
Pagi ini MIkha kesepian di rumah, semua sudah pergi ke tempat mereka masing masing. Sehingga MIkha punya ide untuk datang saja ke kantor Axel, siapa tahu di butuhkan di sana. " ke kantor Axel saja ah, bisanya di rumah terus Cecil, papa dan mama juga sudah pada pergi. " batin MIkha.
MIkha segera berganti pakaian, dan memoles sedikit wajahnya dengan make up. Dia segera menuju ke Alexander grub mengendarai si ungu. MIkha sengaja tidak memberitahu Axel, supaya surprise.
MIkha memarkis mobilnya dekat dengan mobil Axel. "Dia ada di tempat ternyata, oke bos Iam coming." MIkha lewat jalan rahasia dan langsung menuju ke Atas, ke lantai teratas di mana tempat dia dan Axel bekerja.
Tok tok tok. MIkha sengaja mengetuk pintu supaya di kira karyawan di sana. "Masuk". Terdengar suara bariton Axel dari dalam ruangan tersebut. Axel mengira itu memang stafnya, karena Axel meminta beberapa manager menyerahkan laporan tentang keuangan dan pemasaran bulan ini.
Axel masih sibuk dengan laptopnya, tanpa melihat Siapa yang datang. " Letakkan di situ dan jelaskan! " perintah Axel pada Mikha.
" Apanya yang di jelaskan tuan bos, aku cuma jenuh saja dirumah, siapa tahu di sini bisa bantu pekerjaan kamu, meski belum waktunya masuk kerja. " jawab MIkha dengan rada rada kesal.
Axel mendongak ke atas melihat siapa yang datang, memastikan pendengarannya tersebut, senyum merekah terbir dari bibir pemuda tampab itu.'' Sayang, sudah sembuh? " Axel beranjak dari duduknya berdiri menghampiri Mikha yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
'' Bosan di rumah, semua pada sibuk , ganggu ya? " . Axel langsung menggelengkan kepalanya, merasa tidak terganggu sama sekali. Axel meminta Mikha untuk duduk di kursi tepat di meja kerjanya sementara dia duduk di tepi meja.
'' Justru kehadiranmu menambah mood aku, bekerja sambil melihat wajah cantik kekasihku ini.'' Axel mulai menggombali Mikha.
'' Idih sudah mulai pinter menggombal pak bos aqu yang ganteng ini.'' Mikha menarik dasi Axel dan kini jarak mereka sangat dekat, tapi saat Axel hendak mencium Mikha ada saja halangan yang datang, pintu ruangan Axel ada yang mengetuknya.
__ADS_1
tok tok tok.
Kedua insan itu kaget dan segera menghindar, Axel melihat ke arah jendela ruangannya, nampak tiga orang pegawai di luar ruangan dia.
Mikha segera bersembunyi di kolong meja kerja Axel, sedangkan Axel sendiri kembali duduk di tempatnya, sibuk dengan laptopnya. Pintu kembali di ketuk, barulah terdengar suara Axel. '' Masuk! " perintah Axel.
'' Ini laporan yang tuan inginkan. '' Doni meletakkan laporannya di meja Axel diikuti dua rekannya. Tapi dokumen salah satu dari mereka jatuh ke bawah meja Axel karena terlalu ke pinggir.
Axel segera mencegah Roy yang hendak mengambil dokumen tersebut, dia tidak mau mereka tahu kalau bosnya itu menyembunyikan sekretarisnya yang masih libur itu di bawah meja kerjanya. '' Saya bisa ambil sendiri.'' Cegah Axel.
Axel meminta Doni dulu yang menjelaskan laporan tentang pemasaran bulan ini dan Axel mengambil dokumen Roy yang jatuh, Axel membungkukkan badannya ke bawah, tersenyum manis pada gadisnya yang masih sembunyi di bawah sana, dengan jahilnya Axel mencium sekilas bibir Mikha yang sangat menggoda itu. Cup.
Cukup lama juga ketiga manager tersebut di sana, melaporkan dokumen dan mendapatkan beberapa masukan yang bagus dari Axel. Ketiga pegawai tersebut merasa sangat heran dengan sikap atasannya yang mendadak baik ini, biasanya juga revisi kembali ini, itu. Tapi pagi ini mereka mendapat beberapa masukan dan memberikan solusi akan revisi yang harus mereka kejakan.
Mikha memainkan ujung celana Axel, mengusir rasa pegal, karena masih harus berjongkok di baah sana. Axel sebisa mungkin menahan rasa geli yang menjalar di tubuhnya, dan segera menyudahi pertemuannya dengan ketiga kayawannya tersebut.
Setelah ketiganya keluar Mikha berusaha bangkit, namun kakinya malah kram karena terlalu lama berjongkok, bahkan hampir satu jam, sungguh tega pacar yang satu ini.
'' Aurgh.'' ringis Mikha.
__ADS_1
'' Maaf sayang, lama ya? " tanya Axel sambil nyengir kuda. Mikha memijat kakinya yang kram dan kesemutan.
Sementara ketiga karyawan tadi membicrakan keanehan dalam diri Axel, baru kali ini Axel mau meluangkan waktu untuk memberikan solusi dan tersenyum manis ketika membaca laporan mereka, bahkan banyak bicara biasanya juga cuma hem, letakkan di situ nanti akan saya baca, mereka sangat hafal gaya dari Axel.
'' Si bos aneh ya, tak seperti biasanya? " Doni merasa heran.
'' Iya, tapi ada bagusnya kalau tuan Axel seperti setiap hari, pekerjaan kita akan segera kelar dan tahu titik kesalahan. '' jaab Roy.
'' Mungkin saja lagi jatuh cinta dia.'' imbuh Andi.
'' Sama siapa? " tanya Roy dan Doni bersamaan.
'' Siapa lagi kalau bukan si cantik Mikha, dia yang paling dekat dengan si bos, bahkan si bos sering marah kalau kita menggodanya. Doni dan Roy mengangguk paham, lalu mereka melanjutkan pejalanan menuju ke ruangan mereka masing masing.
Sementara di dalam ruangan Axel. Axel memundurkan sejanak kursinya lalu membantu Mikha untuk berdiri. Karena karena kurang keseimbangan akhirnya Mikha ambruk dan menimpa Axel di tempat dudukya. Sungguh posisi yang berbahaya. Kembali kedua insan tersebut berciuman, tapi kali ini Axel tidak mau menyia nyiakan kesempatan tersebut.
Tangan kanan Axel menahan tengkuk Mikha sementara tangan kirinya memeluk pinggang gadis itu, dia memperdalam ciumannya itu dari yang hanya sekedar menempel lembut, kini mulai menuntut, Axel bahkan menggigit kecil bibir Mikha sehingga terbuka dan mereka beradu saliva.
Mikha yang belum mengeriti bagaimana cara membalasnya hanya, diam dan memejamkan matanya, menikmati semua yang Axel berikan , dia bahkan menahan nafasnya. Tapi sungguh malang nasib pasangan yang di mabuk cinta itu, pintu ruangan tersebut tiba tiba di buka oleh Brian.
__ADS_1
'' Astaga bos.'' Brian segera menutup pintu ruangan itu kembali, bahkan menutup mukanya, dia malu sendiri dengan apa yang dia saksikan barusan. Hingga kedua tamu yang di bawa Brian heran dengan sikap Brian yang aneh dengan muka memerah pula.