
Di saat mikhayla sibuk dengan dokumennya, Jennifer Ibu dari Exel menghampiri gadis cantik itu. "Selamat sore cantik?" sapa Jennifer kepada Mikha, bahkan suara sepatunya saja belum terdengar di telinga Mikha.
" Aduh hantu mam." Teriak Mikha, seketika Mikha melonjak kaget mendengar suara Jennifer yang begitu tiba-tiba, bahkan dia Hampir terjengkang dari kursinya.
" Anda mengagetkan saya saja nyonya." ucap Mikha sambil mengelus dadanya, dia menstabilkan jantungnya yang berdebar sangat kencang.
Jennifer juga kaget melihat reaksi Mikha yang berlebihan." Kamu kenapa sayang?" tanya Jeni dengan heran.
" Nyonya sudah mengagetkan saya, saja saya pikir ada hantu tidak ada suara sepatu tidak terdengar tiba-tiba suara Anda nongol di depan saya ,maaf takut hantu apa lagu suasana disini begitu dingin dan sepi. " jawab Mikha.
Jennifer tersenyum lucu, melihat semua itu." Maaf saya tidak tahu kalau kamu bisa sekaget Ini." kata Jennifer, wanita paruh baya itu duduk di kursi depan meja Mikha.
" Kemana Axel dan Brian? kok sepi?" tanya Jeny.
" Pak Brian dan tuan Axel berada du perusahaan baru, mereka sibuk meluncurkan produk mereka dan baru saja mendapatkan kerja sama kontrak dengan PT Ibrahim, mereka saat ini lebih fokus ke perusahaan tersebut, setelah menyelesaikan semuanya di sini, untuk pameran dan desain baru untuk berlian kita sudah beres, jadi Tian Axel mungkin akan bolak balik di sini dan Di perusahaan yang beliau rintisrintis." jawab Mikha.
Jeni faham, karena sejak dulu Axel lebih suka bidang teknologi daripada desain dan logam mulia, tapi siapa lagi yang akan meneruskan semua ini kalau bukan dia. " kata Jeni, dia menghembuskan nafasnya perlahan.
" Banyak tekanan yang dia hadapi, baik dari keluarga ataupun kisah asmara nya, dulu kekasih nya samsat mensupport dia, bahkan mereka membagi tugas untuk mengelabuhi ayah Axel, tapi semua berakhir disaat wanita itu ternyata lebih memilih karirnya daripada hidup bersama Axel." kat Jeny
__ADS_1
" Jangan khawatir nyonya, kelihatan nya tuan Axel sudah mulai bangkit lagi, apalagi setelah mendapatkan tanda tangan kontrak itu, dia sangat semangat dan tidak meninggalkan tanggung jawabnya disini. " jawab Mikha.
Jeny kaget, mendengar kalau Axel beehasil mendapatkan kerjasama dengan perusahaan IT terbesar itu.
" Oh ya, bagaimana mungkin perusahaan yang baru saja berdiri bisa mendapatkan kepercayaan dari Ibrahim grub, ini sangat mustahil Mikha." kata Jeny dengan penuh rasa heran.
" Mungkin saja nyonya, anda harus percaya dengan kemampuan putra anda sendiri, kalau anda kaget, berarti anda meragukan kemampuan tuan Axel." jawab Mikha.
" Tidak begitu sayang, tante justru sangat bangga, tapi ini Ibrahim grub, sebuah perusahaan yang sulit sekali si jangkau, mereka sangat selektif. " jawab Jeny.
" Mungkin saja tuan Narendra cocok dengan saya nyonya, kemaren Mikha bisa mengimbangi kenarsisan beliau, hehehe, bahkan ketika saya, ketiduran di sana beliau tidak marah." kata Mikha dengan sangat narsis dan penuh percaya diri.
" Boleh juga ide Axel membawa kamu ke sana bukan Brian kalau dengan Brian mungkin mereka sama sama kaku, dan tuan Narendra sangat menyukai humor, dan sekarang bagaimana pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Jeny.
" sebenarnya sudah Nyonya, Saya juga Bosen di tempat ini, tadi saya juga sudah jalan-jalan ke Departemen pemasaran bahkan laporan yang seharusnya disetorkan besok atau lusa udah saya minta hari ini juga, sudah saya siapkan pula kegiatan tuan Axel esok hari." jawab Mikha, dengan penuh percaya diri.
" Siapa bilang sekretaris Axel itu stupid, padahal dia sekretaris paling handal yang pernah aku temui." batin Jeny.
" Ternyata Axel tidak salah memilih sekretaris, sudah cantik cekatan dan pinter lagi jkseperti kamu ini, paket Komplit deh pokoknya." puji Jeny, dan semua itu ada benarnya juga, kalau saja penyakit nya tidak kambuh, Mikha memang anak yang cerdas dan genius.
__ADS_1
" Nyonya bisa saja memujinya, jadi GRkan Tapi bener juga nyonya, kata ayah saya, saya itu memang paling cantik, paling pintar, paling seksi beruntung deh yang jadi suami Mikha nanti, Mikha juga orang yang gak neko-neko nyonya, tapi satu yang kadang tidak di suka orang lain Mikha banyak makan." jawab Mikha sambil mengelus ujung hidung nya.
" Sama dong tante juga suka makan Wah ternyata kita satu server ya, doyan makan, bagaimana kalau sekarang kita cari makan yang enak sambil ngobrol seru." ajak Jeny.
Mata Mikha langsung berbinar, mendengar kata makan dari Jeny. "Makan Nyonya, ih Nyonya tahu saja kalau Mikha sudah mulai lapar." jawab Mikha, dia lalu menengok ke arah jam di tangannya, tapi jam pulang kantor masih kurang 30 menit lagi, Mikha jdi dilema setuju dengan ide Jeny atau menolak karena belum waktunya pulang kerja.
Jeni yang tahu kegelisahan Mikha segera angkat bicara. " Tidak usah takut, nanti tante sendiri yang akan bicara pada Axel, supaya dia tidak marah, lagian ngapain juga sendiri di gey sepi seperti ini." Kata Jeny.
Dengan semangat 45 Mikhayla membereskan barang-barangnya menyimpannya di tempat yang aman lalu mengikuti Jenny ke bawah, bahkan Jennifer menggandeng tangan gadis cantik tersebut dengan erat.
" jangan panggil nyunya, panggil tante ike, supya lebih akrab, masak calon mantu memanggil mertua nya Nyonya, mami kalau perlu." bisik Jeny. Mikha hanya tersenyum geli, kemaren orang tuanya eh sekarang ibu Axel, Mikha tak habis fikir dengan orang orang ini, kok punya pemikiran yang sama.
Kejadian langka itu tak luput dari pandangan para karyawan. di perusahaan Axel, bahkan ada yang diam mengambil gambar kedekatan keduanya.
" sekretaris baru itu dia tidak hanya menarik perhatian Tuhan Exel bahkan nyonya besar sangat menyukainya, Baru kali ini ada pegawai dari tuan Exel yang Bahkan digandeng tangannya sambil bercanda seperti itu seperti ibu dan anak saja." bisik salah satu karyawan pada karyawan lainnya.
" Gue sih Percaya saja kalau itu Mikha, Lihatlah orangnya humble have fun banyak bicara, lucu dan menyenangkan, pasti siapa saja akan langsung jatuh cinta kepadanya, kalau gue jadi tuan Exel, langsung gue halalin, takut diembat orang duluan." jawab B dan mendapatkan gelak tawa karyawan yang lain. Beda dengan karyawan perempuan, mereka memendam rasa iri dan dengki yang mendaly pada Mikha.
Jenny mengajak Mikha ke sebuah restoran yang sangat nyaman, bukan restoran elit, tapi suasana disini begitu mendukung, bahkan ada taman buatan di sekitar restoran tersebut. Mereka mencari tempat di pinggir Taman supaya bisa menikmati suasana sore dengan nyaman dan melihat beberapa bunga yang ditanam di restoran tersebut, mereka juga melihat ada beberapa anak kecil yang bermain di taman itu lihat itu yang lucu lucu dan imut.
__ADS_1