MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 51


__ADS_3

Axel dan Mikha keluar dari rumah sakit dan segera menuju ke kafe yang Mikha sebut tadi. Dengan segera gadis cantik itu memesan beberapa menu, tapi kali ini Axel menyaring, makanan apa yang boleh Mikha pesan, dan yang tidak boleh Mikha pesan. Terutama yang pedas dan yang asem.


Axel tidak mau kalau nanti dirinya yang akan mendapat masalah, karena kondisi Mikha akan tambah parah, apalagi pasti akan berurusan dengan Narendra. '' Ih nggak seru, seperti mama saja ini tidak boleh itu tidak boleh, lalu apa gunanya kita makan di sini.'' kesal Mikha dia hanya manyun saja dari tadi.


''Mikha yang cantik ,bukannya aku melarangmu pesan banyak makanan, tapi kamu masih sakit, itu mukanya masih pucet, bagaimana kalau bertambah parah, kamu suka tinggal di rumah sakit terus dan tidak bisa kembali lagi ke kantor, aku bisa stress kalau kau tidak ada. '' Axel merayu Mikha supaya tidak cemberut dan mau memakan apa yang dia pesankan untuk Mikha.


Axel mengambil piring berisi satu menu yang cukup menggugah selera, dia menyendok makanan itu dan menyodorkannya ke mulut Mikha. '' Ak, ayo abang Axel yang suapin, waktu itu pas Mikha yang suapin dan rasanya beda dari selagi kita makan pakai tangan sendiri, jadi di coba yuk.'' Axel mulai membujuk supaya Mikha mau membuka mulutnya. Seperti membujuk seorang anak kecil saja.


Dengan perlahan Mikha mau membuka mulutnya dan benar saja rasanya beda dengan yang di rumah sakit yang terasa hambar karena tidak pedas, tapi dengan tangan orang terkasih langsung, makanan itu terasa enak. Hingga tak terasa Mikha sudah menghabiskan dua menu makannya.


''Katanya sakit, tidak mau tapi habis dua piring hihi.'' batin Axel.


Axel tersenyum senang, lalu dia mengambil tisu mengusap makanan yang belepotan di bibir Mikha. '' seperti anak sd saja , makan belepotan.'' Kekeh Axel.


'' Biarin, tapi ternyata enak juga kalau di suapin, uh kenyang perutku. Sekarang ganti Axel yang makan, atau ganti Mikha yang suapin.'' Tawar Mikha .

__ADS_1


Axel tidak mau, dia bisa makan sendiri, sementara Mikha dengan asyik memperhatikan pemuda itu makan dengan elegant, tidak seperti dia, seenaknya bahkan belepotan, tidak menunjukkan kalau dia adalah putri kelas atas, bahkan seorang konglomerat. '' Kok makin ganteng ya, apalagi pas makan begini.'' ucap Mikha dengan terang terang terangan.


'' Iya dong ganteng, kalau gak ganteng mana mungkin nona cantik di depanku ini mulai merindukannya.'' Jawab Axel dengan senyum menggodanya. Mikha hanya mencebik saja mendengar kata kata Narsis Axel, sepertinya mulai tertular calon ayah mertua dia.


''Axel! " panggil Mikha. '' hemm'' jawab Axel.


'' Apasih devinisi cinta itu, aku masih bingung dan belum tahu sama sekali? " tanya Mikha. Dia memang belum pernah jatuh cinta atau berpacaran selama ini, meski Mikha anaknya bar bar, periang bahkan cantik, tapi dia cuma menganggap mereka itu teman. Dan have fun saja.


'' Cinta sebenarnya tidak dapat di katakan dalam bentuk kata kata, tapi sebuah perasaan suka, sayang, ingin memiliki, bahkan ingin melihat orang yang kita cintai bahagia. Bahkan terkadang cinta butuh pengorbanan dan perjuangan. Peraasaan nyaman , bahkan hormanal juga bisa.'' jawab Axel.


'' Maksud hormonal? " tanya Mikha lagi yang benar benar tidak mengerti. Axel meraih tangan Mikha lalu meletakkannya di dada Axel. '' Apa yang kamu rasakan? " tanya AXel.


Mikha mengangguk faham, berarti apa yang di rasakan saat ini adalah cinta, bahkan dia deg degan ketika berdekatan dengan Axel. Rasanya pengen sekali bertemu dia kalau sudah sampai di rumah, merasa kesal ketika ada wanita lain yang merayu bahkan menggodanya.


Axel mencium tangan yang masih menempel didadanya tadi dengan lembut. '' Mikha, i love u.'' ucap Axel dengan lirih, dia menatap Mikha dengan tatapan kasih .'' aku merasakan ini sebelum kejadian di kantor itu, aku merasa nyaman jika bersamamu, aku bisa tersenyum bahagia saat kau ada bersamaku, ini sungguh dari lubuk hatiku yang paling dalam, bukan karena kau putri mr Narendra atau kedudukanmu, tapi sebagai Mikha si gadis unik dan periang itu, dia polos dan apa adanya, aku suka semua yang ada dalam dirimu.'' Sungguh ucapan yang sangat lembut dan manis di telinga Mikha.

__ADS_1


Axel berjongkok di depan Mikha dan menyampaikan isi hatinya.


'' Tanpa rangkaian bunga, ataupun tempat yang romantis, di tempat ini aku ingin mengatakan padamu maukah kau menjadi kekasih hatiku, mengisi ruang hatiku yang hampa ini dengan seluruh cinta kita, dan kelak kau menjadi istri serta ibu dari anak anakku.'' kata Axel dengan sungguh sungguh.


Hati Mikha terharu dan airmatanya oun lolos, mendengar kata kata tulus Axel. Seorang bos yang tidak pernah tersenyum, mennembaknya. Mikha membantu Axel berdiri dan mengangguk setuju.


'' aku mau, menjadi kekasihmu dan kita akan berjuang dan berjalan beriringan, menuju ke jenjang lebih lanjut lagi, i love you to.'' jawab Mikha.


Axel langsung memeluk gadisnya itu, perasaannya ternyata terbalaskan, Mikha juga mencintainya. Axel memeluk Mikha dengan erat dan mencium dahi Mikha yang tidak tertutup jilbabnya itu, karena tadi Mikha keluar dengan menyamar. Tanpa mereka sadari momenttersebut ada yang merekamnya dan mengirimkannya ke bos alias orang tua Mikha.


Axel kembali menggenggam tangan Mikha dia menyatukan dahi mereka, rasa deg degan, panas, dingin bercanpur menjadi satu. Mikha mulai memejamkan matanya, jarak mereka semakin dekat dan dekat, bahkan hembusan nafas Axel dapat Mikha rasakan dan tiba tiba.


'' Ehmm'' suara deheman terdengar dari arah samping kedua insan yang baru jadian itu.


Axel dan Mikha kaget dan segera menjauh. Mlu malu sekali yang Axel rasakan sekarang ini , ternyata mereka kepergok oleh dr Raisha ibu kandung Mikha. '' Bagus ya, di cari di kamar tidak ada dan menghilang ternyata asyik pacaran di sini.'' Sindir Raisha pada keduanya.

__ADS_1


Keduanya merasa canggung dan berkeringat dingin, rasanya ingin sekali tenggelam di dasar laut saja.


'' Maaf tante, bukan maksud saya mengajak kabur Mikha, cuma tadi dia merasa lapar dan ingin makan di kafe ini. Jadi saya membantunya untuk keluar, tapi Axel jamin tadi Mikha makan makanan yang sehat dan tiak pedas serta bukan makanan yang asam.'' jawab Axel gugup, lebih baik dia menghadapi klien yang rewel daripada menghadapi calon mertua yang seakan mengintrogasi, bahkan sebenarnya Raisha hanya mengoda mereka saja.


__ADS_2