
Di tempat lain, Fiona uring uringan sendiri, saat ini dia baru saja dari klinik, karena sudah beberapa hari tidak enak badan, tapi yang terjadi membuat Fiona syok berat, dia di nyatakan hamil.
" Ah sial, bagaimana bisa aku hamil anak dari pelayan itu, bagaimana ini. " Fiona sangat gelisah, bahkan sejak tadi siang di minum terlalu banyak.
Fiona punya ide, dan akan menggunakan anak ini untuk menjerat Axel. Dia menyewa orang untuk melancarkan aksinya. " Kau telpon orang ini dan beritahu dia kalau aku mau bunuh diri, kumpulkan orang juga di bawah, untuk menghentikan tindakan nekad ku ya. Aku beri kamu 5 juta dulu, sisanya akan aku berikan setelah semua berhasil." kata Fiona kepada salah satu tetangganya.
Fiona tidak tahu kalau perempuan itu adalah anak buah Rendra, tapi Keluarga aneh itu malah meminta Rosa untuk menuruti Kemauan Fiona, mereka ingin tahu apa yang akan di lakukan Axel, dan menguji cinta Axel pada Mikha.
Eh Mikha mau mau saja di jadikan bahan. Raisha juga menghubungi Jeny, supaya tidak kaget dengan apa yang terjadi selanjutnya, dan meminta mereka untuk tidak membantu Axel nantinya.
"Oke jeng, aku setuju, biarkan anak itu tegas menghadapi wanita ular tersebut, enak saja mau menjebak putraku dengan anak haramnya itu, kalau soal akting serahkan pada saya jeng." jawab Jeny dengan semangat.
Malam ini, Rosa menghubungi ponsel Axel, dia berakting sangat bagus, sesuai dengan arahan Fiona.
"Apakah ini tuan Axel, kekasih nona Fiona pelukis itu? " tanya Rosa.
" Saya Axel tapi bukan kekasih nona Fiona, memang ada apa ya? " tanya Axel. dia penasaran juga, padahal baru saja istirahat.
" Begini tuan, nona Fiona berencana untuk bunuh diri, sekarang dia akan terjun dari balkon apartemennya. " Jawab Rosa.
Axel merasa peduli dan iba dengan Fiona, beranjak dari kamarnya, dia cuma pakai kaos oblong dan celana selutut pergi ke apartement Fiona, bergabung dengan orang orang yang berkerumun.
terdengar kasak kusuk dari mereka padahal semua sudah di rekayasa Fiona dan di tambah Rosa, supaya lebih dramatis. " Eh denger denger mbak mbak itu hamil dan pacarnya tidak mau tanggung jawab, jadi mau bunuh diri deh. " kata salah satu mbak mbak di Sana.
__ADS_1
Axel kaget juga siapa sebenarnya yang menghamili Fiona, sudah anteng anteng Fiona tidak mengganggunya lagi, dan ini tiba tiba ada berita yang menghebohkan.
Axel naik ke apartement Fiona, tadi Fiona sengaja tidak mengunci apartement tersebut, berharap kalau Axel datang dan langsung bisa masuki ke dalam.
Benar saja, Axel langsung bisa masuk dan menuju ke balkon dimana Fiona berdiri dan hendak melompat.
" Fio tunggu, apa yang kamu lakukan hem, mengakhiri hidup bukan solusi terbaik menyelesaikan suatu masalah." Axel mencoba menenangkan Fiona supaya dia mengurungkan niatnya.
"Aku kotor Xel, bahkan aku hamil dengan orang yang tidak aku kenal, semua ini karena ulah Mikha dan anak buahnya, mereka menaruh obat ke minumanku, lalu meminta orang meniduriku Xel, sekarang aku hamil anak orang itu hiks hiks." Fiona mengeluarkan air mata buayanya, supaya Axel percaya.
"Tenang dulu, kita bicara baik baik, kau sebaiknya turun dulu, ceritakan semuanya padaku duduk permasalahannya oke." Fiona mengangguk, dan Axel membantunya turun dari sana.
Axel membawa Fiona masuk ke dalam, membuatkan perempuan yang pernah singgah di hatinya tersebut teh panas, supaya lebih rileks dan hangat tenggorokannya.
"Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Axel.
" Aku akan membantumu mencari siapa pria itu, kita bisa mencari cctv hotel tentang kejadian tersebut, kau tenang saja ya." Axel masih bersikap baik pada Fiona membuat wanita tersebut makin tinngi hati saja.
" Tapi bagaimana kalau ternyata dia seorang preman, aku tidak mau menikah dengan preman, hidupku bisa hancur, bagaimana kalau dia menyiksaku Xel, fikirkan itu. Aku butuh bantuan kamu, setidaknya hanya sampai anak ini lahir, kalau tidak biarkan aku bunuh diri saja, habis sudah permasalahan ini."
Axel merasa aneh dengan permintaan Fiona yang satu ini. "Apa maksud kamu, dengan menolong itu?" tanya AXel yang masih belum peka juga.
"Nikahi aku sampai anak ini lahir, paling tidak dia punya status Xel please, ini semua juga dari ulah pacar gilamu itu, bagiamana demi masa depanku dan anak ini. Hiks hiks." Air mata menmgalir dengan dferas dan bernak sungai dari mata Fiona.
__ADS_1
" Bagaimana kau tahu kalau ini ulah Mikha, bisa saja kalau memang pria itu suka padamu fan sengaja menjebak kamu? " Axel mematahkan pemikiran Fiona.
"Maaf untuk satu ini aku tidak bisa mengabulkannya, aku sangat mencintai Mikha dan tidak akan menghianatinya." jawab Tegas Axel.
"Tapi semua ini adalah hasil perbuatannya, bahkan anak buahnya mengancamku akan menceburkanku ke laut jika aku berurusan dengan dia, aku takut, apalagi dengan orang berkuasa seperti keluarga Ibrahim itu, satu satunya harapanku hanyalah dirimu, hiks hiks." tangis Fiona semakin menjadi.
" Darimana kamu tahu kalau Mikha berasal dari keluarga Ibrahim? " tanya Axel heran.
" Anak buah Mikha datang padaku untuk mengancamku supaya tidak melaporkan semua kejahatannya padamu, hiks hiks." Jwab Fiona.
Tanpa mereka sadari semua obrolan mereka sudah di rekam bahkan ada vidio tersembunyi di berbagai sudut apartement Fiona, anak buah Rendra sudah mempersiapkan semua ketika Fiona menjalankan aksi bunuh dirinya.
"Sori Fi aku tetap tidak bisa, tapi aku akan membantumu mencari tahu tentang pemuda yang telah meperkosa kamu itu dan mengorek keterangan dari Mikha, tapi satu hal, jangan sesekali kau bunuh diri karena tidak akan menyelesaikan masalah." Jawab Axel lagi.
" Ya sudah aku ikut saja apa idemu, tapi paling tidak kau minumlah dulu, lihat badanmu berkeringat dingin seperti itu."Fiona menawarkan minum untuk Axel.
Axel memperhatikan Fiona dan pergerakan tangannya, sejak tadi tidak ada yang mencurigakan, jadi Axel mengambil air putih dari ceretnya langsung supsya aman, tapi malah itu yang tidak aman karena Fiona juga sudah memasukkan obat tidur dalam air putih di tempatnya, bahkan di pusatnya langsung.
Setelah Axel minum, dia segera pemitan dari tempat tersebut, tapi ketika sampai di ambang pintu, matanya mulai berkunang kunang, bahkan sangat mengantuk." kamu kenap Axel?" tanya Fiona.
" Tidak apa pa Fi, aku baik baik saja." jawab Axel, dia tidak mau jatuh maupun tidak sadar di tempat Fiona, tapi apa hasilnya, Axel sudah tidak kuat dan ambruk di sana. Fiona segera mengkode Rosa dan dua orang lainnya untuk membawa Axel ke kamarnya.
Rosa dan anak buahnya menurut saja apa yang di lakukan Fiona , tapi mereka akan terus mengawasi perempuan tersebut jika dia keterlauan dengan Axel.
__ADS_1
" Bawa dia ke kamarku!" perintah Fiona.
"Baik nona." jawab Rosa.