My Perfect Hubby

My Perfect Hubby
25.elang yang licik 21+


__ADS_3

Kawasan 21+ bocil minggir dulu yes.


Setiba di kediaman Bimantara, Elang segera turun dari mobil dan lari ke dalam rumah. Disusul Nara yang tampak tegang dengan tangan saling bertautan erat.


"Oke lo cuma perlu tenang. Elang suami lo Nara. Lakukan, lo pasti bisa." Katanya saat berada di anak tangga.


Pintu kamar terlihat terbuka lebar, Nara memasukinya dengan langkah yang dibuat setenang mungkin.


"Lo mau ngapain?" Tanya Nara saat melihat Elang tengah membuka lemari pendingin di kamarnya lalu mengambil bongkahan es batu.


"Gue perlu es buat redamin sesuatu Ra." Ujar Elang tanpa melihat lawan bicara. Ia tidak mau sampai khilaf dan kembali menorehkan luka pada gadis yang keberadaannya sangat dia ingin jaga.


Nara tertegun, terus memperhatikan tangan Elang yang sibuk memindahkan es-es kecil dari freezer itu pada wadah.


'Gue berdosa gak sih?' Nara menggaruk lehernya yang mendadak jadi gatal. Ada rasa tak tega di hati Nara saat melihat wajah Elang yang tampak merah padam seakan menahan siksaan.


"Lang?" Panggil Nara.


"Hm!" Jawab Elang sembari membuka kemejanya lalu membuangnya sembarang arah.


Nara menelan ludahnya kelu, bingung harus memulai dari mana.


"Gue bisa bantu lo!" ucap Nara memberanikan diri.


Elang yang hampir masuk ke dalam kamar mandi sontak menghentikan langkahnya. Tubuhnya memutar secara perlahan, menatap lekat wajah Nara yang tampak tegang. Seulas senyum tersungging di bibir Elang. Cowok itu menggelengkan kepala seraya berkata.


"Gue bakalan nunggu lo sampai siap Ra. Maunya gue yang dari hati, bukan karena rasa kasihan. Lo tenang aja, gue masih bisa pakai ini!" jawab Elang sembari mengangkat sebelah tangannya yang ditujukan pada Nara.


Pipi Nara memerah, mendadak ia jadi salah tingkah. Bukannya Nara tidak paham dengan maksud Elang mengangkat lima jarinya. Nara sangat paham! Karena ia juga bukan gadis yang polos-polos amat.


Masalahnya, kenapa Nara jadi merasa tidak terima kalau Elang bersolo karir, gadis itu merasa semua yang terjadi pada Elang malam ini juga karena dirinya. Kalau saja Nara tadi tidak memberikan minuman itu pada Elang, mungkin suaminya itu tidak akan berada di posisi seperti saat ini.


Pintu kamar mandi terdengar tertutup, membuat perasaan Nara jadi semakin tidak tenang. Tetapi sebisa mungkin ia coba tahan untuk tidak mengganggu konsentrasi Elang yang sedang bermain sabun di dalam sana.


Sementara di dalam kamar mandi Elang sedang memenuhi air di dalam bathtub dengan mencamburinya es. Sesuai pengalaman temannya yang pernah terjebak oleh ****** nakal, katanya semua rasa ingin itu akan hilang dengan cara berendam dengan air es. Dan bisa-bisanya Elang juga ikut mempraktekkan tutorialnya saat ini di dalam kamar mandi.


"Sial! Siapa pun lo yang lakuin ini sama gue! Niat banget cari mati!" Elang mulai menenggelamkan tubuhnya di dalam bathtub sampai seluruh kepalanya, tak lupa tangan nakalnya mulai bergerilya dan berimajinasi membayangkan wajah Nara.


Dua puluh menit telah berlalu, Nara sudah mengganti pakaiannya dengan dress santai tanpa potongan lengan. Ia begitu cemas karena melihat pintu kamar mandi tidak kunjung terbuka.

__ADS_1


"Lo masih hidup kan Lang?" Gumam Nara sembari menggigit ujung-ujung kuku jarinya.


Nara takut kalau cowok itu akan mati akibat frustasi di dalam kamar mandi sana. Kalau Elang mati, bagaimana dengan nasib anak yang sedang di kandungnya. “ No! Elang pasti masih hidup. Mungkin dia masih lemes di dalem sana." Feeling Nara dengan mengangguk antusias.


Ceklek


"Ah ya ampun syukurlah! Gue kira lo udah mati di dalem kamar mandi Elang!" seloroh Nara, saat melihat Elang tengah berdiri di ambang pintu dengan rambut yang terlihat masih basah juga wajah tampak tegang.


"Lang! Lo gak papa kan?" Nara menepuk-nepuk pundak Elang, mencoba menyadarkan cowok itu dari kebisuannya.


“Shit!” Umpat Elang yang berniat masuk ke dalam kamar mandi lagi.


"Eh-lo mau ke mana ?" Tanya Nara sembari mencekal pergelangan tangan Elang.


“ Lepasin Ra. Gue gak mau nyakitin lo."


Deg


Detak jantung Nara terpompa dengan cepat. Jadi artinya sedari tadi Elang masih belum bisa terbebas dari siksaan obat laknat itu? Ya ampun! Nara memandang bimbang Elang yang ada di depannya, lalu segera menarik cowok itu agar mendekat ke arahnya.


"Lo pasti butuh gue. Lakukan! Gue gak bakalan nyesel!" ucap Nara dengan tatapan serius.


"Lo yakin?" Tanya Elang dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.


Nara mengangguk, yakin. Meskipun hatinya berkata lain. Yang sebenarnya terjadi, saat ini Nara benar-benar merasa gugup.


"Gue takut lo semakin benci sama gue setelah ini. Lebih baik lo tidur sekarang." Elang mengendurkan tangannya pada pinggang Nara, berniat memutar badannya untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"Gue gak bakalan benci sama lo Elang. Gue kan istri lo! Gue ikhlas," kesal Nara dengan wajah merah padam.


Elang itu bagaimana sih! Apa dia tidak tahu kalau Nara saat ini sedang menahan malu mati-matian karena memberikan lampu hijau padanya untuk berbuka puasa.


'Wait baby!' batin Elang tertawa menyeringai.


Sebenarnya kondisi Elang saat ini sudah setengah baik-baik saja. Tetapi berhubung Nara malah menggodanya dengan memakai pakaian se-sexy majalah model dewasa. Ya jangan salahkan Elang kalau dia malah memanfaatkan situasi yang memperluas peluangnya untuk mendapat jatah enak-enak dari Nara.


Kalau di pikir-pikir Nara kan istri sahnya. Wajar kan Elang menginginkannya.


Brengsek-brengsek begini Elang juga tetap ingin menjadi tetap nakal untuk bernostalgia bersama Nara. Mengulangi indehoy yang pernah mereka lakukan.

__ADS_1


"Lo yang maksa gue Ra. Sorry kalau setelah ini gue gak bisa berhenti." Dengan gerakan tak terbaca, Elang langsung membopong tubuh Nara lalu membaringkannya ke atas ranjang.


Suhu tubuh keduanya mendadak panas dingin, dengan Elang yang kini berada di atas tubuh Nara. Dan tanpa ada yang saling melepas tatapan.


"Nikmati Ra." Bisik Elang dengan menggigit kecil telinga Naraya.


Gila! Ini benar-benar gila. Nara bingung harus berbuat apa. Yang jelas, ada sensasi geli-geli nikmat yang dia rasakan saat ini..


Elang mulai melancarkan aksinya. Bibirnya perlahan memanggut dengan lembut daging kenyal yang terasa pas di belitan lidahnya. Nara menikmati setiap sensasinya. Elang memainkan bibir Nara dengan gerakan yang sangat lembut.


Tangan Elang pun tak tinggal diam, mulai bermain lincah di atas bongkahan padat milik Nara yang masih tertutup kain dress tipis lengkap dengan bra-nya. Bibir Nara sedikit terbuka dengan gesekan kaki yang terlihat mulai tak tenang.


"Lang! Stop it!" Elang menyeringai, ia sangat suka dengan wajah gelisah Nara yang semakin terlihat menggoda di matanya.


"Kenapa?" Bisik Elang terdengar serak di telinga Nara.


"Malu .." rengek Nara membuat Elang terkekeh. Padahal mereka belum melakukan apapun saat ini.


Tak mau berlama-lama dengan kesempatan emas yang sedang menimpanya malam ini, Elang segera melepas semua pakaiannya ke atas lantai, lalu ganti melucuti dress Nara dengan kembali menyatukan bibirnya pada bibir Nara.


Elang tahu Nara saat ini tidak nyaman. Bagaimana pun mereka baru melakukannya untuk yang kedua kali. Belum banyak kali.


"Siap baby?" Nara mengangguk, sudah kepalang tanggung. Tidak mungkin juga dia mengatakan tidak siap, sementara Nara sendiri lah yang menawarkan tubuhnya pada Elang.


"Janji sama gue! Setelah ini putisin semua pacar-pacar lo Elang!" Elang terdiam, menatap manik mata Nara dengan dalam.


"Bakalan gue putusin sekarang juga! Karena satu-satunya pacar gue saat ini sedang ada di depan gue." Nara mengerutkan kening, mendadak otaknya jadi loading lama.


Pletak!


"Lo main kdrt lagi!" sungut Nara.


"Gue gak pernah punya pacar! Satu-satunya perempuan yang gue suka cuma lo!"


"Bohong!"


"Demi Tuhan Nara. Apa gak cukup satu baby buat buktiin keseriusan gue ke lo?" Nara melototkan matanya lalu memukul dada bidang Elang dengan kesal.


"Lang, lo kayaknya udah gak papa deh?” Kali ini gantian Elang yang mendelik, cowok itu segera menenggelamkan wajahnya pada leher Nara lalu turun ke belahan dada sintal yang begitu indah milik istrinya. Menggelitik bagian-bagian sensitif pada squisy Nara dengan lidahnya.

__ADS_1


"Do it now Elang!" perintah Nara yang tidak tahan dengan aksi Elang.


__ADS_2