
Mikha dan kedua orang tuanya kembali di kediaman, sekali lagi Raisha menegaskan kepada putrinya bagaimana perasaan dia pada Axel.
'' Sayang bagaimana perasaan mu yang sebenarnya pada Axel? "tanya Raisa. Dia tidak mau menjadi penghalang kalau Mikha memang benar benar menyukai Axel, dan akan mendukung keputusan Mikha, jika itu yang terbaik untuk putrinya.
''Entahlah ma, Mikha juga bingung dengan perasaan Mikha karena Mikha juga belum pernah yang namanya pacaran, mama tahu sendirikan kalau ada tiga bodyguard Mikha yang serem sehingga tidak ada yang berani mendekati Mikha.'' jawab Mikha.
''Tapi di dekat Axel rasanya beda dengan dekat twins M, Mikha sering berdebar debar, apalagi kalau jarak kami dekat, rasanya Mikha juga tidak tega kalau dia menghadapi masalahnya itu sendiri, apalagi mantan dia yang genit dan enggak banget itu.''jawab Mikha.
'' Mama punya cara sayang, sebaiknya kalian memang jangan bertemu beberapa waktu, itu akan menambah kadar cinta kalian, jika kau merasa sangat merindukan dia, pokoknya Mikha selalu memikirkan Axel maka sudah fik Mikha suka dengan Axel dan perjuangkan cintamu, seperti kata orang orang, sebelum janur kuning melengkung itu artinya kita masih punya kesempatan untuk mendapatkannya.'' jawab Raisha. Dia memberi jalan dan solusi untuk masalah asmara putrinya.
Mikha setuju dengan apa yang mamanya katakan, Mikha akan memastikan perasannya ini pakah benar cinta apa hanya rasa kagum atau perasaan iba Mikha.
Di tempat lain terutama di ruangan Axel, pemuda tampan satu ini masih merenung dan dia juga meyakinkan dirinya apakah dia memang menyukai Mikha atau naluri saja sebagai pria.
π·π·π·
Malam ini akhirnya Axel datang sendiri ke acara reuni teman kuliahnya dulu, Axel memutuskan untuk menyelesaikan sendiri masalah dan Fiona. Axel memasuki kafe terkenal utu menemui teman teman dia yang sudah lama tidak bertemu, semua sibuk dengan urusan pribadi masing masing.
''Hai bro, sendirian saja nih? "sapa salah satu teman Axel.
Axel hanya mengangguk dan bergabung, sementara yang lain pada mengenalkan gebetannya masing masing.'' Jangan bilang lu belum move on dari Fio bro? " tanya ronald.
'' Tidak juga, semua sudah berakhir dua tahun lalu setelah dia memilih pergi. Dan sudah ada gadis lain yang mengisi hatiku." jawab Axel.
" Good boy, lupakan masa lalu yang menyakitkan dan songsong masa depan kita yang jauh lebih baik. " kata Ronald mendukung Keputusan Axel.
" woi sekarang Fio makin cakep lho, kemaren gue bertemu dengannya, tapi sepertinya dia masih menganharapkan lu? " imbuh valent.
" itu urusan dia, gue tidak ada hubungannya dengan apa yang dia lakukan selama ini.
__ADS_1
Mereka akhirnya berbincang yang lain, mulai bisnis bahkan pacar mereka. Tak lama kemudian Fiona hadir dengan Angela, salah satu sahabat mereka dulu.
" Maaf kami datangnya terlambat Guys. " ucap Fiona.
" Wah pelukis kita tambah cakep saja, jadi pengen daftar deh, masih ada tempat antrian tidak? " goda Vincent.
" Maaf kalau soal hati sudah ada yang punya, iyakan Axel? " kata Fiona melirik ke arah Axel.
"Maaf kalau itu saya tidak tahu, itu adalah hati anda bukan hati saya." jawab Axel dengan tegas dia tidak akan membiarkan sedikit celah pada Fiona untuk melancarkan aksinya.
" Xel, bukannya aku sudah jelaskan semuanya, itu semua tidak seperti yang kau bayangkan, dan aku pulang hanya untuk kamu Xel." jawab Fiona lagi.
" Maaf nona, hati saya sudah di tempati orang lain, sudah ada nama yang lain yang sudah menggantikan nama anda." jawab Axel, bahkan dia menggunakan bahasa formal saat berbicara dengan Fiona.
" Bro kita disini kan mau Reuni, jadi hari ini kita bersenang senang saja oke. " Ronald segera menjadi penengah hawa yang mulai panas ini.
Fiona segera mengambil tempat duduk di sebelah Axel, lalu menyapa semua semua yang hadir di sana.
" Mana pacar bayaran kamu xel, masih sakit kakinya, percaya padaku Xel dia cuma pura pura, aku tidak mendorongnya, kamu tahu sendirikan aku bagaimana, mana mungkin aku tega melakukan itu, membunuh semut saja aku tidak tega Xel. " ucap Fiona lirih. Tapi Axel tidak peduli sama sekali dengan perkataan Fiona, Axel malah membayangkan apa yang Mikha lakukan saat ini.
" Bro kabarnya lu membuka perusahaan baru di bidang IT bro, bagaimana perkembangannya? " tanya Vincent.
" Alhamdulillah, dan tahu tidak kalau gue berhasil berkerjasama dengan mr Narendra." kata Axel dengan semangat.
Semua memberi Axel tepuk tangan, ternyata kegigihan dia selama ini membuahkan hasil.
" Selamat ya, berkat semua dukungan ku, kau bisa sampai di sini." Fiona memberi selamat duluan.
" Maaf nona, anda tidak memberi semangat tapi malah menghancurkannya, setelah anda pergi semua hancur, dan saya bangkit dari awal lagi, mulai dari nol." jawab Axel dengan sinis.
__ADS_1
Jangan tertawa melihat kedua orang ini, mereka masih mempertahankan egonya.
" Sudahlah Fio, kalau Axel tidak mau sama aku saja, abang siap menjadikan kau ratu daam hatiku. " jawab Valent.
" Hahaha Ronald dan juga yang lain tertawa melihat rayuan maut Valent.
" Wah benar itu, bang Valent masih setia menunggu mu nona Fiona, bahkan dia menolak anak pak menteri bahkan di beri mahar 20 onta fia juga tidak mau. " ucap Vincent.
" Iya diakan juragan onta hahaha. " ledek Ronald dan lainnya.
" Bro kalau gue mah yang ini bro, lihat ada dua bidadari khayangan, mereka sungguh luar biasa cantik " Kata Doni, sambil terus memperhatikan Ke arah pintu masuk. Saat itu Mikha dan Cecil masuk bersama, dan kecantikan keduanya memang bisa menghipnotis siapa yang melihatnya.
Makanya Mikha lebih suka memakai pakaian casual dan sedikit urakan daripada feminim seperti ini.
Axel dan yang lainnya langsung menoleh mengikuti arah mata Doni. Axel kaget melihat gadis yang sedari tadi dia bayangkan nongol dengan tampilan yang sangat cantik, dia kembali terpana melihat Mikha yang cantik dan manis itu.
Axel berdiri dan memperingati teman temannya untuk tidak memuji gadis gadis itu.
" Awas jaga mata kalian, tidak ada yang v boleh memuji dia. " kata Axel, dengan tegas dan dia langsung mendekati Mikha dan Cecil.
" Mikha! "Panggil Axel.
" Eh Axel, " jawab Mikha dengan sedikit canggung.
" Akhirnya kamu datang juga." ucap Axel. Mikha heran, apa maksud Axel itu.
" Ayo, ikut aku, akan aku kenalkan dengan sahabat ku. Axel menggandeng tangan Mikha, tapi segera di hadang oleh Cecil.
" Maaf kak, kakak siapa tiba tiba main bawa kakak saya." Cecil segera menarik tangan Mikha ke arahnya.
__ADS_1
Axel menoleh ke arah gadis cantik dan imut di sebelah Mikha tersebut.
" Dia adikku, kami kesini mau makan, kamu kembali saja. " Mikha menghindar dari Axel, dia masih canggung dan malu dengan Axel.