
" Mik, kamu tanyakan ke resepsionis mr Narendra ada tidak?" pinta Axel pada Mikha. Mikha merasa heran pada bosnya, bukanya mereka sudah ada janji Sebelumnya dia tinggal bilang saja kalau mereka udah ada janji kan beres, tapi ini Exel malah belum membuat janji. Mikha menepuk dahinya sendiri dan terheran heran.
"Emangnya Bos belum punya janji dengan Mr Rendra? " tanya Mikha. Dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal Exel menggelengkan kepalanya
" What apa belum Buat janji? Lah terus kita kesini mau ngapain, bagaimana kalau di tolak, terus kalau orangnya nggak ada gimana? Kalau jadwalnya full Gimana ?Anda ini ada-ada saja mau kerjasama, nggak punya janji nggak punya jadwal Main nyelonong saja ke perusahaan orang." jawabnya dengan kesel.
" Ini namanya menyelam kamu tahu sendiri kan kalau Tuan Narendra itu orangnya seperti belut, kita tidak tahu kapan dia tidak sibuk, makanya tadi aku cuman menyelam saja siapa tahu pagi ini jadwalnya kosong, sekarang kamu ke resepsionis itu, dan tanyakan, masa harus aku!" perintah Axel kepada Mikha.
Dengan cemberut Mikha melangkahkan kakinya menuju ke tempat resepsionis. Untung jarak antara resepsionis dan Exel berdiri agak jauh, sehingga Exel tidak bisa mendengar percakapan mereka. Kedua resepsionis di sana tentunya mengenali Mikhayla dan mereka buru-buru menyapa Mika dengan baik.
"Selamat pagi nona ada yang bisa kami bantu? Sudah lama anda tidak berkunjung di perusahaan?" sapa resepsionis. Mikha segera mengedipkan matanya mengkode kedua resepsionis itu.
" huss jangan keras-keras nanti bos gue denger, kalian harus pura-pura tidak mengenal gue oke, kalau sampai orang di belakang itu tahu siapa gue awas kalian akan di pecat. " ancam Mikha pada mereka.
" Baik nona, tapi ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satunya.
" Bilang ke om Thomas kalau tuan Excelio dari PT Alexander group ingin bertemu dengan papa, itu saja, katakan padanya kalau tuan Exel datang bersama saya." Mikha juga meminta Resepsionis itu mengatakan kalau Exel datang bersamanya.
" Baik Nona laksanakan." jawab resepsionis.
resepsionis ke 2 segera menghubungi asisten Mister Narendra dan menyampaikan permintaan dari Putri Bos mereka.
__ADS_1
Setelah melaporkan semuanya resepsionis tersebut mengatakan kalau langsung ke ruangan Mr Narendra saja. Mikha menemui Exel dan mengatakan kalau Mereka bisa langsung bertemu dengan Narendra dj ruangannya.
" Benar Mik, kita di Terima begitu saja? " heran Exel, tidak salah dia membawa Mikha kemari.
" Enggak tahun depan. " Jawab Mikha sewot, bukannya berterimakasih malah tidak percaya.
Resepsionis mengantarkan mereka ke lantai teratas sampai di ruang Narendra Ibrahim.tok tok tok, resepsionis mengetuk pintu ruangan James dan melaporkan kedatangan mereka, barulah dia kembali ke , ke tempat kerjanya, lalu James mengajak Exel dan mikaela menuju ke ruangan Narendra
" Tuan ada Mr Exel dari PT Alexander grub ingin bertemu dengan anda." Izin James.
"Persilakan masuk." Jawab Rendra. James mengajak mereka masuk ke dalam ruangan tersebut mempersilahkan Exel untuk duduk di kursi ruang tamu.
"'silakan tuan nona" ucap James.
" Wah tuan, suhu ace disini berapa ya kok dingin banget, serasa di Kutub Utara. " Mikha memecah kesunyian yang ada. Axel segera melirik ke arah Mikha serta mengkode gadis itu.
" Hahaha, Asisten anda ini sungguh jujur sekali tuan, pasti dia orangnya menyebalkan, biasanya orang orang dengan tampang seperti ini juga suka humor, benar tidak nona?" Rendra seolah olah tidak mengenal si Mikha.
Axel hanya tersenyum kaku, dia deg degan menghadapi Rendra. Siapa tadi tuan Axel dari PT Alexander, bukannya itu perusahaan Perhiasan? " tanya Rendra.
" Maaf tuan, jangan panggil saya tuan, panggil Axel saja, tidak pantas anda yang lebih senior memanggil bawahan dengan sebutan itu. " Jawa Axel merendah.
__ADS_1
" Saya suka dengan orang yang merendah asal jangan yang merendahkan ya." jawab Rendra, pria paruh baya itu duduk di sofa dekat tempat Axel duduk.
" Ada apa kemari, apa kita sudah ada janji? "
tanya Rendra.
" Maafkan saya kalau kami lancang datang kemari, bahkan belum ada janji, dan nyelonong begitu saja, tadi awalnya kami Berencana menyelam tuan, Anda orangnya sangat sulit ditemui jadi saya berinisiatif untuk langsung datang kemari siapa tahu ada jadwal kosong meskipun hanya 10 atau 15 menit. " jawab Axel.
" begini tuan mungkin sebelumnya Anda pasti heran kenapa perusahaan kami yang bergerak di bidang perhiasan kok datang kemari. Begini saya membuka usaha baru dibidang ilmu dan teknologi dan kami kemari ingin mengajukan proposal kerjasama dengan perusahaan anda, nona Mikayla Tolong tunjukkan dokumentasi yang anda bawa tadi kepada tuan Narendra! " minta Exel kepada Mikayla.
Mikha segera membuka tasnya dan memberikan dokumen yang sudah dia Diperbaharui tadi pagi kepada Narendra.
Pria paruh baya tersebut membaca sekilas proposal mereka dan mengantuk anggukan kepalanya.
" Cukup Menarik, ide yang kamu punya juga cukup berpotensi menjadi usaha baru, zaman makin modern, semua membutuhkan teknologi dan usaha ini tidak ada matinya. Lalu bagaimana dengan perusahaan kamu yang sekarang? " Dunia teknologi memerlukan penanganan Khusus dan biaya yang tidak murah pastinya. " Ucap Rendra.
" Makan dari itu kami membutuhkan kan bantuan anda, orang orang anda sangat handal dan sudah terdidik, dengan bimbingan dan kerjasama dengan perusahaan anda, saya yakin, usaha baru ini akan sukses. " Jawab Axel dengan optimistis.
Lalu mereka mulai membahas lebih lanjut tentang ide ide yang tertera di dalam dokumen Axel, dia dengan cepat dan gamblang, menjelaskan semua yang mereka perlu kan, bahkan keuntungan yang akan mereka dapatkan nanti.
Kedua pria itu masih asyik di tanah mereka sementara Mikha yang merasa di cuekin, memilih tidur saja di ujung sofa tanpa harus ikut campur masalah mereka. Axel mengira Mikha akan mencatat apa saja pokok pokok pembicaraan pagi itu ternyata dia malah melihat sekretarisnya tidur di sana, Axel merasa sangat malu dan takut kalau proposal itu akan di tolak oleh Rendra.
__ADS_1
Axel segera membangunkan Mikha, dia mencolek pinggang mikha dengan ujung jari tunjuknya dengan Gemas.