah mendengarnya .
" Morning juga By ! " jawab Ghea tersenyum cantik .
" Ra ! Nanti beneran mau ikut ? " Tanya Jonathan dengan tersenyum lebar . Nara hanya melirik sekilas Jonathan lalu kembali fokus pada buku novel yang sedang dia baca .
" Apa lo lihat - lihat ! " ketus Nara membuat Elang terkekeh .
" Galak amat sih , masih pagi juga , " ucap Elang tak bosan - bosan menatap wajah cantik Nara . Ghea terkekeh geli , lalu menepuk tangan kekasihnya .
" Nanti kalau bisa berangkatnya jangan kemalaman By . Nara lagi menghindar dari Kakeknya . " Bisik Ghea yang masih bisa di dengar oleh Nara dan Elang .
" Dasar lemes ! " sindir Nara dengan tatapan kesalnya pada Ghea . Elang semakin tertarik untuk mendengarkan perbincangan yang sedang terjadi di bangku Nara dan Ghea .
" Kalau gitu gue jemput jam 11 malam , gimana ? " Ide Jonathan membuat Nara melotot .
" Gue udah molor jam segitu bego ! " timpal Nara ketus .
" Lagian lo aneh - aneh aja deh By ! Masa iya kita berangkat jam 11 malam . Yang bener aje ? Mau di cekik sama emak gue ? ” Jonathan meringis , padahal tadi ia hanya ingin menggoda Nara saja .
Elang menyeringai , kini ia tahu ke mana arah pembicaraan Jonathan dan Nara . Kalau ceritanya lain lagi seperti ini , rencana Elang untuk memiliki Nara selamanya semakin mudah dan gampang . ' Kena lo gadis cantik ! ' batin Elang tersenyum setan .
Ia sudah memiliki rencana yang matang untuk mempermudah aksesnya memiliki Nara dan menghindari perjodohan yang dibuat Kakek Damar .
" Ngapain lo senyum - senyum ? " tanya Nara dengan galak , sontak Elang menggeleng pelan , lalu memutar tubuhnya menghadap kedepan .
Pagi ini Elang benar - benar tidak fokus mendengarkan pelajaran yang sedang di terangkan oleh guru mapel Fisika . Yang ada di otaknya hanya rencana gilanya nanti malam .
Elang memainkan bulpoin di sekitar dagunya . Lalu kembali menggeleng pelan ketika mengingat wajah Nara yang malah muncul di dalam isi otak dan kepalanya .
" Lo bikin gue gak waras , Ra ! " gumam Elang sembari menghela napas panjang . Semua gerak - gerik Elang tidak pernah lepas dari mata tajam Jonathan yang sedari tadi melihat ke arah Elang .
Jonathan tidak habis pikir dengan temannya ini . Jika Elang memang menyukai Nara kenapa tidak mencoba menyatakan perasaannya saja . Untuk apa Elang rajin - rajin memberi harapan palsu pada anak gadis orang . Kalau yang sebenarnya dia inginkan itu adalah Naraya .
__ADS_1
" Lo mau belajar sinting ? " tanya Jonathan pada akhirnya . Ia benar - benar tak tahan melihat kegelisahan yang tercetak jelas di wajah Elang .
Elang melirik tipis si Jo yang sedang memasang wajah serius . Lalu menggedikkan kedua bahunya pelan . " Maybe ! " jawabnya berhasil membuat kedua bola mata Jonathan melotot .
Bu Siska selaku guru Fisika yang sedang bersusah payah menerangkan rumus - rumus di papan tulis menggerang geram . Dimana beliau merasa di abaikan oleh anak didiknya yang tak lain adalah Elang dan Jonathan .
" Elang , Jonathan ! " panggil Bu Siska membuat kedua cowok itu sontak menatap lurus ke depan . Jika Jonathan saat ini sedang menampilkan wajah tegangnya , beda lagi dengan Elang yang memasang wajah datarnya .
" Jelaskan rumus gra- ”
Kring Kring
" Yes ! Istirahat . " Seru Elang sembari mengusap rambutnya dengan gaya melambat . Bu Siska melotot , mengusap dadanya dengan penuh penekanan .
Nara hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah Elang yang sangat tidak sopan . Andai saja ia yang menjadi Bu Siska , mungkin sudah Nara pukul kepala cowok itu menggunakan penghapus papan tulis dari depan sana .
Sayang sekali Bu Siska tidak memiliki keberanian seperti Nara , mengingat Elang adalah cucu kesayangan dari pemilik sekolahan yang sedang beliau naungi . Bu Siska masih sayang dengan gaji dan pekerjaannya .
" Elang .. Elang .. kamu itu ganteng , pinter ! Tapi tingkahmu kok ya mirip banget kayak begundal pasar ! " gumam Bu Siska sembari menghela napas panjang .
Seperti biasa di jam istirahat , Elang dan antek - anteknya akan memalak anak para kolongmerat di kantin sekolahan . Yang sering menjadi sasaran empuknya adalah si Lukman . Cowok dengan gaya kemayu itu hampir setiap hari menjadi ATM berjalan untuk Elang dan pasukannya .
Tetapi , meskipun begitu , Lukman dengan senang hati melakukannya . Yang penting bisa berdekatan dengan Elang and the gengs mah Lukman rela jadi cunguknya !
" Luluk ! Gue bakso ya ! " teriak Jonathan .
" Beyes Jo ! Ye apa ganteng ? " tanya Lukman pada Elang sembari berkedip genit . Sesaat Elang bergidik jijik , lalu berkata .
" Samain kayak Jo ! "
" Di tunggu ya , ganteng ! Luluk yang mempesona ini on the way dulu ! Baek - baek ya disitu . Duduk yang manis . Syalalalalala ... " dengan berlari - lari kecil seperti anak kanguru yang terbebas di tengah Padang pasir , Lukman pergi ke arah Bu kantin untuk memesankan makanan si duo ganteng , Elang dan Jonathan . Semua yang melihat kelakuan Lukman barusan , jelas tertawa cekikikan . Padahal kalau di pikir - pikir Lukman itu anak dari seorang menteri perdagangan yang kaya raya .
Tapi kenapa tingkahnya bisa absurd dan menyimpang dari kodratnya begitu sih
" Makhluk akhir zaman ! " komentar Ghea . Nara terkikik dan mengangguk kecil . Yang di katakan Ghea memang benar . Lukman itu sejenis makhluk Tuhan yang spesiesnya semakin banyak di peradaban akhir zaman .
Bruk
" Auw ! " Nara dan Ghea melotot , melihat Silvi tiba - tiba terjatuh pas di sebelah tempat Nara duduk .
" Lo ngapain sih , Ra ? Harus banget bikin gue jatuh ? ” tuduh Silvi membuat Nara melongo dengan wajah tak percaya .
" Maksud loh ? " tanyanya .
" Ck ! Gue tau lo gak suka sama gue ! Tapi gak usah main kasar kayak gini lah ! Gimanapun kita itu saudara . " Nara semakin tidak mengerti dengan ucapan Silvi .
" Halah ngaku lo , gue lihat sendiri lo sengaja bikin temen gue jatuh ! " tuduh Memey membuat Ghea sontak tidak terima .
" Hey lampir ! Lo gak usah mulai bikin drama murahan ! Apa buktinya kalau Nara bikin si Silvi sotoy ini jatuh ? Gak bosen - bosen ya kalian nyari masalah melulu sama kita - kita ! Segitu kalah saingnya ' kah ? ” tantang Ghea Silvi tak terima dengan ucapan Ghea .
Ia menyambar juice buah naga dari tangan Memey lalu melempar ke atas kepala Nara dengan penuh kebencian .
" Oh my God ! " pekik siswa / i yang sedang melihat perseteruan yang terjadi antara dua rival yang tak pernah akur itu .
Elang secepat kilat mengambil tisu dari atas mejanya . Membantu Ghea membersihkan wajah Nara yang berubah jadi merah setengah ungu .
" Ikut gue ! " Elang dengan lembut menarik tangan Nara . Lalu menutupi seragam depan Nara yang basah itu dengan cara setengah memeluknya .
Melihat Elang yang begitu peduli dan perhatian dengan Nara , jelas membuat semua siswi - siswi harus gigit jari .
" Elang ! " Silvi mencoba menggapai tangan Elang , namun dengan gesit Jonathan menepisnya .
" Berani nyentuh Nara , lo berurusan sama gue " bukan Jonathan kali ini , melainkan Elang ! Ya si bad boy tampan itu tengah melayangkan tatapan tajam pada Silvi .
__ADS_1
Nara bungkam , di dalam dekapan Elang . Gadis itu tidak bisa memahami apa maksud dari ucapan Elang barusan .
" Mampus lo ! " bentak Ghea , yang setelah itu ikut pergi membuntuti Elang dan Nara .