
Setelah selesai makan, mereka membereskan semuanya, dan melipat tikar tersebut, Mikha menaruh dapat plastik, camilan yang masih tersisa, untuk di makan di kantor, mengantisipasi kalau dirinya lapar dan tidak bisa berfikir jernih.
" Buat apa, itu di bawa bawa? " tanya Axel, dia memperhatikan Mikha masih menenteng kantong plastik.
" Dibawa ke kantor lah bos, buat cadangan Mikha, kan sayang kalau di buang, nangis lho nanti." jawab Mikha dengan santai nya, sambil menikmati es jeruknya.
" Itu kan sisa Mikha, kamu bisa beli lagi." jawab Axel semakin heran dan gemes dengan sekretaris satu ini.
" Enggak apa apa, lagian Kita tadi makannya di pinggir, masih enak ini, sayang bos, buang buang makanan, ini Mikha belinya juga memakai uang, bukan daun. masih beruntung kita bisa makan enak bos, dari pada orang orang di kolong jembatan atau anak anak jalan itu, dan kata ayah Mikha kalau makany itu berkahnya ada di akhir makanan, lah kalau di buang, cacing dong yang mendapat berkahnya." jawab Mikha.
Axel mengiyakan saja apa yang di katakan oleh Mikha, dan itu ada benarnya juga, biasanya para wanita itu kalau makan akan menjaga imagenya, apalagi kalau bersama dengan seorang laki laki, mereka akan malu malu dan sedikit sekali makan, padahal doyan, tapi wanita ini beda menurut axel.
Mikha tidak akan sungkan sungkan makan banyak sesuai dengan kebiasaan dirinya. Kali ini Axel yang menyetir, karena dia takut akan seperti tadi cara nyetir Mikha.
" Biar gue saja yang nyetir bisa bahaya kalau lo yang nyetir." Ucap Axel, dia langsung masuk ke pintu bagian kemudi, sedang Mikha bergantian menjadi penumpang.
" Hahaha, si bos takut, malu dong dengan tampang sangarnya, katanya mau melupakan mantan, jadi Mikha fikir dengan sedikit mwmacu adrenalin si bos lupa masalah bos, dan benarkan, tadi si bos muntahkan semuanya." jawab Mikha.
" Dasar sinting. " jawab Axel dan dia tersenyum geli.
" Wah masak ada orang sinting cantiknya kebangetan seperti ini, si bos mah tidak seru bercandanya." jawab Mikha.
__ADS_1
" Hahaha, yang seru bagaimana dong?" tanya Axel dengan penasaran dan dia menaikkat isinya dua kali.
" Lha ini baru seru si bos bisa tertawa, yeee berhasil berhasil." kata Mikha malah menirukan gaya si kartun Dora.
Akhirnya Axel mengalah saja, lalu dia mengemudikan mobilnya dengan santai.
" Mik." panggil Axel.
" Iya bosqu. " jawab Mikha.
" Lo pura pura jadi pacar gue ya." punya Axel, dia mulai mengajukan penawaran pada Mikha.
" Mikha di suruh berakting nih ceritanya, tapi mahal bos bayaran Mikha, artis saja sampai puluhan Juta, berani?" tantang Mikha.
" Oke, bagaimana kalau hutang Mikha dianggap lunas, itung itung untuk hutang Mikha yang100 juta itu bos gimana?" Mikha melakukan penawaran menukar jasanya dengan hutangnya yang 100 juta dari menabrak mobilnya Exel tempo hari.
Axel tersenyum penuh kemenangan dan dia menyetujui apa yang Mikha tawarkan padanya.
Axel yakin kalau Mikha bisa membuat kejutan kejutan baru untuk Fiona nanti. " Oke deal gue akan menganggap lunas semua hutang lo. " jawab Axel. Mereka akhirnya membuat kesepakatan tersebut dan kembali ke kantor. Axel bertekad dalam hati kalau dia akan melupay gadis yang bernama Fiona itu, walaupun akan sulit melupakan cinta pertama yang sangat indah tersebut.
Mereka langsung kembali ke ruangan masing masing, Ruangan Axel sudah kembali bersih seperti semula. berkat usaha Brian dan beberapa office boys.
__ADS_1
Mikha juga kembali ke ruangannya, menyiapkan perlengkapan meeting, sekaligus beberapa sketsa perhiasannya, siapa tahu di Terima. Mulai sekarang mereka akan menciptakan suasa meeting yang hangat seperti kata Mikha waktu itu, tim sudah menyiapkan beberapa makanan ringan dan minuman, sebelum di perintah oleh atasan.
Sebetulnya di bos datanya, mereka sudah antusias menunjukkan hasil karya mereka yang cukup komersial dan memukau.
Ketiga orang penting bagi perusahaan memasuki rang meeting dengan santai, dan mereka menyambut demen wajahnya ceria dan penuh semangat.
" Tumben, muka kalian sumringah dan penuh semangat, sudah siap semua dengan desain kalian? " tanya Brian dengan heran.
" Iya Pak, kami siap mengajukan rancangan rancangan kami dan siap bertempur di pasaran. " jawab Maudy kepala desainer du perusahaan Axel.
Kita tingalksn dulu yang lagi serius meeting dan melirik ke pasangan paruh baya yang saat ini sedang makan dj sebut restoran nusantara, mereka baru saja dari sebuah yayasan milik keluarga ya g kini dinolah eh Alex.
" Ma bagaimana, sudah mendapat data diru dari sekretaris Axel? " tanya Alex dengan penuh rasa penasaran.
" Tadi lagi mama ke kantor dan menemui HRD meminta data pribadi Mikhayla, tapi mama tidak menemukan apa apa, bahkan mama meminta orang kita kertas data dirinya juga gagal, dan mama bisa menyimpulkan kalau memang ada identitas istimewa dari gadis itu pa." jawab Jenny.
Alex juga setuo dengan pemikiran Jenny, dan di lihat dari latar belakang keluar Ibrahim yang merajai dunia teknologi, maka tidak heran kalau mereka tidak bisa menemukan apapun tentang mereka sebelum mereka sendiri yang mengeposnya.
" Trus apa usaha mama untuk mendekatkan mereka berdua? " tanya Alex, dia yakin Jenny pasti sudah punya ide menarik untuk itu.
" Mama akan mendekat dr Raisha, dan mengenal dr baik hati dan hebat itu, dan berteman dengan dia." jawab Jenny.
__ADS_1
" Dr Raisha kan tidak dinas sebagai dr ma, dia Direktur rumah sakit, bagaimana mama bis menemui dia? " penasaran Jenny.
" Serahkan semua itu pada mama dan papa tinggal teriy beres saja." jawab Jenny dengan optimis. Alex menyerah saja kalau urusan drama dan sandiwara para wanita yang lebih faham. Mereka menghabiskan waktu makan siang itu dengan bercengkrama.