
Rosa dan dua orang laki membawa Axel di kamar Fiona, dia membuka kaos oblong Axel, Fiona juga melepas pakaian atasnya, menyisakan kacamata dadanya. lalu Fiona juga meminta Rosa untuk mengambil foto mereka berdua, seolah olah keduanya sedang bercinta.
"Rosa, kau ambil posisi yang pas ya, supaya meyakinkan kalau Axel sedang selingkuh beneran denganku, aku mau lihat bagaimana reaksi gadis bar bar itu ketika melihat calon suaminya selingkuh dengan mantan pacarnya." Fiona tersenyum penuh kemenangan.
Rosa mengikuti semua perintah dari Fiona rersebut, dia juga melaporkan semuanya ke Rendra. Setelah semua selesai, Rosa di minta untuk pergi dan bayaran berikutnya akan di berikan esok hari setelah Axel dan Mikha berhasil dia pisahkan.
Fiona mengirim foto foto tersebut ke dua tempat, satu kepada Mikha dan yang satu lagi kepada Jeny, karena ibu kandung Axel itu sudah sejak dulu tidak begitu menyukainya, Jeny mengijinkan Axel menikah dengan Fiona hanya karena rasa sayang dia pada putra semata wayangnya.
Malam berubah menjadi pagi, Fiona memperbaiki posisi Axel menjadi memeluk dirinya, sedangkan Fiona melepas semua pakaiannya, dan menyisakan segitiga bermuda serta kacamatanya tadi, supaya Axel lebih yakin kalau mereka sudah melewati malam panjang.
Axel mengucek matanya karena sinar matahari sudah masuk ke dalam kamar tersebut dengan terang, tapi satu hal yang membuat Axel kaget. Dia sangat kaget kenapa sekarang dia masih di rumah Fiona dan tidur memeluk mantan kekasihnya tersebut.
"Fiona , apa yang terjadi? Kenapa aku masih berada di sini, jelaskan padaku?" tanya AXel dengan suara yang keras dan lantang, dia langsung bangit dari tempatnya dengan meloncat, lalu mengambil kaosnya yang teronggok di atas lantai.
"Masak kamu sudah lupa semuanya, katanya kamu akan membantuku mencari pria tersebut, dan menolak untuk menikahiku, tapi nyatanya, kau malah melakukannya padaku Axel, kau sama saja dengan preman bayaran si Mikha itu, hiks hiks." Fiona mulai menangis.
Diluar apartement, Terdengar suara pintu di ketuk bahkan lumayan keras, mereka tak lain keluarga Axel dan keluarga dari Mikha, kecuali Mikha, karena Mikha sudah mereka sembunyikan.
"Axel keluar kau!" teriak Jeny dari arah luar, meski mereka tahu Axel tidak bersalah, tapi dia harus di beri pelajaran supaya tidak terlalu percaya omongan manis orang lain, apalagi omongan mantan.
__ADS_1
Axel kaget mendengar suara ibunya, dia keluar dan membukakan pintu, Fiona mengikutinya dengan tangisan pilunya. Begitu membuka pintu, Axel sangat kaget melihat siapa yang datang, karena tak cuma ibu dan ayahnya.
Mike mendekati Axel da langsung memukul tunangan adiknya tersebut dengan geram, di tambah dengan tampang menyeramkan Narendra.
" Bajinagn kau, baru tadi malam kau berjanji pada putriku tidak akan menghianatinya, tapi apa ini, kau malah bersenang senang dengan mantan kekasihmu, itu yang namanya kesetiaan ha." Bentak Narendra pada Axel.
"Om dengarkan dulu penjelasanku, ini semua tidak seperti yang anda kira om, saya bersumpah tidak melakukan apa apa om ,Axel di jebak, tadi malam saya memang kesini, tapi hanya sebatas iba dan kasihan karena dia ingin bunuh diri, dan tiba tiba saya tidak ingat apa apa lagi. " Axel mencoba memberi penjelasan pada semuanya.
"Bohong tuan, Axel bohong, dia datang padaku menawarkan suatu perjanjian, dia mau kembali pada saya asalkan kami berhubungan diam diam, tanpa sepengatuan semuanya, bahkan dalam perut saya ini sudah ada calon anak kami om, tuan, hiks hiks, saya disini hanyalah korban, hiks hiks.'" kata Fiona denngan air mata buayanya.
" Untung adikku belum menikah dengan lelaki seperti ini mulutnya saja yang manis. " Sindir Mike. Axel tidak percaya dengan apa yang di bicarakan Fiona, bahkan Axel tidak punya keinginan untuk kembali padanya, ini malah mengajak Fiona selingkuh oh my god, Axel baru sadar bahwa tindakan bunuh dirinya tadi malam cuma rekayasa dia.
" Menjebak, aku sama sekali tidak menjebak kamu xel, semua terjadi karena rasa suka sama suka kan, kau jangan cari amannya saja." Sandira Fiona.
Plaak. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi halus Fiona, Jeny menamparnya dengan keras, kesabarannya sudah habis dan merasa sangat jijik dengan kelakuan Fiona. " Dasar perempuan tidak tahu malu, menjijikkan." kata Menyerah dengan geram.
" Mulai sekarang jangan mencari Mikha lagi, semua ini menjadi urusan kamu, kau mau menikahi jalank itu, atau apa itu urusan kamu." Narendra mengajak istrinya keluar dari tempat tersebut.
Kembali Mike memukul Axel dengan keras dia juga geram dengan sikap tidak tegas dari Axel, karena untuk masuk ke keluarga itu ketegasan adalah no satu jangan jadi pengecut. "kalau kau mau jadi pengecut tidak di sini tempatnya tuan Axel." ucap Mike setelah memukul Axel, lalu dia menyusul ayahnya.
__ADS_1
" Kalau kau ingin masuk ke keluarga kami, ingat jangan gunakan emosi, tapi logika, dan sekarang nikmati saja apa yang sudah kau tuai, dan kau tidak akan bisa menemukan adikku tuan.'' kata Michael, dia menupuk pundak Axel lalu menyusul keluarganya pergi dari sana.
Axel langsung berlari mengejar Rendra dan memohon untuk bertemu dengan Mikha dan menjelaskan semua salah faham ini.
"Om semua ini hanya salah faham, tolong ijinkan aku bertemu dengan Mikha om, Axel akan jelaskan semuanya, please om." Axel mencegat jalan mereka dan berusaha untuk membujuk Rendra serta memohon agar mereka percaya.
Usaha Axel gagal, Bodyguard bayangan Rendra segera membuka jalan untuk majikannya, meninggalkan Axel yang masih berdiri lemas di tempatnya.
Axel memutuskan untuk kembali ke Apartement Fiona, menemui kedua orang tuanya dan Fiona di sana.
Axel sudah hilang kesabaran, dia langsung menampar perempuan itu dengan keras, baru pertama kali ini Axel mengangkat tangannya bahkan menampar seorang wanita.
Semarah marahnya Axel biasanya cuma membentak atau memukul meja dengan keras, tapi kali ini Fiona sudah keterlaluan, dia bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Sewaktu di hotel kalau tidak ada Mikha, mungkin waktu itu dia sudah terjebak bahkan meniduri wanita ular ini. " Bagus AXel, tapi ketegasanmu ini sudah terlambat, kalau perlu kirim saja wanita tak tahu malu ini ke kutub utara bersama habitatnya.'' kata Jeny.
" Kau sungguh keterlaluan, selama ini aku diam karena masih menganggapmu sebagai teman, berulang kali kau menyakitiku aku hanya bisa diam, kau tiba tiba meninggalkanku aku juga hanya bisa diam dan ikhlas, tapi kau tiba tiba kembali dengan segala cara kotormu itu berharap aku kembali denganmu, maaf nona semua itu tidak mempan, kau sudah menunjukkan wujud aslimu, dan akau semakin jijik melihatmu." kata Axel.
Pemuda ini mencengkeram rahang Fiona dengan keras, dia sungguh marah dan ilfil, ini sudah kedua kalinya dia menghancurkan hidup Axel, pertama dengan meninggalkannya, dan sekarang dia sudah memisahkan dirinya dengan gadis yang dia cintai.
__ADS_1