
" Anak-anak itu lucu ya Iya Tante mereka hidup tanpa beban, dan mengalir begitu saja, Kalau waktu bisa dirubah Mikha mah Ingin Kembali menjadi anak-anak seperti mereka, mengerjai Mami bahkan saudara-saudara Mikha seru banget pokoknya. Dulu sewaktu kecil Mikha ingin sekali menjadi dewasa, Pengen boleh begini pengen jadi itu, tapi ternyata ketika kita sudah dewasa malah kita ingin kembali menjadi ke masa lalu menjadi anak kecil lagi, di timang-timang disayang-sayang sama keluarga, dan hidup tanpa beban, penuh dengan keceriaan dan kepolosan, Senyum mereka selalu dirindukan oleh semua orang, kalau senyum kita sekarang terkadang bisa membuat orang mual. " jawab Mikha sambil senyum senyum sendiri membayangkan jaman kecilnya dulu.
" Kamu benar Mikha, tapi tante beda, tante tidak mau kembali ke masa itu, karena masa kecil tante tidak sebaik anak anak yang lainnya. " Jeny menceritakan masa lalunya yang perih bahkan ibunya tidak menginginkan dirinya, cuma ayahnya saja yang menyayangi dia, tapi di belakang sang ibu.
Mereka segera memesan banyak makanan, dan mulai bercerita hal hal yang konyol dan seru, Jeny sangat menyukai gadis smart selerti Mikha persis seperti dirinya.
" Wah kalau tante punya menantu seperti kamu, pasti seru nih, banyak kesamaan dan kecocokan diantara kita, bagaimana lain kali kita balapan, tua tua begini tante masih kuat lho dan tidak kalah dengan yang muda, tante juga ada usaha modifikasi motor dan mobil menjadi lebih keren." Jeny menceritakan usaha bengkel nya yang dari dulu di suka kawula muda.
" Wah keren nih tan oke nek kita akan coba kemampuan kita tan." jawab Mikha.
Hingga akhirnya Jeny menanyakan sesuatu tentang Fiona, si mantan Axel.
" Sayang, kira kira beberapa hari ini ada seorang wanita bernama Fiona datang ke kantor tidak? " tanya Jeny.
" Ada oma tadi pagi, calon menantu tante ya, wih keren dia pelukis internasional tante." Jawab Mikha yang malah muji muji Fiona.
" Bukan tapi mantan, tapi waktu itu tante senang malah saat mendengar dia kabur dari pernikahan mereka dan memilih karir dia, tante ada firasat kurang baik dengan Fiona, dari luarnya dia itu tipe istri idaman, tapi tante merasa ada yang Mengganjal di hati tante." Ucap Jeny. Mikha mengangguk faham, dia tahu firasat seorang ibu tidak pernah salah.
Jeny bahkan meminta bantuan Mikha untuk mengawasi perempuan itu jika datang ke kantor lagi nanti.
__ADS_1
" iya tante, bos Axel juga meminta Mikha untuk jadi pacar bayaran dia tante, tapi Si pelukis itu, dengan air mata buayanya, menangis ingin kembali pada Axel, bahkan berjanji bakan meninggalkan semua ketenaran dia dan menjadi istri yang baik untuk Axel." jawab Mikha.
" Hah, setiap wanita akan menggunakan air matanya, dan pura pura lemah untuk mengambil hati lawannya." Jeny mendesah berat, dia galau jika saja Axel luluh oleh rayuan wanita ular itu.
Mikha berjanji pada Jeny akan membantu sebaik mungkin.
πππ
minggu lagi Mikha sudah berdandan dengan sangat cantik, berbeda sekali dengan Mikha yang ada di kantor, dia memakai dress navy bawah Lutut dan membuat dirinya feminim dan anggun.
" Enggak pa, mau lihat pameran lukisan.
mereka menuju ke tempat parkir, bahkan Mikha mengeluarkan Lamborghini Kesukaannya. " Mau bongkar rahasia nih Cerita nya. " sindir Rendra.
" Enggak juga Mikha mau ke pameran lukisan Fiona Arsita, siapa tahu ada yang cocok di hati." jawab Mikha, lalu di masuk ke dalam mobilnya dan berangkat ke galeri pameran tersebut.
Axel sudah sampai di galeri pameran, dia juga sangat tampan hari ini, Axel dengan langkah casualnya masuk ke dalam, dan segera di sambut manis oleh Fiona.
__ADS_1
" Axel, akhirnya kau mau datang, aku tahu kamu pasti akan kesini, ayo kita masuk dan buka pameran ini." Fiona menggandeng lengan Axel dengan manja, tapi segera di tepis oleh Axel.
" Maaf nona, saya tidak mau menimbulkan Fitnah saya kesini hanya menghadiri undangan anda saja." jawab Axel. Fiona tersenyum manis semanis mungkin dia tidak boleh marah, dan akan membuat kesan yang baik untuk Axel.
Fiona bahkan mengajak Axel untuk menggunting pita. Axel ikut saja, dia ingin mengikuti permainan yang Fiona buat.
Setelah acara pembukaan selesai, Fiona membawa Axel berkeliling, menunjukkan semua hasil karya dia hasilkan. Axel menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari keberadaan Mikha yang belum datang juga. " kemana sih tuh anak, sukanya ngaret." batin Axel. Padahal dia sudah risih dengan mode tempel Fiona.
Entah kenapa dia tidak senyaman dulu berdekatan dengan Fiona, bahkan terasa risih, ataukah rasa itu memang sudah tidak ada lagi.
Dari arah pintu masuk, terlihat gadis muda yang sangat cantik memasuki galeri, bahkan menjadi pusat perhatian para pengunjung di sana, terutama kaum Hawa. Axel yang kebetulan menoleh ke arah Mikha, terpana melihat sekretarisnya yang bar bar berubah bagaikan burung merak yang cantik.
Mata Axel sampai tidak berkedip melihat perubahan Mikha yang tidak dia sangka sebelum nya. Bagaikan di gerakkan sebuah magnet, Axel melangkah maju ke depan menghampiri Mikha yang tersenyum padanya. " Kau cantik sekali hari ini." bisik Axel dengan lembut di telinga Mikha, membuat gadis cantik Ini bergidik geli.
" Hiii, apa ada hantu di sini bos? kenapa bulu kuduk ku merindung. " ucap Mikha yang merusak suasana saja.
" Kau ini, merusak suasana saja. " kesal Axel.
" Jangan marah dong my boys friend tapi boongan, lihao itu si mantan mulai panik." kata Mikha sambil melirik ke arah Fiona.
__ADS_1