MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 42


__ADS_3

Axel mendekati Mikha dan membantunya berdiri, Axel melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Fiona memang mendorong Mikha dari belakang.


" Fio, apa mau kamu sebenarnya ha?" bentak Axel kepada wanita yang dulu sangat dia cintai tersebut.


" Axel, ini tidak seperti yang kamu lihat, dia hanya pura pura." Jawab Fio.


" Lebih baik kamu pergi dari sini, ini bukan tempatmu." Axel bahkan mengusir Fiona dari kantor nya dan merapat Mikha ke dalam mobilnya.


" Axel tunggu, kau berubah Axel, demi wanita gila itu kau bahkan sudah tega membentak ku, hiks hiks." jawab Fiona Sambil menangis


" Maaf Fio semua yang pernah terjadi diantara kita sudah berakhir 2 tahun yang lalu, bukannya kau sendiri yang memutuskan menuruti semua egomu dan meninggalkan diriku serta janji yang sudah kita buat, dan mulai hari itu juga sudah tidak ada hubungan apa apa diantara kita, sebaiknya kau kembali ke mr Vincent saja." ucap Axel, dia lalu masuk ke dalam mobilnya dan memarkirkan nya di parkir khusus.


Axel memapah Mikha ke dalam melewati jalan khusus, bukan lewat lobi lagi. sementara Fiona masih belum menyerah juga dia menyusul Axel dan Mikha, melalui pintu depan dan harus ikut antrian lift bersama para karyawan. Fiona juga membuat masalah dengan beberapa karyawan Axel. Di saat Lift hendak menutup, Fiona segera masuk, mengakibatkan lift kelebihan kapasitas dan tidak berfungsi.


" Nona tolong, sebaiknya anda keluar, lift sudah penuh, anda tunggu saja giliran berikutnya." Maudy kepala desain meminta Fiona untuk meluao tapi Fiona kekeh tidak mau keluar.


" Kau saja yang keluar, tidak tahu siapa saya ha! " marah Fiona pada mereka.


" Maaf nona, tolong kerjasamanya, kami bisa terlambat dan di hukum oleh tuan Axel, anda bukan karyawan di sini kan? " Maudy kembali meminta Fiona untuk mengerti dan keluar.

__ADS_1


" Tidak, dengar ya saya ini calon istri Axel jadi dengan satu kata saja dari saya kalian akan di pecat." Fiona mulai menunjukkan taringnya dan mengancam mereka semua.


Karena geram Andreas salh satu staf keuangan maju ke depan dan mendorong Fiona hingga jatuh keluar lift, barulah Lift tersebut dapat menutup dengan sempurna lalu berjalan normal.


Fiona menangis sendiri di depan lift lutut dan telapak tangannya terluka, dia menggerutu sambil meringis menahan perih. Dengan segera dia menuju ke lift khusus petinggi, tapi juga tidak bisa, karena masih berjalan. sementara didalam lift, para karyawan riuh membicarakan Si Fiona tadi.


" lu gak takut di pecat, dia calon istri tuan Axel lho? " tanya Dodi.


" Gak, gua pendukung Mikha, kalau jodoh si bos, nona Mikha maka kesejahteraan kita akan terjamin, dia juga kocak dan asyik, ih amit amit perempuan itu, anggun penampilan nya tapi seperti mak Lampir kelakuannya, 11_12 dengan para wanita yang selama ini mengejar ngejar bos kita." jawab Andreas. Dia tidak takut kalau di pecat, dia menyelamatkan nasib banyak orang daripada wanita yang tidak di kenal, meski seandainya dia benar benar calon istri Axel.


Di lantai tertinggi, Axel membawa Milha ke ruangan dia, dan membantu mengobati luka di kali da tangan gadis cantik itu. "Terimakasih bos." kata Mikha.


"Ya Allah bos perhitungan amat, gini doang Mikha mah juga bisa, pakai minta imbalan, Mau berapa sepuluh ribu atau lima puluh ribu? " Mikha mengeluarkan selembar uang ungu dan selama biru dari dalam dompetnya.


" Aku tidak butuh uangmu, tapi nanti malam ikut aku ke acara reoni teman kampusku! " ajak Axel. Kali ini Axel akan mengajak Mikha serta, dia tidak di katakan tidak bisa move on dan juga ingin lebih dekat dengan gadis cantik itu.


" Ada makanan enak tidak? kalau ada gasken bos." jawab Mikha.


" Dasar perut buntal, makanan terus isinya." Axel menyindir Mikha yang memang doyan makan itu, tapi itu juga yang Axel suka darinya, Mikha akan jujur bahkan tidak malu mengakui kalau dirinya memang doyan makan.

__ADS_1


" Hehe, tidak apa apa perut buntal tapi Mikha tetap cantik dan seksi. " jawab Mikha.


" mulai Kumat narsisnya." ledek Axel sambil tertawa dan mengacak rambut Mikha dengan kedua tangannya.


Moment yang pas, saat itu Fiona tiba tiba masuk ke dalam, dia memanfaatkan keadaan, saat di luar tidak ada orang bahkan Mikha juga tidak ada di ruangan dia. Ketika Fiona masuk ke dalam matanya di suguhkan dengan pemandangan yang membuat dadanya sesak.


" Axel! " Panggil Fiona dengan nada tinggi, dia nampak kesal dan marah.


Mikha dan Axel menoleh ke arah Fiona dan tersenyum, Axel duduk di samping Mikha dan merangkul sekretarisnya tersebut.


" kenapa masih di sini, saya sudah menyuruh anda pergi kan nona Fiona? " tanya Axel.


" Kau sungguh tega xel, puas balas dendammu ha, aku tahu aku salah telah memilih karirku daripada menikah dengan mu, aku fikir, mumpung kita masih muda, aku bisa kejar dulu cita citaku, ternyata kau sudah sangat dalam menyakitiku hiks hiks, nanti malam ada reoni teman teman kampus kita aku mohon kau bisa datang bersamaku, aku akan menjelaskan sejelas jelasnya kenapa aku memilih meninggalkan kamu malam itu." kata Fiona dengan derai air mata jatuh di pipinya.


" Maaf Fiona, sekali hati ini di sakiti, maka tidak ada lagi kesempatan kedua, aku akan memganggapmu sahabatku, tapi kalau untuk kembali padamu maaf aku tidak bisa, aku sudah menemukan kebahagiaan ku, nanti malam aku akan datang bersama Mikha, sebaiknya kau datang bersama Robert, kekasih barumu itu, bahkan kau selingkuh di belakang Mr Vincent kan. Aku bukan pria bodoh Fio, kau pikir akau hanya diam meratapi kesedihan karena kau tinggal pergi,tanpa mencari tahu apa penyebabnya." ucap Axel.


Axel berdiri dan berjalan ke meja kerjanya, mengambil sebuah map dan menyerahkan dangan kasar kepada Fiona.


" aku sudah tahu semua kebusukan kamu jadi jangan harap kau bisa mendapatkan cintaku lagi, penyesalan kamu itu tidak ada gunanya Lagi." kata Axel berikut nya.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar Fiona membuka lembar demi lembar map tersebut, semua kegiatan dia selama di Perancis ada di dalam map tersebut, bahkan mulai dari Vincent maupun Robert Axel tahu semuanya.


__ADS_2