
" Jadi lo mau ikut ke villa nanti malem ? " Pertanyaan itu akhirnya lolos dari bibir Elang . Ia ingin menanyakan sendiri pada empunya . Nara yang sedang menyruput milk shake , terdiam sesaat . Sebelum akhirnya mengangguk .
" Mau bareng sama gue ? " Nara tersenyum mengejek , lalu menaruh cup berisi milk shake strawberry itu di atas meja .
" Thanks . Gue masih sadar diri . " Elang menaikkan sebelah alisnya , tak paham dengan maksud ucapan Nara .
" Gue tahu lo udah punya tunangan ege ! " telak Nara sontak membuat Elang terkesiap , kemudian tertawa jenaka .
" Lo percaya sama berita di akun - akun lambe itu ? " Tanya Elang . Nara menggedikkan bahunya sembari memasang wajah cuek . Nara menggedikkan bahunya sembari memasang wajah cuek .
" Gak penting , ngapain gue ngurusin hal receh begituan ! " jawab Nara , tatapannya kini tertuju pada rak buku yang ada di dinding apartemen Elang .
Cowok tampan yang sedang menikmati coffe late itu terkekeh . Geleng - geleng mendengar jawaban Nara . Ia heran , kenapa ada gadis sejutek dan semenyebalkan Nara . Anehnya , Elang malah salah satu cowok yang sangat menyukai semua kepribadian aneh gadis itu .
" Lang ? "
" Hm , apa ? "
" Itu buku apaan ? " Tanya Nara sembari menunjuk rak buku yang ada di ujung ruangan . Elang mengikuti arah telunjuk Nara , lalu memutar kepalanya , bergantian menatap Nara .
" Koleksi buku gue . Kenapa ? Lo mau baca ? " Nara ikut menoleh , kemudian mengangguk sebagai jawaban .
" Boleh gue lihat koleksi lo sendiri ? "
" Lihat aja , disitu ada beberapa novel alay yang nggak pernah gue baca . Salah kirim online shopnya ! " jelas Elang .
Nara berjalan menuju rak buku milik Elang . Kemudian mulai memilah - milah buku menurutnya menarik untuk dibaca .
" Rindu .. " ucap Nara yang tengah membaca judul pada cover buku yang sedang ia pegang . " Tere Liye ! " imbuhnya sembari membolak - balikkan buku bersampul warna kuning gradasi orange tersebut dari tangannya .
" Elang , gue pinjem yang ini . " Nara mengangkat novel yang barusan ia ambil dari rak , Elang mengangguk mempersilahkan Nara untuk membacanya .
" Koleksi buku lo banyak juga ! " ucap Nara sembari berjalan menuju sofa kembali .
" Ini gak seberapa . Di rumah jauh lebih banyak" Elang terus memperhatikan langkah Nara yang semakin dekat . Kemudian melengos saat jarak keduanya benar - benar terkikis tipis .
__ADS_1
Sumpah demi apapun , Elang ingin mengumpat saat ini . Entah mengapa , berdekatan dengan Nara dalam satu ruangan sesepi ini membuat otaknya jadi traveling kemana - mana .
" Lang , lo udah nyuruh Jonathan buat ngabarin Ghea jemput gue kesini ' kan ? " Elang menoleh , kepalanya mengangguk . Meskipun nyatanya , tengah berdusta .
" Lo tenang aja , " jawab Elang membuat Nara melirik sekilas Elang . Kemudian fokus pada buku yang sedang di pegang .
" Gue tinggal ke balkon kamar , " Nara mengangguk , ia tahu kalau cowok itu pasti ingin merokok . Sepeninggal Elang yang pergi menuju balkon apartemen , Nara mulai merasakan kantuk yang luar biasa . Dia menyandarkan punggungnya pada sofa , sesekali bibirnya menguap . Jujur saja , semalam ia tidak bisa tidur gara - gara kedatangan Kakek Malik .
Ucapan pria tua itu benar - benar mengganggu pikiran Nara semalaman . Dan Tanpa Nara sadari , sedari tadi Elang terus memperhatikan gerak - gerik Nara dari balkon kamar . Karena kaca pembatas balkon dan kamar itu transparan , menjadikan Elang dengan bebas menatap keindahan yang ada di dalamnya .
" Sial ! Apa - apaan gue ini ! " Elang menggaruk lehernya yang tidak gatal , melihat Nara tertidur dengan gaya menggoda seperti itu , tiba - tiba sesuatu dibawah sana bergerak lincah .
Elang segera menekan putung rokok ke atas asbak . Kemudian masuk ke dalam kamar . Hal pertama yang Elang lakukan saat ini adalah mengambil milk shake milik Nara kemudian menegaknya sampai habis .
" Calm ! Lo bisa miliki Nara dengan cara yang lain ! " ucap Elang saat setan jahat tiba - tiba berbisik dan mencoba meracuni akal sehatnya . Perlahan , Elang menaruh buku yang tergeletak di atas paha Nara dengan hati - hati .
Napasnya terasa putus - putus saat mengambil buku itu . Tanpa sengaja kulit punggung tangannya menyentuh kulit halus pada bagian paha Nara . " **** ! " Elang menarik tangannya secepat kilat dengan umpatan yang terdengar tertahan .
Setelah keadaan hatinya sedikit tenang , ia segera membopong tubuh Nara yang terkulai di atas sofa menuju ranjang . Elang terus memperhatikan wajah cantik Nara yang tengah tertidur dengan tatapan intens . Cowok itu tersenyum .
Perlahan , Elang menaruh tubuh Nara di atas ranjang . Tetapi , bukannya Elang segera menyingkir dari sisi Nara setelah membaringkannya . Yang ada , cowok itu malah dengan nekatnya memandangi wajah cantik Nara berlama - lama . Bahkan , kini Elang mulai nekat menyentuh pipi Nara . Mengusapnya dengan ibu jarinya , lembut .
" Gue harus gimana supaya bisa miliki lo Ra ? " Monolog Elang terdengar sangat frustasi . Katakanlah , Elang sangat terobsesi pada Nara . Elang sangat mendambakan gadis itu menjadi miliknya .
" Apa gue harus berbuat gila dulu , Ra ? " Tangan Elang terus bermain cantik pada wajah Nara . Tidak di duga , tubuh Nara menggeliat , membuat Elang buru - buru menjauhkan tangannya dari wajah Nara .
" Nara benci ! Ka - hoamb- Malik Jahat ! " Gumam Nara mengigau dan setengah menguap .
Deg Elang tertegun mendengar ucapan Nara . Cowok itu kembali mendekat , menatap wajah polos Nara dengan tatapan berbeda kali ini . " Siapa Malik , Ra ? " Tanya Elang dingin .
Merasa ada hembusan napas yang menyapu permukaan wajahnya , Nara mengerjapkan matanya pelan . Mata Nara terbelalak , melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini . " Aaaa !! " teriak Nara histeris .
Wajah Elang benar - benar dekat dengan wajah Nara . Membuat gadis itu jadi syok saat membuka matanya . " Siapa Malik , hm ? " Tanya Elang kali ini dengan mata memerah , menahan amarah .
Nara memiringkan kepalanya , demi menghindari tatapan Elang yang begitu mengerikan . " Bukan urusan lo ! Dia itu Ka- emmph ... ” " Deg Deg Deg 99 Dengan hati memanas Elang langsung membungkam bibir mungil Nara sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya .
__ADS_1
Saat ini Elang tengah di selimuti oleh cemburu buta . Sedari tadi , ia sudah mencoba menekan napsu dan egonya agar tak melukai perasaan Nara . Namun , entah mengapa setelah Nara mengatakan nama ‘ Malik ' di dalam tidurnya . Hawa panas mendadak menyergap tubuh Elang dan merusak akal sehatnya .
Nara memukul - mukul punggung Elang . Gadis itu sudah meneteskan air matanya sejak Elang pertama kali mengambil ciuman pertamanya tadi . Ia begitu ketakutan , Elang benar - benar sudah kurang ajar padanya . Nara berharap , Elang masih mau melepaskan dirinya . 100 Namun sangat sayang ! Elang saat itu sedang kalap .
Dia tidak peduli dengan serangan yang tak seberapa Nara berikan padanya . Elang terus ******* dan menggigit dengan bringas bibir Nara . Tangannya pun tak tinggal diam bergerilya turun ke bawah sana . Meremas dan menekan dengan kuat kedua gundukan kembar milik Nara . Tubuh Nara memanas . Gadis itu merasakan gelenyar aneh menjalar keseluruh badannya .
Saat ini , untuk berteriak rasanya bibir Nara sudah tak mampu , Elang begitu kuat menghisapnya . Nyaris tak membiarkan Nara meraup oksigen sedikit pun . ' Elang brengsek ! Gue benci sama lo ! Benci ! ' jerit Nara dalam hati .
Gadis itu merasa dunianya akan segera hancur karena tindakan Elang saat ini . Nara merasa kotor ! Karena seluruh tubuhnya sudah Elang jelajahi .
" Sorry Ra , gue gak bakalan berhenti ! " Bisik Elang membuat Nara menggigit bibir bawahnya . Tubuh Nara bergetar hebat , matanya terpejam saat Elang berhasil melepas balutan terakhirnya .
Nara berpikir , mungkin takdirnya memang harus selalu sial . Tuhan seakan menciptakan dirinya hanya untuk hidup menderita .
Elang menelan ludahnya dengan susah payah . Matanya begitu liar menatap keindahan yang ada di atas ranjang saat ini . Ia tak peduli dengan dosa besar yang tengah dilakukannya saat ini . Waras Elang benar - benar terganggu . Kali ini ia harus mendapatkan Nara seutuhnya .
Dengan gerakan tidak sabaran , Elang membuka kedua paha Nara . Lalu memasukkan juniornya pada inti Nara yang masih sempit . Tidak ada jeritan dari mulut Nara , namun gigitan di bibirnya semakin kuat . Nara merasakan sakit yang luar biasa dibawah sana .
Kesuciannya sudah raib di ambil oleh Elang ! Ya , Elang ! Cowok brengsek itu telah mengambil mahkota yang Nara jaga selama ini . " Ra ! " Elang ambruk di atas tubuh Nara setelah berhasil memasukkan juniornya . " Sorry Ra ! Tapi gue gak akan pernah nyesel ngelakuin ini sama lo ! " ucap Elang benar - benar membuat Nara muak .
Elang mulai menggerakkan pinggulnya . Sungguh , ini rasanya sangat nikmat ! Elang telah merasakan surga dunia bersama gadis cantik yang telah membuatnya tergila - gila sepanjang hari . " Lang ! " Nara mencengkeram punggung Elang , kuat . Tidak disangka mulut Nara bisa Nara merasakan sensasi aneh yang membuat mulut dan tubuhnya bereaksi lain , tak sejalan dengan otak warasnya .
Elang menyeringai , cowok itu semakin memacu dengan cepat juniornya dibawah sana . Tidak perlu waktu yang lama , Elang dan Nara sudah mencapai klimaksnya . " Ra ! Argggh ! " Elang ambruk di atas tubuh Nara . Napas keduanya tersengal - sengal . Kini yang ada di dalam ruangan kedap suara itu hanya hening .
Nara menangis dalam diam , sementara Elang kini merasa kikuk harus berbuat apa . " Gue bakalan tanggung jawab ! " ucap Elang pada akhirnya .
Nara membuang muka , air matanya kembali lolos . Dadanya terasa sesak , Nara merasa dunianya telah hancur berkeping - keping .
" Salah gue apa sama lo Lang ! " Elang memejamkan matanya , kemudian berguling kesebelah Nara .
Tidak lupa , Elang juga menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya . “ Gue suka sama lo Ra ! Gue gak suka lo ngomongin cowok lain di depan gue ! " Nara bungkam , beberapa detik kemudian ia mengusap air matanya dengan kasar .
" Anter gue pulang , Lang ! "
" Ra ! "
__ADS_1
" Please , gue mohon ! "