
Seminggu kemudian,
Pagi hari Friska dan bu Siti sudah sibuk berkutat di dapur. Mereka sedang mempersiapkan sarapan serta bekal yang akan dibawa oleh Ardigo, Friska dan Vano. Hari minggu kali ini mereka akan pergi jalan-jalan sambil berpiknik. Ide itu tentu saja datang dari Vano, bocah itu ingin merasakan ala-ala piknik di lapangan terbuka bersama kedua orangtuanya. Ide tersebut disambut baik terutama oleh Friska. Dia juga terlihat sama excited nya dengan Vano. Jika sudah begini, Ardigo tentu saja dengan senang hati menuruti keinginan dua orang yang sangat dicintainya itu
Karena terlalu bersemangat, Vano bahkan ikut membantu mempersiapkan bekal mereka nanti seperti buah-buahan, makanan ringan, roti, minuman dengan berbagai rasa, kue kering yang kemarin dimasak oleh Friska, dan yang lainnya.
"Buahnya disusun ke dalam ini ya, sayang" ujar Friska sambil menunjuk keranjang kecil seperti yang biasa dipakai untuk piknik
"Siap ma"
Tak lama kemudian Ardigo turun dan langsung memasuki dapur
"Wahh sepertinya kalian terlihat sangat bersemangat" ujar Ardigo saat memasuki dapur
"Hehe iya, mas. Oh iya silakan duduk, sarapannya sudah siap" Friska meninggalkan pekerjaannya sebentar lalu menghampiri Ardigo. Pria itu kemudian langsung mendaratkan kecupan di dahi sang istri
"Vano sudah tidak sabar ingin segera pergi pa" ujar Vano bersemangat
"Iya sayang, setelah sarapan kita langsung siap-siap dan segera pergi" balas Ardigo lembut
"Ayo kita sarapan dulu" ujar Friska sambil menghidangkan makanan di atas meja
Mereka semua sarapan bersama bu Siti juga. Wanita paruh baya itu sudah menolak ajakan Friska karena merasa tidak enak harus makan satu meja bersama mereka. Namun Friska terus memaksa. Wanita itu bahkan membuatkan minuman untuk bu Siti juga
"Aduh nyonya jangan begini, saya jadi tidak enak" ujar bu Siti karena merasa dilayani oleh majikannya sendiri
"Tidak apa-apa bu, ibu sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri. Jadi tidak ada salahnya jika saya sesekali melayani ibu"
"Tapi nyonya-"
"Sudahlah bu, sekarang ibu makan yang banyak ya"
Ardigo hanya tersenyum melihat istri cantiknya itu
Setelah beberapa saat kini semuanya sudah beres, mereka memutuskan untuk segera berangkat
__ADS_1
"Sudah siap semuanya? kita berangkat?" tanya Ardigo
"Berangkat!!!" sorak Friska dan Vano berbarengan
Tak ingin membuang waktu lama, Ardigo langsung menancap gas menuju tempat tujuan mereka
Tempat yang menjadi tujuan awal mereka adalah taman binatang. Karena selain untuk rekreasi, pergi ke kebun binatang juga memiliki nilai edukasi khususnya untuk Vano. Hari ini mereka memakai sweater yang dulu dibeli oleh Friska dan Vano untuk pertama kalinya. Warna dan modelnya yang kasual membuat Ardigo terlihat seperti pria muda dan lajang jika saja tidak meggandeng Friska dan Vano. Sedangkan Friska sudah tentu terlihat layaknya remaja dengan pakaian tersebut
Setelah memarkirkan mobil, mereka langsung memasuki kawasan kebun binatang yang cukup besar tersebut
"Ma Vano mau melihat gajah, Singa, dan harimau" ujar Vano bersemangat
"Tentu saja, sayang. Kita akan melihat semuanya" balas Friska tak kalah excited
Mereka langsung mendekati kandang-kandang hewan di sepanjang jalan yang dilewati
"Mama tantang Vano untuk menyebutkan nama-nama hewan yang akan mama tunjuk. Vano bisa?"
"Bisa ma" sorak Vano
"Rusa"
"Benar!"
"Kalau yang itu?"
"Hmm kanguru"
"Wihh Vano hebat" puji Friska
Mereka melanjutkan langkah sambil terus bercanda ria
"Ma, kalau yang itu namanya apa?" tunjuk Vano ke arah danau buatan
"Itu namanya burung pelikan, sayang" Vano mengangguk paham
__ADS_1
Mereka terus menyusuri kebun binatang yang diisi dengan celetukan dan pertanyaan dari Vano mengenai hewan-hewan yang ada disini. Mereka juga memberi makanan kepada hewan-hewan tersebut. Meski pada awalnya merasa takut, akhirnya Vano mulai berani dan justru terlihat senang saat memberi makanan kepada berbagai macam hewan disana
Ardigo diam-diam mengambil foto Friska dan Vano. Mereka terlihat bahagia dan terkadang juga bertingkah konyol
"Aku seperti sedang membawa dua orang anak" gumam Ardigo sambil menggelengkan kepalanya
Ardigo mengambil lumayan banyak foto istri dan anaknya dengan kamera digital yang sengaja dia bawa
"Ayo kita berfoto" ajak Ardigo kepada Friska dan Vano
Mereka langsung berdiri di depan kandang singa. Ardigo pun meminta tolong kepada salah satu pengunjung untuk mengambilkan foto mereka.
Mereka berfoto dengan berbagai macam pose. Setelah mengucapkan terimakasih, Ardigo lalu mengambil alih kamera dan melihat deretan foto mereka
"Apakah hasilnya bagus, mas?"
"Tentu saja" balas Ardigo tersenyum
Setelah puas menghabiskan waktu di kebun binatang, mereka lalu memutuskan untuk pergi menuju tempat piknik
"Wahhh pantaii!!" bukan Vano, tapi itu adalah sorakan dari Friska
Wanita itu terlihat antusias saat mobil yang dikendarai Ardigo sudah memasuki kawasan pantai yang terlihat sangat bersih
Ardigo hanya tersenyum melihat keantusiasan sang istri. Dia sangat paham kenapa Friska bisa seantusias itu. Dia berjanji akan membahagiakan wanitanya itu dengan membawanya ke semua tempat terindah yang jarang atau bahkan belum pernah didatangi Friska sebelumnya.
"Ayo turun" ajak Ardigo saat sudah memarkirkan mobilnya
Mereka kemudian membawa semua persiapan yang sudah dibawa dari apartemen. Karena cuaca sudah mulai panas, mereka memilih duduk di bawah pepohonan yang ada di pantai tersebut
Friska menggelar tikar sebagai alas duduk mereka. Lalu Ardigo meletakkan keranjang yang berisi bekal. Lalu mereka mulai mengeluarkan semua makanan dan menyusunnya dengan posisi yang aestetik.
To be continued.
Ada yang mau ikut ke pantai juga? cuss kita minta bang Andre yang nganterin haha
__ADS_1