MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
episode 36


__ADS_3

Axel memperhatikan semua itu dari dalam ruangannya dan tersenyum melihat tingkah laku sekretarisnya yang memang doyan makan itu.


"Ternyata tubuh sekecil itu besar nafsu makanannya, bahkan dia tidak malu sama sekali diketahui orang lain, dan dia tidak bisa gemuk dengan makanan sebanyak itu, serta kapan juga dia membawa, seperti anak kecil saja." gumam Axel.


Exel sambil tersenyum sendiri mengamati tingkah sekretarisnya yang sibuk dengan dokumen serta camilannya, dan lumayan agak lama dia berdiri di depan kaca transparan tersebut, barukemudian Exel keluar dari ruangannya.


" Mikha aku akan menemui Brian di perusahaan ku yang baru, kamu handle semua kegiatanku sampai sore nanti, dan kalau ada yang mencari bilang aku tidak ada." pesan Axel pada Mikha.


" Baik tuan, laksanakan tapi kalau saya lapar boleh makan kan." kata Mikha sambil nyengir.


" Kamu itu yang ada di otakmu cuma makan dan makan, tapi badan kok gak gendut nya." ledek Axel.


" Memangnya siapa bos mau mau punya sekretaris yang gendut, meski doyan makan, oleh raga dong bosqu, jadi tubuh Mikha akan tetap langsing dan seski, padat berisi." jawab Mikha dengan pedenya.


" Ah sudahlah terserah kamunya saja, tidak akan menang kalau harus berdebat dengan orang narsis seperti kamu. " jawab Axel. Axel menyerahkan semua urusan kantor kepada Mika dan dia segera berangkat ke perusahaan barunya, menghandle semua yang ada di sana dan mempersiapkan segala sesuatu yang sudah dia rencanakan bersama dengan tim Ahli dari Ibrahim grub.


Exel yakin semua impiannya akan segera terwujud, membuka usahanyang sesuai dengan minat dan kemampuan nya, usaha yang dia yakin akan melejit di tahun ini. sementara di kantor, Mikha yang pekerjaannya sudah beres semua keluar dari sana, dia agak merinding karena sendirian di tempat yang sepi itu, lalu dia berjalan-jalan menuju ke Departemen pemasaran, meminta laporan kepada manager pemasaran, tentang statistik penjualan bulan ini. Di sana dia ketemu dengan Intan sahabat sma-nya yang menghina dia sewaktu hari pertama bekerja.


" Hai intan Bagaimana kabarmu?" sapa Minha, tapi Intan merasa Mikha telah menghina dia sangat marah.


" kenapa Mau mengejek gue, karena kamu menjadi sekretaris utama di sini. " jawab Intan dengan kesal.

__ADS_1


" Wisuh nyolot, gue kan cuma mau tanya kabar, eh malah sewot, bahkan Aku sudah lupa kejadian waktu itu, Jadi lupakan saja, Mikha kan orangnya baik hamble dan pemaaf. " jawab Mikha dengan santainya.


" Bilang saja kalau menggunakan cara licik mendapatkan Jabatan itu mana mungkin bocah slengean seperti lo menjadi sekretaris bos, atau jangan jangan lo gunakan tubuh lo untuk merayu tuan Axel. " ucap Intan bahkan dia menuduh Mikha yang bukan bukan, perkataan dia di dengar oleh beberapa orang di departemen tersebut.


Oh itu rahasia, tapi, gue anti memakai cara kotor seperti itu, tapi memang ada trik khusus yang hanya bisa Mikha gunakan untuk menjadi sekretaris kesayangan bis, mau tahu rahasia nya? " goda Mikha. Mikha malah memanas-manasi si Intan.


" cih dasar perempuan gatel." kata Intan dengan kesal.


" Ah sudahlah Lebih baik aku menemui Pak Doni saja menanyakan bagaimana pemasaran bulan ini." jawab Mikha


Ketika dia hendak berlalu Doninsudah menghamoiri kedua gadis cantik itu dan menyapa Mika dengan sangat lembut. " Halo noa Mikha, tumben berkunjung di sini, kangen bang Doniya." goda Doni.


" Halo Pak Doni apa kabar makin ganteng saja, seharian tidak bertemu." jawab Mikha sambil melirik ke arah Intan, sebenarnya si Intan sudah lama mengenaksir Doni, tapi hari ini malah diembat juga oleh Mikha, jadi Intan bertambah kesal dengan perempuan sok Pansus itu.


" sangat lancar nona berkat ide dari anda kemarin saya bisa mendapatkan pemasaran tertinggitertinggi, dan bulan ini saya pasti akan mendapat bonus yang besar dari Tuhan Exel." kata Doni.


" Wah bagus dong Jadi Mikha bisa bisa bonusnya juga dong." ucap Mikha bercanda.


" tentu saja Nona mau apa Makan? nanti saya, traktir deh, tapi jangan yang mahal mahal, ulangnya abang kumpulkan untuk modal kawin. " jawab Doni teekemeh.


" Wah kalau soal Makasih jangan ditanyakan Pak Saya suka sekali makan tinggal Bapak tinggal tentukan saja tempat nya, saya nurut saja, mau du resto, di warteg, pwdagay kaki lima, Mikha mah ayo, apalagi sudah di peringatkan di awal kalau jangan mahal mahal." Jawab Mikha , dua duduk santai di kursi depan meja Doni.

__ADS_1


" Wah yang benar nona anda mau makan di warteg dan pedagang kaki lima, tidak percaya ah." heran Doni, dia menganggap Mikha bercanda dengan ucapannya tadi.


" Pak perutku Ini perut merakyat makan di kaki lima Oke, di hotel bintang lima juga Oke, di warteg juga oke, yang penting enak dan banyak, serta tidak beracun pak. " jawab Mikha.


" Nanti kalau bonus sudah turun, saya kabari nona dan tidak di warteg atau pedagang kaki lima juga lah, masak mentraktir, seorang gadis cantik di warteg, yang berkekas sedikitlah." jawab Doni.


Doni lalu mengambil laporan yang sudah Doni siapkan, kepada Mikha untuk di periksa, dan di serahkan pada Axel.


" Oh ya pak kita akan memproduksi secara besar-besaran perhiasan dengan tema merakyat kemaren, dan tim pemasaran harus siap-siap dengan ide-ide gilanya, supaya bonus mengalir terus." Mikha memberi sedikit bocoran pada Doni supaya pria itu segera bersiap diri.


" Siap saya akan kerahkan tenaga dan pikiran saya untuk itu apalagi kalau bonusnya ditambah, hehe." kata Doni.


" Ya sudah Mikha balik dulu ya ke atas, semangat pak love you, eh tapi bukan love pacaran ljo nanti salah mengartikan." ucap Mikha menjelaskan kata live you yang dimaksud Mikha.


" Ah nona, mana berani saya bersaing dengan tuan Axel. " jawab Doni.


"Maksud Bapak? ada apa dengan tuan Axel? " tanya Mikha dengan heran.


" Sudah jadi rahasia umum nina, kalau sebenarnya tuan Axel menyukai Anda, dimana kemarin dia pasti cemburu karena nona Mikha yang menyapa kita semua, sedangkan tuan Axel langsung pergi saja, dengan muka kesal." jawab Doni.


" Oh itu, kemaren itu orangnya memangarag sama Mikha pak, sudah dari jalan juga begitu, bukan karena kalian." jawab Mikha.

__ADS_1


" Tapi keren juga ya pak, kalau si bos benar suka pada Mikha, bisa kaya mendadak atuh." jawab Mikha. Doni jadi tertawa dan tersenyum lucu, mereka keluar dari ruang Doni, masih dengan obrolan tidak jelas itu, Doni mengantar Mikha hingga pintu keluar departemen pemasaran, semua itu tak luput dari pandang iri dari Intan.


Mikha segera kembali ke atas dengan laporan dintangannya tersebut serta menyibukkan diri mengurangi rasa takut dan merindingnya.


__ADS_2