
Mikha kembali menuju ke Danau, Dia melihat Axel masih setia berendam bahkan berenang di danau yang tenang dan sangat jernih, bersama beberapa ikan, pemuda itu bahkan bisa, melihat ikan ikan yang berenang bersamanya, serta beberapa menggigit kakinya.
"Bos, sudah berendamnya, sudah siang makan yuk." Panggil Mika dari tempatnya ke pada Exel. Exel yang mendengar sekilas panggilan dari Mikha, segera menoleh.
" Apa?" Teriak Exel yang tidak negy jelas mendengar panggilan dari Mikha.
" Makaaan. " jawab Mikha dengan teriak pula. Axel menyudahi acara berendamnya dan menepi, berjalan ke arah Mikha yang sibuk menata makanan di atas tikar yang baru saja dia beli.
"Makan dulu Bos sudah siang, nanti bisa masuk angin, kalau lama lama berendam apa lagi dengan perut kosong. kalau sudah makan sih terserah mau berendam lagi atau kembali ke kantor, bukannya setelah jam istirahat Anda ada Meeting lagi dengan tim perencanaan mengenai desain mereka untuk tema yang sudah ada kemaren." kata Mikha. Dengan santai Axel duduk di depan Mikha tanpa memperdulikan dirinya yang basah kuyup,celana, badan serta rambutnya basah semua. Mikha melihat ada sesuatu benda yang menonjol di salah satu bagian tubuh Axel. bahkan dia dapat melihat dengan jelas sesuatu yang menonjol tersebut.
" Oh my God." Mikha menutup matanya dengan kedua tangannya, tapi masih bisa mengintip dia.
" Kenapa lo? " heran Leo.
" Bos ganti baju dulu sana, mata saya sudah tidak Suci lagi nih." jawab Mikha.
" memangnya kenapa gue tidak telanjang lihat aja masih memakai celana." jawab Axel.
" Iya berpakaian tapi telanjang juga, lihat tuh tunjuk Mikha dengan jari telunjuknya yang tepat sasaran, meskipun matanya masih tertutup.
" hahaha lu mau? sini kalau mau! " goda Axel dia menawarkannya malah pada Mikha
" Emoh, Paling juga alot." jawab Mikha yang yang nyeleneh.
__ADS_1
" Biarpun Alot tapi bikin nagih suer." goda Axel.
" Dasar Bos mesum." jawab Mikha dengan Kesal. Axel berdiri dari tempat nya,hendak berganti pakaian. tapi Mikha masih saja melontarkan pertanyaan yang unfaedah tersebut.
" Mau kemana? " tanya Mikha.
" ganti pakaian nona, katanya sudah membuat mata anda Tidak suci lagi. " jawab Axel.
"Gue mau ganti baju dulu, tunggu gue jangan makan duluan, dan jangan mengintip juga bisa bintitan, katanya tidak suci lagi malah mengintip." ucap Axel. dia meminta kunci mobilnya pada Mikha.
" Mana ada Mikha mengintip orang ganti baju, Mikha kak anak sholehan, yang ada melihat malahan, punya kakakku waktu balita, padahal seru lho." jawab Mikha
" Dasar otak sedeng, miring." batin Exel. Axel segera berganti pakaian di dalam mobil. setelah Exel mengganti celananya, dan memakai kembali kemejanya dia kembali menemui Mikha yang sedang asyik makan cemilannya, Axel merasa heran, dapat dari mana makanan sebanyak ini.
" Tidak jauh dari sini ada warteg dan pedagang-pedagang kaki lima bosku. saya beli banyak cemilan mata dan perut gue suka khilaf kalau Melihat makanan." Jawab Mikha.
Exel kaget mendengar dari mana Mika mendapatkan makanan itu.
" Apa warteg pedagang kaki lima? kamu yakin kebersihannya? steril tidak? " tanya Axel.
" yakin seratus persen, halal dan bersih, kalau steril urusan belakangan, kalau tidak bersih mereka tidak akan menjualnya , bisa di ciduk pelayanan kesehatan, karena pada sakit perut. nih Lihat perut Mikha ini menerima semua model makanan, baik makanan pedagang kaki lima, asongan maupun di hotel bintang lima. Keren kan bos Kalau nanti ada yang nikahi Mikha dia tidak akan bingung-bingung mencarikan makanan, yang penting halal bos siap Mikaha santap, lihat nih ada Sempol ada siomay ada rujak ada Es Oyen ada es campur ini mah memanjakan lidah dan perut." Jawab Mikha sambil trus menguntah makanannya.
" Lalu dibungkusan ini apa? " tanya Axel.
__ADS_1
" Oh itu nasi padang tadi isinya rendang sama gulai kepala ikan, yang satunya dan ayam Laos dan telur, bos pilih mana? " mikha membuka bungkusan nasi padang tersebut.
" Makannya bagaimana?" tany Axel lagi.
"cuci tangan di sana itu Bos, di danau banyak air, begitu saja kok repot." jawab Mikha.
" Tidak ada sendok ?" tanya Axel lagi.
" Ya Allah Bos ribet amat sih, buat apa Tuhan menciptakan kedua tangan ini kalau tidak di gunakan, malah memilih buatan manusia, kita itu harus bisa menyesuaikan diri, mau di manapun juga, bagaimana kalau seandainya tersesat di dalam hutan, kelaparan dong, kalau makan Harus makan di restoran, harus pakai sendok. Emangnya dulu di Sekolah si bos nggak pernah ikut Pramuka? kalau Mikha suka ikut Pramuka, ikut kemping, panjat tebing, ih seru kita bisa kembali ke alam, jangan hanya ikut ekskulnya anak orang kaya doang, enggak asik paling Mereka cuma mau memamerkan kekayaan orang tuanya saja, amit-amit deh menurut Mika." jawab Mikha.
Ditanya tentang sendok jawabnya sampai kemana mana, bahkan sampai pramuka segala. Axel hanya tersenyum saja, dia heran sebenarnya dulu orang tuanya ngidam apasih sewaktu mengandung dia, kok sampai pinternya kelewatan seperti ini.
Mikha beranjak dari tempat nya menuju ke danau, mencuci tangan dan Axel hanya mengikuti tutorial Mikha. Axel yang belum pernah makan menggunakan tangan langsung tersebut kebingungan, bahkan pada jatuh lagi tuh nasi.
Akhirnya Mikha merasa tidak tega, dia menyuapi Axel makan siang itu sesuap demi sesuap, bahkan setelah menyuapi Axel Mikha langsung menyuapi dirinya sendiri, Axel memandang Mikha dengan intens, melihat gadis ini yang telaten menyuapi dirinya, seperti mamanya dulu.
Mikha menyuapi Axel hingga kenyang, dan meraih tangan Mikha di suapan terakhir. Mata mereka saling bertemu, dada keduanya tak terasa berdetak kencang, deg deg deg. jelas terasa getarannya.
Mikha segera menarik tangannya dan memakan sendiri nasi yang sudah ada di tangan itu. Suasana menjadi canggung, karena menurut orang, mereka secara tak sengaja sudah berciuman, meski tak langsung, bagaimana tidak coba, tangan Mikha baru nyuapin Axel, langsung menyuapi dirinya.
Axel menetralkan jantungnya, dia mengambil salah satu es yang ada di gelas plastik, ternyata di dalam plastik berisi Es itu, terdapat beberapa sendok plastik yang tidak Axel Lihat sebelumnya, melihat sendok tersebut Axel tersenyum geli dan mengingat semua yang baru saja terjadi.
Sedangkan Mikha meneruskan makannya dengan merubah Duduk nya jadi memunggungi Axel.
__ADS_1