
Alex dan Jeny mengajak Axel untuk pulang baru mencari Mikha.
"Sayang sebaiknya kita pulang dulu, kau bersihkan dirimu dan kita obati lukamu itu nak, baru cari Mikha, dalam keadaan seperti ini dan mood yang rusak, kamu tidak akan mendapatkan solusi yang baik." Kata Jeny.
Jeny merangkul putranya dengan lembut dan menuju ke mobil Alex, biarlah mobil Axel di bawa oleh sopir mereka nantinya.
"Mama kamu benar sayang, dan kami tidak bisa membantu banyak, papa akan bantu kamu sedikit, dengan menggantikan kamu sementara waktu di perusahaan, kau fokuslah dalam mencari Mikha serta perusahaan yang baru saja kau rilis tersebut, rebut hati calon mertuamu dengan kemampuanmu berbisnis, papa yakin tuan Narendra orangnya profesional, mereka tidak akan mencampur adukkan urusan pribadi dan pekerjaan." kata Alex.
Untuk sementara waktu dia yang akan mengganti Axel dalam peluncuran produk baru berlian mereka, semua sudah beres tinggal masalah pemasaran dan pameran saja.
Axell menyetujui saran kedua orang tuanya, mereka pulang bersama. Axel lansung menuju ke kamarnya, membersihkan dirinya. Axel segera berendam air hangat dengan beberapa aroma terapi, mengendorkan otot ototnya yang tegang, serta fikirannnya yang kacau itu.
Axel meluncur ke kediaman Narendra untuk memperjuangkan cintanya, dia tidak akan menyerah begitu saja. Sampai di tujuan Axel sudah di cegat di gerbang pertama. Dua pengawal menedekati mobil Axel.
" Tolong buka gerbangnya saya ingin bertemu Mikha atau om Narendra!'' pinta AXel.
" Maaf saat ini nona Mikha tidak ada di tempat, tadi pagi beliau sudah pergi dengan penerbangan pertama." jawab penjaga 1.
"Pergi, kemana?" tanya Axel.
__ADS_1
" Maaf tuan kami tidak tahu dan di larang memberitahukan kemana nona Mikha pergi kali ini, sepertinya beliau sedang sedih, saya melihat beliau menangis dan bersedih." jawab penjaga itu lagi.
Hati Axel tercekad, berarti apa yang di katakan Mikha waktu itu benar, dia akan pergi jauh ketika dirinya berkhianat, tapi Mikha belum memberinya kesempatan untuk menjelaskan semua kesalah fahaman ini.
"Kalau om Rendra, apakah beliau masih di rumah?" tanya Axel lagi.
"Masih tuan, tuan baru saja mengantar tuan muda ke bandara untuk kembali ke Singapura dan Amerika." jawab penjaga.
"Tolong sampaikan pada om Rendra, saya ungin bertemu beliau, ini sangat penting." Axel meminta bantuan penjaga untuk mempertemukan dirinya dan Rendra.
"Baik akan saya sampaikan, silahkan tunggu sebentar tuan!" Penjaga tersebut kembli ke tempatnya dan melaporkan semua ke Rendra. Setelah mendapat jawaban dari pemilik rumah penjaga itu membuka gerbang serta mempersilahkan Axel masuk ke dalam.
"Mau apalagi kau kemari anak muda? Belum cukupkah kau menghianati putriku, dia berlian dan permata hatiku, tidak untuk dipermainkan." kata Rendra dengan nada dingin.
" Maaf tuan, saya mengaku kala saya sudah bersalah, tapi ijinkan saya meluruskan kesalah fahaman ini pada anda dan juga Mikha, saya tidak pernah menghianati putri anda tuan, saya sangat mencintai dia." Jawab Axel, dia mengutarakan semua perasaannya pada Rendra dan tidak pernah ada niat untuk menghianati Mikha.
Rendra melempar beberapa foto di meja, semua itu foto foto Axel bersama Fiona, bahkan di atas ranjang, seolah olah foto tersebut menggambarkan mereka sedang bercinta.
" Lalu apa ini semua ha? Saya sudah memastikan keaslian foto tersebut dan semua asli bukan editan sama sekali, dan tadi padi kami semua juga mendapati kamu berada di apartement mantan kekasih kamu itu, atau lebih tepatnya kekasih gelap kamu, foto itu tidak hanya di kirim ke sini saja, tapi juga ke tempat kedua orang tuamu, jadi kami bisa bersamaan tadi ke tempat tersebut." jawab Rendra.
__ADS_1
" Saya bersumpah tidak melakukan semua itu tuan, saya akui saya memang kesana tadi malam, saya mendaoat telpon dari tetangga Fiona yang mengabarkan dia akan bunuh diri dan melompat dari balkon kamarnya.'' jawab Axel, dia membela diri dan menjelaskan kenapa bisa sampai ke apartement Fiona.
"Kalau dia mau bunuh diri ya bunuh diri aja, kenapa harus menunggu sampai kau datang ke sana, ini kan konyol.'' kata Rendra.
Axel baru ngeh juga dan membenarkan kata kata Rendra, baru sadar dia kenapa Fiona tidak terjun terjun juga dan malah menunggu sampai dia datang untuk menggagalkan rencananya.
"Baru sadar kalau kamu di jebak?'' Rendra tersenyum geli melihat ekspresi dari Axel.
" jadi laki laki harus peka dengan niat dan hati wanita, kau terlalu lemah soal ini, sikap tidak tega dan mudah kasihan, bisa menjebak diri kamu sendiri, kau juga harus bisa belajar menilai wajah dari lawan bicaramu, apakah itu jujur atau ada maksud tersembunyi, apalagi kita seorang pebisnis, akan banyak yang akan memanfaatkan kelemahan kamu kalau begitu caranya."
Rendra memberi penjelasan pada Axel tentang pentingnya membaca mimik wajah lawan bicara kita tersebut. Axel mulai berfikir ke arah sana, dan membenarkan apa yang di katakan Rendra.
" Kau masih perlu banyak belajar anak muda, aku tahu kalau wanita itu menjebakmu, tapi semua itu juga salahmu, kau terlalu polos dan mudah terpengaruh. Saya sebagai orang tua Mikha juga merasa kesal melihat calon menantuku yang tidak pintar sama sekali." Jawab Rendra.
" Maaf tuan, ini semua memang kebodohan ku yang paling besar, dan masih membiarkan ular betina itu berkeliaran dengan bebas, serta baru sadar kalau aku sudah kehilangan hal terbesar dalam hidupku." jawab Axel.
"Tuan saya mohon pada anda, tolong pertemukan saya dengan Mikha dan menjelaskan semua ini padanya tuan, saya benar benar mencintai putri anda dengan tulus." AXel kembali memohon pada Rendra untuk mempertemukan dia dan Mikha.
"Ini terlalu mudah, kalau aku tunjukkan dimana Mikha sekarang, dia terlanjur sakit hati, kau harus berjuang dan berusaha sendiri, serta ada satu tugas yang harus kamu selesaikan dalam waktu empat minggu, kalau kau sanggup menyelesaikannya, maka aku akan memberi tahukan dimana Mikha, semoga saja dia tidak kecantol pria lain disana."
__ADS_1
Rendra malah memanas manasi Axel kalau Maikha bisa saja kecantol pria lain. Padahal dalamm hati Rendra ingin sekali tertawa. melihat muka Masam Axel.