MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 40.


__ADS_3

Fiona sudah mulai menorehkan tintanya ke kanvas putih tersebut, sementara Mikha masih melihat sekeliling galeri tersebut, menghafalkan setiap sudut ruangan dan mengingat ingat suasana sepi dan damai sebelum ada kejadian yang baru saja terjadi.


Fiona tersenyum sinis, di yakin Mikha tidak akan bisa menggambarkan suasana galeri yang sunyi seperti tadi, karena sekarang begitu ramai. Terkadang pelukis hanya bisa menggambarkan objek yang bisa dia lihat saat ini saja.


Mr D jug penasaran kepada Mikha, karena belum juga mulai menulis. " Anda kenapa belu menulis nona? " tanya Mr D.


" Oh saya cuma masih mengamati galeri ini Mr, sekalian mengingat ingat suasana galeri yang sunyi dan nyaman." Jawab Mikha. Lalu dia mulai duduk dan menuangkan beberapa warna cat sekaligus. Axel duduk manis di dekat Mr D, dia du larang membantu atau mensupport salah satu peserta, demikian dengan pengunjung, mereka boleh berjalan jalan atau pun pulang, tapi di larang membuat kegaduhan, kalau ada yang menemukan kejanggalan lain seperti yang di temukan Mikha, mereka bisa melaporkan kepada panitia.


Mr D berbincang serius dengan Axel, sebagai pengusaha perhiasan, setidaknya dia tahu banyak tentang dunia seni, jadi obrolan mereka berkutat pada hal Seni maupun desain.


Mikha dan Fiona, duduk saling berhadapan dengan jarak beberapa langkah, dan mereka tidak bisa melirik atau melihat karya lawan masing masing. Cukup lama juga dua, gadis cantik itu melukis, Fiona hampir selesai, Mikha sebenarnya sudah beres, tapi dia mempercantik lukisannya Mikha tidak mau men dahului Fiona, Mikha tahu dan tidak mau Fiona panik ketika mengetahui Mikha sebenarnya sudah selesai.


Berbeda dengan Fiona, dia segera memanggil Mr D.


" Mr saya sudah selesai, coba anda cek." panggil Fiona. Mr D dan Axel mendekati Fiona, sementara Mikha duduk santai sambil tersenyum geli.


Mr D memperhatikan dengan teliti hasil lukisan Fiona yang sangat cantik, suasana galeri yang lengang dan tenang, tapi kelemahan Lukisan Fiona, adalah kurang hidup, karena tidak ada manusia satu putaran di sana.

__ADS_1


Axel menoleh ke arah Mikha. "Mik bagaimana sudah selesai? " tanya Axel.


" Teruskan saja nona, tidak perlu buru buru. " kata Mr D.


" Lihat saja ke sana pak, biasanya yang banyak omong hanya mulutnya saja, dan bosa mencibir saja." ucap Fiona dengan halus tapi menjatuhkan Mikha.


" Sedikit lagi Mr, biar kering dulu, anda bisa cek kemari Mr, saya memang bukan pelukis, tapi saya cuma penggemar Mr North saja, jadi maaf kalau mengecewakan anda." Jawab Mikha dengan tenang.


Seorang pengunjung dari arah belakang Mikha mendekat, dia takjub dengan lukisan tersebut.


" Wah indah sekali lukisan ini, perpaduan warna nya sangat pas. aku mau membelinya nona kalau anda hendak menjualnya. " ucap Pengunjung tersebut.


" wau Mikha sayang, ternyata kamu sangat jago dalam seni, kau Tidak hanya jago menjadi sekretaris dan desain tapi juga mahir melukis. " Ucap Axel dengan jujur.


" Jelas, pacar siapa dulu." jawab Narsis Mikha sambil melirik ke arah Fiona. Axel tersenyum dan tanpa dia sadar sebelumnya, Axel mencium pipi Mikha di depan Fiona dan Mr D.


Mr D tersenyum bahagia melihat pasangan palsu ini sedang berbahagia, kemudian dia melanjutkan Menilai lukisan Mikha. Sementara Mikha yang baru mendapat ciuman singkat dari Axel merasa seperti tersengat listrik vol tinggi, tubuhnya seakan kamu dadanya berdetak sangat keras.

__ADS_1


Ternyata sama juga dengan apa yang di rasakan oleh Axel, dadanya berdetak kencang, seperti waktu di danau tempo hari, perasaan ini berbeda dengan sewaktu dia berpacaran dengan Fiona.


Berbeda sekali dengan Fiona yang merasa kesal dan makin membenci Mikha, angannya selama ini berantakan karena kehadiran gadis itu. Fiona berjanji pada dirinya sendiri, apapun itu usahanya, dia akan merebut Axel kembali. Fiona merasakan memang hanya bersama Axel semua kebutuhan dia terpenuhi dulu, tidak seperti sekarang x kekasih barunya malah seringkali meminta uang pada Fiona. bahkan dia juga punya banyak hutang, karena Fiona pernah mengkhianati Mr Noah, seniman yang membawanya ke Perancis dulu. Karena Mr Noah sudah berumur, dan hanya menjadikan fiona kekasih gelapnya, Fio mencari pelarian dan berpacaran dengan frans.


Setelah Mr Noah tahu Fiona selingkuh ndi belakang nya, dukungannya terhadap Fio dia cabut, sehingga Fiona harus merangkak lagi dari awal, untuk memulihkan nama dia kembali.


Mr D mengamati kedua lukisan tersebut, membandingkannya. Lukisan mereka memiliki kelebihan tersendiri sendiri. Akan tetapi Lukisan Mikha lebih menjiwai, dan lebih hidup, bahkan sudah ada beberapa pengunjung yang menawar tinggi lukisan itu.


Fiona semakin kesal, mereka kesini kan mau melihat dan akan kembali lukisan dia, tapi kenapa malah lukisan Mikha yang terjual dengan harga tinggi. Seratus duapuluh juta, Lukisan Mikha laku dengan harga Seratus dua puluh juta.


Setelah semua beres dan niat Mikha untuk membuat malu Fiona juga sudah berhasil, dia keluar dari galeri bersama dengan Axel. " Mikha maaf, gue eh aku sudah lancang tadi." ucap Axel.


" Eh iya bos, Mikha faham, itu bagian dari Akting bos, dan Mikha juga untung banyak hari ini." jawab Mikha pura pura tenang.


" ayo aku antar pulang." Axel menawarkan diri untuk mengantarkan Mikha pulang, dia masih ingin lebih lama dengan gadis ini. " Sori ya bos, tadi saya membawa mobil saudara jauh saya, dan masih ada urusan sedikit, lain kali saja ya. " Mikha menolak ajakan Axel, karena memang dia membawa mobil sendiri, dan juga merasa agak canggung saja dekat dekat dengan Axel.


Akhirnya Axel mengalah, tapi dia memutuskan akan mengikuti Mikha, karena penasaran dimana rumah gadis itu, dan siapa dia sebenarnya, selama ini Axel mencari tahu Tentang Mikha tapi belum berhasil juga.

__ADS_1


Mereka sama sama menuju ke tempat parkir, Axel kaget melihat kendaraan yang saat ini di kendarai Mikha, sebuah Lamborghini edisi terbatas. dengan warna yang unik juga. Axel segera masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti Kemana perginya Mikha dengan penuh rasa tanda tanya.


__ADS_2