MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 24


__ADS_3

Mikha terkaget dan langsung berdiri dari tempatnya. " Mikha, Mik." Panggil Axel, lalu Axel menarik tangan Mikha supaya duduk, malah sekretaris cantik ini bukannya duduk di sofa, malah pantatnya mendarat di pangkuan Axel.


"Hahaha, lucu sebagai Asisten anda ini Axel, di cium saja itu biar sadar. " Rendra malah memberi sebuah ide untuk mencium Mikha supaya bangun dengan sungguh sungguh.


Axel hanya tersenyum tipis, dia sangat malu dan juga kesal dengan Si Sekretaris yang sudah kurang ajar itu.


Tapi Axel tidak mencium Mikha melainkan mencubit pinggang nya.


" Aaa, kepiting. " Teriak Mikha dengan keras, dan menggosok pinggangnya yang panas, Rendra makin keras tertawanya melihat tingkah konyol putrinya yang sembuh di depan bosnya sendiri.


" Axel, nemu darimana Asisten unik ini, hahaha? " Tanya Rendra.


" Maaf tuan, maaf jangan jadikan kejadian ini sebagai alasan penolakan proposal kami. " Axel meminta maaf sekali lagi kepada Rendra. Tapi malah Narendra ibrahim menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan barunya, dan akan mengirim tenaga ahlinya untuk membantu Axel. Sejak tadi di sungguh was was kalau saja ini ditolak , Maka Axel akan sulit untuk menjadi partner sehebat Narendra.

__ADS_1


"Selamat bergabung di Ibrahim Grub MR Axel, pandangan anda cukup baik dan menarik, saya yakin kedepannya kerjasama kita akan lebih baik, apalagi kalau anda bisa menjadi menantu saya nanti, wih keren Alexander grub dan Ibrahim Grub, anak saya yang satu itu suka sekali dengan urusan desain atau fashion, bisa bertukar tempat nanti, atau yang mau jadi dokter juga boleh, haha, mereka cantik cantik dan menyenangkan seperti saya." Kata Rendra setelah urusan kontrak selesai dia mulai aksi konyolnya.


" Ih promo, kyak gak laku saja." Gumam Mikha. Axel segera menyenggol kaki Mikha untuk diam saja.


" Kenapa dia Axel, cemburu ya, atau jangan jangan kalian pacaran? " Goda Rendra.


Axel dan Mikha segera menggelengkan kepala mereka kompak, menyangkal pernyataan Rendra.


"Tuan Rendra bisa saja, anteng seperti bola, maksudnya? " Tanya Axel dengan heran, anteng kok seperti bola berarti ya tidak bisa diam ibarat nya, ada ada saja pria ini


" Tanya saja asisten anda ini pasti tahu apa itu anteng seperti bola." jawab Narendra sambil terkekeh geli. Mikha menahan dirinya supaya tidak protes terhadap sindiran sang ayah, tapi di dalam hati dia sudah menggerutu dan siap membalas semua itu dengan cantik.


" Maaf saya ini juga pendiam, anteng dan seperti bola tuan, berarti saya pantes dong menjadi anak anda." jawab Mikha, dia mulai beraksi.

__ADS_1


" Bukan hanya itu saja, saya cantik, imut seksi, pasti pas dong." Imbuh Mikha lagi.


Rendra kembali tertawa, tapi tidak dengan Axel, dia sungguh malu dengan sikap sok kenal dari Mikha terhadap tuan Rendra dan merasa dicuekin, seakan dia tidak ada di sana.


" Hahaha, boleh juga itu, yo wes saya jodohkan saja kalian kalau begitu sebagai wakil putriku. " Jawab Rendra yang masih bisa punya akal untuk membuat kesal Mikha.


" Sudah tuan ayo kita kembali ke Kantor saja, bisa bisa sampai sore belum kelar kalau meladeni orang seperti ini. " Bisik Mikha pda Axel dan dinsetujui Axel.


" Maaf tuan Narendra terima kasih atas semua sarannya, tapi Mikhayla ini murni sekretaris saya tidak lebih. "jawab Axel menengahi pembicaraan unfaedah ini.


" Iya iya, jangan di masukan hatinya Axel, ini cuma untuk seru seruan saja, kalau belum pernah tahu saya, seperti anda ini pasti akan kaget, oke terimakasih, dan ingat berikan kami yang terbaik dan saya tidak suka ada penghianatan." Narendra menekankan kata penghianatan, karena dia sungguh tidak akan segan segan menghancurkan orang yang berhianat padanya, meskipun itu orang terdekatnya.


Axel dan Mikha mohon pamit dan dia berjanji bakal memberikan yang terbaik dalam kerja sama mereka, Axel sangat lega dan puas dengan prospeknya yang sukses memikat hati Narendra di tambah kekonyolan dua orang itu, jadi dia tidak begitu nervous ataupun grogi menghadapi Narendra.

__ADS_1


__ADS_2