My Perfect Stranger

My Perfect Stranger
Kejutan Lagi


__ADS_3

Pagi ini keluarga kecil Ardigo sudah bersiap-siap untuk mendatangi rumah baru mereka. Vano yang masih belum mengetahui tentang kejutan sang ayah hanya mengikut kemana mereka membawanya. Sementara Friska, meskipun sudah mengetahui kemana tujuan mereka saat ini, namun dia masih sangat penasaran dengan keadaan rumah yang katanya adalah rumah impiannya tersebut


"Kita akan ke rumah siapa, ma?" tanya Vano saat melihat sekelilingnya dihiasi rumah-rumah mewah khas komplek elit


"Nanti Vano akan tahu" balas Friska tersenyum misterius


Tak lama kemudian Ardigo membelokkan mobilnya memasuki salah satu pekarangan rumah


Dari luar terlihat sudah ada beberapa mobil yang terparkir disana


Kami tidak salah rumah 'kan? kenapa sekarang ada banyak mobil disini? siapa mereka?


Friska membatin sambil memperhatikan sekelilingnya melalui jendela mobil


"Kita tidak salah rumah, sayang" kekeh Ardigo seakan membaca pikiran sang istri


"Ayo turun"


Ardigo menggandeng tangan Friska dan Vano di kiri dan kanan tangannya. Tampak pintu rumah yang tertutup rapat


"Sepertinya hanya ada kita disini, lalu itu mobil siapa?" tanya Friska


Namun Ardigo enggan menjawab dan hanya menunjukkan senyumnya


Langkah mereka semakin dekat dengan pintu utama. Saat tiba di depan pintu, Ardigo justru mengetuk pintu terlebih dahulu tidak seperti tadi malam


Sudah seperti orang yang sedang bertamu saja


Tak lama kemudian pintu terbuka dan..


"Selamat datang!"


Sontak Friska dan Vano sangat terkejut melihat wajah-wajah yang sedang menyambut mereka saat ini. Mereka semua terlihat antusias dan ceria


Seketika paras ayu itu pun berubah dari awalnya terkejut kini terlihat meneteskan air mata penuh haru


Pria tampan di sampingnya ini selalu berhasil membuatnya kehilangan kata-kata. Jika semalam dia sudah menggagalkan setengah dari kejutan sang suami, nyatanya hari ini dia tetap mendapatkan kejutan yang mampu membuatnya kembali menangis haru


"Jangan menangis sayang" ujar Rini lembut, dia paham tangisan Friska bermakna haru


"Mama" Friska langsung menghambur ke pelukan sang mertua


"Selamat ya, kalian sudah memiliki rumah baru. Mama akui seleramu sangat bagus" puji Rini

__ADS_1


Dia tentu saja tahu bagaimana rumah ini dulu saat pertama kali Ardigo membelinya. Dan saat melihat yang sekarang, dia bahkan sampai terkagum-kagum


"Selamat ya, papa ingin segera melihat cucu-cucu papa berlarian disini" gurau Rino tak kalah senang


"Terimakasih pa"


Lalu Rini dan Reno beralih memeluk sang cucu


"Wahhh ada yang punya rumah baru nih. Boleh lah ya sekali-kali aku menginap disini untuk merasakan sensasi menginap di hotel bintang lima" candaan itu keluar dari mulut Tasya yang mampu membuat semua orang tertawa


"Tentu saja boleh" ujar Friska lalu beralih memeluk sang sahabat yang sudah sangat setia kepadanya


"New baby, new house" komentar seorang pria tampan di samping Tasya


"Kak Rivan, aku sangat merindukanmu" Friska tanpa sungkan memeluk pria yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya sendiri


Ardigo tidak mempermasalahkan itu karena dia tahu sang istri saat ini tengah melepaskan kerinduannya kepada sang kakak


"Aku juga. Tak terasa adik kecilku akan menjadi ibu dalam beberapa hari lagi" ujar Rivan tersenyum yang dibalas tawa bahagia dari Friska


"Aku juga merindukan kalian semua. Terimakasih sudah datang" ucap Friska kepada seluruh teman-temannya yang bekerja di kafe milik Rivan


Ardigo memang tidak main-main dalam memberikan kejutan. Bahkan dia mengundang seluruh karyawan Rivan yang juga merupakan teman-teman lama Friska


Setelah itu Friska mengalihkan tatapannya ke sepasang wajah baru yang hadir di tengah-tengah orang terkasihnya. Friska masih mengingat wajah si wanita cantik itu, namun tidak dengan pria tampan di sebelahnya


"Hai Fris, aku Anggia" wanita itu mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah kepada Friska


Wanita hamil itu pun membalas uluran tangan Anggia dengan sedikit canggung


"Aku Friska, senang mengenalmu"


"Dan ini suamiku, Javier" tambah Anggia


Friska dan Javier pun saling berjabat tangan


"Maaf karena sempat membuatmu salah paham" imbuh Anggia tulus


"Aku juga minta maaf karena sudah berburuk sangka kepada kalian, nyatanya kalian melakukan ini untukku" ujar Friska merasa bersalah


"It's okay, aku juga akan berpikir hal yang sama jika ada di posisimu" aura positif jelas terpancar dari senyuman Anggia


"Terimakasih banyak kak Anggia Dan kak Javier. Mas Ardigo sudah menceritakan semuanya kepadaku"

__ADS_1


"Sama-sama Fris. Semoga kau menyukainya" balas Javier tersenyum


"Terimakasih banyak semuanya" ujar Friska tulus mengamati wajah-wajah ceria tersebut satu-persatu


"Ini rumah kita, Pa?" setelah cukup lama diam kini Vano bersuara


"Iya sayang. Nanti kita akan tinggal disini ya"


"Yeayyy kita pindah" sorak Vano


"Ayo kita masuk" ajak Rini


"Selamat datang Tuan, Nyonya, dan tuan muda" sapa seluruh pelayan serta tukang kebun yang ikut berbaris rapi


Friska baru menyadari jika ruang tengah ini telah disulap sedemikian rupa lengkap dengan balon dan tulisan "welcome home"


Terdapat pula meja di tengah-tengah ruangan yang berisi penuh dengan makanan dan minuman berbagai jenis


Mereka mulai menikmati makanan yang telah terhidang, bahkan para pelayan dan tukang kebun pun ikut bergabung di tengah mereka atas permintaan Friska


Rivan tersenyum ketika mengingat kembali momen dimana Ardigo mendatangi kafenya untuk mengundangnya ke rumah baru sepasang suami istri itu


"Aku harap kau datang, Friska pasti akan sangat senang bertemu denganmu"


Pria itu tergelitik karena ucapan Ardigo yang terkesan cool namun sarat akan permohonan


"Baiklah"


Setelah mendapatkan lampu hijau dari Rivan, Ardigo langsung menemui para karyawan kafe dan mengundang mereka langsung secara pribadi. Tentu saja mereka mau karena ini kejutan untuk Friska


Rivan sendiri tentu saja senang dan mendukung segala hal yang akan membuat Friska bahagia. Pria itu bahkan sengaja menggunakan mobilnya yang lain agar tidak dikenali oleh Friska.


"Kejutanku yang ini berhasil kan?" bisik Ardigo di telinga Friska


"Sangat berhasil" balas Friska lalu memeluk tubuh tegap sang suami


"Aku tidak tau harus berapa kali mengucapkan terimakasih kepadamu, mas. Pokoknya terimakasih banyak" ujar Friska masih di pelukan Ardigo


"Ekhem, bisa tunggu kami pulang dulu?" celetuk Rivan yang membuat Friska seketika melepaskan pelukannya dan tersenyum malu


Rasanya Rivan ingin bersorak menertawakan ekspresi kesal Ardigo yang ditujukan kepadanya. Tentu saja pria itu kesal karena dia sudah merusak momen mesra bersama Friska


Namun lagi dan lagi kekesalan Ardigo adalah sumber kebahagiaan untuk Rivan. Sungguh kakak ipar yang menyebalkan

__ADS_1


Acara kejutan di rumah baru itu pun berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan terutama bagi keluarga kecil Ardigo.


To be continued.


__ADS_2