MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 41


__ADS_3

Mikha melakukan mobilnya dengan santai, dia melihat kalau Axel mengikutinya, meski Axel mengambil jarak agak jauh. Mikha menghubungi Cecil adiknya, dan janjian di suatu tempat untuk menukar mobil miliknya, dengan sepeda motor yang biasa Mikha pakai.


Sambil menunggu Cecil, Mikha memutuskan untuk pergi ke panti saja, menyerahkan uang hasil dia melukis hari ini. Mobil Mikha berhenti dan masuk ke yayasan tersebut.


Axel juga berhenti di depan panti tersebut dan diam diam menyelinap masuk ke dalam, rasa penasaran Axel makin memuncak ketika melihat Mikha berbelok ke yayaSAN tersebut, kalau dia mau menyumbangkan uangnya, berarti dia banyak uang, sementara yang Axel dengar kalau Mikha hanyalah gadis biasa seperti pada umumnya. Axel melihat Mikha berlarian dengan anak anak tersebut, dan menambah kadar kecantikan dia, jiwa keibuannya juga terlihat jelas, beda sekali kalau sedang di kantor. " siapa sebenarnya dia, kenapa aku tidak bisa menembus data tentang dia. " gumam Axel.


Mikha masuk ke dalam kantor dan menyerahkan semua yang baru saja dia dapatkan barusan, baru Mikha keluar bersama ibu panti. Axel segera kembali ke mobilnya sebelum ketahuan, dan dia ingin menuntaskan rasa penasarannya pada Mikha.


Axel kembali mengikuti Mikha yang melaju lw sebuah sebuah apartemen mewah, sebenarnya itu apartemen dia dan Cecil sendiri tapi Mikha pura pura mengembalikan mobil serta Mikha mengambil motornya, bahkan Mikha juga berganti pakaian dengan celana jeans bolong bolong serta kaos oblong dan jaket kulitnya.


" Belum nyerah saja itu orang." batin Mikha. Sehingga Mikha akan membuat Axel bosan lalu pergi.


Usaha Mikha masih gagal karena bosnya itu masih mengikuti dia. Mikha memutuskan untuk pulang saja, tapi tidak langsung masuk ke rumah utama tapi dia lewat rumah pengawal. Mikha tersenyum geli melihat Axel yang mengikuti dia sampai di rumahnya.Mikha melewati pintu belakang rumah pengawal baru bisa menuju mansion Narendra yang memang tersembunyi itu.


" Ini kan komplek perumahan tempat tuan Narendra tinggal, pantas saja dia tahu banyak tentang tuan Narendra, ternyata mereka tetangga, atau malah orang tua Mikha bekerja di tempat beliau." fikir Axel.


Sungguh aneh dan oon, apa Axel tidak bisa menyamakan wJah Mikha uang mirip dengan Narendra versi perempuan, sehingga menduga kalau Mikha anak pekerja Narendra.


Axel kembali ke mansion kedua orang tuanya, dan menghentikan sementara penyelidikan dia saat ini.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Hari berganti. Pagi ini Mikha seperti biasa berangkat ke kantor dengan santai, di jalan tidak jauh dari tempatnya bekerja, Mikha di hadang oleh beberapa preman bayaran Fiona, tapi mereka ini tidak profesional banget, masak mau menculik atau mencelakai orang di tempat ramai bahkan dekat dengan tempat kerja Mikha.


Mikha, tidak perlu mengeluarkan skill bela diri nya, dia cukup berteriak kencang saja, sudah banyak orang yang menolongnya.


" Tolooong, tolooong, rampoook. " Teriak Mikha sambil tersenyum miring, ketika satpam dan beberapa pegawai laki laki datang mendekat dan mengeroyok preman preman tersebut dan segera di amankan di kantor satpam.


" Mbak Mikha tidak apa apa? " tanya salah satu dari mereka.


" Tidak apa apa, terimakasih atas bantuan mas mas semua, kalau tidak Mikha tidak tahu deh nasib Mikha hiks hiks. " Ucap Mikha pura pura bersedih.


Dalam hati Mikha menertawakan preman bodoh itu, atau malah orang yang menyuruhnya yang bodoh. " Ini yang bikin premannya atau yang menyuruh, mana ada mau menculik di tempat umum di jam jam ramai orang berangkat kerja pula." Gumam Mikha, dalam hati.


Fiona mencengkeram tangannya erat, karena usahanya gagal.


" Sial, salah strategi ini, preman preman itu juga bodoh sekali, seharusnya mereka mencari lokasi yang sepi." Gerutu Fiona.


Gadis cantik itu belum menyerah, dia mengikuti Mikha sampai ke tempat parkir.

__ADS_1


prok prok prok. Fiona bertepuk tangan dan mengejek Mikha. " uh kacian, sekretaris sekaligus kekasih bos Di perusahaan ini ternyata cuma memiliki motor saja.


" hebat sekali nona sekretaris, ternyata level Axel menurun drastis, lihat saja ini, kacian banget pacarnya yang hanya memakai Motor. " sindir Fiona.


" Oh itu, saya memang suka naik motor nona, lebih cepat dan hemat bahan bakar, kalau mobil mah banyak di rumah, tinggal pilih saja, bahkan sering Axel menawarkan Sebuah mobil sport terbaru tahun ini, tapi Mikha tolak, orang kaya mah pengen sesuatu yang menantang, apalagi naik motor di tengah kota yang padat, dan rawan macet, oh seru banget, mau ikutan nona." ucap Mikha, dia malah mengatakan sesuatu yang jujur, dan membuat Fiona sangat kesal.


Ingin sekali dia mencakar cakar muka Sekretaris gila itu, tapi ternyata lawannya belut yang licin. " Dasar sinting, memangnya gue percaya begitu saja dengan omong kosong lu itu, katakan saja lu ingin harta Axel kan? " tanya Fiona dengan kesal.


" Heh harta, saya mau harta Axel? itu sih anda nona, bilang saja kalau anda kembali kemari untuk harta Axel kan, merayu lagi pengen kembali, ini mah trik basi nona alias norak." jawab Mikha dengan santainya. Sambil membuka jaket dan membenahi rambutnya.


" Heh, gue peringkatkan sekali lagi, jauhi Axel atau tahu sendiri akibatnya." Ancam Fiona.


" Tidak takut, saya malah suka hidup penuh tantangan, rasanya seru dan keren, daripada monoton, ayo nona pelukis, tunjukkan skill drama anda untuk menggapai tujuan anda, itu sih sah sah saja, dan selamat berjuang, kalau butuh dana bilang saja, seperti untuk memyewa preman oon seperti mereka." Ejek Mikha, bahkan tanpa ekspresi sama sekali tanpa rasa berdosa.


Mikha mulai berjalan meninggalkan Fiona sendiri, tapi tiba tiba Fiona mendorong Mikha hingga terjatuh, pas bertepatan dengan mobil Axel lewat, jadi Axel melihat mantan kekasih nya tersebut dengan keras hingga jatuh ke depan.


" Auhh." Mikha, meringis kesakitan, dia sengaja tidak mengelak karena dia melihat mobil Axel yang akan melewati area parkir motor tersebut, dan melihat kelakuan Fiona.


" Nona apa salah saya? " tanya Mikha dengan raut muka, yang sedih.

__ADS_1


" Halah jangan akting! " bentak Fiona.


Axel segera berlari ke arah kedua gadis itu dan membantu Mikha.


__ADS_2