
Mikha dan Axel kaget melihat kedatangan Brian yang tidak tahu waktu itu, bahkan main nyelonong saja. Mikha segera bangkit dari tempat dan merapikan penampilan dia yang rada berantakan karena ulah Axel.
Sama halnya dengan Axel, dia segera merapikan diri dan mengumpat dalam hati. "Dasar Brian sialan, masuk tidak ketok pintu dulu, bukannya dia ada kantor baru, kok tiba tiba nongol saja." kesal Axel
Axel melihat di luar ada dua sahabat lamanya. Mereka sepertinya datang bersama Brian. Mikha juga ikut menoleh ke arah kaca tersebut, Mikha kaget ternyata Kaca itu kaca transparan. " Berarti selama ini dia melihat semua yang aku lakukan di ruangan ku, huh dasar." batin Mikha, dia cuma manyun saja.
Brian akhirnya mengetuk pintu ruangan Axel dulu. " Masuk." Terdengar suara Berat Axel dari dalam.
Brian beserta sahabat lama mereka masuk bersama sama. "Hai bro, apa kabar? " Sapa Noland pada Axel, Mereka sudah lama tidak bertemu, sejak lulus paska sarjana.
Axel bangkit dari tempatnya, lalu memeluk sahabat lamanya, dulu mereka tinggal di apartemen yang sama, untuk menghemat biaya kata Noland.
" Wih tambah keren saja lu, kapan balik? " tanya Axel sambil meneliti penampilan Noland yang makin keren saja
" Semingguan, nih kenalkan calon istri gue bule man, cakep gak?" Noland memamerkan calon istrinya yang bule perancis, karena setelah lulus dia langsung mendapat panggilan kerja di negara itu sebagai perancang busana di sana.
Noland mengundang semuanya untuk datang ke pesta pernikahan dia, termasuk Brian juga.
Calon istri Noland melihat gadis cantik yang masih duduk terdiam di kursi. Dengan memakai bahasa Perancis dia mulai bertany pada Mikha, merasa bosan juga dia, merasa di cuekin oleh para lelaki tersebut.
" Wau kamu kan Mikhayla, lulusan desainer terbaik tahun ini, dua gelar kan kamu sandang? " tanya Nichole pada Mikha.
" Kok tahu?" tanya Mikha dengan heran.
" Tahu dong, kita satu kampus, tapi aku di management, senang sekali bisa bertemu di sini." jawab Nichole, dia menjabat tangan Mikha dengan erat dan senang sekali, bahkan minta foto bersama dengan Mikha.
" sudah seperti artis saja kak, aku bukan artis." elak Mikha.
Nichole kekeh ingin foto bersama dengan Mikha, dia mencolek lengan Noland, supaya mengambil foto mereka berdua.
__ADS_1
" Bro siapa ini, cantik banget, kekasih Lu? " tanya Noland.
" Sayanya tahu tidak, ini Mikhayla yang sering aku ceritakan padamu, lulusan desain terbaik tahun ini, dia juga Hacker terbaik di kampusku." Jawab Nichole.
Mereka semua melongo mendengar prestasi Mikha yang disembunyikan itu. " Wau, benarkah? nona perkenalkan nama saya Noland, senang sekali berkenalan dengan anda, calon istri saya sering sekali menceritakan tentang karya anda. Ternyata orangnya tidak cuma cerdas, tapi juga sangat cantik." Noland memuji muji Mikha di depan Axel, dan membuat Axel jadi kesal.
"Jangan memuji tunangan gue, enak saja. " Jawab Axel dengan kesal. Brian yang mendengar semua itu langsung terbahak bahak mendengar kata kata Axel yang posesif sekali.
" Ya elah bro begitu doang, gue sudah punya calon kali, posesif amat." Sindir Noland.
" Sudah sudah, kak Noland ayo foto saya dan kak Nichole." Mikha segera menengahi kedua pemuda yang mulai panas itu.
Setelah foto bersama dan me gobrol kesana kemari, Noland menyerahkan dua buah undangan pernikahan, yang satu untuk Brian dan yang satu untuk Axel. Noland juga mengundang Mikha sebagai pasangan Axel.
π·π·π·
Pesta pernikahan Noland dan Nichole.
Fiona yang sudah sampai di hotel tempat pesta, menyiapkan segala rencananya, dia juga sudah memesan kamar hotel, Fiona berharap kalau Axel akan datang sendiri ke pesta tersebut.
" Semoga Axel datang sendiri saja, supaya rencana gue berjalan dengan mulus." batin Fio.
Tapi apa yang di harapkan salah besar, ternyata Axel datang dengan kekasih tercinta, dan Juga Brian yang mengekor di belakang mereka.
" Sial, cewek gila itu ikut juga, dan di tambah lagi itu Asisten dodol." Fiona menghentakkan kakinya dua kali, dengan wajah yang muram
Fiona pura pura tidak tahu kalau Axel sudah datang, dia asyik mengobrol dengan yang lain, sambil matanya terus mengawasi mereka. "gue harus bisa membuat perempuan itu pergi dari sini, atau jauh dari Axel, kalau tidak bisa gagal semuanya.
Di panggung, Axel beserta Mikha sudah menemui pengantin, tinggal gabung dengan undangan yang lain saja. Fiona melipir ke bagian minuman, Dia mencari seorang pelayan untuk melancarkan aksinya.
__ADS_1
" Berikan serbuk ini pada minuman cowok berbaju navy, di sana, yang bersama gadis itu, yang memakai baju navy juga." Bisik Fiona pada pelayan tersebut, dia menyerahkan bubuk tersebut beserta uang merah Sebanyak 5 lembar.
Melihat uang yang banyak itu, mata pelayan tadi langsung ijo, dia setuju dengan perintah Fiona dan segera Melancarkan aksinya setelah Fiona pergi dari sana, supaya tidak ada yang curiga.
" Oke tinggal mencari cara supaya Axel jauh dari gadis gila ini." gumam Fiona.
Tanpa mereka sadari, pengawal Mikha meihat semua itu, dia langsung menghubungi Mikha.
" Non, barusan saya melihat pelukis saingan nona itu meminta pelayan memasukkan sesuatu ke dalam minuman tuan Axel." lapor pengawal lewat sambungan telponnya.
Mikha jadi faham dan meminta pengawal untuk menunjukkan siapa pelayan tersebut.
Mikha minta Izin pda Axel untuk ke stand makanan duluan. " Axel, aku kesana duluan ya, lihat itu makanan itu sudah pada memanggil manggilku." bisik Mikha pada Axel.
Axel tersenyum, dia faham akan kekasihnya ini. " Oke, sayang, nanti aku susul ya." Bisik Axel, di mengelus rambut Mikha pelan supaya tidak rusak.
Mikha segera menemui pelayan yang di tunjuk pengawal bayangannya. " Hai kak? " sapa Mikha dengan senyum manisnya.
" Pelayan itu kaget, melihat ada gadis cantik memanggilnya kak, dengan manis.
" Eh nona cantik, ada yang bisa di bantu?" Tanya Pemuda itu dengan salah tingkah.
" Kakak mau duit gak?"
" Mau banget non, di jaman begini siapasih yang tidak mau duit." jawab pelayan tersebut dengan jujur.
" Aku suka kejujuran kakak, aku punya tugas buat kakak, nanti saya akan kasih tiga kali lipat dari yang di berikan mbak mbak baju orange tadi, bagaimana? " tawar Mikha, dia menaikkan sebelah alisnya untuk merayu Peluan tadi.
" Mau, mau banget, apa yang harus saya lakukan? " tanya Pelayan.
__ADS_1
" Kakak jangan berikan obat itu pada cowok yang berbaju navy, tapi masukkan ke minuman mbak mbak yang tadi, dia itu akan memberi obat perangsang untuk suami saya, dia itu pelakor kak, setiap hari merayu suami saya, hiks hiks, istri mana coba yang rela suaminya di beri obat itu, supaya mau sama dia." Rayu Mikha, dengan raut wajah dan memelas supaya pelayan tadi luluh.