
Pagi hari di kediaman Ardigo,
Ardigo sudah terbangun sejak 10 menit yang lalu, namun dia masih enggan untuk beranjak dari ranjang. Menikmati wajah damai Friska yang sedang terlelap ternyata sesuatu yang menyenangkan untuknya. Dia tidak berniat membangunkan sang istri karena sudah pasti Friska sangat kelelahan melayani hasratnya yang sudah terpendam sejak lama. Menjadi duda selama 5 tahun membuatnya tidak bisa menyalurkan hasrat seksualnya dan terpaksa puasa dari aktifitas nikmat tersebut
Tak lama kemudian bulu mata Friska mulai bergerak menandakan dia sudah mulai terbangun. Ardigo mempersiapkan senyum terbaiknya untuk menyambut Friska. Dia ingin menjadi sesuatu yang pertama kali dilihat oleh Friska pagi ini dan setiap harinya
"Good morning, love" sapa Ardigo tersenyum manis
Friska hanya tersenyum membalas sapaan Ardigo sambil mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya di sekitar
Setelah semua kesadarannya terkumpul serta melihat Ardigo yang tidak memakai baju membuat Friska spontan memundurkan tubuhnya. Tidak lupa wajahnya yang ikut merah
Melihat itu Ardigo hanya tersenyum geli lalu menarik tangan sang istri untuk kembali mendekat
"Ada apa? kau teringat sesuatu?" pancing Ardigo sambil tersenyum penuh arti. Entah mengapa sekarang dia seakan mudah membaca pikiran Friska dari raut wajah serta gestur wanita itu
"A-ah ti-tidak" gugup Friska
"Apa? kau tidak mengingatnya? padahal kita melakukannya sampai pukul 3 subuh" ucap Ardigo frontal
Sedangkan Friska jangan ditanya lagi bagaimana wajahnya saat ini. Bagaimana bisa Ardigo berbicara hal seperti itu dengan santainya
"Mas, apa yang kau bicarakan" Friska membenamkan wajahnya di dada Ardigo. Tentu saja pria itu sangat senang, bahkan tangannya langsung mengunci tubuh Friska dengan pelukan eratnya
Kulit mereka yang saling bersentuhan menciptakan sensasi aneh khususnya untuk Ardigo. Muncul keinginan lebih dari hanya sekedar memeluk
"Aku suka" celetuk Ardigo tiba-tiba
"Suka apa?"
"Ukuranmu. Semuanya aku suka" ujar Ardigo berbisik
"Mas! kenapa kau jadi mesum begini" kesal Friska sambil memukul pelan lengan Ardigo. Dia kesal karena Ardigo sudah membuat jantungnya bekerja dengan keras padahal hari masih pagi
"Tidak ada salahnya mesum kepada istri sendiri" kekeh Ardigo
Friska tidak lagi membalas ucapan Ardigo. Mereka masih betah dengan posisi berpelukan hingga Friska dikejutkan oleh sesuatu
"Mas Digo! tanganmu!" protes Friska saat merasakan tangan lebar itu sudah menjelajah kemana mana
__ADS_1
"Aku kan hanya memegang"
"Mas ini masih pagi dan kau sudah mesum seperti ini"
"Lalu kapan? nanti malam lagi ya?" antusias Ardigo
"Aku tidak bilang begitu" balas Friska cepat
"Terimakasih ya, akhirnya aku bisa buka puasa setelah 5 tahun" canda Ardigo
"Iya sama sama"
"Bisa aku minta sesuatu?" tanya Friska
"Tentu saja, sayang"
"Bisa tolong lepaskan aku, mas? aku mau mandi"
"Dengan satu syarat"
"Apa?"
"morning kiss" ucap Ardigo cepat dengan wajah tanpa dosa. Friska terdiam sesaat
"Kan sama saja" balas Friska
"Tidak. Sensasinya berbeda"
Aishhh sensasi matamu! kau tidak tau sensasi jantungku bagaimana saat ini. Batin Friska
Dengan terpaksa dia mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir Ardigo
"Terimakasih. Tapi sepertinya kau membutuhkan bimbinganku agar lebih hebat dalam berciuman"
"Tidak perlu mas, terimakasih" balas Friska cepat mengundang tawa geli Ardigo
"Mau aku gendong? sepertinya kau akan sulit berjalan"
Friska berpikir sejenak, sepertinya boleh juga tawaran Ardigo. Jadi dia tidak akan kesulitan berjalan dengan memegangi selimutnya
__ADS_1
"Boleh"
Friska mengeratkan selimutnya agar tidak lepas
"Tidak apa apa, aku sudah melihat dan hafal semuanya" kekeh Ardigo seolah paham kekhawatiran Friska
"Dasar" gumam Friska
Setelah mendudukkan Friska di atas toilet Ardigo langsung mengisi bath up dengan air hangat dan juga aromaterapi untuk sang istri
"Mau mandi bersamaku?" goda Ardigo disela sela kegiatannya
"Tidak mas" Ardigo terus saja tertawa dengan tingkah Friska. Bahkan kejujuran wanita itu sangat menghiburnya. Dia memang hanya berniat menggoda Friska. Karena jangankan Friska, bahkan dia pun tidak percaya dengan dirinya sendiri. Tidak menutup kemungkinan Friska akan kembali kelelahan karena ulahnya
Friska tersenyum hangat melihat bagaimana Ardigo memperlakukannya. Pria itu melayani Friska dengan sangat baik
"Sudah selesai. Sekarang mandilah"
"Terimakasih mas. Oh iya kamu tidak ke kantor?"
"Nanti siang saja. Aku masih ingin bersamamu" balas Ardigo tersenyum
"Mandilah, tidak perlu terburu-buru. Enjoy your time"
Ardigo hendak keluar namun seketika dia menghentikan langkahnya
"Ada apa?" tanya Friska
"Lukisanku bagus juga" ucap Ardigo menunjuk leher dan dada Friska
"MAS!!!"
Ardigo kemudian keluar sambil tertawa keras. Sungguh pagi yang sangat indah untuknya
Setelah memasti Ardigo sudah keluar dan mengunci pintu, Friska kemudian menuju cermin dan melihat pantulan dirinya. Dia terkejut mendapati banyaknya kiss mark di sekujur tubuhnya. Mulai dari leher, dada, perut, bahkan paha.
"Astaga apa ini! bagaimana bisa dia melakukannya" gumam Friska tidak habis pikir
Kemudian dia teringat dengan kegiatan panas mereka tadi malam, dan memang benar pria itu menjelajahi seluruh bagian tubuhnya. Namun Friska tidak menyangka semuanya akan menimbulkan bekas seperti ini.
__ADS_1
"Huwaaa dasar Ardigo mesum!" gerutu Friska di depan cermin.
To be continued.