MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 64


__ADS_3

Narendra datang mendekati calon menantunya dengan senyum lebar, dasar orang tua julid dan aneh, Axel harus siap mental berada di keluarga itu. Sebaiknya segera ajak Mikha keluar dari sana setelah menikah supaya aman dari bully Rebdra.


"Selamat datang calon menantu, bagaimana sudah bertemu Mikha sayang?" tanya Rendra dengan usil.


"Apa maksud om sebenarnya?" tanya Axel dengan heran, dia sungguh tidak mengerti dan bingung.


"Kau lihat semua ini, hari ini akan ada yang menikah, apa kau tidak kepo atau penasaran siapa anakku yang akan menikah?" tanya Rendra lagi.


"Tentu saja om saya sangat penasaran , sebenarnya apa yang terjadi, dan pernikahan siapa ini, lalu kenapa saya harus memakai pakaian seperti ini, seharusnya hari ini adalah hari pernikahan saya dan Mikha, tapi sudah menyembunyikan dia dari Axel. om jangan bercanda terus dong." kesal Axel.


"Sudah lama aku tidak ngerjai orang, biasanya si pete, kakak iparku yang sering aku kerjai, gatal tangan ini rasanya, belum mengerjai orang lain, dan muncul dirimu, selamat ya Axel, om sudah mengerjai kamu dan membuat kamu menderita selama satu bulan ini, om cuma pengen menguji bagaimana mental calon menantu om ini, dan cukup mengesankan ternyata, kau tidak pantang menyerah, om suka itu." jawab Rendra.


Sementara yang lain cuma tersenyum geli dan menggelengkan kepala mereka.


Axel masih belum faham juga, lalu dia menoleh ke arah kedua orang tuanya yang hanya diam saja sejak tadi.


"Om mana Mikha, saya ingin menjelaskan sesuatu padanya om, dan selamat om memang sudah berhasil mengerjai saya, itu semua Axel anggap sebagai ujian om, dan sekarang biarkan saya bertemu dia, please." Axel memohon pada Rendra supaya bertemu dengan gadis itu.


"Tapi hari ini Mikha akan menikah nak, itu dia baru saja keluar." jawab Rendra dan dia menunjuk ke arah Mikha yang diapit Raisha bersama neneknya Kimberly, di belakang ada Cecil dan juga si kembar M.


Axel sungguh merasa heran, Mikha mau menikah tapi dengan siapa? Axel sungguh stupid dia bahkan tidak menyadari kebaya yang Mikha gunakan bahkan senada dengan tuxedo yang dia pakai saat ini.


Tanpa mempedulikan semua orang Axel langsung berlarii ke arah Mikha dan menghentikan jalan mereka ke tempat ijab qabul.

__ADS_1


"Mikha tunggu, apa apaan Ini, tolong jelaskan padaku,kau jangan seperti Fiona, oke memang aku salah tapi semua itu adalah salah faham, akau hanya di jebak olehnya, Mikha gampang sekali kau melupakanku." Axel mengguncang lengan Mikha, dia sangat emosi.


Jeny mendekati putra semata wayangnya itu dan mengeluarkan mahar yang sudah di siapkan.


"Axel axel, kenapa sih sikap oon papa kamu menurun padamu nak, lihatlah semua ini, memang di sini ada pengantin prianya, dan sekarang bawa calon istrimu ke tempat penghulu sana, hari sudah semakin siang." Kata Jeny, dan mendapatkan tepuk tangan yang lain.


Axel masih bingun dan kaget, apakah calon pengantin itu adalah dirinya, dia memperhatiakn penampilannya yang memang senada dengan Mikha.


Dia lalu menoleh ke arah ayahnya serta Rendra, kedua pria itu mengangguk. Akhirnya Raisha maju ke depan , dia mengelus lengan Axel dengan Lembut.


"Nak Axel, maafkan kelakuan suami mama ya, dia memang seperti itu, aneh dan rada rada gimana gitu, sebenarnya kami sudah tahu kalau kamu di jebak malam itu, bahkan orang yang menelpon kamu itu adalah anak buah kami, kami hanya ingin tahu bagaimana reaaksi kamu tentang rencana Fiona itu, tapi ternyata kau terjebak nak. Lalu kami beserta kedua orang tuamu meneruskan sandiwara ini supaya kami punya sikap terhadap masa lalu kamu itu, kami tidak mau kau akan menyesal nanti, karena penyesalan itu akan datang di kemudian hari." kata Raisha.


Jeny juga mendekat dan menggandeng lengan Axel dengan lembut.


"Jadi...?" Axel memandang wajah sempurna Mikha yang sudah memutar balikkan dunianya akhir ini. Gadis itu hanya mengangguk pelan dan tersenyum malu.


Axel begitu gemes dengan kelakuan para orang tua yang semakin hari semakin tidak karuan ittu. Axel tiba tiba mengangkat tubuh Mikha dan menggendongnya menuju ke tempat ijab qabul.


"Maaak aku nikah maaak." sambil beteriak seperti orang gila. Mikha hanya menyembunyikan wajahnya di dada Axel, karena malu dan merasa bersalah, tadi dia sudah ketar ketir, bagaimana kalau Axel marah nantinya.


Axel membisikkan sesuatu pada telinga Mikha. "Awas ya nanti akan menghukummu pengantin nakalku, dan tidak akan kau biarkan keluar kamar selama seminggu, atau satu bulan sekalian seperti kalian mengerjaiku."


Bulu kuduk Mikha sudah merinding duluan, mendengar bisikan itu. Para tamu tertawa terbahak bahak melihat aksi Axel yang sudah tidak sabar mau menghalalkan Mikha.

__ADS_1


Axel mendudukkan Mikha di kursi sebelahnya, Saat ini dada Axel sungguh berdetak sangat kencang bahkan tangannya dingin dan berkeringat.


Semua begitu tiba tiba, latihan saja belum. Jeny meletakkan mahar yang di bawanya tadi dia tas meja. Rendra beserta penghulu duduk berhadapan dengan calon pengantin. Dia tersenyum misterius.


"Om, jangan mengacaukan kisah hidupku lagi, lihat itu senyuman om mengandung arti lain." Axel meledek Rendra, dia balas mengerjai Rendra.


"Sudah diam, tak kirim kau ke Alaska baru tahu rasa kau." jawab Rendra.


Mereka semua tertawa, apalagi pak penghulu, baru kali ini selama menjadi penghulu dia melihat calon menantu dan mertua malah saling meledek, apalagi pembukaannya juga penuh drama.


"Baik lah tuan tuan, apakah acara bisa kita lanjutkan?" tanya penghulu.


" Siap." jawab Axel dan Rendra bersama sama.


" Wah kompak sekali ya, saudara Axel dan saudari Mikhayla, apakah kalian siap meneruskan hubungan kalain ke jenjang pernikahan? Tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun?" tanya penghulu.


"Siap pak, justru ini hari yang saya tunggu, pengantin saya ini suka menghilang jadi harus di tali supaya tidak terbang terbang lagi." jawab Axel dengan mantap dan narsis. Sudah kelularan Rendra ternyata dia.


Yang lain tersenyyum geli mendengar jawaban AXel terutama Penghulu itu.


"Lalu saudara Mikha apakah anda siap bahkan dengan tali yang mengikat anda supaya tidak terbang tinggi dan menjalankan semua hak dan kewajibab anda?" tanya penghulu pada Mikha.


" Bismillah saya siap pak, saya akan berusaha menjadi istri yang baik sekaligus ibu yang baik bagi putra dan putri kami kelak." jawab Mikha dengan lantang pula.

__ADS_1


Penghului memeriksa sebentar berkas berkas yang sudah di kumpulkan padanya. Kemudian membuka acara pernikahan itu dan dimulai dengan bacaan alquran serta kutbah nikah oleh penghulu, baru prosesi ijab dan qabul akan di serahkan kepada Narendra sebagai wali nikah pengantin perempuan.


__ADS_2