
" Sekarang saya mau tanya pada kakak semua, bagaimana perasaan kalian jika di depan mata kepalanya sendiri kekasihnya di rayu bahkan di peluk oleh perempuan lain, yang tidak lain adalah mantan kekasih nya sendiri, apa yang saya lakukan itu salah, tolong beri saya jwaban? " tanya Mikha pada teman teman Axel yang ada di tempat tersebut
Mereka tidak menjawab, tapi malah mengacungkan kedua jempol mereka.
" Keren." jawab beberapa dari mereka ya g masih terheran dengan aksi bar bar Mikha.
" Fikir dua kali untuk menjadi pelakor nona. dan simpan saja akting lu itu, di banting sedikit saja lu sudah nangis nangis, apalagi kalau beneran, bisa masuk rumah sakit lu." Mikha bahkan menggertak Fiona dengan terang terangan.
" Gue tidak takut, lu bisa dengan cara kasar, tapi gue punya cara yang sangat bagus untuk mendapatkan keinginan gue." Bisik Fiona dan menantang Mikha secara terang terangan. Tapi tidak ada yang mendengar ancaman Fiona tadi.
Mereka meminta Mikha dan Cecil untuk bergabung tapi kedua gadis cantik itu menolak, mereka lebih memilih pergi dari kafe tersebut dan menuju ke taman, menikmati makanan dari abang abang pedagang kaki lima.
Sementara di kafe. Suasana masih riuh dengan argumentasi masing masing. Dan Mikha berpesan supaya Axel tidak mengikuti dia dulu, dan kembali ke meja teman temannya.
" Bro cewek lu ternyata ndak cuma cantik, tapi Keren, hyat ciat. " Doni malah meniru gaya Mikha menghempaskan Fiona tadi. Fiona segera pergi dari tempat itu karena merasa di kucilkan dan mereka malah mendukung Aksi Mikha.
" Dia sekretaris gue, awalnya tujuan gue merekrut dia, untuk mengusir dan mencegah para fans fanatik gue, tapi lama lama gue malah tergantung padanya. Semenjak ada dia, banyak yang berubah dari gue, gue menjadi jiwa yang bisa menerima pendapat orang lain, terutama dalam lingkup kerja, dia membuat suasana kantor gue menjadi nyaman, meski memang berkecimpung di bidang desain atau perhiasan bukanlah cita cita gue. '' jawab Axel
'' Oh iya bukannya lu baru saja mendapat kontrak kerja sama dengan Ibrahim grub, berarti cita cita lu berhasil dong, sulit sekali lho kerjasama dengan mr Narendra ataupun anak anaknya itu , mereka lebih suka melebarkan sayap sendiri dari pada bekerja sama dengan perusahaan lain yang bahkan akan bersikap licik? " tanya Ronald.
''Hehehe ada orang dalam yang mempertemukan gue dengan beliau, awalnya gue kira ini keberuntungan gue, karena mr Narendra langsung mau menerima tamu seperti gue, bahkan perusahaan IT gue belum lama berjalan.'' jawab Axel.
__ADS_1
Mereka jadi tambah penasaran siapakah orang dalam itu, yang bisa mempermudah jalan Axel.
''Keren bro, kasih bocoran dong siapa orang dalam itu, kalau bisa mau dong di perkenalkan , paling tidak bisa kenal orang besar kan keren, bukan elu doang.'' kata Soni, dan di setujui oleh yang lainnya.
'' Maaf nanti saja aku beri tahu, soalnya identitas dia sangat spesial dan di sembunyikan, tapi suatu saat nanti gue janji akan memperkenalkannya pada kalian semua.'' Axel tidak mau kalau teman teman temannya mengetahui identitas Mikha, maka mereka akan memanfaatkan gadis cantik itu.
Akhirnya mereka tidak membicarakan lagi Fiona maupun Mikha tapi seru seruan bersama.
Fiona yang tidak terima dengan penghinaan teman temannnya , dan bahkan memojokkan dia dan mendukung tingkah bar bar Mikha .
''Sial bukannya mendapat perhatian malah di kacangin, dan malah muji muji cewek gila itu, gila tangannya kuat banget, rambutku bisa lepas dari palaku, dan sepertinya dia bisa bela diri tuh, meski bantingannya tidak sakit, tapi tekniknya sangat cepat, aku harus cari cara yang cantik untuk menjebak Axel.'' Fiona mulai berfikir keras.
Pucuk di cinta ulampun tiba, ada teman Axel dan Fioana juga yang seminggu lagi lagi akan mengadakan pesta pernikahan dan Fiona angsung punya ide gila.
Dulu Fiona sungguh bodoh mau mau saja di rayu mr Vincent untuk di jadikan pelukis terkenal bahkan di dunia, ternyata pria itu juga sudah menikah dan menjadikan dia kekasih gelap saja, meski memang janjinya benar, namanya melejit kala itu di perancis dan beberapa negara di eropa.
Axel merasa kesepian tanpa kehadiran Mikha di kantornya, banyak pekerjaan menumpuk juga, Brian kini lebih fokus untuk menghandle AXELENT teck yang baru Axel rintis itu.
'' Ruangan ini terasa sepi dan hampa tanpa dia, bahkan jam jam segini, Mikha selalu mencuri curi waktu untuk memakan bekal yang sudah dia sembunyikan.
Axel iseng iseng menscroll scoll hanphone canggih miliknya, lalu men deal nomor Mikha.
__ADS_1
Tuut tuut tuut, panggilan terhubung, suara berat terdengar dari seberang sana.
''Hallo.''
'' Mikha, kau kenapa? Suaramu terdengar seperti orang sakit? " tanya Axel.
'' Mikha sakit, ini sedang di rumah sakit.'' jawab Mikha dengan jujur.
'' Sakit apa? Di rumah sakit mana? " tanya Axel khawatir sekali.
'' Rumah sakit purnama, ya sudah aku tidur dulu, lemes nih perutku juga sakit.'' jawab Mikha di seberang sana, bahkan dia tidak melihat nama orang menghubungi dia.
Mikha meletakkan hpnya di sebelah dia tanpa di matikan dulu sambungan telponnya, sudah merem saja bahkan merancau kemana mana.
'' Axel jahat, kenapa dia tidak datang menjengukku, padahal aku sakit karena dia, sampai tak bisa membedakan sambal dan caos, sakitkan jadinya.'' Ucap Mikha di sela sela tidurnya.
Axel yang belum memutus telpon tersebut jadi tahu apa yang Mikha katakan di sana.
Axel tersenyum sendiri mendengar suara hati Mikha. Dia segera mematikan ponselnya dan beranjak dari singgasananya, lalu bergegas keluar dari kantor, menuju ke rumah sakit international Purmana milik keluarga Ibrahim tersebut.
'' Bawa apa ya, buah tapi dia sakit perut, bunga terkadang gadis unik seperti Mikha tidak suka bunga.'' Gumam Axel, dia bingung mau membawakan apa untuk Mikha.
__ADS_1
Axel mampir ke suabuah toko boneka dan dia membeli sebuah boneka beruang besar untuk Mikha siapa tahu gadis itu akan suka, dengan langkah penuh semangat Axel melaju kuda besinya ke rumah sakit tersebut menemui sang pujaan hati.