MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 60


__ADS_3

Brian melepaskan cengkraman tangannya pada rahang Fiona dan mengikat tangan wanita tersebut di kursi. Lalu Axel menghubungi Brian asistennya.


"Bi, kau hubungin temanmu yang bernama Ranbo itu untuk datang ke apartement Fiona, ada pekerjaan untuk dia." Axel meminta Ranbo si penyalur wanita ke luar negeri, baik legal maupun ilegal, Axel akan mengirim Fiona ke luar negri entah dimana itu, dia menyerahkan semuanya pada Ranbo, dan akan memastikan kalau Fiona tidak akan bisa kembali lagi ke tanah air.


"Xel, siapa itu Ranbo, aku akan kau apakan Xel? Tolong maafkan aku Xel, aku janji tidak akan menggangu hidup kamu lagi Xel, kenapa kau menolongku tadi malam, seharusnya kau biarkan aku mati Xel, jika harus begini nasibku, lepaskan aku." Fiona berteriak dan meronta supaya di lepaskan, tapi Axel seolah tidak mendengarnya.


"Sekarang kau menyesal, lalu kenapa tidak dari kemaren kau menyesal, selama ini aku sudah baik padamu, tapi tidak kali ini, kau sudah menghancurkan hidupku, dan terima saja hukumanmu itu, aku akan mengirimmu ke luar negeri, entah itu kemana bisa saja dia akan menjualmu, aku tidak peduli." jawab Axel dengan santai.


"Ampun Xel, ampun jangan kau kirim aku ke luar negeri, aku janji akan pergi jauh, tapi please lepaskan aku, apakah kau tidak mengingat apa perjuanganku padamu, aku terus membantu dan mendukungmu, dan apa kau sudah lupa semuanya, masa masa kita berdua, Xel Mikha sudah pergi jadi ikhlaskan saja, aku janji akan membahagiakan kamu.' Fiona terus memohon dan menggunakan hubungan mereka dulu.


"Aku sudah muak dengan janji janji kamu, dan aku akan memperjuangkan cintaku ini, dan membuang pengganggu seperti dirimu." jawab Axel. Dia tidak akan tertipu lagi.


''Hiks hiks, kau kejam AXel." Fiona menangis sejadi jadinya.


"Diam, simpan saja air mata buayamu itu nona Fiona, atau kau minta tolong siapa itu orang perancis yang akan menjadikanmu pelukis terkenal itu, atau kau sudah di campakkan hem." Jeny membuka masa lalu mereka.


"Please tante, waktu itu Fiona khilaf, Fiona hanya ingin menjadi pelukis yang diakui di mancanegara, Fiona berfikir Axel akan menungguku, hanya dalam waktu satu atau dua tahun saja tante, saya tidak ada hubungan apa apa dengan mr Vincent, hanya sebatas hubungan kerja saja." jawab Fiona.


"Oh ya lalu Robert?" tanya Jeny lagi, semua yang di tanayakan Jeny adalah fakta, Jeny sudah tahu semuanya, dari anak buah Axel yang terus mencari keberadaan dan data diri Fiona.

__ADS_1


" Robert, dia hanya sahabat saya, yang menolong saya selama ini, hiks hiks." Fiona kembali menangis dan merasa aangat di pojokkan oleh mereka.


"Tidak perlu di tutupi lagi nona, bukannya saya sudah menunjukkan semua kegiatan kamu di perancis waktu itu, apa kau lupa, tapi kau masih dengan tidak tahu diri terus mengejarku, kau fikir akutidak tahu apa tujuanmu, cuma aku masih diam saja." jawab Axel.


Dari arah pintu ada tiga orang yang datang, yang satu Rosa dia membawa dua anak buah nya, Rendra yang mengirim mereka kemari, dia yang akan menentukan hukuman apa yang pantas untuk pengganggu hidup putrinya tersebut.


"Selamat pagi nona pelukis, kami kesini mau meminta kekuranagan bayaran kita yang tadi malam, uang lima juta itu tidak cukup untuk membayar masal yang sudah saya kumpulkan, lalu bayaran kami mana, kami sudah capek capek jadi fotogeafer .'' kata Rosa dengan sangat jujur, bahkan dengan lantang di depan Axel.


Semuanya sudah jelas sekarang dan acara bunuh diri semalam juga hanya rekayasa Fiona saja.


"Oh jadi semua itu memang sudah kalian rencanakan, kalau begitu ayo kita ke kantor polisi saja, semua harus di pertanggung jawabkan di sana." Kata Axel berikutnya.


Fiona hanya bisa pasrah saja, dia sudah tidak bisa mengelak lagi, dia hanya bisa memejamkan matanya dengan rapat, karena usahanya semalam benar benar sia sia, dia rugi semuanya, bahkan sudah keluar uang banyak.


" Kalian yang akan menjadi saksinya, bukan tersangka." tambah Axel.


"Tidak mau tuan, tapi kalau tuan mengijinkan kamai akan bawa nona pelukis ini untuk mendapat hukuman spesial, dan kami akan menjamin dia tidak akan mengganggu hidup anda lagi, ada tempat spesial untuk orang orang seperti ini bos." Jawab Rosa.


" Bagaimana Xel, serahkan saja pada mereka dan kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk manita ular dan licik ini." imbuh Jeny.

__ADS_1


Jeny yakin Narendra pasti sudah menyiapkan hukuman yang spesial seperti yang Rosa katakan tadi.


" Oke baiklah, aku serahkan dia pada kalian, tapi satu yang saya minta, jangan pernah menyangkut pautkan namaku dan keluargaku, kalau sampai ada apa apa di kemudian hari." Axel tidak mau jika dia kan di sangkut pautkan lagi dengan urusan Fiona.


"Baik tuan, tenang saja kami orang yang profesional, dan jangan khawatirkan, kerahasiaan anda pasti akan terjaga." Rosa mengkode kedua anak buahnya untuk membawa Fiona.


Salah satu dari mereka mengeluarkan kotak kecil dari sakunya, lalu dengan beberapa kode rahasia, kotak itu menjadi koper besar yang bisa memuat tubuh Fiona.


Mereka memasukkan Fiona ke dalam sana lalau menyeret koper tersebut keluar dari Apartement itu.


Axel duduk lemas di sofa apartement tersebut, dia sangat lelah, baik tubuh dan fikirannya, baru saja Axel mendapatkan Kebahagiaannya dan sekarang terulang lagi, Kekasihnya pergi lagi, tapi kali ini kedua orang tuanya yang membawa dia pergi, dan akan sulit untuk mencari keberadaan Mikha.


Sewaktu dia masih menjadi atasannya, Axel tidak bisa melacak atau menembus data diri sekretarisnya tersebut apalagi sekarang.


"Ma tolong Axel, bantu Axel untuk menemukan Mikha ma, kemana Axel harus mencari dia, pasti tuan Narendra akan menutup semua akses Mikha." mohon Axel ada Jeny.


" Maaf nak, kali ini mama tidak bisa membantumu, kau harus atasi sendiri masalahmu, kau tahu sendirikan siapa mereka, kalau mama dan papa ikut campur bisa jadi kita semua yang akan kena imbasnya." jawab Jeny. Dia sudah berjanji pada Raisha untuk tidak membantu Axel, karena mereka akan menyiapkan sebuah suprise untuk axel nantinya.


Axel lalu menghubungi Brian kembali untuk membatalkan misi mereka bersama Ranbo, karena orangnya sudah di bawa pihak lain.

__ADS_1


__ADS_2