
Brian dan Narendra naik ke lantai teratas dimana ruang Axel berada, sementara Axel dan kedua orang tuanya harap harap cemas siapakah sebenarnya orang tua dari Mikha. Brian dan Narendra sampai di ruangan tersebut, dari tadi Brian sudah kepo tentang kesalahan apa yang sudah dia dan Axel lakukan sehingga Narendra sendiri yang datang sendiri ke sana Brian mengetuk pintu besar tersebut. Tok tok tok. "masuk.'' jawab Axel dari dalam. Masuklah Brian bersama dengan sosok Narendra.
Axel kaget melihat siapakah gerangan yang datang ke sana, sementara Jeny dan Alex merasa sangat senang karena dugaannya selama ini adalah benar, jika Mikha ada hubungannya dengan Narendra, dari segi wajah dan watak mereka sungguh sangat mirip.
Axel langsung berdiri menyambut kedatangan rekan bisnis terbesarnya.
''Tuan Narendra, ada perlu apa anda datang kemari,?biar saya saja yang mengunjungi anda jadi tidak pelu repot repot kemari , bahkan kami belum ada persiapan untuk menyambut anda'' ucap Axel.
Narendra tidak menjawab pertanyaan Axel malah menyapa Alex dan istrinya.
''Selamat pagi tuan Narendra, apa kabar? " tanya Alex. Dan mempersilahkan Narendra untuk duduk.
'' baik calon besan, apa yang sudah dia lakukan pada putri saya yang jelek itu? ''taya Narendra. Axel semakin bingung dengan apa yang mereka bicarakan.
''Hei kamu apa yang sudah pria itu lakukan padamu sehingga kau tidak perawan lagi hem?'' tanya Rendra.
''Bos Axel sudah menodai bibir seksi Mikha pa, Mikha sudah tidak perawan lagi, dia harus bertanggung jawab.'' jawab Mikha dengan mulut manyun.
''Ha ha ha, sejak kapan dicium menjadi tidak perawan lagi Mikha, Raisha anak kamu ini kok tulalit seperti ini hahaha.'' tawa Rendra memenuhi ruangan Axel, sementara Axel masih bingung dengan apa yang terjadi, Mikha anak dari Narendra, bagaikan di sambar petir di siang bolong saja ternyata bocah unik dan terkadang juga narsis itu putri dari pengusaha IT terbesar yang selama ini Axel targetkan.
__ADS_1
'' Jadi Mikha ini putri tuan Narendra? bukan putri dari bodyguard atau pengawal anda? " tanya Axel dengan penuh penasaran, karena selama ini dia mengira Mikha hanya anak dari salah satu karyawan Rendra dan memastikan kebenaran yang sudah dia dengar hari ini.
''Tidak percaya, ya jelas lha bapaknya ganteng dan genius seperti ini punya anak sejelek dia, entahlah paling dia sisa dari kedua saudaranya, karena satu kalau tembak tiga langsung di dapat. " kata Narendra.
''Mikha anak mami, keluar dari perut mami, Entahlah kenapa ya Mikha bisa punya ayah bengek seperti ini. " 'jawab Mikha, tidak terima.
Yang lain, terutama Alex hanya bisa gedek Melihat semua yang terjadi hari ini, baru pertama kali ini dia bertemu langsung dengan Narendra Ibrahim, dan benar sekali apa yang di kabarkan orang orang, kalau orangnya sangat unik dan narsis, tapi di balik semua itu dia adalah orang yang sangat di takuti dan di segani dalam dunia bisnis maupun dunia bawah, pasti putri nya akan mewarisi semua itu,terutama sifatnya.
''Jadi kerjasama itu, dia yang atur, tuan? " tanya Axel sedikit kecewa, karena Axel fikir semua ini memang hasil kerja keras dia selama ini.
''Jangan khawatir Ax, kerjasama kita murni kemampuan kamu sendiri, aku suka ide ide kamu yang luar biasa itu, paling bocah itu cuma membantu untuk meminta waktu saja, jadi sengaja akau kosongkan waktu untuk menunggumu, papa penasaran dengan calon mantu papa ternyata cukup berbakat dan layak masuk ke dalam keluarga sengklek itu, setidaknya ada yang normal satu kan tidak apa apa, hehehe.'' jawab Narendra dengan santainya. Dengan pedenya Rendra mengakui kalau dia memang sengklek.
''Terus Mikha bagaimana ini pa, dari tadi kalian ngobrol asyik sendiri tanpa mempedulikan Mikha?" tanya Mikha.
''Tunggu mama kamu, ibu ratu yang akan memutuskan semuanya.''jawab Rendra.
Dari arah luar masuklah Raisha dengan wajah panik, dan tanpa mempedulikan siapa siapa dia langsung memeluk Mikha dengan erat.
''Apa yang terjadi padamu nak? Apa yang telah pemuda itu lakukan? Apa dia sudah melecehkan dirimu, lalu mana yang sakit sayang? ''tanya Raisha dengan penuh kecemasan.
__ADS_1
'Tidak ada yang sakit ma, tapi enak,'' jawab Mikha.
''Apa kamu bilang, enak? di lecehkan kau bilang enak,? ''Heran Raisha dengan jawaban Mikha yang sudah tidak rasional tersebut. Raisha langsung mengambil tindakan cepat.
''Pak! '' panggil Raisha pada Brian
Raisha meminta Brian untuk membelikan Mikha sebungkus nasi dan sebotol minuman, supaya putrinya itu bisa berfikir jernih dan masuk akal.
Raisha juga minta maaf pada Alex dan istrinya karena putrinya sudah membuat sebuah kekacauan.
''Maafkan putri saya nyonya memang terkadang kalau dia sedang panik, dia suka tidak mikir apa yang dia katakan, bahkan terkadang banyak membuat salah, dan saya mau menegaskan sesuatu, apakah benar, saudara Axel telah menodai putri kami Mikha? '' tanya raisha pada Axel
'' Sebelumnya saya minta maaf nyonya kalau saya sudah tidak sopan kepada Mikha, saya masih punya norma dan agama, saya tidak mungkin melakukan hal tersebut, tadi saya mencium, maaf bibir Mikha karena sudah khilaf.'' Jawab Axel dengan jujur.
'' Ma, dengar sendiri kan, malah papa sangat senang dan meledek Mikha.'' jawab Mikha.
''Diam dulu kamu, sebelum mama minta, mama akan bicara dengan nak Axel, kalau kamu dan papa kamu yang bicara yang ada keadaan akan makin kacau.'' kata Raisha, Mikha langsung diam menuruti kata kata sang bunda, karena memang dia yang akan menengahi semua kekacauan di keluarga Narendra. Sedang Rendra duduk manis di sofa empuk di ruangan tersebut.
''Nak Axel maaf, putri tante yang satu ini memang unik seperti ayahnya, terkadang dia seperti ini dan terkadang kalau moodnya bagus, dan makanan dia tercukupi, maka putri tante ini akan sangat normal bahkan dia sebenarnya sangat cerdas, tante tanya pada nak Axel, sebagai orang tua dari putrinya yang sudah anda ambil first kissnya,'' Raisha men jeda perkataannya saat Brian datang membawa sepaket makanan dan minuman, lalu Raisha meminta Brian untuk memberikannya pada Mikha.
__ADS_1
''Ayah dan kedua kakaknya sangat menjaga ketat kedua putri kami, bahkan dari pengaruh pergaulan, papa Mikha memang selalu berpesan untuk menjaga semua yang ada dalam dirinya, karena semua itu adalah mahkota dari wanita suci, hanya suami yang berhak mendapatkan semuanya, jadi apa maksud nak Axel mencium putri saya, apakah ada rasa khusus atau hanya main main saja?" Raisha dengan serius.
Axel bingung harus menjawab apa, kalau rasa cinta sepertinya belum ada , tapi akhir akhir ini ada perasaan yang lain dari pada hubungan Bos dan sekretaris nya.