
Elang membawa Nara menuju mobil Jonathan . Sesaat Nara bingung kenapa Elang malah membawanya ke mobil bukannya ke UKS . Namun , setelah mendengar penjelasan dari Elang , akhirnya Nara menurut . Tidak mungkin juga ia akan mandi di toilet sekolahan .
Rambutnya sudah terasa lepek dan lengket . Karena tumpahan jus buah naga yang tercampur baur dengan rambutnya .
" Kita ke mana ? " Tanya Nara membuat Elang menoleh sekilas setelah itu menarik seat belt dan memakainya .
" Nanti lo juga tahu , " ujar Elang .
Nara mencebik , ia paling malas dengan orang yang suka bertele - tele . Keduanya pun kembali diam setelah obrolan sekilas yang terjadi barusan .
Tidak ada satu ucap kata pun yang terlontar dari mulut Nara atau Elang di sepanjang perjalanan . Nara yang kembali memikirkan rencana Kakeknya . Dan Elang yang sedang memikirkan rencananya untuk memiliki Nara agar terhindar dari perjodohan konyol Kakek Damar .
Sekitar dua puluh lima menit , mobil milik Jonathan yang dibawa Elang memasuki sebuah apartemen mewah yang ada di tengah - tengah ibukota . Elang bergegas turun dari mobil , kemudian membukakan pintu mobil untuk Nara .
" Lo bawa gue ke apartemen ? " Tanya Nara dengan polosnya . Entah mengapa gadis itu mendadak jadi telmi . Elang mengangguk , membenarkan ucapan Nara .
" Lo mau tetep disini atau keluar ? " Nara memiringkan bibirnya , segera keluar mobil dengan perasaan jengkel .
" Lo bisa bersihin rambut lo di apartemen gue nanti ! " ucap Elang seraya melirik Nara yang sedang memasang wajah masam .
Elang hanya menggeleng pelan , kemudian masuk ke dalam lift di susul Nara yang membisu di belakangnya .
Lantai paling atas adalah tujuan Elang saat ini . Cowok itu membawa Nara menuju apartemen pribadinya . Elang berjalan dengan santai menyusuri lorong bangunan mewah itu , yang siang ini terlihat sangat sepi .
" Masih jauh nggak sih ? " Tanya Nara membuat Elang menghentikan langkahnya mendadak .
Bruk !
" Auw ! " Nara mengusap jidatnya yang terbentur punggung lebar Elang .
Niat hati ingin mengomel , namun setelah melihat seragam Elang tertempel kotoran jus buah naga dari kepalanya mata Nara langsung melotot .
" Mampus ! " gumamnya lirih .
" Ck ! Lo ngotorin seragam gue ? " decih Elang sembari memencet password pada pintu apartemennya .
Nara mencebik . " Salah siapa berhenti dadakan ! " elaknya bersedekap dada .
" Lo gak lihat kita udah sampai ? " Ledek Elang sembari melirik Nara yang terdiam .
" Kok bisa ? " Tanyanya dengan konyol . Elang terkekeh pelan setengah geleng - geleng kepala .
"Bisa gimana ? Emang kita udah sampai , " jawabnya sembari menggedikkan dagunya , menunjukkan pintu masuk yang sudah terbuka .
Sesaat gadis itu bingung dengan maksud ucapan Elang . Tetapi setelah melihat Elang masuk ke dalam apartemenmya , Nara baru tersadar akan ketelmiannya . Buru - buru dia membuntuti Elang yang sudah masuk .
Elang tampak membuka almari pakaian yang ada di sudut apartemen . Sementara Nara , gadis itu memilih diam sembari memperhatikan apa yang sedang Elang lakukan saat ini .
__ADS_1
" Ganti baju lo sama ini ! Lo tenang aja , ini belum pernah gue pakai , " ujar Elang sembari mengulurkan satu buah kaos oblong miliknya pada Nara .
Tanpa pikir panjang Nara langsung menyambar kaos itu dari tangan Elang . Jujur saja , saat ini Nara sudah begitu gerah dengan seragam yang terasa lengket di tubuhnya .
" Thank's ! Kamar mandinya dimana ? " Elang mengarahkan pandangannya pada kamar mandi yang berada di belakang tempat Nara berdiri saat ini .
" Kalau perlu apa - apa panggil aja gue , " kata Elang dengan senyum penuh arti .
Nara memang polos . Tapi bukan berarti ia tak tahu dengan senyuman iblis yang Elang semaikan padanya barusan .
" Bosen idup lo ! " Elang terkekeh , gadis itu benar - benar tidak bisa di ajak bercanda pikirnya .
Sepeninggal Nara yang masuk ke dalam kamar mandi , Elang membuka ponselnya untuk memberi kabar pada Jonathan agar cowok itu mengizinkan dirinya dan Nara ke wali kelas , anggap saja sekarang Elang sedang mengajak Nara untuk bolos . Toh , kalau mau kembali ke sekolah juga waktunya sudah sangat mepet . Buang - buang waktu dan tenaga di jalan saja , menurut Elang .
Ceklek
Nara keluar kamar mandi dengan memanyunkan bibirnya . Elang memberinya kaos dengan ukuran yang sangat besar . Sebenarnya jika dipakai pada tubuh Elang , kaos itu akan terlihat bagus , namun , karena Nara yang memakainya . Kelihatannya jadi seperti orang - orangan sawahan .
" Elang ! " Panggil Nara kesal .
" Hm ? Kenapa Ra ? " Tanya Elang tanpa beralih pada layar ponselnya . Nara berdecak kesal . Gadis itu mendekati Elang sembari berkacak pinggang .
“ Lihat kaos lo ! Kebesaran , " sewotnya sembari menepuk pundak Elang , pelan . Elang mendongak , kemudian menelisik penampilan Nara dari atas sampai bawah .
Glek !
Dengan susah payah , Elang menelan salivanya . Matanya terpaku pada paha Nara yang mulus , kaos yang biasanya begitu pas di tubuhnya itu kini menjadi mini dress sexy yang memeluk lekuk tubuh sexy Nara .
" Lo lihat apa sialan ! " bentak Nara setelah berhasil menampar pelan pipi Elang .
" Lo gila ! "
" Mata lo yang gila ! Dasar Playboy tengik ! " Nara tak mau kalah . Jelas - jelas ia melihat sendiri Elang sedang menatap rok sekolahnya yang tertutupi kaos milik cowok itu .
Merasa tersudut , Elang mengusap wajahnya dengan kasar . Lalu berdiri dari duduknya , mendorong tubuh Nara sampai terjatuh di atas ranjang . Nara menjerit histeris sembari memeluk tubuhnya erat .
" Lang ! Lo- mau ngapain ? " Nara mendadak ketakutan , ia bisa melihat sorot mata tajam milik cowok tengik itu tengah menatapnya dengan sangat dalam .
" Takut lo ? " tanya Elang sembari memajukan wajahnya lebih dekat lagi . Nara memejamkan matanya , hembusan napas Elang dan napasnya yang saling bersahut - sahutan .
Membuat tubuh Nara seketika menjadi tegang . Mati - matian Nara mencoba melepaskan dirinya dari kurungan cowok tampan di atasnya , namun usahanya gagal . Tubuhnya seakan terpaku dan sulit digerakkan .
" Gue bisa tuntut lo kalau berani macem - macem ! " ancam Nara masih dengan mata terpejam . Elang terkekeh , semakin mengikis jarak mendekati Nara .
"Laporin , gue gak takut ! ” bisiknya mampu membuat tubuh Nara kali ini meremang .
Gila ! Ini benar - benar gila . Kini , Nara semakin yakin . Bahwa cowok tampan yang banyak di sukai gadis - gadis disekolahnya itu memanglah seorang bad boy dan playboy mesum ! Hampir saja Nara terkecoh , karena kebaikan yang Elang berikan padanya di kantin sekolah tadi . Ternyata semua itu salah besar .
__ADS_1
Elang yang ada di mata Nara masih sama saja seperti Elang sebelumnya . Lebih parah dari prediksinya malah ! Fyuh ! Elang meniup wajah Nara dengan gerakan melambat , membuat Nara terkesiap karena merasa ada hembusan napas yang menyapu permukaan wajahnya .
Perlahan , Nara membuka matanya . Dan .. Deg Degup jantung Nara berdetak dengan cepat , ia bisa melihat dengan jelas , wajah tampan Elang begitu dekat dan memenuhi indera penglihatannya .
" Gak usah nething , gue gak bakalan ngapa - ngapain lo ! " ucap Elang tersenyum mengejek , sontak saja berhasil membuat Nara melongo .
Pletak !
" Auwh ! Sakit bodoh ! " sentak Nara sembari mengusap keningnya yang terkena sentilan dari tangan besar Elang .
Dengan terkekeh pelan , Elang menarik tangan Nara . Membantu gadis itu untuk kembali berdiri .
Dugh !
" Mamam tuh ! Mampus gak lo ! " umpat Nara ketika berhasil membalas perbuatan Elang dengan cara menonjok perutnya .
Kemudian melenggang santai menuju sofa yang ada di sudut kamar apartemen . Elang hanya meringis , bibirnya malah tersungging tipis .
" Makin berani lo sama gue ! " Gumamnya menggelengkan kepala pelan . Setelah insiden beberapa menit yang lalu , Elang memesankan cemilan dan minuman untuk Nara .
Keduanya pun sedikit mencair dengan berbincang kecil . Jelas , Elang lah disini yang banyak bicara . Nara hanya membalas pertanyaan dari cowok itu sesekali melempari wajah Elang menggunakan kentang goreng , jika cowok itu kembali berulah , menggombalinya dengan kata - kata yang un - faedah .
" Ini kali pertama gue bolos sekolah . " Elang mengangguk , ia paham betul . Nara adalah gadis yang sangat lurus dan disiplin . Tidak seperti dirinya , masuk sekolah tergantung dengan mood .
" Tapi tadi gue udah suruh Jonathan sama Ghea izinin kita . Banyak saksi juga ' kan tadi di kantin . Jadi , lo tenang aja . " Nara mendesah pelan .
Gara - gara ulah si Silvi ia jadi bolos sekolah . Bersama Elang pula ! Benar - benar apes . " Sorry , gara - gara gue lo jadi ikutan bolos di jam sekolah , " ucap Nara membuat Elang tergelak , nyaris tersedak . Ini kali pertama gadis itu berbicara lembut padanya .
" Gue gak salah denger ' kan ? " Nara mengernyitkan alisnya bingung , lalu bertanya .
" Maksud lo ? " Elang masih tertawa melihat wajah lugu Nara .
Mendengar tawa Elang yang begitu menyebalkan , sontak Nara menggerutu kesal . " Apaan sih ? " Nara meraba - raba bibirnya lalu beralih pada permukaan wajahnya . Gadis itu berpikir , barang kali saja ada yang aneh dengan mukanya . Karena itu Elang tertawa - tawa tidak jelas . Bukannya tawa Elang mereda , yang ada cowok itu semakin tertawa keras saat melihat tingkah konyol gadis cantik di depannya .
" Elang ! Tawa lo freak banget , sumpah ! Lo ngetawain apa sih ? " bentak Nara dengan mata melotot , sebal . Elang menghentikan tawanya . Kemudian menggeleng .
" Enggak . Lo cantik ! " Mata Nara semakin melebar , pipinya mendadak panas . Ucapan Elang barusan , berhasil membuat seorang Naraya blussing seketika .
" Tuh ' kan makin cantik . " Goda Elang nyaris membuat Nara serangan jantung di tempat .
" Sialan ! " umpat Nara pelan . Dan berhasil mencuri gelak tawa dari bibir Elang , lagi dan lagi . Bagi Elang , Nara sangatlah menggemaskan dengan pipi merah jambunya .
" Elaaaang ! Lo bisa diem gak sih ! " jengkel Nara meraup wajah cowok itu dengan gemas .
" Oke- gue diem ! " Elang mengangkat kedua tangannya , seakan menyerah . Lalu kembali tertawa , ketika melihat Nara menggigit kentang goreng dari tangannya dengan brutal .
" Cowok sinting ! Autis ! "
__ADS_1
" Bukan Autis Ra , tapi Aishiteru ! "
" Elaaang !! "