My Perfect Stranger

My Perfect Stranger
Family Time 2


__ADS_3

"Wahahahah" teriakan kegembiraan Friska saat bermain kejar-kejaran dengan Vano terdengar nyaring


Mereka berlarian di bibir pantai yang bersih dan juga terasa halus di telapak kaki. Sementara Ardigo tak henti-hentinya tersenyum melihat kebahagiaan dua orang yang sangat dicintainya itu. Ia kembali mengambil foto Friska untuk yang kesekian kalinya. Sudah begitu banyak foto Friska dan Vano yang diambilnya sedari tadi


"Mas!" Ardigo terhenti dari kegiatannya yang sedang melihat semua hasil jepretannya di kamera


"Ada apa, hm? kenapa kau terlihat lesu begitu? Tadi kalian tampak sangat bersemangat" ujar Ardigo sambil menyingkirkan butiran pasir di wajah Friska


"Kenapa kau tidak bilang kita akan ke pantai? kalau tau kita akan kesini aku bisa membawa baju ganti karena aku ingin main di laut" rengek Friska


Ardigo sangat gemas melihat sikap manja istrinya yang sangat jarang dia tunjukkan itu


"Kau ingin bermain laut?"


Friska mengangguk sebagai jawaban


"tunggu disini"


Ardigo kembali setelah mengambil sesuatu dari dalam mobilnya


"Ayo ganti baju" Ardigo menyerahkan sebuah paper bag kepada Friska yang berisi pakaian pantai


"Wahh kamu sudah mempersiapkannya?"


"Tentu saja. Aku tau istriku ini akan merengek ingin bermain di laut" canda Ardigo


"Kamu pikir aku anak kecil" ujar Friska tidak terima


Mereka lalu memanggil Vano untuk berganti pakaian


"Ayo kejar Vano, ma" teriakan antusias Vano saat berlari menuju pinggir laut dan membiarkan tubuhnya dibasahi oleh air laut


Friska lalu berlari mengejar sang anak sambil tertawa. Mereka bermain air laut ditemani oleh Ardigo


"Mas ayo kita kesana" ajak Friska menunjuk ke tengah laut


"Memangnya kalian berani?" tanya Ardigo

__ADS_1


"Kan ada kamu" kekeh Friska


"Baiklah, ayo" Ardigo lalu menggendong Vano, sedangkan Friska mengalungkan tangannya di pinggang sang suami yang membuat Ardigo sedikit susah berjalan


"Jangan lepaskan tanganmu, okay?" peringat Ardigo


"Iya mas"


Mereka terus berjalan ke tempat yang lebih dalam


"Disini saja ya" ujar Ardigo saat air laut sudah sebatas perut Friska


"Oke" Friska lalu melepaskan tangannya dari pinggang Ardigo lalu mulai berenang dengan gaya aneh


"Berenang gaya apa itu?" tanya Ardigo heran


"Aku tidak bisa berenang, jadi begini saja"


Ardigo tertawa pelan


"Vano juga mau mandi pa" pinta Vano karena badannya tidak terkena air dalam gendongan Ardigo


Ardigo lalu merundukkan tubuhnya agar Vano dapat terendam air


Cukup lama waktu yang mereka habiskan untuk berendam di dalam air laut. Kegembiraan jelas tergambar di wajah ketiganya, terutama si kecil Vano. Ardigo sedikit merasa bersalah karena jarang bisa membawa anaknya jalan-jalan seperti ini. Namun dia berjanji akan lebih sering meluangkan waktunya untuk dihabiskan bersama keluarga kecilnya.


Setelah puas main laut, mereka mulai menyantap makanan dan cemilan yang sudah dibawa sebelumnya.


"Lain kali kita pergi berdua ya. Aku ingin berduaan denganmu" bisik Ardigo saat merapatkan tubuhnya ke arah sang istri. Kini mereka sedang memandangi laut sambil mengawasi Vano yang tengah bermain pasir


"Kenapa begitu? bukankah seru jika ada Vano?" tanya Friska heran


"Iya, tapi aku.... aku hanya ingin berduaan denganmu lebih lama"


Friska mengalihkan wajahnya ke arah depan menyembunyikan rona merah di pipinya


cup

__ADS_1


Ardigo yang gemas melihatnya langsung mendaratkan kecupan di pipi Friska membuat wanita itu semakin salah tingkah. Dan itu merupakan hiburan yang menarik untuk Ardigo. Mereka terdiam cukup lama hingga tiba-tiba Friska bersuara


"Terimakasih, mas" ucap Friska pelan


"Untuk apa?"


"Karena sudah membawaku kemari dan untuk semuanya. Aku sangat senang hari ini" ujar Friska tulus


"Itu sudah tugasku. Kamu tidak perlu berterimakasih" balas Ardigo sambil mengelus pelan rambut Friska


"Tetap saja aku ingin mengucapkan terimakasih"


"Baiklah, maka ucapkan dengan cara yang benar" ujar Ardigo tersenyum


"Maksudnya?"


"Ya bisa dengan cara memelukku atau menciumku mungkin"


"Ish kau ini" ujar Friska pelan mengundang tawa Ardigo. Dia memang berniat menggoda sang istri


Tak lama kemudian Ardigo merasakan tangan lembut Friska melingkari lehernya. Wanita itu memeluknya dari samping lalu mengecup pipinya sekilas


Ardigo menatap tak percaya ke arah Friska. Senyumnya mengembang dengan otomatis


"Sayang, kamu..."


"Mas sudah sore, sebaiknya kita pulang" ujar Friska kembali salah tingkah


Ardigo terkekeh geli melihat punggung Friska yang sedang menghampiri Vano untuk mengajaknya pulang


"Ya tuhan kenapa dia manis sekali" ujar Ardigo pelan


Setelah berganti baju dan memastikan semuanya sudah rapi, mereka lalu pulang. Karena kelelahan Vano bahkan tertidur selama di perjalanan


Hari ini merupakan hari yang tak terlupakan untuk ketiganya.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2